sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keinginan Bu Ayu
Sore semakin malam, akhirnya Fadli membiarkan sepupunya itu pergi dengan alasan karena masih saudara dan dengan catatan tak akan mengulangi lagi, jika sampai terulang dan drama rebutan harta itu berlanjut, Fadli tak segan membawa Edward keranah hukum, rupanya Edward menuruti apa kata sepupunya itu, tetapi dalam laut bisa di ukur dalam hati siapa yang tahu, ular masih tetap akan menggigit meski telah berubah kulit.
Ke limanya kini mampir ke sebuah mushola di dekat pantai itu untuk melaksanakan sholat magrib bersama, dan Fadli sebagai imamnya, Luna sungguh bergetar dan merinding ketika mendengar pertama kalinya bos besar itu melantun kan ayat Al-Qur'an dalam raka'at pertama dan keduanya, indah sekali bikin hati meleleh.
Setelah usai sholat magrib mereka mencari restoran terdekat, untuk makan malam bersama, tak lupa tadi sebelumnya bunda Ayu dan Laila mengambil kembali tas mereka yang di taruh di depan mobil pick up dekat kemudian, semuanya masih utuh para begundal sebelum membawa lari hasil rampasannya keburu di kick oleh Luna.
Hidangan kali ini tak istimewa sama sekali cuma di pinggiran pantai, mereka makan hanya karena lapar saja terutama Luna, Laila dan ibu Ayu yang hampir seharian di sekap, ikan dan udang bakar serta lalapan dan nasi anget sudah cukup untuk membuat perut mereka terisi, dengan teh tawar hangat, kemudian mereka pulang dengan satu mobil, karena rumah mereka berlawanan arah maka Luna menelfon Dandy untuk menjemputnya, sesampai di perempatan jalan mereka berpisah dengan Laila dan bu Ayu yang tak hentinya mengucapkan rasa terimakasih yang tak terhingga, dan berjanji lain kali akan mengunjungi Luna.
"Abang tak memberikan hadiah apapun pada kak Luna karena telah menyelamatkan Azka"' tanya Laila.
"Sudah, kemarin Hasan telah memberi kan hadiah kartu unlimited tapi sepertinya dia tak menghiraukannya dan hanya memasukkan kartu tersebut dalam tasnya karena Hasan memberinya dua kartu yang satu kartu namaku". Jawab sang kakak.
"kalau dia materialistis pasti sudah belanja ini itu, dan pengeluarannya akan masuk di rekening ku, dan kalau dia tahu itu kartu istimewa dia pasti akan menelfon ku dengan segera, buktinya sepertinya dia tak hiraukan atau tak perduli kan barang itu". Tambah Fadli lagi.
"Seperti nya dia wanita yang sangat istimewa di lihat dari perilaku nya". Puji Hasan yang mendapat pelototan Fadli.
"ya sudah, kapan kapan kita berkunjung ke rumahnya, semoga saja dia gadis dari keluarga yang sempurna dan bahagia". Sambung ibu Rahayu.
Ketiganya mengangguk dan Hasan pun melajukan mobilnya dengan perasaan lega karena semua majikannya selamat oleh pertolongan dari gadis yang tiba tiba datang dalam hidup mereka.
Sementara Dandy dan Luna terus melajukan motornya kali ini Luna pulang ke rumah Dandy, karena maminya Dandy ibu Lusia tak percaya kalau Dandy malam malam jemput Laluna, ibu Lusia wanita sekitar empat puluhan itu menganggap Luna sebagai putri nya sendiri, dia sangat menyayangi Luna seperti halnya Dandy.
"Luna sayang, masuk ayo sini kita makan bersama tuh di tunggu sama om kamu". Ucap Tante Lusia sambil merangkul pundak Luna.
"Tapi Luna udah makan tadi sama teman Tan, boleh di skip aja makan nya biar si Dandy aja yang makan, Luna mau mandi dulu", jawab Laluna gegas ke kamar mandi karena baju ganti Luna juga banyak yang berada di rumah Dandy, bahkan Luna juga di kasih kamar sendiri oleh orang tua Dandy karena sudah mereka anggap sebagai putrinya sendiri.
Laluna malam ini tidur dengan nyenyak, dia tidak keluar kamar sampai pagi keesokannya setelah sarapan setangkup sandwich isi tuna dan segelas susu, dan semuanya telah pergi dengan tugas masing masing, papi nya Dandy yang seorang tentara dan ibunya seorang PNS guru SMA sudah pada berangkat, tinggal Dandy sama Laluna yang masih santai di rumah karena rencananya hari ini akan mampir ke kantor penerbitan buku milik Laluna, setelahnya langsung meliput Kasus pembunuhan anak kecil yang di bunuh oleh ibu tirinya, ada saja cerita hidup di negeri ini.
"Tuh susu mu, ada ya cowok minumnya susu kayak balita, seenggaknya kopi lah, heran deh aku sama kamu Dandy , ngerokok enggak minum enggak ngopi enggak ,terus minumnya susu kayak bocah saja kamu". Ledek Laluna.
"Ya biarin juga suka suka gue, selera nya memang begitu mau gimana lagi, yang seneng kan kelak istri gue". Dandy membela diri.
"idih, pacaran aja belum pernah udah ngomongin istri, seenggaknya kenal cewek dulu". Goda Luna lagi.
"Kan udah kenal sama cewek, lha itu kamu". Seloroh Dandy sembarangan membuat Laluna bergidik ngeri.
"Ogah siapa juga yang mau sama lu". Elak Laluna.
"Siapa juga yang mau sama lu, nggak masuk kriteria gue, lu terlalu berotot jijik gue". Kini ganti Dandy yang bergidik.
"Terus selera lu yang gimana". Tanya Luna.
"ya yang cantik periang putih dan make hijab panjang kayak mami gue". Jawab Dandy.
"Putih, langsing ,glowing , nikah aja sama bihun". Ejek Laluna lagi dan mereka akhirnya Saling lempar kulit buah pisang, si mbak mendelik dengan judes anak majikannya ini tiap bawa teman pasti bikin berantakan.
Dan karena pelototan dari mbak nya keduanya langsung hengkang berangkat saat itu juga dengan meninggalkan kekacauan, Laluna berbisik di telinga Mbak nya.
"jangan kwatir ntar aku kesini aku beliin gamis dan kerudung warna ungu kesukaan mu". Bisik Laluna membuat si mbak seketika bersemangat lagi sambil tersenyum dan mengangguk, begitulah moto hidup Laluna, jika engkau mampu membuat emosi orang melonjak, jangan lupa ganti emosi dengan senyuman.
Laluna membonceng Dandy dengan motor sportnya, Dandy pun tak bercerita pada orang tuanya jika kemarin dia sempat di culik, apalagi pada papinya takutnya sang papi menggerakkan pasukannya untuk menghancurkan musuh yang telah menculiknya, dan jika mami nya tahu juga pasti mami akan melarang Dandy dan Laluna menggeluti pekerjaannya yang memang penuh resiko, close mouth.
Sesampainya di kantor pribadinya, Laluna hanya mengecek dokumen yang perlu di tanda tangani, sudah ada wakilnya disitu Maria namanya, seorang gadis yang jujur cerdas luar biasa dan tentu saja pantang menyerah, dia kaki tangan Laluna yang sangat di percaya selain Dandy, Laluna menemukan Maria di panti asuhan, dia biayai kuliahnya sampai selesai dan kini menjadi orang kepercayaan nya.
"semua nya beres Mbak Lun, kami kerja tanpa lelah dan semua pegawai dapat di percaya, Mbak Lun silahkan saja koreksi". Ucap Maria dan Laluna mengangguk tanda puas dengan kinerja orang orangnya.
sementara itu di tempat lain, dirumah yang sangat mewah gaya timur tengah empat orang lagi ngobrol santai, si Laila yang saat ini masih kuliah tingkat pertama sedang memangku ponakannya ,Azka yang sedang menggambar, ibu Ayu yang bersuamikan lelaki turki Farouq Aslan nama ayah dari Fadli dan Laila ,beliau tak mau di panggil Umi atau Uma seperti perempuan yang menikah dengan orang² timur tengah lainnya, beliau sangat suka jika di panggil bunda, bunda Rahayu yang asli berasal dari Jawa Tengah Wonosobo .
*****