NovelToon NovelToon
Wanita Tangguh

Wanita Tangguh

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Fantasi / Nikah Kontrak
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Elvandem Putra

Di balik sosok wanita seksi yang selalu mencuri perhatian di setiap ruangan, Sasha Wijaya menyimpan rahasia besar—ia adalah agen intelijen yang telah menyamar selama tiga tahun untuk menggali kebenaran di balik jaringan kontrabanda terbesar di Asia Tenggara. Gaun malam yang menempel pada lekukan tubuhnya bukan hanya untuk menarik pandangan, melainkan sebagai selubung untuk menyembunyikan alat-alat khusus yang ia butuhkan dalam setiap misi.

Ketika jaringan itu mulai merencanakan transaksi besar yang mengancam keamanan negara, Sasha diberi tugas untuk mendekati Marcus Vogel—bos tersembunyi dari organisasi tersebut yang baru saja tiba dari luar negeri. Dengan pesona yang tak tertahankan dan kecerdasan yang tajam, ia berhasil meraih kepercayaan sang bos dan masuk ke dalam lingkaran paling dalam jaringan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Hijau

Suara derap sepatu bot militer mulai memecah keheningan hutan. Dari kejauhan, sensor panas yang dipasang Rafi berkedip merah di layar ponselnya. Ada sekitar dua puluh orang tentara bayaran bersenjata lengkap, bergerak dalam formasi taktis menuju kamp suku Yanomami.

"Mereka sudah masuk ke zona satu," bisik Rafi. Napasnya memburu, namun tangannya tetap stabil mengoperasikan drone mini yang terbang senyap di bawah tajuk pohon.

Perlawanan Tanpa Senjata Api

Tuyuka, sang pemimpin muda, memberikan isyarat kepada sukunya. Mereka tidak memegang senapan, melainkan busur dan pengetahuan tentang hutan yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

"Sasha, Rafi," ujar Tuyuka dengan suara yang hampir menyatu dengan desis angin. "Tetaplah di belakangku. Hutan ini adalah tubuh kami. Kami tahu di mana ia bernapas dan di mana ia bisa menjebak."

Suku Yanomami mulai melancarkan "Perang Bayangan":

Jebakan Akustik: Mereka menggunakan bambu berlubang yang diletakkan di celah angin untuk menciptakan suara siulan aneh yang memantul, membuat para tentara bayaran kehilangan arah dan merasa dikepung oleh ratusan orang.

Kamuflase Alami: Dengan lumpur khusus dan getah pohon, para pejuang Yanomami menghilang di balik batang-batang pohon, muncul dan menghilang seperti hantu, melucuti peralatan navigasi lawan tanpa melukai.

Peran Rafi dan Teknologi Gerilya

Rafi tidak tinggal diam. Dia menggunakan sinyal radio untuk membajak frekuensi komunikasi tentara bayaran.

"Ibu, aku akan mengacaukan koordinat GPS mereka," kata Rafi. Dengan beberapa ketukan di layar, dia membuat kompas digital para pengejar itu berputar kacau. Para tentara itu kini berjalan berputar-putar di area rawa yang menyesatkan, menjauh dari kamp utama.

Sasha berdiri di tengah hutan, memegang kamera yang terus menyiarkan data ke satelit. Dia adalah saksi mata global. "Kalian tidak bisa menembak apa yang tidak bisa kalian lihat," gumamnya, menatap ke arah bayangan tentara yang mulai panik di kejauhan.

Momen Puncak di Rawa Hitam

Ketua tim tentara bayaran, seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka di pipi, akhirnya menyadari bahwa mereka sedang dipermainkan. Dia melepaskan tembakan peringatan ke udara. "Keluar, Sasha! Serahkan datanya, atau kami bakar hutan ini!"

Sasha melangkah keluar dari balik pohon Mahoni raksasa. Namun, dia tidak sendiri. Di sekelilingnya, ratusan pasang mata suku Yanomami menatap tajam dari kegelapan.

"Bakar saja," ujar Sasha dengan nada dingin yang mematikan. "Dan dunia akan melihat kalian membakar diri kalian sendiri. Lihatlah ke atas."

Di langit Amazon yang gelap, puluhan drone kecil milik relawan global yang telah dikoordinasikan Rafi terbang rendah, menyorotkan lampu LED putih terang ke arah para tentara. Di layar ponsel setiap tentara, muncul notifikasi: Identitas Anda telah teridentifikasi. Data diri Anda telah dikirim ke Interpol.

Mundur dalam Kehinaan

Melihat bahwa mereka telah kalah secara teknologi dan taktis, ditambah rasa takut akan hutan yang seolah-olah hidup dan menyerang mereka, tim tentara bayaran itu akhirnya mundur. Mereka meninggalkan peralatan berat mereka dan lari menuju titik evakuasi, dikejar oleh tawa kemenangan dari dalam rimbunnya hutan.

Tuyuka mendekati Sasha dan meletakkan tangan di bahunya. "Hari ini, teknologi kalian dan hutan kami bicara dalam bahasa yang sama: Keadilan."

Menuju Bab Terakhir

Saat fajar menyingsing di atas kanopi Amazon, Sasha melihat matahari terbit dengan perspektif baru. Perjuangan di Indonesia, Kenya, dan Brasil hanyalah potongan-potongan dari satu gambaran besar.

"Rafi," panggil Sasha sambil menatap sungai yang berkilau. "Perjalanan kita di sini sudah selesai. Tapi di markas besar konsorsium di Eropa, mereka baru saja memulai rencana cadangan. Kita harus pulang, tapi bukan ke Cihideung."

"Lalu ke mana, Bu?" tanya Rafi.

"Ke pusat sistem mereka. Kita akan menghentikan mesin ini dari akarnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!