NovelToon NovelToon
Lentera Di Balik Luka

Lentera Di Balik Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Bagi Jati, kesetiaan adalah harga mati. Namun, sebuah kecelakaan tragis merenggut kejantanannya, membuat pernikahan yang ia bangun bersama Mila berubah menjadi neraka dingin tanpa suara tangis bayi. Di tengah kehampaan itu, Mila memilih jalan pintas yang menyakitkan: berselingkuh dengan Andre demi mendapatkan keturunan yang tak bisa diberikan Jati.
Puncak kehancuran Jati terjadi saat Mila dengan terang-terangan memamerkan pengkhianatannya di depan mata, bahkan menghina kekurangan fisik Jati demi uang belanja. Di titik terendah hidupnya, saat ia merasa bukan lagi seorang lelaki, Jati bertemu dengan Lintang.
Lintang hanyalah seorang janda yang bekerja sebagai tukang pijat keliling untuk menyambung hidup. Pertemuan yang diawali dengan ketidaksengajaan di taman itu perlahan membuka mata Jati. Di balik sentuhan tangan Lintang yang sederhana, Jati menemukan penawar luka yang tak terduga—sebuah harapan bahwa harga diri seorang pria tidak hanya ditentukan oleh fisik, melainkan oleh ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Suasana di dalam gudang tua itu pengap dan berbau karat.

Lintang perlahan membuka matanya, kepalanya masih terasa berat akibat bius.

Ia menyadari tangannya terikat kuat pada sebuah kursi kayu.

Di depannya, Mila berdiri dengan napas memburu, wajahnya merah padam karena amarah yang tak terkendali.

Mila menggenggam ponselnya erat, memperlihatkan rentetan pesan di grup WhatsApp sosialitanya yang berisi foto Jati dan Lintang di mal kemarin.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Lintang, membuat wajah wanita itu tertoleh ke samping.

Sudut bibir Lintang sedikit berdarah, namun ia tetap berusaha tegar.

"Gara-gara kamu! Gara-gara kamu teman-temanku mengirim pesan dan mengolok-olok aku!" teriak Mila histeris.

"Mereka bilang aku wanita bodoh yang melepaskan berlian demi kerikil! Mereka menertawakan penampilanku yang sekarang kalah jauh dari 'tukang pijat' sepertimu!"

Mila mencengkeram rahang Lintang dengan kasar, memaksanya menatap mata Mila yang penuh kebencian.

"Kamu pikir dengan berlian di jarimu itu, kamu sudah menang? Kamu itu sampah, Lintang! Kamu hanya kebetulan ada di sana saat Jati sedang lemah!" bentak Mila lagi.

Lintang meringis menahan sakit, namun sorot matanya tidak menunjukkan ketakutan.

"Mbak Mila, bukan saya yang membuat mereka mengolok-olok Mbak. Mbak sendiri yang menciptakan jalan hidup ini. Mas Jati sudah sembuh, dan dia bahagia. Kenapa Mbak tidak bisa membiarkan kami tenang?"

"Diam kamu!" Mila kembali mengangkat tangannya, hendak melayangkan tamparan kedua.

Namun, sebelum tangan Mila mendarat, pintu gudang besi di belakang mereka berderit keras.

Suara langkah kaki yang berat dan penuh wibawa bergema di ruangan yang luas itu.

"Sentuh dia sekali lagi, Mila. Dan aku pastikan tangan itu tidak akan pernah bisa menyentuh apa pun lagi seumur hidupmu!"

Suara dingin dan tajam itu membuat Mila membeku.

Ia menoleh perlahan dan mendapati Jati berdiri di ambang pintu dengan tatapan mata yang seolah bisa membunuh seketika.

Di belakangnya, puluhan petugas kepolisian dan tim keamanan bersenjata lengkap sudah mengepung tempat itu.

Langkah Jati tidak lagi ragu. Setiap hentakan sepatunya di lantai gudang yang berdebu menyuarakan murka yang sudah mencapai puncaknya.

Melihat sudut bibir Lintang yang berdarah dan pipinya yang memerah akibat tamparan Mila, sisa-sisa kesabaran Jati menguap seketika.

Dalam satu gerakan cepat, Jati menerjang maju.

Tangannya yang kuat langsung mencengkeram leher Mila, memojokkan wanita itu ke dinding gudang yang berkarat.

"Berani-beraninya kamu menyentuh istriku!" desis Jati dengan suara rendah yang sangat mengerikan.

Matanya berkilat penuh kebencian. "Kamu pikir aku akan diam saja melihatmu menyakiti wanita yang sudah menyelamatkan hidupku?"

Mila terbelalak, wajahnya mulai memucat karena pasokan oksigen yang menipis.

Ia meronta, namun tenaga Jati yang sekarang sudah pulih sepenuhnya jauh lebih kuat darinya.

"M-mas... jangan! Mas, istigfar..." ucap Lintang dengan suara parau dan lemah dari kursinya.

Air mata mengalir di pipinya, bukan karena takut pada Mila, tapi karena ia tidak ingin suaminya mengotori tangannya dengan kejahatan wanita itu.

"Jangan jadi pembunuh demi dia, Mas, tolong..."

Suara lembut Lintang menembus kabut amarah di kepala Jati.

Jati menoleh sekilas pada istrinya yang terikat, melihat tatapan memohon yang tulus itu.

Perlahan, cengkeramannya mengendur.

Dengan satu dorongan kasar yang penuh penghinaan, Jati mengempaskan Mila ke arah barisan polisi yang sudah bersiaga di belakangnya.

"Bawa dia!" perintah Jati tanpa sudi menoleh lagi.

"Pastikan dia mendapatkan hukuman maksimal atas penculikan dan penganiayaan ini. Jangan biarkan dia keluar sebelum membusuk di sana!"

Mila jatuh tersungkur di kaki petugas kepolisian, terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya.

Tangannya segera diborgol, dan semua kemewahan serta kesombongan yang dulu ia banggakan runtuh seketika di lantai gudang yang kotor itu.

Jati tidak memedulikan teriakan histeris Mila yang diseret keluar.

Ia segera berlutut di depan Lintang, jemarinya yang gemetar dengan cepat membuka ikatan tali di tangan dan kaki istrinya.

"Maafkan Mas, Sayang. Mas terlambat," bisik Jati sambil merengkuh tubuh Lintang ke dalam pelukannya yang sangat erat.

"Mas janji, ini terakhir kalinya ada orang yang berani menyakitimu."

Lintang menangis sesenggukan di dada Jati, menumpahkan semua ketakutannya.

Di balik punggung mereka, polisi mulai menyisir gudang untuk mencari keluarga Dery yang mencoba bersembunyi di kegelapan.

1
tiara
sabar papa Jati demi si buah hati 🤭🤭🤭
tiara
selamat pa Jati dan Lintang atas kehamilan Lintang sehat selalu bumil
my name is pho: 🥰🥰 terima kasih kak
total 1 replies
tiara
nikmatilah hasilnya Mila, menyesal pun sudah tiada arti semua orang meninggalkanmu termasuk pacarmu
tiara
ceriitanya menarik tidak terlalu menguras emosi
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
tiara
rasain kamu Mila gatau diri sih, masih syukur dikasih uang masih aja kurang
Dessy Lisberita
bukan emas tpi logam mas kawinya
tiara
lanjuut thor
Dessy Lisberita
kenapa masih nungu unk membuang baju kotor
Dessy Lisberita
semoga normal kembali kejantanan jati
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Sweat/ "dramanya pasti akan semakin intens"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Hey/ "cowok sejati emang harus berani untuk bertanggungjawab"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Scare/ "tanda-tandanya nih..."
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Cry/ "sebagai cowok kami faham seberapa sakit kamu sebenarnya Wak huhuhu"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Puke/ "udahlah hubungan kayak gini mendingan gak usah dipertahanin"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Shame/ "aku dibuat tak bisa berkata-kata"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Panic/ "buta matanya sampai gak sadar"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Angry/ "ini kembarannya Jule kah?"
my name is pho: 🤭🤭 hehehe
total 1 replies
tiara
bagus tinggalkan saja baju kotormu karena sudah tidak bisa dipakai lagi
tiara
mampir thor mulau membaca ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!