Steve Lim tak pernah menyangka dirinya akan dijebak oleh oknum pemerintah yang bekerja sama dengan organisasi mafia yang dipimpinnya, mereka ingin menjebloskan Steve Lim ke penjara dengan dugaan pemerasan serta pencucian uang atas tanah di wilayah Makau yang terkenal dengan pusat industri kasino globalnya. Dimana Makau dijuluki Las Vegas dari Timur.
Pada saat dia mencoba menyelamatkan dirinya dari jebakan para oknum pemerintah, tak sengaja dia bertemu dengan seorang gadis bernama Ruolan Tan yang membantunya bersembunyi dari kejaran musuhnya.
Bagaimana kisah mereka berdua selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 MENUJU GUNUNG TAI SHAN
"Teknik Naga Putih!" teriak Xiaoyun, sambil mengeluarkan serangan yang sangat kuat.
"Aku tidak akan membiarkanmu mengalahkan kami!" teriak Steve Lim, sambil menyerang Xiaoyun dengan jurus kungfu yang kuat.
"Kamu terlalu lemah!" balas Xiaoyun, sambil menangkis serangan Steve Lim.
Ruolan Tan melihat kesempatan untuk menyerang, dia langsung mengeluarkan jurus kungfu yang cepat dan kuat. "Ha!" teriak Ruolan Tan, sambil menyerang Xiaoyun dari belakang.
Xiaoyun terkejut dengan serangan Ruolan Tan, tapi dia tidak kehilangan akal. Dia menggunakan tekniknya untuk mengalahkan Ruolan Tan. "Kamu tidak cukup kuat!" kata Xiaoyun, sambil menangkis serangan Ruolan Tan.
Steve Lim melihat kesempatan untuk menyerang, dia langsung mengeluarkan jurus kungfu yang paling kuat. "Aku tidak akan kalah!" teriak Steve Lim, sambil menyerang Xiaoyun dengan kekuatan yang luar biasa.
Pertarungan yang sangat sengit pun terjadi, dengan Steve Lim dan Ruolan Tan melawan Xiaoyun yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
Pertarungan antara Steve Lim dan Ruolan Tan melawan Xiaoyun semakin sengit. Mereka berdua menggunakan semua keahlian kungfu mereka untuk mengalahkan Xiaoyun, tapi Xiaoyun tidak mudah dikalahkan.
"Ha!" teriak Steve Lim, sambil menyerang Xiaoyun dengan jurus kungfu yang kuat.
"Tidak cukup!" balas Xiaoyun, sambil menangkis serangan Steve Lim dengan mudah.
Ruolan Tan melihat kesempatan untuk menyerang, dia langsung mengeluarkan jurus kungfu yang cepat dan kuat. "Aku akan menunjukkan kepadamu kekuatan sebenarnya!" teriak Ruolan Tan.
Xiaoyun terkejut dengan serangan Ruolan Tan, tapi dia tidak kehilangan akal. Dia menggunakan tekniknya untuk mengalahkan Ruolan Tan. "Kamu tidak cukup kuat!" kata Xiaoyun, sambil menangkis serangan Ruolan Tan.
Tiba-tiba, Steve Lim mengeluarkan jurus kungfu yang paling kuat. "Teknik Harimau!" teriak Steve Lim, sambil menyerang Xiaoyun dengan kekuatan yang luar biasa.
Xiaoyun terkejut dengan serangan Steve Lim, dia tidak siap untuk menghadapi kekuatan seperti itu. Dia terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak lagi.
"Kita berhasil!" teriak Ruolan Tan, sambil tersenyum.
Tapi, Xiaoyun tidak menyerah. Dia mengeluarkan sebuah benda kecil dari saku bajunya. "Tidak... belum berakhir..." kata Xiaoyun, sambil menekan benda itu.
Tiba-tiba, sebuah ledakan besar terjadi, membuat Steve Lim dan Ruolan Tan terjatuh ke tanah.
Ledakan besar itu membuat Steve Lim dan Ruolan Tan terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak lagi. Mereka berdua berusaha untuk bangkit, tapi tubuh mereka terasa lemah.
"Ha... ha..." Xiaoyun tertawa, sambil bangkit dari kejatuhannya. "Kalian tidak cukup kuat untuk mengalahkan aku," kata Xiaoyun, sambil memandang Steve Lim dan Ruolan Tan dengan mata yang dingin.
Tiba-tiba, sebuah sosok muncul dari balik asap ledakan. Sosok itu adalah seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan mata yang tajam.
"Xiaoyun, kamu tidak akan pernah menang," kata wanita itu, sambil memandang Xiaoyun dengan mata yang dingin.
"Siapa kamu?" tanya Xiaoyun, sambil mundur ke belakang.
"Aku adalah orang yang akan menghentikan kamu," kata wanita itu, sambil mengeluarkan sebuah pedang dari balik bajunya.
Xiaoyun terkejut, dia tidak siap untuk menghadapi wanita itu. Dia berusaha untuk menyerang, tapi wanita itu terlalu kuat. Xiaoyun terjatuh ke tanah, tidak bisa bergerak lagi.
"Kamu... kamu tidak bisa mengalahkan aku..." kata Xiaoyun, sambil memandang wanita itu dengan mata yang penuh kekecewaan.
"Aku sudah selesai dengan kamu," kata wanita itu, sambil membalikkan badan dan meninggalkan Xiaoyun.
Steve Lim dan Ruolan Tan berusaha untuk bangkit, mereka berdua terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. "Siapa dia?" tanya Steve Lim, sambil memandang wanita itu dengan mata yang penuh kekaguman.
"Aku tidak tahu," jawab Ruolan Tan, sambil menggelengkan kepala. "Tapi aku rasa kita berhutang budi padanya."
Wanita itu mendengar percakapan mereka, dia tersenyum dan mengangguk. "Tidak perlu berterima kasih," kata wanita itu. "Aku hanya melakukan apa yang harus dilakukan."
Lalu, wanita itu membalikkan badan dan pergi, meninggalkan Steve Lim dan Ruolan Tan sendirian.
Steve Lim dan Ruolan Tan berusaha untuk memulihkan diri dari cedera yang mereka alami. Mereka berdua duduk di tanah, sambil memandang ke arah wanita yang telah menyelamatkan mereka.
"Aku tidak tahu siapa dia," kata Ruolan Tan, sambil menggelengkan kepala. "Tapi aku rasa kita berhutang budi padanya."
"Aku setuju," kata Steve Lim. "Kita harus mencari tahu siapa dia dan bagaimana kita bisa membalas budi padanya."
Tiba-tiba, Ruolan Tan teringat sesuatu. "Aku ingat!" kata Ruolan Tan, sambil menepuk dahinya. "Aku pernah mendengar tentang seorang wanita yang menggunakan pedang dengan sangat mahir. Dia dikenal sebagai 'Pedang Dewa'."
"Pedang Dewa?" ulang Steve Lim, sambil mengangkat alisnya. "Aku pernah mendengar tentang dia. Dia dikatakan memiliki kekuatan yang luar biasa dan tidak terkalahkan dalam pertarungan."
Ruolan Tan mengangguk. "Aku rasa dia adalah orang yang sama yang menyelamatkan kita tadi."
Steve Lim dan Ruolan Tan terdiam sejenak, sambil memikirkan tentang wanita yang telah menyelamatkan mereka. Mereka berdua tahu bahwa mereka berhutang budi padanya dan harus mencari cara untuk membalasnya.
Tiba-tiba, Steve Lim berdiri dan memandang ke arah Ruolan Tan. "Aku tahu apa yang harus kita lakukan," kata Steve Lim, sambil tersenyum. "Kita harus mencari tahu lebih banyak tentang Pedang Dewa dan mencari cara untuk membalas budi padanya."
Ruolan Tan mengangguk, sambil tersenyum. "Aku siap," kata Ruolan Tan. "Mari kita mulai."
Dan dengan itu, Steve Lim dan Ruolan Tan memulai perjalanan mereka untuk mencari tahu lebih banyak tentang Pedang Dewa dan membalas budi padanya.
Steve Lim dan Ruolan Tan memulai perjalanan mereka untuk mencari tahu lebih banyak tentang Pedang Dewa. Mereka berdua berjalan kaki, sambil mencari informasi tentang wanita yang telah menyelamatkan mereka.
Setelah beberapa jam berjalan, mereka tiba di sebuah desa kecil. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti dan mencari informasi tentang Pedang Dewa di desa tersebut.
Di desa, mereka bertemu dengan seorang tua yang sedang duduk di depan rumahnya. "Selamat pagi," kata Steve Lim, sambil membungkuk hormat. "Kami sedang mencari informasi tentang Pedang Dewa. Apakah Bapak tahu apa-apa tentang dia?"
Orang tua itu memandang mereka dengan mata yang bijak. "Ah, Pedang Dewa," kata dia, sambil mengangguk. "Dia adalah seorang wanita yang sangat kuat dan bijak. Dia tinggal di sebuah gunung yang jauh dari sini."
"Gunung mana?" tanya Ruolan Tan, sambil memandang orang tua itu dengan mata yang penuh harapan.
"Gunung Tai Shan," jawab orang tua itu. "Tapi hati-hati, gunung itu sangat berbahaya. Banyak orang yang telah mencoba untuk mendaki gunung itu, tapi tidak pernah kembali."
Steve Lim dan Ruolan Tan saling memandang, sambil mengangguk. Mereka berdua tahu bahwa mereka harus mencari Pedang Dewa dan membalas budi padanya.
"Terima kasih, Bapak," kata Steve Lim, sambil membungkuk hormat. "Kami akan berhati-hati."
Dan dengan itu, Steve Lim dan Ruolan Tan memulai perjalanan mereka untuk mendaki Gunung Tai Shan dan mencari Pedang Dewa.