NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penyintas dunia lain?!

"Apa?!"

.

.

.

.

.

.

.

.

Lily Noberia Temara hanya terdiam terus membeku mendengar pertanyaannya seketika mulai memikirkan tingkahnya selama ini, amat tidak wajar bila seorang anak kecil berusaha lima tahun berprilaku seperti punya mental dewasa juga berprilaku berbeda-beda dari kebanyakan orang-orang disini dimulai dari memikirkan kendala air, pemikiran dan musyawarah tadi, jenius sekalipun tanpa pengalaman bisa seperti itu di usianya masih kecil.

Melihatnya hanya terdiam sang mantan Patriakpun itupun terkekeh pelan membuat suasana tegang tiba-tiba cair. "Jangan terlalu tegang nak, aku hanya bertanya."

Lily bingung tentu saja darimana orang yang ada di hadapannya ini punya kecurigaan dan tau dunia lain, hal itu patut dipertanyakan bagaimana ia tau.

Neina mulai perlahan mengall tanah dengan tongkatnya, membungkuk mengorek permukaan tanah, sebelum akhirnya mendapati sebuah kotak berbentuk persegi yang terlihat tua dari bahan kayu yang lapuk, saat perlahan membukanya menampilkan begitu banyak barang-barang modern, dari alat suntik, beberapa kantong obat, bungkus mie instan bahkan pisau juga kotak bumbu, yang tersimpan rapi terlihat usang kotor juga berkarat tapi ada juga yang masih terlihat bagus.

"Jarum suntik, anestesi, Paracetamol, alkohol, kasa, bahkan bungkus makanan dan bumbu?! Teriak Lily kaget seketika ia perlahan membungkuk tergesa-gesa membuka kantong dan menelisik barang-barang di dalamnya.

Linglung bercampur kaget bertanya-tanya mengapa semua barang modern terutama obat-obatan ada di zaman beasthuman yang tentunya tertinggal dan tidak punya teknologi membuat hal seperti ini, mustahil ada yang membuatnya dan memikirkan hal ini, ia lagi-lagi menatap Neina mulai bertanya.

"Apa maksudnya ini? Aku....." Ucapnya terhenti seketika mengingat identitasnya, menunduk tidak berani menatapnya karena sudah terlambat ia mencari alasan lain untuk menutupi identitasnya, perlahan Lily mulai mengakui, ragu-ragu bicara.

"Perkenalkan aku Lilyana Copper, sesuai ucapanmu aku penyintas dari dunia lain, aku meninggal dan terbunuh setelah itu.... tiba-tiba terbangun di tubuh bayi dan ternyata berada di dunia berbeda, aku tak tahu bagaimana ini terjadi, tapi aku......

"Begitu ya, Neina hanya memotong mengangguk paham kemudian ia perlahan menegakan badan menatap batu besar yang ada di hadapan mereka.

"Kau tau bagaimana kita dulu memuja tuhan? Dulu kita menganut paham benda atau sesuatu yang terlihat tidak bisa termasuk hewan atau tumbuhan kita memujanya sebagai tuhan, tuhan kita memuja batu ini sebagai perwujudan dewa aflo, tapi semua itu berubah sampai datanglah seseorang yang aneh, dari pakaiannya, cara makan juga hidup, dia berbeda dari beasthuman seperti kita, dia tidak bisa berubah wujud jadi binatang dan menyebut dirinya sebagai manusia biasa."

Seketika Lily terdiam mulai meresapi maksudnya dan sadar dulunya ada seseorang yang berasal dari dunia modern sepertinya datang ke dunia ini sebelum dirinya.

"Seseorang manusia, tidak bisa berubah wujud, juga bukan reinkarnasi? Bagaimana caranya." batin Lily mulai memikirkan segala kemungkinan tapi otaknya nihil juga buntu untuk mencari jawabannya.

Perlahan wanita tua itu melanjutkan seketika ia menghela nafas panjang.

"Dia mengajarkan hal yang tidak kita ketahui, cara bertanam, cara makan dengan wadah, menjahit, membuat senjata untuk berburu bahkan membersihkan hewan, cara memanfaatkan tumbuhan jadi makanan membedakan mana beracun atau tidak, bahkan cara buang air yang benar, mengubah sistem pemujaan dari yang sebelumnya menganut paham konsep memuja barang mati sebagai perwujudan dewa aflo ( Dewa binatang ) menjadi ritual doa biasa.

"Desa kita waktu itu meninggalkan segalanya mulai dari tradisi kuno yang amat menyesatkan dan mengubah pandangan mereka walaupun sekarang masih banyak orang yang kolot melestarikan tradisi dulu yaitu Hanome, hingga desa Jenu amat makmur waktu itu, pertahanan kita amat kokoh hingga bahkan para beasthuman lain tidak berani menyerang desa ini hingga sampai sekarang, sebelum kita tau umurnya amat sangat singkat dari beasthuman, dia meninggal setelah empat puluh tahun dia disini, dan dia menyebut dirinya dengan istilah dokter."

"Dokter? Siapa namanya ? Dia pria atau perempuan, apakah dia bercerita mengapa dia disini?"

Namun Neina hanya sabar mendengar pertanyaan bertubi-tubi itu, ia merespon menjelaskan satu-persatu. "Namanya Albert Yalov, dia pria, untuk asal-usulnya mengapa dia disini.... Dia tidak menjawabnya meskipun kita bertanya terus-menerus, dia hanya bilang dari zaman modern dengan teknologi sangat maju di Abad ke-21."

"Albert Yalov?!"

Albert Yalov, tentu Lily tau siapa dia, seorang dokter bedah lulusan strata tiga terbaik universitas Oxford, seorang profesor juga sang jenius yang mengembangkan pengobatan dan penalaran bedah pada binatang dengan cara berbeda bahkan secara khusus mengajarkan struktur dan cara kerjanya, walaupun saat itu ia dokter bagian khusus untuk manusia.

Orang yang sudah bertahun-tahun menjadi partnernya di rumah sakit juga orang yang sama menangani operasi suaminya.

Penyataan itu membuat seketika Lily bingung karena teringat sebelum mati ia bertemu dokter tersebut, bahkan jika dianalogikan jika dokter Albert terlempar ke zaman ini dengan cara bukan reinkarnasi tapi benar-benar masuk sebagai manusia biasa menjalani hidup disini, tidak mungkin ia bisa kembali ke dunia modern dengan tubuh yang sama apalagi sudah meninggal.

Lily akhirnya tersadar menanyakan satu hal penting yang membuatnya memastikan pemikirannya, mungkin saja dokter Albert itu tidak mati tapi berhasil kembali ke zaman modern setelah hidup disini.

"Bagaimana jasadnya?"

Neina hanya menganggukkan kepala kemudian mengajaknya berjalan ke sebuah pohon mahoni tua, dengan dibawahnya ada sebuah batu nisan timbul bertuliskan nama Albert Yalov.

"Ini, dia mati akibat umurnya sangat tua, waktu itu dia terserang sebuah panas yang amat tinggi, dengan faktor umur dan penanganan yang tidak tepat apalagi kita tidak tahu cara merawat manusia biasa sepertinya, dia mati dan nyawanya tidak tertolong."

Menggigit bibir perlahan mengembuskan nafas Lily seketika berusaha menata pikirannya yang rumit, ia menatap Neina takut sembari menunduk meremas tangannya.

"Bisakah kau tidak memberitahukan pada ayah dan ibuku? Aku takut mereka kecewa dengan identitasku,.. bahwa sebenarnya aku bukan anaknya yang asli tapi orang yang mengambil wadah anaknya, mungkin anak mereka yang sebenarnya mati kan karena aku, aku tidak bermaksud buruk,..aku hanya ingin membantu semuanya sebisanya,.. hingga nanti aku bisa jujur pada mereka." terbata-bata Lily menjelaskan walaupun hanya bisa hanya pasrah memikirkan konsekuensi jika ia diusir dan ditolak keluarganya.

Saat keheningan berlangsung beberapa detik, Neina perlahan mengangguk kemudian mengelus surai rambutnya dan senyum mulai menghiasi pipi keriputnya.

"Kau terlahir bukan karena merebut anak mereka, tapi sebenarnya ini murni sebuah reinkarnasi, mungkin tuhan memberi kesempatan padamu untuk memulai hidup jadi anak mereka, tidak perlu merasa bersalah atau apapun, aku tidak akan memberitahukan jika kau yang berbicara pada mereka dan aku selalu siap akan mendukung apapun yang kau lakukan."

Seketika mata Lily berkaca-kaca kemudian hanya bisa tersenyum merasa luar biasa lega seolah bebannya terangkat.

"Terima kasih."

Neina perlahan menegakkan tubuh kembali berjalan sembari memegang tongkat perlahan menjauh sebelum berbicara menatapnya sekilas ke belakang.

"Jika kau siap bercerita soal kehidupanmu dulu, aku akan siap kapanpun jika kau bersedia."

Lily hanya menatap mantan Patriak itu dari kejauhan sebelum akhirnya ia mulai berjalan juga pergi ke arah kediamannya, baru pertama masuk ia langsung disambut wajah-wajah yang amat ia sayangi.

"Kau sudah pulang Lily? silahkan makan, ibu sudah menyiapkan sup tomat favoritmu." Renova tersenyum lebar menatap kehadirannya, sembari menenteng sebuah wadah berisi makanan ke lantai dan meletakkannya.

Sedangkan Roger yang sedang membersihkan dan menyiapkan alas makanan seketika tersenyum tipis menatap kehadirannya.

Emura yang melihat sang adik perlahan menghentakkan permainannya dengan sang penjaganya, bahkan mendorong singa tersebut agar menjauh, sembari tersenyum lebar berjalan mendekatinya menariknya duduk.

"Selamat datang! ayo duduk dan makan, mau ditemani kakak kesayanganmu dan dipangku oleh pria luar biasa ini?"

Membuat Roger yang sedari tadi diam menelisik menatap anak laki-lakinya tajam perlahan mulai mengomentari. "Apa-apaan maksudnya? Lily akan duduk di pangkuan ayah, tidak etis kau terus menempel pada adikmu, umurmu sudah besar kau sebaiknya mencari betina untuk menjadi pasanganmu."

Seketika Emura bangkit menatapnya tajam merasa egonya tergores karena sang ayah menuduhnya buruk melihat adiknya kotor sehingga beresiko merusak dan menodainya dengan pemikiran sangat sakit bahkan ia saja tidak pernah sekalipun pernah berpikir seperti itu.

"Apa maksud ayah? Kau pikir aku seperti beastman cabul tidak punya akal juga hati nurani sehat melihat adikku yang masih kecil sebagai wanita?!"

"Itu kan bisa saja, kau selalu bersikap mencurigakan pada adikmu, sebaiknya kau jauh-jauh jangan berani menyentuh anakku, sebelum bisa berhasil merusak Lily, ayah tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan di masa depan."

"Apa?!"

"Kau harus menjauhi adikmu sebelum mendapatkan pasanganmu sendiri, ayah tidak menerima penolakan, atau bila perlu sebagai Patriak aku memerintahkanmu menjauh dari Lily sebelum dia dewasa."

"Dasar gila, aku tak mau."

"Pokoknya harus atau aku menggusirmu dari rumah ini"

"Ayah!"

"Hm."

Renova lagi-lagi pusing dengan pertengkaran ini, seketika ia abai dan menarik lily di pangkuannya, perlahan mengambil wadah dan memasukkan makanan ke dalamnya, menyendokkan sejuput makanan ke sendok dan menyuapinya.

"Mereka benar-benar tidak masuk akal, jangan mendengar hal itu, kau harus tumbuh besar menjadi gadis hebat jangan menurut pada mereka."

Lily hanya tersenyum malu menerima suapannya, kemudian menatap pertengkaran itu dengan tatapan lembut, ia malah amat bersyukur terlahir kembali dengan keluarga lengkap yang menemani dan menyayanginya, ia hanya menurut mengiyakan ucapan sang ibu.

"Iya Bu."

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!