seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10. Misi Khusus
Yuda hanya tersenyum pahit, ternyata tidak di zaman modern ataupun zaman kuno kalau sifat sombong tetap akan melekat di diri seseorang, kalau tentang pengemis Yuda jelas tidak terima, apa mungkin pelayan ini tahu kalau ia hanya memiliki uang dua ribu.
Tapi Yuda masih percaya diri, kalau di zaman kuno ini uang dua ribu bernilai mahal tidak seperti zaman modern. “Saya bukan untuk mengemis, saya ingin bertanya tentang bahan obat.”
“Halah.. Pake so soan ngerti bahan-bahan obat pula,, udah deh, jangan sampai saya panggil penjaga supaya kamu di usir dari sini,” ujar pelayan itu yang kesabaran nya setipis tisu buktinya ia langsung berdiri dan melotot marah kepada Yuda.
Yuda menghela nafas berat. “Yasudah lagi pula bukan hanya ini toko bahan-bahan obat di sini.” gumam Yuda sambil melangkah hendak pergi, namun baru saja ia sampai di pintu suara pria memanggil nya dari dalam.
“Tuan!! Jangan pergi, eh apa perlu apa tuan datang ke toko kami, biar saya Carikan bahan-bahan obat terbaik yang kami punya,”pria itu bernama Kohar, ia juga adalah pemilik toko bahan obat obatan ini.
Yuda berbalik lalu berhenti sejenak sambil bertanya. “Ada apa pak, saya baru saja di usir dan hendak pergi.”
mendengar itu Kohar menatap tajam ke arah pelayan toko nya, di saat sepi pelanggan bisa-bisanya menolak pelanggan, jelas hal itu perbuatan bodoh.
“Bos! Dia hanya orang miskin, dia pasti hanya ingin bertanya-tanya saja di sini,” Pelayan itu mencoba untuk membela diri agar tidak terkena masalah.
“Memang nya, kenapa kalau bertanya-tanya, apakah toko ku hanya untuk orang yang ingin membeli,” ujar nya dengan tegas.
pelayan itu tidak lagi bisa membalas apa yang di ucapkan oleh bos nya membuat nya bungkam, bos nya sendiri yang bicara ia tak lagi bisa membela diri.
“Ahh! Sudah tuan jangan seperti itu, saya memang ingin beli tapi tidak papa jika saya tidak di terima di sini,” ucap Yuda merasa tak enak kepada pelayan, walau di hati nya masih kesal dan marah mendapat kan perlakuan tidak mengenakan.
“Ah!! tidak seperti itu tuan, saya akan langsung percaya pelayan ini, Hey! Kamu cepat pergi, mulai sekarang jangan pernah datang lagi ke toko ku ini,” tegas Kohar dan pelayan itu hanya diam sambil pergi dalam keadaan malu, ia belum lama kerja di sana dan sekarang sudah di keluarkan dengan tidak hormat.
“Silahkan duduk, apa yang taun cari di toko saya,” ujar Kohar dengan ramah.
“Saya ingin mencari gingseng berumur 500 tahun apa ada?”
“Ouh gingseng, ada! Tunggu sebentar biar saya ambilkan dulu,” Kohar buru-buru memeriksa di rak bahan-bahan obat di sana berbagai macam bahan obat herbal ada.
“Imi dia! Silahkan di lihat apakah sama persis dengan yang taun cari, gingseng ini sangat langka, bahkan kami hanya memiliki satu,” Kohar meletakkan kotak kayu di depan Yuda.
Yuda mengangguk lalu membuka kotak itu, dan dapat di luar jelas gingseng itu memiliki akar yang sedikit bercahaya dan Yuda sudah yakin kalau gingseng ini berumur 500 tahun lebih. “Aku yakin jika di jual di zaman modern akan laku mahal, apalagi di sana tidak ada bahan-bahan obat herbal seperti ini.”
“Tuan!!”
“Euh..! Iya kenapa?” tanya Yuda sedikit ngeleg karena melamun memikirkan bahwa gingseng ini akan ia bawa ke zaman modern untuk di jual.
“Bagaimana, apakah tuan jadi membeli nya?”
“Tentu saja! Berapa harga nya?”
“huh karena tuan adalah pelanggan kami cukup 800 saja!”
Deghh.!!,
“De-delapan ratus ribu?”
“Ahahaha...! Tuan lucu sekarang, maksud saya 800 perak, mana mungkin saya ingin memeras sebanyak itu, bisa-bisa saya masuk penjara,” ujar Kohar tertawa.
“huh..”
Yuda bernafas lega, seperti dugaan nya, kalau gingseng ini tidak semahal itu dan uang nya cukup membeli nya, walau tidak mendapatkan ingatan Yuda di zaman ini sepenuh nya tapi Yuda mengingat saat pemilik tubuh ini taruhan paling banyak hanya 1000, jadi uang segitu jumlah yang banyak.
“Apakah bocah ini keberatan dengan harga segitu, memang harga nya asli nya hanya sekitar 600, ah sudahlah biarkan dia tawar dulu,” pikir Kohar dalam hati.
“Oke!! Aku bayar seribu,” ucap Yuda santai sambil menyodorkan uang dua ribu milik nya.
Deghh.!!
Kohar langsung terdiam sesaat saat melihat uang yang di pegang oleh Yuda, pemuda itu mengapa dengan mudah membayar tanpa menawar bahkan melebihi bayaran nya. “Tu-tuan ini serius.”
“Heh! Tentu saja aku serius kau sudah baik, tapi lain kali kalau ada bahan obat-obatan langka langsung kabari aku, hah, bagaimana?” ujar Yuda menyebutkan syarat pada penjual itu.
“Ba-baik!! Saya pasti tidak akan melupakan ini dan selalu ingat tuan-.. siapa nama tuan?”
“Yuda Gusti, panggil saya aku Yuda..”
“..baik tuan Yuda..”
Kohar segera mengambil uang simpanan nya untuk kembalian karena uang Yuda sangat besar bagi nya sehingga harus menghabiskan setengah uang simpanan nya.
“Ini Yuda, semoga gingseng ini bermanfaat, dan ini kembalian nya,” ucap Kohar menyodorkan gingseng yang sudah menjadi milik Yuda dan uang seratus perak sepuluh koin.
“Oke! Kalau gitu saya pamit dulu pak, terimakasih dengan gingseng nya,” karena sudah mendapat kan apa yang ia mau Yuda keluar dari toko itu dengan senyum mekar, memberikan sedikit uang untuk membangun kepercayaan tidak rigi bagi Yuda.
“untung aku langsung tahu kalau pemuda itu sebenarnya bukan orang sembarangan..! Mulai sekarang aku harus bisa membuat dia puas dengan bahan-bahan obat di toko ku,” pikir Kohar lega karena hari ini ia mendapatkan rezeki yang lebih dari cukup untuk bertahan sekitar sebulan.
Yuda yang sudah di perjalanan pulang tiba-tiba teringat dengan jam yang selalu di bawa kemana pun pergi. “Sistem kapan jam ini bisa di gunakan lagi, aku udah gak sabar untuk menjual gingseng ini di zaman modern.”
“Misi khusus terpicu, capai point cinta Leni hingga 50% hadiah: energi jam pelintas waktu untuk dua kali penggunaan untuk taun ke zaman modern dan kembali ke zaman ini.”
“Mantap! Baiklah tampak nya aku harus harus menjadi buaya untuk membuat istri ku lebih cinta pada ku lagi,” ucap Yuda dengan semangat, ingin kembali ke zaman modern bukan tidak betah di zaman ini, justru Yuda sangat nyaman dan senang di zaman ini, semua orang hidup dengan sederhana walau orang-orang nya sama saja.
“Semoga berhasil tuan,”
~
di sisi lain di desa Rimba yaitu desa tempat tinggal Yuda, tiga orang yang sebelum nya hendak berniat jahat dengan Yuda sudah siap, mereka berkumpul di rumah Bagas sesuai dengan kesepakatan mereka.
“Hari ini kita buat di Yuda itu, tahu artinya kesakitan,” ujar Jabran tersenyum miring, dengan golok panjang di tangan nya seolah siap untuk memotong-motong tubuh Yuda menjadi beberapa bagian.
“Haha,,, aku ingin melihat dia menjerit kesakitan di ujung hayat nya,,” Bagas tertawa lebar yakin kalau hari ini rasa malu akan terbalas kepada Yuda.