NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Reinkarnasi Istri Yang Terbuang (Sandiwara Sikembar)

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:12.8k
Nilai: 5
Nama Author: sayonk

Aurora menyeringai, "Kakak maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakiti mu. Selama ini kami saling mencintai. Karena kamu memaksa, akhirnya Jake menikahi mu. Jadi aku mengambil yang sudah menjadi hak ku."

"Apa maksud mu? Jake suami ku," ucap Caroline dengan nada menekan. Air matanya sudah mengalir, entah semenjak kapan. Ia tidak tau. Sakitnya seperti tercabik-cabik.

Tommy tertawa dan melangkah ke arah Caroline. "Jake suami mu." Sekali lagi ia mengulang ucapan Caroline. Ia mendekatkan mulutnya ke telinga Caroline. "Apa selama ini kau menikmati pelayanan ku?"
.....
Demi balas dendam untuk kekasihnya. Jake Willowind dan Tommy Willowind menggunakan sandiwara. Mereka bergantian tidur dengan Caroline. Seolah Caroline adalah barang. Sehingga suatu hari, Caroline mengetahui semuanya bahwa Jake memiliki saudara kembar dan sering kali berperan sebagai suaminya. Bahkan suaminya diam-diam masih bersama dengan adik tirinya Aurora.

"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab sepuluh

Tommy meremas kertas di tangannya saat melihat cctv di rumah Caroline. Pantas Caroline tidak pernah mau pulang walaupun ia mengajaknya.

"Jadi selama ini kalian menyiksa Caroline. Tidak hanya itu semua orang di rumah Caroline menyiksanya dan menyakitinya."

Tommy menghubungi Jake. Dia ingin memberitau pada pria itu. "Jake aku ingin bertemu dengan mu. Ada hal penting yang ingin aku katakan."

Jake mengerutkan keningnya. Dia menatap Aurora. "Aurora aku pergi dulu. Tommy ingin bertemu dengan ku."

Tadi Aurora menahannya dan ingin meminta maaf atas perlakuannya. Dan ia memakluminya karena Aurora mungkin cemburu sesaat.

Aurora menghentakkan kakinya. Semuanya salahnya Caroline wanita itu sudah tidak takut padanya. Biasanya Caroline akan takut melihat tatapannya saja dan mau menurutinya.

"Aku harus pulang menemui Mommy."

Aurora bergegas pergi. Dia menggunakan mobil Jake.  Pria itu selain memanjakannya juga memfalitasinya.

"Nona." Sapa beberapa pelayan. Mereka begitu patuh pada Aurora dari pada Caroline.

"Dimana Mommy dan Daddy?" Tanya Aurora.

"Di ruang keluarga Nona." Jawab sang pelayan. Dia sering melihat bahwa nyonya dan tuannya menghabiskan waktu di ruang keluarga.

"Mom, Dad."

Mommy Melisa memeluk Aurora. Daddy Dion mengusap pucuk kepala Aurora.

"Sayang Mommy sangat merindukan mu." Mommy Melisa memeluk erat Aurora.

"Daddy juga merindukan mu," ucap Daddy Dion.

Aurora menangis, ia langsung memeluk ibunya. "Mommy aku menemui kakak namun kakak memfitnah ku sehingga Jake dan Tommy salah paham pada ku. Padahal niat ku hanya merindukan kakak."

Mommy Melisa membelalakkan kedua matanya. Beraninya Caroline menyakiti putrinya. Seharusnya wanita itu menghormati putrinya karena masih di anggap keluarga.

"Sayang mungkin Caroline hanya bercanda. Jangan menyalahkannya." Mommy melisa melihat ke arah Daddy Dion. Pria itu selalu menurutinya. "Dion aku rasa Caroline masih belum berhenti ingin menyakiti Aurora. Padahal aku sudah menganggapnya seperti anak zendiri. Tidak pernah membedakan Aurora dan Caroline."

Daddy Dion kembali naik darah. Putrinya semakin hari semakin tidak tau sopan santun.

"Bahkan lamaran yang seharusnya milik Aurora di ambil olehnya. Kurang baik apa Aurora padanya Dion. Kalau memang tidak menyukai ku. Marahlah pada ku. Jangan Aurora. Demi Caroline Aurora sampai jauh dari kita."

"Hah, aku akan memanggil Caroline ke sini. Aku akan memberikan dia pelajaran agar dia tau tata krama dan sopan santun." Tegas Daddy Dion.

Aurora dan Mommy Melisa saling tatap dan kedua matanya seolah mengatakan bahwa sebentar lagi Caroline pasti akan mendapatkan hukuman.

"Dion jangan terlalu keras pada Caroline walaupun dia bersalah. Bagaimana pun juga. Dia putri ku."

Dion menatap lembut pada Mommy Melisa. Wanita di hadapannya selalu ada, membantunya dan menjaga Caroline. Tapi Caroline yang tidak memiliki perasaan terima kasih.

"Terima kasih karena sudah menjadi ibu yang baik untuk Caroline. Aku akan tetap memberikan dia hukuman karena sudah jahat pada Aurora."

Sementara itu, Jake datang ke dalam kamar Tommy.

"Ada apa Tommy?" Tanya Jake.

"Jake lihatlah ini." Tommy memperlihatkan sebuah vidio cctv di rumah Caroline. "Kau pasti terkejut."

Jake melihat laptop itu dan kedua matanya terbuka lebar. Ia melihat dimana Aurora berpura-pura terdorong dari tangga dan menyalahkan Caroline.

Dia juga melihat bagaimana Aurora menyiksa Caroline dengan tumpahan air panas di tangannya.

"Jake aku curiga Aurora selaman ini berbohong pada kita."

Tommy kembali berpikir. "Apa kita salah menilai Aurora?"

Drt

Tommy mengangkat panggilan dari seseorang yang ia tugaskan menyelidiki Caroline selama ini.

"Tuan, nyonya Caroline selama ini di siksa. Semua orang di kediaman tuan Dion membenci dan menyakiti nyonya Caroline. Hari ini nona Aurora menemui mereka." Tutur pria di seberang sana.

Jake mengepalkan kedua tangannya. Jadi selama ini Aurora yang mengatakan bahwa Caroline menyiksanya semuanya berbohong.

"Tapi Tuan, nyonya Caroline selalu melawan."

"Baiklah, awasi gerak-gerik Aurora dan kediaman Dion."

Tommy menatap Jake. Selama ini mereka telah di bodohi. "Pantas saja Caroline melawan pada Aurora. Dan kita tidak pernah memberikan dia kesempatan untuk menjelaskan."

Jake semakin geram pada Aurora. Wanita yang ia cintai dan manjakan selama ini begitu licik. "Aku akan menemuinya nanti. Pasti Aurora sedang mengadu."

Sementara itu, Caroline melihat ke ponselnya. Ia melihat nama Daddy Dion. Ia menebak bahwa Aurora tidak akan tinggal diam. Adik tirinya itu pasti saat ini mengadu pada ayahnya. Semenjak dulu Aurora selalu mengadu pada ayahnya dan membuatnya selalu di marahi oleh ayahnya hingga terjadilah jarak di antara mereka.

"Iya Dad."

"Caroline pulang sekarang. Daddy ingin bicara dengan mu," tegas Daddy Dion. Ia sebagai seorang ayah tidak bisa membiarkan Caroline seenaknya saja pada Aurora.

Padahal ia kira Caroline akan berubah karena ia merestui pernikahan Jake dan Caroline. Ia pikir Caroline akan menjadi wanita yang baik. Padahal demi Caroline dulu, ia sempat bertengkar dengan mommy  Melisa. Karena Jake adalah kekasih Aurora.

"Aurora maafkan Daddy. Seandainya saja dulu Daddy tidak berpikir Caroline agar berubah jadi wanita yang baik. Sudah pasti Daddy lebih memilih merestui mu dengan Jake. Daddy menyesalinya. Apa yang kamu mau, Daddy akan menurutinya." Daddy Dion merasa bersalah pada Aurora dan putrinya itu memilih melepaskan Jake dengan pergi keluar rumah.

Aurora memeluk Daddy Dion. Walaupun dulu sempat membenci Daddy Dion karena sudah merampas haknya namun ternyata ada gunanya. Ia bisa membuat Caroline di benci oleh Jake dan Tommy.

"Daddy jangan merasa bersalah. Yang berlalu biarlah berlalu. Aku hanya berharap pernikahan kakak bahagia dan secepatnya memiliki keponakan."

Mommy Melisa teringat dengan kata anak. Ia tersenyum, sudah menikah tapi tidak ada tanda-tanda hamil.

"Dion yang dulu biarlah berlalu. Aku anggap semuanya tidak perlu lagi di bicarakan. Aku tidak sudah memaafkan. Lagi pula Aurora sekarang sudah bahagia dan mereka memilih berteman." Mommy Melisa meraih tangan Daddy Dion.

"Dion Caroline sudah lama menikah, tapi dia tidak kunjung hamil. Tidak mungkin terjadi sesuatu padanya kan? Aku takut ada sesuatu yang terjadi. Bagaimana kalau ternyata Caroline itu mandul."

Aurora tersenyum melihat ke arah Mommy Melisa. Tatapan keduanya mengandung kelicikan.

"Mommy tidak mungkin kakak mandul. Mommy jangan bicara sembarangan." Aurora meyakinkan ucapan mommy Melisa. Dengan begitu, Daddy Dion akan merasa semakin bersalah padanya.

Daddy Dion mulai terlihat cemas. Tidak mungkin Caroline mandul, tapi selama ini tidak pernah mendengarkan Caroline mengabarkan kehamilannya.

"Daddy tidak perlu khawatir. Tidak mungkin kakak mandul. Nanti kita tanyakan saja pada kakak. Kalau memang benar, alangkah baiknya kakak bercerai saja. Karena keluarga Willowind pasti butuh penerus. Dari pada kita menyinggung mereka lebih baik kita mengalah. Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada perusahaan Daddy dan pada keluarga ini," ucap Aurora dengan wajah terlihat kecemasan.

1
Dedi Dahlia
makanya,waktu masih ada tak di hargai,setelah kehilangan baru menyesal,tua lah karmanya,lanjut....
Susi Nugroho
Di tunggu lanjutannya
Wahyuningsih
kacuan deh kmu jake 😄😄😄 d tnggu upnya thor yg buanyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya thor
Wahyuningsih
mkan tuh penyesaln emang enak
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
namanya yang bener Melani apa dista sih
aku
tor, emg gpp msh umur segitu udh WOWW BANGET?? 🙏
Author Sayonk: Anggap saja ini genius kak🙏
total 1 replies
Murni Dewita
👣
Dedi Dahlia
serunya lanjut thorr semangat 🙂🙂🙏🙏
Bunda
thor ..dah seminggu ga up loh
Mamah Kaila
cerita g jelas yg cewek lemah menye" kayak tau, katanya mau pergi tp tetep tggl goblok
mbuh
mantap car
mbuh
nambah lagi lelaki bego🤣
Sarinah Quinn
semoga masih lanjut cerita nya 🙏
𓆩❤𓆪✿✧༺°◐ZN²◑°༻✧❀ଘ😇ଓ
apa surat cerainya belum resmi.. kok masih sama si kembar terus.. kenapa g pergi saja /Smug/
Retno Palupi
kenapa jd si kembar merebut kan Carolin? selama ini mereka kemana aja?
Retno Palupi
maksudnya apa Jake? takut g dpt warisan ya
Retno Palupi
lhoo kok malah kecelakaan, ketahuan boong dong🤭
Wahyuningsih
kapok emang enak menyebalkn
mbuh
yuhuuuu mantap caroline
mbuh
lanjott kurang panjang
Author Sayonk: sbr ya kak, besok lgi🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!