NovelToon NovelToon
Luka Rembulan

Luka Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Keluarga / Kutukan
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: Yikkii

Chandra Baswara lahir pada malam yang indah di bawah cahaya rembulan, tetapi kebahagiaan itu retak sejak awal ketika ayahnya menolak dirinya hanya karena tanda lahir besar di wajahnya. Sejak kecil Chandra tumbuh dengan kasih sayang ibunya, namun dunia di sekitarnya tidak selalu sebaik itu. Tatapan aneh, bisikan, dan ejekan membuatnya terbiasa menyendiri dan perlahan menutup hatinya dari orang lain. Baginya, hidup sendiri terasa lebih aman daripada harus kembali merasakan penolakan. Namun semuanya mulai berubah ketika seseorang hadir tanpa memandang kekurangannya, sementara sebuah rahasia yang selama ini disembunyikan keluarganya perlahan terungkap. Di tengah luka, penerimaan, dan pencarian jati diri, Chandra harus belajar memahami bahwa manusia tidak selalu sekejam yang ia bayangkan, dan bahwa nilai dirinya jauh lebih besar daripada apa yang terlihat di wajahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yikkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB XV—LEBIH MENGENALMU

Suara menghening dalam ruangan tak ada suara di dalam sana, hanya ada mereka bertiga yang dimana Baskara yang membungkuk memohon lalu Arka dan Alera hanya bisa tersentak keadaan. Mereka berdua heran terutama Arka, ia tak habis pikir anak yang di kagum-kagumi oleh banyak anak di sekolah malah sekarang tanpa rasa ragu membukuk di hadapannya.

“Kak angkat kepalamu! Tolong segera angkat, aku tak merasa enak padamu”

Baskara tak memperdulikan perkataan dari Arka yang masih membungkuk.

“Apa permintaan Kak Baskara cuma sekedar menjadi temannya saja? Aku tak menolak, tapi apa memang cuma sekedar itu?” Sahut Alera tiba-tiba.

Arka merespons dan membentak Alera “Apa yang kau bicarakan itu Lera”

Baskara tetap menunduk tak menjawab.

Sedangkan Alera tetap kekeh bertanya dan tak memperdulikan ucapan kakaknya.

“Bagaimana Kak Kara? Apa memang cuma sebatas itu saja?” Tanya Alera kembali

Akhirnya Baskara menjawab dengan tenang dengan postur yang masih membungkuk “Itu saja sudah cukup membuatku tenang, tapi jika memang kau ingin lebih dari sekedar teman aku mengizinkanmu, misalnya jadi pacarnya”

“Eh…”

Baskara mengangkat kepalanya kembali “Itu yang kamu inginkan kan? Aku dukung 100 persen”

“Eh….”

“Kenapa aku salah kah?” Baskara kebingungan.

“Eh…bukan begitu maksudku kak, kog sejauh itu pikiranmu” Ungkap Alera ingin menjelaskan dengan muka memerah dan ia membalikan badan membelakangi Baskara sambil mengepakkan tangan kanannya kebelakang.

Baskara melihat kearah Arka karena kebingungan dengan perilaku Alera.

Arka angkat bicara menjelaskan “Aku bisa menangkap maksudnya Adikku kak, dia tak ingin hanya sebatas teman saja tapi dia ingin lebih dari sekedar teman yaitu menjadi sahabat lebih-lebih lagi jadi pacarnya, begitu kan maksudmu Ra?.”

Alera membalikan badan kembali “Iya kak begitu maksudku”

Sepersekian detik dia baru paham dengan ucapan kakaknya dan ia membalikan badan membelakangi lagi “Eh…ilangin kata pacar itu ga sejauh itu ya ampun”.

“HAHAHA” Tawa Arka dan Baskara mengisi ruangan karena tingkah Alera.

Tawa mereka tiba-tiba terhenti

“Jadi kak, ini kelanjutannya bagaimana?” Tanya Arka

“Gak ada”

“HAH, GAK ADA?”

“Iya gak ada, kamu tinggal mendekatinya saja besok”

“Kan sudah aku bilang aku dan dia terlanjur dalam canggung”

Baskara menghela nafas “Iya aku tahu, kalau kau ingin mendekati Chandra dengan rasa canggung itu kau gak akan bisa, maka tolong hilangkan perasaan itu.”

“Kau gak berniat bantu kita gitu?”

“Bantuan? Oh ya…ini mungkin akan membantu, kau dan Alera besok temuilah Chandra dan bicara seperti ini………”

“Itu saja?”

“YA”

Arka menggaruk kepalanya yang tak merasa gatal “Yaudah deh besok aku dan Alera akan membawanya ketempat mata kita bertiga bertemu dan aku akan katakan apa yang telah kamu sampaikan tadi.”

Baskara kembali membungkuk dan mengucapkan terimakasih sebesar besarnya kepada mereka berdua. Kali ini mereka berdua benar-benar malu sampai membuat Baskara membungkuk kedua kalinya. Mereka berdua langsung menegakkan badan Baskara dan berkata:

“Kak Baskara ga perlu membungkuk, karena menjadi sahabatnya ialah keinginan kami sendiri jadi tolong angkat kepala kakak dengan tegak, justru kami yang berterima kasih kepada kak Baskara karena telah memberi jalan pada kami untuk mendekatinya.” Ucap Arka sambil menegakkan badan Baskara

Alera membantu menegakkan badan Baskara dari sisi kiri dan ia mengangguk dengan senyumnya seakan senyumnya membuat keyakinan Baskara membulat untuk mempercayakan Chandra kepada mereka berdua.

Keesokan harinya, sepulang sekolah Alera menunggu di depan pintu kelas Chandra. Tak selang lama Chandra keluar dari pintu yang telah di hadang oleh Alera. Dengan senyuman manis dan mata yang tenang ia mamandangi Chandra.

“Tunggu kakakmu?” Tanya Chandra

Alera menggelengkan kepalanya dengan cepat “Aku menunggumu”

Chandra menunjukkan jari ke arah dadanya

“Iya kamu, aku ingin bicara sama kamu, ayo ikut aku nanti kak Arka juga menyusul kog.”

Chandra tak membantah ataupun menolak malah ia bertanya “Kemana?”

“Ayolah ikut saja” Ucap Alera sambil menarik tangan Chandra menuju ke taman sekolah.

“Eh…kemana Ra?” Ucap Arka terbata-bata karena tarikan tangan Alera

Mereka berdua telah sampai di halaman taman sekolah. Chandra semakin bingung oleh tindakan Alera. Dengan tanda tanya dikepalanya ia bertanya “Kenapa kau tiba-tiba menarikku kesini? Ada apa?.”

Alera menggaruk kepalanya yang tak merasa gatal “Hehehe maaf ya Chand, tunggu dulu saja ya nanti kakakku juga datang kesini, ayo duduk di bangku panjang itu dulu ya.”

Mereka berdua menuju ke arah bangku panjang yang berada di taman dan mereka berdua mengambil posisi duduk bersama bersampingan di bangku tersebut. Meresa tak enak Chandra mengangkat pinggulnya untuk memberi jarak antara dia dan Alera. Namun Alera melihat hal tersebut tak tinggal diam ia mengikuti gerakan Chandra mengangkat pinggulnya dan mendekat ke Chandra.

Tak selang lama Arka datang. Arka datang dengan perasaan yang masih tak enak pada Chandra. Namun ia mencoba untuk menghilangkan perasaan itu. Dia datang dengan senyum kepada Chandra “Maaf ya buat kamu menunggu Chand”

Dengan rasa agak sedikit canggung Chandra menjawab “Iya gak papa, tapi ini ada apa? sampai aku ditarik-tarik oleh adikmu kesini.”

Alera meringis “Hehehe maaf ya Chand kesannya aku maksa kamu ke sini”

Chandra menghela nafas panjang “Sudah gapapa kog, langsung saja kenapa kalian membawaku kesini?.”

Arka menulan ludah, malu-malu untuk berbicara tapi ia tetap mencoba menghilangkan perasaan itu “Gini Chand, aku ingin minta maaf kejadian yang telah berlalu, maaf aku sudah sok tahu tentangmu dan bicara seenaknya, kali ini aku meminta maaf sungguh-sungguh.”

“Kan aku sudah bilang padamu, lupakan saja”

“Gak Chand, Aku dan Alera ingin meminta maaf padamu dan….” Ucap Arka terpotong ragu.

“Dan?”

Alera dan Arka mengucapkannya bersama “Aku ingin menjadi temanmu, Aku ingin mengenalmu lebih jauh sebagai seorang teman” Arka berhenti dengan perkataannya namun tidak dengan Alera

Ia melanjutkan perkataan Arka “Bahkan lebih” Ujarnya sebagai tambahan.

Arka merasa aneh adiknya menambahi kata-kata tersebut.

Chandra tersentak “Maksud kalian?”

Arka menjawab “Seperti yang kau dengar tadi, kami ingin menjadi temanmu dan ingin mengenalmu lebih jauh.”

“Kog…tiba-tiba bilang gini? Kenapa? Apa maksudnya?” Ucap Chandra gelagapan.

“Kami tak bermaksud apa-apa Chand, kami hanya ingin jadi temanmu dan ingin mengenalmu itu saja.”

“Okey aku paham perkataanmu yang kamu ulangi sudah ketiga kalinya tapi, kenapa kalian ingin menjadi temanku? orang yang tak asyik ini? orang yang muram ini? dan orang yang paling menjijikan ini? bukankah kalian aneh jika ingin berteman denganku?” Chandra menjelaskan mencoba menyangkal.

Arka tersenggal dengan perkataan Chandra, dalam pikirannya dia berkata apa Chandra selalu seperti ini?selalu merasa dirinya itu orang yang paling rendah.

Dengan penuh kesadaran Arka berkata “Apa salahnya dengan orang yang tak asyik? Apa salahnya dengan orang yang muram? Apakah orang seperti itu tak berhak memilki seorang teman? Dan satu lagi tolong jangan merasa dirimu itu menjijikan, tak semua orang memandangmu demikian.”

Chandra hanya diam tak menjawab satu kata pun.

“Jadi tolong jadilah teman kami, ayo saling mengenal satu sama lain, jika kau tak mau jadi teman kami maka kami akan tetap akan memaksa masuk, Aku dan Alera tak peduli. kami akan mendobrak masuk kedalam hidupmu”

Chandra menghela nafas panjang “Huuuuuh…aku tak paham dengan kalian, disaat orang-orang menjauhiku kenapa kalian malah mendekatiku dan sekarang berkata ingin saling mengenal dan berteman denganku, aku merasa aneh…”

“Apa kalian orang suruhan Baskara?” Lanjut Chandra bertanya menyelidiki

Arka merinding sekujur badan dan berkata dalam hati, apa-apaan dengan instingnya itu, gilak bisa-bisanya dia menebak langsung?.

“Nga…Nga….Ngapain juga Chand kita jadi orang suruhan Kak Baskara, kalau aku mungkin saja tapi bagaimana dengan Alera? Dia saja gak terlalu kenal dengan kak Baskara, gak mungkin juga kan?” Arka menjelaskan dengan mulut yang agak belibet.

Chandra semakin curiga dan ia menoleh ke arah Alera ingin menyelidiki muka bohong dari Alera. Saat di lihat oleh Chandra, Alera salah tingkah dan mengangguk-angguk dengan cepat “Ya…Benar kata kak Arka Chand”

Chandra semakin curiga namun melihat reaksi lucu Alera, rasa curiganya dia hilangkan semua lalu dia menanyakan sesuatu.

“Okey lah kalau begitu, terserah kalian saja mau jadi temanku atau apa itu terserah.” Ungkap Chandra dengan judes tapi tak tahu dengaan hatinya

“Jadi kau mau?.” Tanya Alera dan Arka

Chandra tak menjawab ia hanya tersenyum kecil yang terlihat di raut wajahnya. Alera dan Arka melihat hal itu takjub tanpa ampun seakan mereka berdua melihat bulan purnama yang terang benerang di hadapan mereka. Mereka hanya bisa diam menyaksikan senyuman kecil dari Chandra. Namun rasa takjub dari Alera terhenti saat Chandra bertanya.

“Tapi aku punya pertanyaan padamu Ra”

Alera mengangkat jadinya “Apa? Aku?”

“Ya kamu, apa maksudmu tadi bilang, bahkan lebih?”

Alera baru menyadari perkataannya tadi yang keluar secara spontan, dari pertanyaan dari Chandra membuat wajahnya memerah seolah mukaya telah menjadi tomat.

“Eh…anu Chand…..NO COMMENT” Ujar Alera dengan gelagapan sepenuh hati.

Arka tertawa terbahak-bahak sedangkan Chandra hanya kebingungan. Beberapa detik tawa Arka telah hilang dia menyatakan pertemanan pada Chandra.

“Mungkin ini seperti anak kecil, tapi sekarang kita sudah berteman” Ujar Arka dengan menyodorkan tangannya.

Tanpa basa-basi Chandra berdiri dan menyalami Arka “Ya tapi tolong jika memang aku menyusahkan kalian berdua bilang saja ya jangan sungkan.”

Mereka berdua bersalaman, sedangkan Alera? Ya dia masih memerah mukanya bahkan sekarang mukanya itu di tutupi oleh kedua telapak tanganya.

Salaman mereka telah usai, Chandra berkata “Sudah ya aku mau pulang dulu, mungkin Mas Baskara sudah menungguku di gerbang depan, aku duluan.”

Chandra melangkahkan kaki untuk pulang, saat baru beberapa langkah, mungkin sudah berjarak 10 meter dari Arka dan Alera ia berkata dalam hati.

Dasar dua saudara aneh. Teman? Aku rasa tak buruk juga memilikinya.

Dalam hatinya ia berbicara demikian, dengan wajah yang tersenyum lebar dan secara tak sadar melambai ke belakang untuk melambai Arka dan Alera.

Arka melambai kembali dan melihat punggung Chandra yang sudah tak terlihat lagi, lalu dia menendang kaki adiknya dengan pelan “Woi sudah, tuh Chandra sudah pergi.”

“Loh gantengku sudah pergi?” Tanyanya yang tak sadar kepergian Chandra.

Arka menoel kepala adiknya dengan pelan “Atur dulu perilakumu baru suka sama orang, dasar cewe gila”

“Sudah ayo pulang” Lanjutnya mengajak adiknya pulang.

Mereka pulang dengan wajah dan perasaan yang lega dan senang. Kejadian ini merupakan suatu permulaan dari kebahagiaan, namun mereka tak tahu bahwa di sela kebahagiaan itu terdapat luka yang hampir tak di sadari oleh Chandra.

1
Roar22
jarang banget sih genre kayak gini, semangat-semangat aja thor/Determined/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!