NovelToon NovelToon
Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Switch-On ! Pacarku CEO Gila ?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Office Romance / Enemy to Lovers / Komedi
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heryy Heryy

"Apa...! Jadi pacarmu...? Dasar GILA...!"

David Lorenzo CEO perusahaan Switch Company. Dia mempunyai banyak kepribadian yang berbeda akibat trauma masa lalu.

Dia bertemu dengan Michelle, yang berkerja di perusahaannya, pertemuan mereka tidak di sengaja dan banyak kesalahpahaman.

Lambat Laun mereka semakin dekat, dan perlahan saling menyembuhkan luka.

Banyak tingkah lucu dan kocak di antara mereka.

penasaran jangan lupa baca, like dan komen.


Update gak nentu..?


Follow Ig: @Hans_Sejin13.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heryy Heryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

"HAAAA...!!!

"APA INI?! KAMU TIDUR MEMELUKKU SEPERTI INI ?" teriak David dengan suara yang sangat keras.

David langsung terbangun dari tidur dengan mata yang membesar lebar. Dia melihat Yuda yang sedang tidur dengan posisi memeluk tubuhnya erat-erat seperti seorang anak kecil yang sedang memeluk boneka tidurnya.

"Woi... Kamu ini benar-benar...!" ucap David dengan suara yang penuh kemarahan, segera menendang tubuh Yuda dari tempat tidur dengan cukup kuat.

Tubuh Yuda terlempar ke arah bawah dengan suara benturan yang cukup keras.

BRUGGG!!

"Aw... Pinggang ku sakit banget nih! Dasar Bos kasar sekali!" teriak Yuda dengan suara yang kesakitan.

Yuda segera bangun dari lantai dengan wajah yang memerah karena rasa sakit dan juga sedikit kesal dengan sikap David yang begitu kasar padanya.

"Asem lo Bos... Cuma tidur aja kan. Saya sudah capek merawat lo, malah kena tendang lagi!" gumam Yuda dengan suara yang kesal.

Yuda menepuk-nepuk bagian pinggangnya yang sedang terasa sangat sakit.

"What the fu***! Kamu bilang apa tadi?! Berani sekali kamu ngomong kayak gitu sama saya ?" tanya David dengan suara yang semakin tinggi dan penuh kemarahan.

David berdiri dari tempat tidur dengan wajah yang menunjukkan ekspresi sangat tidak senang.

Kini David sudah kembali sadar dan tidak mengingat sedikit pun kejadian kemarin malam ketika dia berada dalam kondisi kepribadian wanita yang bernama Suzy.

Yang dia ingat hanya saat terakhir kali dia bersama dengan Michelle di ruangan CEO sebelum akhirnya merasa pusing dan pingsan.

"Kamu ngapain tidur di sini ? Apa-apaan juga kamu memeluk aku seperti itu kayak orang gila! Kok bisa kamu tidur di kamar ku ?" tanya David.

Dengan suara yang penuh kebingungan dan juga sedikit malu, melihat kondisi dirinya yang sekarang mengenakan pakaian yang sangat longgar dan tidak seperti biasanya dia kenakan.

"Boss... Kenapa akhir-akhir ini kamu sering kambuh ya? Ini lebih sering dari biasanya! Padahal dulu kamu hanya kambuh kalau ada tekanan yang sangat besar atau saat kamu merasa sangat tidak nyaman dengan sesuatu!" tanya Yuda dengan khawatir.

Yuda melihat wajah David yang sekarang mulai menunjukkan ekspresi yang sangat serius dan sedikit khawatir dengan kondisi dirinya sendiri.

"Aku juga tidak tahu Yuda... Aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan diriku akhir-akhir ini. Kadang-kadang aku merasa seperti kehilangan kendali atas diri sendiri dan tidak bisa mengingat apa yang terjadi selama waktu itu!" ucap David dengan suara yang kebingungan.

David duduk kembali di tempat tidur dengan wajah yang menunjukkan ekspresi sangat bingung dan sedikit takut.

"Boss... Kalau aku berpikir-pikir saja... Setiap kali kamu kambuh dan kepribadian lo berubah, kamu selalu bersama dengan Michelle ! Apakah mungkin ada hubungan antara dia dengan kondisi kesehatan lo yang sekarang semakin tidak stabil ini?" ucap Yuda.

Dengan suara yang sangat lembut dan penuh rasa ingin tahu, melihat wajah David yang mulai menunjukkan ekspresi yang semakin serius dengan apa yang dia katakan.

"Jangan ngawur kamu Yuda! Itu semua hanya kebetulan belaka! Sekarang kamu lebih baik pikirin cara agar dia mau membantu aku datang ke acara ulang tahun kakek tua sialan itu! Jangan lagi membicarakan hal yang tidak penting seperti ini!" ucap David.

Dengan suara yang kembali menjadi tegas dan penuh perintah, tidak ingin lagi membahas tentang kondisi kesehatannya yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

..................

Di sisi lain, Michelle baru saja bangun paginya dan sedang bersiap untuk pergi ke kantor ketika tiba-tiba ponselnya berbunyi dengan suara dering yang cukup keras.

Dia dengan cepat mengambilnya dan melihat bahwa panggilan tersebut berasal dari nomor yang tidak dikenal. Nomor dari desa bawah neneknya yang tinggal di desa.

"Apa...? Nenek sakit parah?" teriak Michelle dengan suara yang penuh kejutan dan juga sedikit ketakutan.

Tubuhnya langsung menjadi kaku setelah mendengar kabar buruk tersebut dari tetangga neneknya yang sedang berada di sisi lain telepon.

Matanya mulai berkaca-kaca dengan air mata yang hampir keluar karena rasa khawatir yang luar biasa terhadap neneknya yang sudah tua dan selalu sangat menyayanginya.

"Lalu bagaimana dengan keadaan nenek sekarang ya? Apakah dia sudah mendapatkan perawatan yang baik?!" ucap Michelle dengan suara khawatir.

Michelle mencoba untuk tetap tenang namun jelas terlihat bahwa dia sedang sangat khawatir dan cemas dengan kondisi neneknya.

"Sekarang nenek mu sedang dirawat di rumah sakit terdekat dari desa. Namun biaya pengobatannya tidak murah Michelle... Dokter bilang kalau perlu melakukan operasi kecil untuk menyembuhkan penyakitnya!" ucap tetangga neneknya dengan suara yang penuh kesedihan dan juga sedikit khawatir.

Dia menjelaskan kondisi nenek Michelle yang sekarang sedang dalam keadaan sangat kritis.

"Tolong jaga nenek ya... Saya akan segera mengirimkan uang untuk biaya pengobatan nenek! Jangan sampai ada apa-apa dengan dia ya!" ucap Michelle.

Michelle sedikit menangis, berjanji untuk segera mengirimkan uang sebanyak mungkin untuk membantu perawatan neneknya yang sangat dicintainya.

Setelah sekian lama melakukan percakapan telepon dan mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan, Michelle akhirnya menutup teleponnya dengan tangan yang sedikit gemetar.

Dia langsung berlari ke kamar dan mengambil dompet serta buku tabungannya untuk menghitung berapa banyak uang yang dia miliki saat ini.

Namun setelah menghitung dengan cermat uang yang ada di dalam dompet dan juga saldo rekeningnya, wajah Michelle langsung menunjukkan ekspresi yang sangat sedih dan penuh kegalauan.

Uang yang dia miliki sangat jauh dari cukup untuk membayar biaya pengobatan dan operasi neneknya yang sangat mahal.

"Bagaimana ini ya Nenek... Saya tidak punya cukup uang untuk membayar biaya pengobatan mu... Apa yang harus saya lakukan sekarang ini?" ucap Michelle dengan suara yang sedih.

Michelle akhirnya menangis dengan sangat deras sambil meraih foto neneknya yang ada di atas meja. Air matanya menetes deras ke lantai.

Bersambung....

1
bunga JK
bagus banget ceritanya 🤭
Tulisan_nic
Alamak, dari segi mana aja tipe aku banget
only siskaa
mntap thorr jngn lupa mmpir juga yaa😍
— Ravindra —
Bang. ?
Hans_Sejin13: ia,ada apa we
total 1 replies
— Ravindra —
IYA. ini si David ngapain tiba² kyk gitu /Sweat//Sweat/
Mina
ini author kayaknya somplak seh 🤣🤣
Hans_Sejin13: bukan kayaknya tapi ia🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Mina
lah🤣
Mina
suka suka kamu aja David
Greta Ela🦋🌺
Kakeknya awet muda kah? Aaowkwowowk
Greta Ela🦋🌺
Dipukuk tapi kok lembut, kek mana ini/Facepalm/
Greta Ela🦋🌺
Kakeknya galat bener we
Drian
parah oii
Drian
malah gelut
Hae Ni
lagi ketawa malah di buat sedih.
Hae Ni
nih orang kena tendang mulu prasaan
Mina: /Facepalm//Slight/
total 1 replies
Hae Ni
baru bangun udah teriak
Hae Ni
agak lain ini author yg satu ini, ketawa tengah malam gara gara bonteng 🤣🤣
Hae Ni
guyur pake air, kaya kamu sama si Tasya 🤭
Hae Ni
makin kesini makin kesono aja ni orang 🤣
Hae Ni
haa, saling Jambak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!