NovelToon NovelToon
Ibu Untuk Putraku

Ibu Untuk Putraku

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:21.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Malam Sunyi

Ramma Ardiyan Dirgantara (Ramma) 35 tahun, seorang duda anak satu yang ia beri nama Rendy Jonathan Dirgantara. ramma memiliki kebiasaan buruk yaitu selalu minum obat tidur, karena dia selalu di ganggu sama mimpi buruk yang selalu datang setiap malam.

Ramma selalu sedih jika Rendy bilang dia ingin punya mami baru, sedangkan pacar ramma yang bernama sonya tidak mau menikah dengan ramma karena alasan karir, sampai ramma bertemu dengan seorang gadis cantik yang bernama Andriani Vita Melinda, yang mau menjadi ibu dari rendy.
Ramma menikah dengan Vita hanya untuk jadi mami buat Rendy bukan istri untuk ramma, tapi setelah pengorbanan yang dilakukan vita kini mulai timbul perasaan cinta di antara mereka.

hubungan Ramma dengan orangtua mendiang istrinya sangat baik, bahkan nenek dan kakek Rendy itu selalu menolong saat keluarga Ramma dan Vita mengalami gangguan dari orang luar, orang tua dari mendiang istri ramma itu bisa menjadi baik kalau sama orang baik dan bisa sebaliknya bahkan jauh lebih parah. sehingga kebanyakan orang tidak mau mencari urusan dengan keluarga ramma, karena mereka tidak mau sengsara seumur hidup kalau sampai mengusik keluarga itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malam Sunyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

Akhir - akhir ini Rendy menjadi anak yang baik saat ada Vita yang dengan telaten menjaga dan merawatnya, mulai memandikan Rendy, memasak, mengantar rendy ke sekolah, belajar bersama Rendy dan tentunya menemani Rendy bermain. Rendy terlihat lebih bahagia semenjak ada Vita di rumah ini dan Rendy juga tidak perna rewel dan selalu tidur tepat waktu. Melihat perubahan yang siknifikan pada putranya membuat ramma tidak ragu lagi untuk memilih Vita menjadi mami sambung Rendy.

(Ramma : persiapan pernikahan sudah sampai mana?) ucap Ramma di telpon

(WO : sudah 80% tuan, dan akan selesai tepat waktu. Baju pengantin untuk tuan dan nyonya sudah di siapkan, sekarang lebih baik tuan dan nyonya datang ke hotel untuk melakukan persiapan juga, agar besok pernikahan bisa berjalan tepat waktu dan sesuai dengan yang di harapkan)

(Ramma : baik, nanti sore saya dan keluarga akan datang ke hotel, kamu pantau terus agar tidak ada kesalahan sedikit pun)

(WO : baik tuan, saya akan pastikan semua berjalan dengan baik)

“Mila datang ke ruangan saya” Ramma memanggil mila lewat sambungan telpon kantor

“Baik pak”

TOK...TOK...TOK...

CEKLEKKKKK (pintu ruangan Ramma di buka Mila)

“Ada apa bapak memanggil saya?” tanya Mila

“Apa semua undangan sudah beres dan semua kolega kita kamu sidah kasih undangannya?” tanya Rama

“Sudah semua pak, dan orang kantor juga sudah di kasih undangannya semua” ucap Mila

“Oke terimakasih, kamu bisa kembali ke pekerjaan kamu sekarang” jawab Ramma

“Iya pak permisi” ucap Mila yang hanya di balas senyuman sama Ramma

Kini Vita sudah berada di depan sekolah Rendy, wlaupun rendy pulang jam 12.30 tapi Vita selalu datang lebih awal yaitu pukul 12.00 dia sudah datang, dan dengan setia menunggu calon putranya itu selesai sekolah, Vita selalu menunggu Rendy di dalam mobil, Vita belum berani untuk ikut berkumpul dengan para ibu-ibu yang sedang berkumpul di dalam sekolah tersebut. Kini bel sekolah sudah berbunyi tanda jam pulang telah tiba, dan Vita langsung keluar dari mobil dan melihat ke dalam gerombolan anak yang baru keluar dari kelasnya dan Vita langsung melambaikan tangan dan langsung di balas senyum sama anak itu

“Mami....,” ucap Rendy

“Bagaimana sekolahnya, ada yang susah tidak?” tanya Vita sambil mencium kening Rendy

“Tidak ada mami, semuanya telalu mudah untuk lendy mi, Lendy kan anak yang pintal. Jadi Lendy selalu bisa mengerjakan semua soal yang bu gulu belikan” jawab rendy sambil tersenyum dan menaruh tangannya di pinggang

“YEEEE TOSSS, anak mami emang yang terbaik, yah sudah ayo pulang, sebentar lagi papi akan menjemput kita sayang” jawab vita dan di balas anggukan sama rendy

*********

“Rendy jangan lari-lari nak nanti jatuh” ucap Vita saat melihat Rendy berlari masuk ke dalam kamar

“Mami kejal lendy sekarang” teriak Rendi

Vita langsung mengejar Rendy yang sedang berlari mengelilingi meja ruang tamu dan vita mempunyai ide untuk menggoda putranya, dengan berpura-pura sakit.

“Aduhh... aduh... Rendy tolong mami nak, kepala mami sakit sekali rendy” ucap Vita sambil memegang kepalanya dan duduk di soffa.

Rendy yang melihat maminya yang kesakitan langsung menghampiri dan terlihat sekali kalau Rendy sangat khawatir sama mami barunya itu.

“Mami..mami kenapa ? mami sakit yah...?” ucap Rendi sambil memegang tangan vita

“HAPPPP tertangkap, yeyy Rendy tidak bisa lari sekarang, mami sudah menangkap kamu sekarang” ucap Vita sambil memeluk tubuh putranya

“Ihhhh mami culang, mami bohongin lendy.... tidak boleh mami culang itu dosah tauuu kan mami yang ajalkan ke Lendy kalau belbuat culang itu tidak boleh dan di benci sama Allah” ucap Rendi

Mendengar ucapan putranya itu, Vita hanya bisa menelan ludahnya karena kini apa yang dia ajarkan ke Rendy, menjadi sebuah cambukan buat Vita, sehingga Vita hanya bisa diam dan hanya memasang senyuman untuk putranya yang sangat pintar itu.

“Iya..iya mami minta maaf sudah curang tadi sama rendy, rendy mau enggak maafkan mami sekarang?” ucap Vita sambil memanyunkan bibirnya

“Iya mami Lendy maafkan, tapi jangan di ulang lagi yah mami, janji” ucap rendi sambil mengacungkan jari kelingkingnya

“Janji” ucap Vita sambil mengacungkan juga jari kelingkingnya, dan kini mereka sedang berpelukan di soffa ruang tamu.

Vita dan Rendy setelah makan siang mereka langsung memutuskan untuk tidur siang, memang Vita membiasakan rendy selalu tidur siang agar tubuhnya tidak mudah lelah di tambah lagi nanti sore mereka berangkat ke hotel tempat Vita dan ramma melangsungkan pernikahannya. Vita tau kalau itu akan menguras tenaga dan rendy pasti kelelahan besok di sana, maka dari itu vita menyiapkan barang-barang yang belum tentu di gunakan, seperti minyak gosok untuk anak-anak, minyak telon, obat demam dan lain sebagainya, wlalaupun dia tau kalau itu belum tentu digunakan tapi setidaknya jika ada hal yang darurat Vita sudah membawa pertolongan pertamanya, Itu sudah menjadi kebiasaan Vita mulai dari kecil dan terbawa sampai sekarang.

Vita kebangun pukul setengah 3 sore, dia langsung menyiapkan semua keperluan yang harus dibawa, mulai dari keperluan ramma, rendy dan keperluan Vita sendiri. Vita berkali-kali memastikan kalau sudah tidak ada barang yang tertinggal, sebelum ramma datang dan langsung menjemput mereka, Vita sengaja tidak membangunkan rendy yang lagi tidur. Setelah beres-beres Vita langsung mandi dan siap-siap untuk melakukan sholat asar di rumah, Vita selalu membiasakan diri untuk sholat tepat waktu agar tidak merasa ada beban tersendiri saat menunda sholat. setelah sholat Vita langsung masak makanan yang akan dia bawa ke hotel, dia membuat beberapa makanan yang sekiranya bisa di makan nanti dan awet tidak mudah bau.

“Assalamualaikun” ucap Ramma

“waalaikum salam” jawab Vita

“apa kamu sudah menyiapkan semuanya ?” tanya ramma

“sudah tuan, sudah saya taruh di dalam koper itu tuan? Jawab vita sambil menunjuk koper yang ada di samping meja

“Cuma 1 koper saja, apa kamu tidak salah,? Tanya ramma kembali

“tidak tuan, semuanya sudah saya masukan ke dalam koper itu, mulai dari barang tuan, rendy dan barang saya sudah saya masukan ke dalam koper itu” jawa santai vita

(yah sudahlah, nanti kalau kurang bisa beli aja) suara hati ramma

“saya tunggu kamu dan rendy di dalam mobil yahh” kata ramma

“iya tuan, saya akan segera bawa turun rendy sekarang” jawab vita

Vita memang sengaja tidak membangunkan rendy, karena rendy tidur sangat pulas sekali, jadi vita menggendong rendy yang lagi tidur, untuk di bawa ke mobil ramma. Dan ramma melihat vita yang lagi gendong rendy membuat dia berinisiatif untuk membukakan pintu mobil untuk vita.

“kenapa tidak di bangunkan rendy nya” tanya ramma

“kasian tuan, biarkan dia tidur dulu mungkin dia sedang capek habis main lari-lari bersama saya tadi” ucap vita

Kini rendy sedang tidur di pangkuan vita, dan vita sangat senang melihat wajah rendy yang terlihat sangat polos dan sangat tampan. Ramma sesekali menatap vita yang sedang memainkan hidung anaknya dan sesekali vita mencium kening dan pipi anaknya, ramma sangat senang melihat pemandangan seperti itu.

“kalau kamu capek, taruh saja rendy di kursi belakang biar dia tidur di kursi belakang saja” ucap ramma

“tidak tuan, saya tidak merasa capek sama sekali kok, saya bahagia banget melihat rendy yang bisa nyaman di pelukannya” jawab vita

“kamu tahu ngak, kalau kamu itu orang pertama yang bisa membuat rendy senyaman itu saat bersama orang yang baru saja dia kenal, selama ini rendy itu tipe orang yang tidak mudah berteman dengan orang baru, bahkan pembantu di rumah saja itu sering keluar masuk gara-gara tidak betah sama kelakuan usil rendy” ucapan ramma, yang tidak di jawab sama vita

“vita kamu dengerin aku tidak sih?” kata ramma lagi karena belum mendapat jawaban dari vita, ramma langsung melihat ke arah kursih sampingnya dan ternyata vita sedang tidur tapi dia tetap terus menjaga rendy agar tidak jatuh

(ramma semakin bangga dengan perempuan yang ada di sampingnya itu, karena dia terlihat tulus untuk sayang sama rendy, seandainya saja sonya bisa seperti itu sama rendy mungkin kini ramma akan sangat bahagia ) suara hati ramma.

1
Mimi Sanah
hahahaha
Marni Ais
aduh tor aku nyari novel ini udah ketemu Alhamdulillah seneng banget bisa mbaca LG trus yg 2 novel blom ke temu tor pusing pala berby tor tlg dong tor minta bantuan nya dari KK KK author yg baik dan ramah mksh yg satu novel cewek nya penjual roti keliling yg satu nya namanya Maya punya anak namanya Aska atau syapa ya itu yg suaminya kerja jd pengacara trus cerai
Suyatno Galih
ini yg gak peka loe apa maira sih Bram, loe laki apa banci sih bram
harwanti unyil
jadi ikut nangis aku 😅😅
harwanti unyil
pertemuan yg baik
neni onet
vita pasti pelayan cafe yang pintar ngeracik kopi pahit kesukaan papa Rendy neeh 😁
Ismalinda
cerita bagus mudah di pahami
Nadifah zahra
bagus
Erha Print
menjelang sore
Erha Print
baca ni novel kayak main tebak tebakan... bikin lier...
Erha Print
pernah
Erha Print
alin
Erha Print
maunya kamu
Erha Print
Alesan kamu
Erha Print
kakek
Erha Print
membuat malu
Erha Print
memberikan
Erha Print
berbicara.. atau.. berkata
Erha Print
tangannya
Erha Print
menghina
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!