NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:461
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, dia dikhianati oleh suami dan sahabatnya. Terlibat dalam kecelakaan mobil yang membuatnya meregang nyawa,

Namun tuhan memberi Reta kesempatan untuk menjalani kehidupan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan mengambil kembali semua yang pernah menjadi miliknya. Berencana menghubungi satu-satunya keluarga,

"Mulai sekarang kamu adalah wanitaku." tegas Max menatap tajam gadis yang telah ia lucuti,

Secuil tragedi mengantar mereka ke hubungan yang salah.

Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan

"Sh...sakit. Kenapa gelap sekali?" batin Reta,

Sakit ditubuhnya memaksa untuk terus terpejam. Hawa dingin yang menusuk kutikula menyadarkan Reta,

"Argh..." Reta mengernyit, merintih kesakitan.

Mata yang baru saja terbuka, tertegun mendapati diri tengah tersungkur tak berdaya.

Reta baru ingat, kalau mobil yang dinaikinya tadi mengalami kecelakaan. Tangannya meraba, menyentuh asal rasa sakit,

"His..."

Tak ada luka luar, tapi mengapa Reta merasa seluruh organnya terbakar seperti tertusuk puluhan pisau.

Bersusah payah dia berbalik merentangkan tubuh, menatap lantai mobil di atasnya.

Dan benar saja, mobil itu terbalik berguling ke dalam jurang.

Di tengah keheningan, Reta teringat jika masih ada tiga orang lain yang menaiki mobil hitam itu.

Padahal malam ini adalah pesta 1 tahun pernikahannya. Tapi musibah menimpa saat mereka dalam perjalanan menuju pesta,

Rem mobil tiba-tiba tak berfungsi hingga menyebabkan mobil mereka jatuh ke dalam jurang,

"Ryan...Ryan... Ayo, bangun!"

Panggil gadis yang tampak tergesa-gesa, suaranya cukup keras sampai mengalihkan lamunan Reta.

"Siapa?"

Reta mendongak, berhasil merangkak naik mencari celah dari kursi belakang. Melihat salah satu temannya yang telah berhasil keluar dari mobil,

"Syla?"

"Syukurlah, kalau dia selamat." Reta bernafas lega,

Tubuhnya langsung ambruk, tak kuasa menahan. Rasa sakit itu semakin bertambah, bahkan terlalu sulit untuk mengangkat tangan.

Sakit!

Reta kembali menoleh, memandang laki-laki yang telah sadar. Tampak kesulitan menahan sakit di bahu kanannya,

"Bagaimana Reta?" ucap Ryan berhasil keluar dari mobil.

Menatap sekilas helai rambut tak tertata yang terlihat dari luar.

"Ryan..." Reta mendongak, tak sanggup bersuara.

Terbit senyum di ujung bibirnya, tangannya terulur meminta bantuan. "Aku di sini---"

"Buat apa mengkhawatirkannya? Tujuanmu sudah berhasil, jadi biarkan saja dia mati." imbuh Syla dengan ketus,

"Lagi pula, selama ini kamu cuma berpura-pura mencintainya."

DEG.

Reta tertegun, bibir keringnya terkatup rapat, sorot mata penuh harap telah memadam.

Tanpa sadar linangan air memenuhi pelupuk mata, mendengar ucapan tadi. Hatinya sakit, seakan tertusuk ratusan tombak.

Dadanya sesak, perutnya mual, tertampar kenyataan.

"Apa maksudnya?" Reta tersenyum sepat,

Sulit percaya, nyatanya kasih dan kenangan di antara mereka tak lebih dari karangan serta sandiwara semata.

Harta, perusahaan, jabatan, bahkan ia rela meninggalkan keluarga yang telah merawatnya sejak kecil.

Reta percaya jika pria itu lah dermaga terakhir dalam hidupnya,

"A-apa yang Syla maksud? Tujuan apa..."

"Tidak! Ryan sangat mencintaiku,"

Reta menangis, hatinya menolak, berusaha memanggil nama pria yang mungkin menyimpan cinta meski hanya sebutir padi. "Ryan..."

"Kamu benar. Tujuanku buat merebut seluruh kekayaan keluarga Sidney telah tercapai," lugas Ryan dengan raut datar.

"Ryan? Kenapa..." Reta tercengang,

"5 tahun! Setelah semua yang kita lalui... Apakah sedetik saja, kamu---tidak pernah tulus mencintaiku?" harapnya dalam hati,

Linangan air mata semakin deras membasahi pipi. Reta jatuh terpuruk dalam kekecewaan,

"Ayo cepat! kita harus pergi. Sebentar lagi mobil ini akan meledak," timpal Syla

Langkah kaki mereka terdengar menjauh dan menghilang dari telinga.

"Bukankah hartaku sudah lama kamu dapatkan!"

"Semua yang sudah kuberikan apa belum cukup? Tidak kusangka, suami dan sahabatku sendiri... bersekongkol untuk membunuhku,"

"Haha! Hahaha..." Reta tertawa lantang,

Menertawai kebodohannya sendiri, bisa-bisanya dia tertipu dan tak menyadari kepalsuan yang telah bersembunyi dibalik kata cinta.

"Argh..." rintihan di sisi lain,

Suara itu berhasil mengalihkan perhatian. Reta terjingkat mencari dari mana asalnya,

"Lia!" Reta terbelalak, menyadari sahabatnya yang lain sudah terpental keluar dari mobil.

Gadis itu tampak kesakitan, bangkit menggulingkan tubuhnya yang sempat terlentang. Dalam posisi tengkurap, bagai orang linglung dia menoleh ke segala sisi.

"Reta!" pekik Lia, berusaha bangkit.

Bersusah payah merangkak menghampiri. Tangannya terulur meraih tubuh Reta,

"Kamu gapapa?"

"Lia c-cepat pergi!" tegas Reta menepis cepat bantuan itu,

"T-tapi Ta! Aku harus bantu kamu keluar dulu, ayo cepat!" sanggahnya merasa cemas,

Terus menggapai tangan Reta yang semakin menjauh,

"Jangan Lia! Gak ada waktu, sebentar lagi mobil ini akan meledak!"

"Bodo amat! Kamu ga bisa ngusir aku seenaknya!" bentak Lia bersikeras,

"Huhuhu... Aku ga akan pergi tanpa kamu,"

"Ayo, Ta! Bangunlah, pegang tanganku." ajak Lia sambil menangis,

Tangannya mengayun dari luar, hendak menggapai tubuh yang hanya diam. Namun sepertinya Reta telah mencapai batas,

Sakit itu sudah menggerogoti seluruh tubuh. Reta tak bisa merasakan apapun, seakan lumpuh hanya suara serah yang berhasil lolos dari mulutnya.

"Aku mohon. Demi aku! Larilah,"

"Engga!" tegas Lia tak menjauh sedikitpun,

"Hubungi Om Neil! Bilang kalau aku belum menandatangani surat alih kuasa..."

"Bilang padanya untuk mengambil alih seluruh aset keluarga Sidney,"

"Jangan biarkan Ryan menyentuhnya." pinta Reta berhasil menuntaskan kalimat,

Di setiap ucapannya ditemani oleh tetesan air mata,

"Hiks...kenapa jadi seperti ini? Reta, ayo kita pulang." Lia merengek,

"Kamu pulanglah dulu dan sampaikan pesanku. Oke?" gumam Reta menerbitkan senyuman hangat,

Seketika tercium aroma bensin, bagian belakang mobil mulai berasap memenuhi pandangan.

Meski berat hati, Lia bergerak mundur meninggalkan Reta yang masih tergeletak di dalam.

"Terima kasih." ucap Reta tersenyum lega,

Menyapa kembali keheningan yang memeluk diri. "Hhh, sebentar lagi aku akan mati."

"Sepi sekali disini..."

"Khuk...Khuk..."

Reta terbatuk keras, memuntahkan cairan merah pekat.

"Hah. Apa ini rasanya kematian?" batin Reta,

Nafasnya terengah-engah, betisnya terasa kaku, sakit di sekujur tubuh. Perlahan tak sanggup lagi menarik nafas,

"Om Neil, bisakah om memaafkanku? Padahal om dulu selalu melarangku berhubungan dengan Ryan."

"Andai ada kesempatan kedua. Aku tidak akan pernah menikahi bajingan itu..."

DEP!

Seketika kegelapan datang menyerang, mencabut semua rasa sakitnya, hingga Reta sadar jika hidupnya akan berakhir.

1
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Anonymous
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!