NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Xavier Marah

Queen baru saja selesai menghubungi pengacaranya ketika Aldrich tiba-tiba menelepon. Queen mengangkat panggilan dari Aldrich karena memang mereka dekat. Meski tidak membicarakan hal hal yang serius, Aldrich tampaknya pandai membuat suasana hati Queen berubah ceria. Queen tertawa saat mendengar guyonan pria itu. Setelah 15 menit mereka berbicara lewat telepon, Queen mengakhiri panggilan itu.

Tanpa Queen sadari Bryan sudah berdiri di belakangnya sejak tadi. Sejak pertama kali Queen tersenyum saat mengangkat panggilan dari Aldrich.

"Kamu bicara dengan siapa? Kelihatannya begitu akrab."

Queen tersentak, hampir saja ponselnya jatuh dari tangannya. Dia menoleh sambil melotot. Ekspresinya membuat Bryan merasa lucu.

"Apakah aku mengejutkanmu?"

"Tentu saja. Jantungku hampir melompat keluar karenamu."

Bryan duduk di dekat Queen. Untuk sesaat suasana benar-benar hening, hanya ada suara angin dan kicau burung.

"Ada apa?"

"Aku penasaran, siapa yang barusan membuatmu tertawa lepas?"

"Dia sahabat kakakku sejak kecil."

"Laki-laki?"

"Ya, begitulah. Memangnya kenapa?"

"Tidak apa-apa. Aku merasa hubunganmu dengannya tidak biasa."

"Itu karena aku dan dia cocok. Aldrich namanya. Dia seorang designer perhiasan dan juga seorang kolektor."

"Maksudmu Aldrich Webber?"

"Ya. Dia orangnya."

Bryan terdiam. Siapa di kota ini atau mungkin di belahan negara ini yang tidak mengenal seorang Aldrich Webber, seorang yang dijuluki jenius gila dalam kecintaannya pada karya seni perhiasan. Pria yang masa mudanya dihabiskan untuk menyabet banyak gelar dalam kontes dunia perhiasan dan Queen ternyata mengenal pria itu dengan baik? Sungguh benar-benar kebetulan yang mencengangkan.

"Aku jadi penasaran dengan kehidupanmu, Queen."

"Untuk apa begitu penasaran. Orang yang penasaran akan cepat mati."

Queen tidak tahu kenapa Bryan mendadak peduli pada hidupnya. Akan tetapi, yang jelas selain masalahnya dengan Xavier, Queen tidak mau terlalu membahas masalah pribadinya dengan Bryan. Dia hanya khawatir terlalu nyaman dengan pria itu sehingga lupa jika dia masih memiliki tujuan untuk balas dendam pada Xavier.

Bryan terdiam mendengar jawaban Queen. Ya, kenapa dia jadi penasaran? Bryan bangkit dari duduknya.

"Baiklah, maaf sudah menganggu."

"Memang apa pentingnya kamu tahu tentang kehidupanku? Aku tidak ingin salah paham terhadapmu dan berpikir kamu menyukaiku."

Bryan berbalik dan menatap Queen dengan ekspresi serius. Queen tidak berani menatap mata hijau milik Bryan, dia merasa seolah bisa terseret masuk ke dalam pusara yang Bryan ciptakan.

"Memang segala hal tentangmu tidak terlalu penting, tetapi aku ingin tahu semua tentangmu. Lalu apakah mungkin aku menyukaimu? Yah, itu mungkin saja."

Queen mengangkat kepalanya dan menatap Bryan dengan ekspresi terkejut. Apakah pria ini gila? Saat ini statusnya adalah istri orang, tetapi Pria ini berani mengatakan hal itu? Sungguh layak diacungi jempol.

"Kamu tahu aku ini istri orang?"

"Ya, aku tahu itu."

"Lalu kenapa?"

"Tidak butuh alasan untuk menyukai kan?"

Queen kini dibuat terdiam oleh ucapan Bryan. Ya, memang tidak dibutuhkan alasan untuk menyukai seseorang. Seperti dirinya yang dulu bergelimang harta dan tidak kekurangan kasih sayang, justru jatuh ditangan orang yang tidak tepat. Orang yang sejujurnya tidak pantas untuk dicintai. Dia justru jatuh hati dan menyukai pria ular itu.

Queen buru-buru bangkit dari kursinya dan meninggalkan Bryan yang mematung sendirian di tengah taman.

Tanpa Queen sadari jantungnya berdebar cepat dan wajahnya memanas. Dia masuk ke kamar dua bayi perempuannya dan melihat mereka sedang tertidur.

Queen duduk di sebelah mereka. Pengasuh yang menjaga Sofia juga Ellara pergi meninggalkan ruangan bayi itu. Ini merupakan ketentuan yang dibuat oleh Queen sendiri. Ketika dirinya ada, dia meminta pengasuh untuk tidak berada di dekatnya kecuali memang diperlukan.

Queen berbaring terlentang di ranjang. Pikirannya terus berputar mengingat ucapan Bryan dan wajah serius pria itu. Detak jantungnya kembali berdebar tak menentu.

Ada apa sebenarnya dengan diriku? Queen memegang dadanya yang berdebar debar.

Di tempat lain, tepatnya di perusahaan Celestial Corporation. Xavier datang terlambat lagi untuk yang ke sekian kalinya. Bagi sebagian karyawan di perusahaan, mereka sudah terbiasa dengan keterlambatan Xavier, tetapi tidak untuk Ethan. Sebelumnya, Ethan sudah diberitahu oleh Blake jika Xavier itu langganan terlambat. Karena tuannya sudah memberi perintah maka Ethan segera menjalankan perintah itu. Untuk mulai menyulitkan Xavier.

Mia menyambut kedatangan Xavier dengan ekspresi marah, tetapi karena ada tamu, dia mencoba menahan sebaik mungkin kemarahannya. Sudah dua hari Xavier tidak kembali ke apartemennya. Dia berpikir Xavier pasti tidur dengan Queen.

"Perwakilan dari Grup Lewis sudah tiba setengah jam yang lalu, tuan Xavier. Sedangkan anda baru sampai sekarang," kata Mia penuh dengan nada sindiran. Namun, masih terdengar sopan.

Ethan yang sejak tadi duduk di ruangan Xavier, mengeryitkan alisnya. Sungguh pasangan yang memuakkan.

"Tuan Bucher, aku tidak menyangka kamu tidak serius menangani proyek dari grup kami. Kami terlalu memandang tinggi celestial corporation rupanya."

Xavier segera mendekati Ethan. Dia menjabat tangan Ethan dengan paksa. "Maafkan aku, tuan Ethan. Aku rasa ada kesalahpahaman di sini. Pihak Grup Lewis tidak memberitahuku jika akan ada perwakilan yang datang."

"Jadi ini semua salah perusahaan kami?"

"Ah, bukan begitu maksud saya. Saya hanya ...."

"Saya akan bicara dengan tuan Blake tentang masalah ini. Maaf sudah menganggu waktu anda."

Ethan pergi dengan tegas bersama dua karyawan dari Grup Lewis. Xavier tidak bisa menghentikannya sama sekali. Saat Ethan memasuki lift, Xavier berbalik dan menatap Mia dengan marah.

"Kenapa kamu tidak memberitahuku jika perwakilan dari Grup Lewis mempercepat kunjungannya?"

"Apa kamu tidak ingat selama dua hari ini kamu mengabaikan panggilan dariku?"

"Aku .... "

"Dimana kamu tinggal selama dua hari ini? Apakah kamu mulai jatuh cinta pada jalang itu?" tanya Mia, sorot matanya memperlihatkan kecemburuan ekstrim.

"Jangan asal bicara." Xavier menghindari Mia dan masuk ke ruangannya. Satu jam kemudian, telepon diatas mejanya berdering. Xavier yakin itu panggilan dari Blake. Dengan berat hati Xavier mengangkat panggilan itu. Belum sempat Xavier berbicara, suara Blake terdengar bergemuruh. Xavier menjauhkan gagang teleponnya dari telinganya.

Xavier tahu dia salah, tetapi dia sangat benci dimarahi seperti ini. Tanpa sadar dia menutup panggilan Blake yang belum selesai.

Blake sangat marah, dia lantas meminta asistennya untuk turun memanggil Xavier. Sementara Ethan duduk sambil tersenyum melihat kemarahan Blake.

"Anda terlalu mendalami peran, Tuan Celeste. Jika adik anda tahu saya membuat anda marah, dia mungkin akan membuat perhitungan dengan saya," ujar Ethan.

Blake tersenyum mengingat wajah marah adiknya. "Ya aku rasa begitu. Tetapi menghadapi Xavier benar-benar menguras emosi."

Tak lama asisten Blake datang bersama Xavier. Akan tetapi, yang tidak Blake harapkan adalah Mia juga ikut di belakang Xavier.

"Untuk apa kamu ikut kesini?"

1
Kubin Aja
gimana Yach kelanjutan nya. jadi penasaran
Kubin Aja
ini ada lagi bab selanjut nya GK kak? Asli seru
Kubin Aja
ini ada lagi bab selanjut nya GK kak? Asli seru 👍
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kt liat gmn klnjtn ny🤣next kk
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kita lihat, apa yg akan terjadi pada Xavier dan Mia selanjutnya🙄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semoga saja dugaanmu benar
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Langsung dah jadi berita paling hot di kantor🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cerita yg bagus dan seru🤗
🇦 🇵 🇷 🇾👎
moga bnr...tu ank mu bry
🇦 🇵 🇷 🇾👎
s7 aq kek
Dewi kunti
biar aku mungkin mak
🇦 🇵 🇷 🇾👎
masya allh... ginikn enk apry bc ny...💪💪💪💪 liat cogan🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn trll lm... krn aq muak liat mokondo
Kusii Yaati
di tandai dulu kek, biar nggak di incar orang bisa tantrum nanti cucumu itu 🤣🤣🤣
Kusii Yaati
Masya Allah cantiknya queen... wanita secantik itu di sia" kan dan malah milih berselingkuh fix mata Xavier ketutup belek Segede gaban 😂
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Secantik itu masih dikhianati? keknya si Xavier rabun deh🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku juga sepemikiran, moga aja memang benar kalo mereka adik kakak
Titin Maryati
is the best 👍
🇦 🇵 🇷 🇾👎
eeeeee aq mikir el dan sofi mang kk adik kndg
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!