Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA
Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH
Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.
Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.
"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."
Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?
Happy Reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Xeline merasakan sedikit sakit pada kepalanya. Semalam ia kurang tidur karena terganggu mimpi buruk. Walhasil biasanya ia bisa mengingatkan para temannya, tapi untuk kali ini ia tidak melakukan hal seperti biasanya.
Xeline mengirim sebuah pesan di WA grup kelas
Xeline : Selamat malam. Maaf teman- teman, aku agak repot hari ini sehingga tidak bisa mengingatkan tugas dan PR seperti biasa. Terima kasih
Queen terlihat membalas pesan Xeline di grup kelas.
Queen : Oke. Besok PR nya apa?
Bhima terlihat mengirim pesan.
Bhima : Fisika halaman 75 bagian A dan B
Xeline : Cie. Makasih ya
Queen terlihat membalas pesan dari Xeline.
Queen : Xel, Apa maksudmu nulis cie?
Xeline : Nggak apa-apa kok
Queen : Bhim, tolong bilangin pacarmu itu. Jangan seperti itu
Bhima : Xel, jangan seperti itu ya
Tak lama Queen mengirim pesan pada Xeline.
Queen : Apa maksudmu bilang cie seperti itu sama aku? Kamu cemburu sama aku saat Bhima membalas chat di grup?
Xeline sangat heran melihat pesan dari Queen.
Xeline : Nggak Kok. Kenapa?
Queen : Kalau kamu nggak cemburu, kenapa Wa seperti itu? Kalau kamu cemburu, bilang aja.
Xeline hanya membaca pesan dari Queen tanpa membalasnya.
Keesokannya, saat jam istirahat, Xeline menemui sahabatnya, Clara di kelas sebelah.
"Kenapa wajahmu hari ini? Cemberut amat. Bete?" Selidik Clara.
"Semalam Queen Wa ke aku. Katanya aku cemburu sama dia karena wa cie di grup saat Bhima membalas WA dia. Padahal aku bilang cie itu ke Bhima. Bukan ke dia. Dulu ada gosip kalau Bhima pernah suka sama Queen. Entah kabar itu benar atau tidak, aku juga nggak tahu. Kadang aku kepikiran gini. Yang statusnya pacar siapa, terus yang bilang cemburu siapa? Bila Queen bilang aku cemburu, secara tidak langsung menunjukkan posisinya apa? Secara tidak langsung seakan memperlihatkan bahwa aku yang merebut Bima dari dia nggak sih? Berarti aku ini apa ya? Perebut Gebetan Orang. Aku pegebor kah? Sungguh aku merasa terhina banget Ra," jelas Xeline panjang lebar.
"Xel, Xel, pacaran belum ada sebulan, gebetan sudah mengakui kepemilikan. Mundur wirrr. Betewe kamu suka sama Bhima?" tanya balik Clara.
"Menurutmu? Aku takut jatuh cinta Ra. Takutku ya kayak gini. Takut dikira merebut gebetan, lelaki, pacar atau apalah. Mending pacaran virtual kali ya? Sakitnya by virtual aja, nggak di realita kayak gini. Rasanya nyesek banget dilabrak. Apalagi pacar kita lebih memilih membela gebetannya daripada kita di grup? Rasanya tuh kayak lagunya Cita Citata yang liriknya sakitnya tuh di Sini, di dalam hatiku
"Kalau kejadiannya seperti ini, aku cuma mau bilang sesuatu sama kamu Xel."
"Apa?"
"Kutunggu putusmu sama Bhima. Aku enggak mau kamu sakit hati."
"Ra, kamu tahu kan? Aku paling anti mutusin cowok. Aku takut membuatmu lelaki sakit hati."
"Terus sikap Bhima seperti ini ke kamu? Nggak mikirin perasaanmu. Mending putus aja daripada bareng laki laki kayak gitu Xel. Yang ada cuma makan hati. kamu bisa sakit hati terus setiap hari."
"Entahlah. Aku juga masih ragu dengan perasaannya sama aku. Kadang dia terlihat sangat cinta. Kadang ya begitulah."
"Hahaha. Nikmatilah pusingmu Xel."
Xeline cemberut menanggapi kelakar temannya.
Pada sore hari, Xeline pulang sekolah dengan wajah ditekuk. Mara membiarkan Xeline segera beristirahat karena mengira anak perempuannya kelelahan.
Mara ingin menjelaskan sesuatu pada Bhima sore itu. Ia mengirimkan pesan ke lelaki itu.
Mara : Selamat sore mas Bhima
Bhima membalas wa dari Mara
Bhima : Selamat sore. Ada apa Ibu?
Mara : Saya minta tolong bisa?
Bhima : Bisa bu. Silakan
Mara : Mohon Xeline dibilangin. Jangan boleh terlalu sering mabar sama Dhani
Bhima : Maaf bu. Aku nggak bisa bilangin Xeline bu. Lagian kan cuma Mabar. Kalau sama aku terus takutnya dia bosan.
Mara : Betewe kamu tahu siapa cowok yang disukai oleh Xeline sebelumnya?
Bhima : Tahu bu. Kakak kelas. Sudah lulus anaknya. Xeline mudah sekali di tebak siapa orang yang disukainya.
Mara : Benarkah? Berarti kamu belum begitu mengenal Xeline karena ia begitu pintar sekali menutupi siapa yang sebenarnya disukai olehnya? Siapa yang disukainya dan gosip yang beredar sangat berbeda sekali.
Bhima : Benarkah?
Mara : Iya. Ibu boleh ngomong sesuatu?
Bhima : Boleh. Silakan Bu
Mara : Sebenarnya cowok dulu yang disukai oleh Xeline adalah Dhani. Bukan Reza.
Bhima membaca chat dari Mara dengan sedikit kaget.
Bhima : Benarkah?
Mara : Gimana? Kamu kaget nggak?
Bhima : Aku sedikit kaget. Nggak menyangka sama sekali. Tapi nggak apa-apa kok
Mara : Tapi katanya Dhani sekarang suka sama Clara. Benarkah?
Bhima : Tapi Clara sudah punya pacar
Mara : Benarkah?
Bhima : Iya. Mereka berdua sering Mabar untuk push rank di ML. Aku juga tahu kalau Clara sudah punya pacar belum lama
Mara : Benarkah?
Bhima : Iya. Mereka berlima sering mabar untuk push rank. Clara, pacarnya, Dhani, Xeline. Yang satu siapa aku kurang tahu.
Mara : Xeline juga baru tahu akun ML Dhani belum lama ini
Bhima : Aku yang ngasih tahu akunnya Dhani ke Xeline
Mara : Benarkah?
Bhima : Iya. Maaf ya Bu. Bukan aku nggak berani melarang-larang Xeline. Aku agak bebasin dia daripada aku larang-larang malah dia merasa nggak nyaman. Aku juga mencoba menjalani hubungan ini dengan pelan-pelan saja. Aku nggak terburu-buru dalam menjalani hubunganku. Kalau untuk masalah hati, semua butuh proses. Orang juga nggak bisa langsung suka pada orang baru setelah lama memendam cinta pada seseorang bukan? Jujur aku sebenarnya malah takut kalau Xeline suka dengan Dhani karena dia itu orangnya nggak mau disukai oleh perempuan. Dia maunya suka duluan. Orangnya juga nggak peka dan nggak peduli sama perempuan. Dulu ada perempuan yang suka sama dia sampai pacaran. Tapi ya itu. Dulu ada seorang perempuan yang menyukainya, tapi Dhani nggak suka sama perempuan itu. Ya tetap diterima sebagai pacar sama Dhani. Tapi dia nggak peduli sama perempuan itu. Nggak peka juga. Aku sangat mengenal Dhani seperti apa. Arga, Ryan juga siapa Dhani dan bagaimana dia? Aku malah takut bila Xeline suka sama Dhani. Dia kalau nggak suka sama perempuan, langsung ngomong apa adanya tanpa filter sama sekali. Sedangkan Xeline punya trauma bullying. Aku takut mentalnya nggak kuat menghadapi Dhani. Dia itu sekarang nakal versi beda. Semacam ingin dekat dengan semua perempuan tapi nggak ada rasa.
Mara : Kasian ya
Bhima : Iya Bu
Mara : Tolong jaga Xeline ya. Betewe perasaan kamu gimana setelah tahu Xeline pernah suka sama seseorang?
Bhima : Wajar saja Bu. Dulu saya juga pernah suka sama perempuan. Cuma suka. Bukan cinta. Suka tanpa rasa cinta bisa apa? Aku akan tetap mempertahankan Xeline. Toh aku juga nggak punya masa lalu sama seperti dia. ibu nggak usah khawatir ya.
Mara : Iya. Makasih ya mas Bhima
Bhima : Sama-sama Ibu.