Supaya tidak bingung, alangkah baiknya membaca The Mafia Bride 1.
Siena gadis berusia 20 tahun harus merelakan suaminya untuk wanita lain dan takdir mempertemukannya dengan Kenzi. Seorang pria dingin dan kejam membawa Siena ke dalam hidupnya. Perjalanan panjang, lika liku kehidupan dan bayang bayang kematian mengiringi perjalanan hidupnya. Hingga takdir memisahkannya dari Kenzi dan kedua putranya.
Dapatkah mereka bersatu kembali menjadi keluarga yang utuh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Stained
Seorang wanita muda, berdiri dengan anggun menghadap ke arah anak buahnya. Menatap satu persatu dengan tatapan tajam.
"Bunuh mereka semua tanpa sisa!"
"Baik Bos!" jawab mereka serempak.
"Lin Lin, Sau Cu, siapkan ruang operasi. Dan tunggu perintahku selanjutnya!"
"Siap Bos!" jawab mereka berdua yang di sebut namanya oleh wanita muda itu.
"Kerjakan sekarang juga, dan jangan tinggalkan jejak. Jika kalian sampai gagal, nyawa kalian gantinya!"
"Siap Bos!!"
Wanita itu tersenyum lebar, menatap anak buahnya satu persatu meninggalkan ruangan.
"Berani sekali kau menolakku, kau tidak tahu siapa aku," gumam wanita muda itu. Lalu ia berdiri, melangkahkan kakinya mendekati meja. Membuka laci dan mengambil botol kecil yang berisi obat perangsang.
"Hmm, kita main main sebentar sayang." Wanita itu mengangkat tangannya, lalu mencium sekilas botol kecil di tangannya.
***
"Ada apa kau datang ke sini?" tanya Kenzi menatap Laila yang berdiri di ambang pintu menundukkan kepalanya sesaat, lalu berjalan menghampirinya.
"Aku akan pergi ke Amerika, mungkin juga aku tidak akan kembali," jawab Laila.
"Oh, baguslah," jawab Kenzi singkat.
"Besok pagi, aku sudah berangkat. Bolehkah, aku buatkan kau makanan kesukaanmu sekali ini saja?" tanya Laila menatap wajah Kenzi penuh harap. Meski pria itu sudah berumur, namun wajahnya masih terlihat tampan dan bertubuh atletis.
Sesaat Kenzi terdiam. "Baiklah, tapi setelah itu kau pulang. Karena aku harus mencari keluargaku lagi."
"Terima kasih, aku janji akan segera pulang." Laila tersenyum bahagia, lalu ia berjalan menuju dapur. Sementara Kenzi kembali ke kamarnya.
Tak butuh waktu lama, Laila mendatangi kamar Kenzi dengan membawakan segelas minuman segar, lalu memberikannya pada Kenzi.
"Minumlah dan habiskan, ini terakhir kalinya aku bisa melihatmu." Laila duduk di kursi berhadapan dengan Kenzi.
Tanpa menaruh curiga apapun, Kenzi langsung menghabiskan minuman segar yang di berikan Laila. Karena menurut Kenzi, wanita itu baik padanya.
"Terima kasih," ucap Kenzi meletakkan gelas di atas meja. Lalu ia kembali fokus pada layar monitor.
"Kau jaga diri baik baik." Laila memperhatikan Kenzi dengan seksama.
"Hem," sahut Kenzi.
Beberapa menit mereka terdiam, Kenzi tetus fokus pada pekerjaannya. Sementara Laila tersenyum menatap wajah pria yang ia kagumi.
Detik berikutnya, Kenzi merasakan tubuhnya kegerahan, padahal pendingin udara sudah di nyalakan. Kenzi mengambil buku di atas meja lalu ia kibas kibaskan di wajahnya. Perlahan ia membuka satu persatu kancing bajunya lalu ia lempar pakaiannya sembarangan.
"Kau kenapa? tanya Laila tersenyum.
"Apa yang sudah kau masukkan dalam minumanku?' tanya Kenzi menatap curiga pada Laila.
" Tidak ada?" jawab Laila santai.
"Huuff, panas." Kenzi mulai gelisah, hasratnya semakin ia tekan semakin menggebu gebu. Ia menatap tajam Laila, lalu berdiri mendekati wanita itu.
"Aku menginginkanmu." Bisik Kenzi di telinga Laila. Lalu ia mrngangkat tubuh Laila dan menggendongnya. Ia hempaskan tubuh Laila ke atas tempat tidur.
"Lakukan apa yang kau mau sayang." Laila tidak menolak sama sekali, ia membuka satu persatu pakaiannya lalu di lemparkan ke lantai sembarangan.
Melihat tubuh Laila tanpa sehelai benangpun, Kenzi langsung memeluk erat tubuh Laila dan menciumi wajah wanita itu tanpa tersisa. Ciuman panas Kenzi di sambut oleh Laila, mereka berpagut satu sama lain. Hingga keringat membasahi tubuh mereka berdua. Akal sehat Kenzi terhalang oleh hasrat seksual yang menggebu gebu akibat obat yang di berikan Laila.
Saat itu juga, Kenzi telah mengkhianati janji setia, ikrar suci yang ia ucapkan saat pernikahannya dengan Siena.
Di kamar itu, di mana Kenzi dan Siena memadu kasih sewaktu dulu. Telah di nodai oleh kelicikan wanita yang bernama Laila. Dan hilangnya akal sehat Kenzi yang tak mampu menahan gairah di dalam dadanya. Kenzi dan Laila melakukan apa saja yang mereka inginkan memuaskan napsu birahinya.
Sementara jauh di rumah Kenzi, saat mereka tengah bersenang senang memuaskan nafsu mereka. Di kediaman Laura, saat Jiro tengah berbagi kasih dan cerita di kamar Siena bersama Angela, adik tang baru saja ia ketahui, Ibu yang sangat ia sayangi baru saja ia di ketemukan. Di luar halaman Laura, sejumlah pria yang lebih dari 10 orang lengkap dengan senjata api, siap melenyapkan seisi rumah Laura.
aq slah dtu reders yg hoby membca novel tentang mafia tpi kli ini aq bru menemuka kisah mafia yg tak pernah membosankan untuk di bca krna alur dan crtanya sngat bgus dan ke'ren.. smgantt dan trus brkarya author ku syank ummaccc😘