" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 10
Haruka yang sedang tertidur pulas terasa terusik kala merasakan ada sesuatu yang menyentuh pipinya. Perlahan tapi pasti, dia membuka matanya secara perlahan. Begitu matanya terbuka dia dapat menatap wajah Naoki yang tersenyum padanya.
" morning baby" sapa Naoki dengan suara lirih dan serak.
Haruka terpaku menatap wajah tampan yang sangat mirip dengan suaminya itu. Apa dia bermimpi? Apa dia tidak salah lihat? Daiky tersenyum padanya dan menyapanya?
" daiky" gumam Haruka lirih.
Senyuman Naoki seketika pudar saat Haruka menyebutkan nama kembaran nya. Naoki menyingkirkan selimut dengan kasar lalu bangkit dari tidurnya.
" aku mandi dulu, habis ini kita pulang" ujar Naoki ketus lalu segera pergi ke kamar mandi.
Haruka menepuk keningnya saat menyadari kesalahannya. tadi kesadarannya belum sepenuhnya kembali. Dia berfikir jika saat ini dia sedang di rumah dia tidak ingat jika dirinya sedang berada di villa bersama Naoki.
" astaga! kenapa aku malah berfikir itu daiky? padahal aku tahu sangat mustahil daiky Bersikap begitu pada ku" ujar Haruka.
Apa Naoki tersinggung tadi? Pasti iyaa kan? Dari perubahan nya sih Haruka yakin jika Naoki marah. bukan karena suka, tapi siapa sih yang tidak kesal jika ada orang yang salah mengenali kita?
Haruka bergegas bangun dari tidurnya. Dia berjalan keluar kamar berniat untuk memasakan sarapan untuk mereka. Setidaknya sebagai permohonan maafnya.
Haruka mulai menyiapkan bahan bahannya. Dia hanya memasak makanan sederhana untuk sarapan. tidak banyak karena mereka hanya berdua saja. Begitu selesai masak dan menata di atas meja dia segera kembali ke kamar.
" kamu sudah selesai?" tanya Haruka basa basi. Padahal dia sudah dapat melihat dengan jelas jika saat ini Naoki sudah selesai mandi bahkan sudah memakai baju rapi.
" yaa" Jawab Naoki singkat padat dan jelas. apa lagi di tambah dengan wajah datarnya itu. Ternyata Naoki juga bisa seperti ini ya?
" kalo gitu aku mandi dulu" ujar Haruka.
" hmm" gumam Naoki lalu berlalu pergi begitu saja.
Haruka menatap kepergian Naoki, sepertinya Naoki benar benar marah. Haruka merasa lucu dengan tingkah Naoki itu.
" dia bisa marah juga ternyata" gumam Haruka lalu bergegas ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah 30 menit di kamar mandi akhirnya Haruka keluar dengan menggunakan handuk karena dia lupa mengambil baju. Dia juga bingung harus pakai baju mana. Masa harus pakai baju Naoki lagi? Tanpa bra dan daleman.
Cekleek!
pintu terbuka dan terlihat Naoki masuk sambil Menentang paperbag di tangan nya. Naoki memberikan paperbag itu pada Haruka dengan wajah datar yang terlihat lucu bagi Haruka.
" apa ini?" tanya Haruka mengambil paperbag tersebut.
" lihat saja sendiri" ujar Naoki lalu kembali pergi dari kamar.
Haruka Mengeleng geleng kan kepalanya tidak habis pikir. Ternyata Naoki kalo marah terlihat lucu ya kayak anak kecil.
Haruka membuka paperbag tersebut dan melihat isinya ternyata sebuah dress lengkap dengan Daleman juga. Haruka tersenyum tipis ternyata Naoki tetap peduli padanya meskipun dia sedang marah.
Setelah berganti baju Haruka segera keluar. Saat tiba di lantai bawah dia melihat Naoki yang sedang berbincang dengan seorang wanita dewasa.
" baik tuan, kalo gitu saya pergi dulu" ujar wanita itu lalu pergi dari sana.
" siapa?" tanya Haruka penasaran.
" pengurus villa" jawab Naoki masih dengan nada ketus.
" marah?" tanya Haruka menatap Naoki yang mencoba menghindari tatapan nya.
" aku lapar" ujarnya lalu berjalan ke ruang makan.
Haruka tersenyum gemas lalu ikut ke ruang makan. Sarapan mereka pagi ini terasa berbeda karena biasanya mereka selalu makan di temani suara bawel Naoki. tapi kali ini Naoki hanya diam saja.
" ayo kita pulang" ajak Naoki setelah menghabiskan sarapannya.
" tunggu aku cuci piring dulu" ujar Haruka tidak ingin meninggalkan piring kotor.
" ada Imah yang akan membereskan nya" ujar Naoki lalu segera pergi begitu saja.
haruka menghela nafas panjang. Lalu dia pergi ke kamar untuk mengambil ponselnya. lalu setelah itu baru dia ikut keluar bersama Naoki.
" kita langsung pulang? Katamu ada danau disini. kita tidak jadi kesana?" tanya Haruka.
Sebenarnya dia juga ingin pulang, ingin melihat apa daiky ada di rumah atau memang daiky tidak pulang semalam. Dia ingin tahu apa daiky perduli padanya atau memang daiky benar benar tidak peduli dengan nya.
" tidak perlu, sepertinya kau sangat merindukan suami mu" ujar Naoki.
Naoki memang berencana untuk ke danau. tapi setelah kejadian tadi moodnya langsung berubah. Dia kesal dan marah, dia berfikir mungkin Haruka merindukan daiky.
" siapa yang bilang begitu? Aku sangat ingin pergi ke danau itu. Aku penasaran dengan keindahannya" alibi haruka.
Padahal kalo boleh jujur dia memang merindukan daiky. Meskipun sifat daiky tidak baik padanya tapi jujur saja dia sudah memiliki rasa pada suaminya.
Bagaimana tidak? Mereka telah bersama selama 2 tahun. Mustahil jika dia tidak jatuh cinta pada daiky. apa lagi sifat daiky yang cool itu adalah tipenya. Selain itu daiky juga memiliki wajah tampan, kaya dan juga tubuh yang menggoda.
" yaudah kalo gitu" ujar Naoki lalu berjalan lebih dulu ke belakang villa. Mereka berjalan mengikuti jalan setapak yang terdapat batu batu kecil. setelah berjalan sekitar 5 menit akhirnya mereka tiba di danau yang Naoki maksud.
" waw!" seru Haruka benar benar takjub dengan keindahannya.
Danau ini luas dan bersih, airnya berwarna biru dan di samping Danau terdapat banyak bunga bunga liar yang indah dengan berbagai warna. di sana juga ada beberapa pohon rindang serta terdapat sebuah perahu.
" mau lihat air terjun?" tanya Naoki
" mau, di mana?" tanya Haruka bersemangat.
Naoki berjalan menghampiri perahu. Dia naik terlebih dahulu dan mempersiapkan nya. Naoki menatap Haruka yang terlihat ragu untuk naik perahu.
" cepat naik" ujar Naoki
" tidak ada jalan lain kah? Kalo naik perahu nanti jatuh" ujar Haruka takut.
Dari yang dia lihat sih sepertinya danau ini dalam. Jika jatuh pasti langsung tenggelam dan mati. apa lagi jika ada ular dan buaya. Langsung di terkam.
" tidak ada, cepat naik atau tidak jadi pergi?" tanya Naoki yang malas membujuk dengan baik baik . Ingat ya! Dia masih marah.
" ok oke, aku ikut" ujar Haruka lalu masuk ke dalam perahu meskipun dia takut tapi dia tahan. Dia percayakan saja pada Naoki.
" sudah" ujar Haruka.
Naoki memberikan satu dayung pada Haruka. Mereka mulai mendayung bersamam Naoki yang memimpin di depan sedangkan Haruka sibuk memerhatikan danau indah itu.
" apa ini goa?" tanya Haruka saat mereka akan masuk ke sebuah terowongan gelap.
" bukan" jawab Naoki singkat.
Mereka melewati terowongan yang mirip mulut goa itu. begitu melewati terowongan itu mereka langsung dapat menyaksikan air terjun yang sangat indah dan tinggi.
" waw! Ini sangat indah nao. kamu Nemu tempat ini dari mana?" tanya Haruka.
Tapi Naoki tidak menjawab. Dia menepikan perahu nya lalu turun terlebih dahulu baru setelah itu membantu Haruka turun.
" ayo ke sini" ajak Naoki menaiki satu batu besar.
Naoki membantu Haruka menaiki batu besar tersebut. Mereka duduk di sana menikmati pemandangan yang sangat indah ini. Haruka mengambil ponselnya dan mengambil beberapa video untuk di jadikan kenangan.