NovelToon NovelToon
AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Annida Rahman

Antonsen Carl pria berusia 28 tahun, pria sukses dengan segala kemewahan yang dia miliki, akan menikah dalam beberapa minggu lagi

"Berengsek! sialan!! menjijikkan "




Airca Salnont wanita berusia 24 tahun yang baru saja pulang dari paris, dia pulang setelah menyelesaikan pendidikan S2 untuk mencapai cita- cita nya


" kenapa nomornya tidak bisa dihubungi, apa aku pulang sendiri saja?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annida Rahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Airca menatap dirinya didepan cermin, hari ini adalah hari dimana dia akan benar- benar menjadi pengantin pengganti kakaknya

Selama sebulan ini, Airca tidak berbicara atau bertegur sapa dengan Angel, hanya tatapan benci dan sinis yang diberikan Angel bila mereka bertemu

Tok...tok....

Airca menatap arah pintu yang diketuk oleh seseorang

"Masuk"

Seorang wanita muda dengan pakaian yang nyentrik masuk disusul dua orang wanita dibelakangnya sambil membawa gaun pengantin, Airca menatap bingung dengan itu

"Sepertinya anda salah ruangan" kata Airca setelah melihat gaun pengantin yang dibawa dua wanita tersebut

"Benarkah ?" tanya wanita berpakaian nyentrik tersebut

"Tidak Madam, ini benar" kata wanita dengan rambut potongan bob

"Baiklah kalau begitu, sekarang kita harus mengganti gaunnya"

Airca tersenyum canggung saat dua orang yang tadi membawa gaun mendekatinya

"Maaf, aku sudah memakai gaunku"

"Tuan Carl meminta kami menggantinya"

"Antonsen?"

"Iya Nona, ayo kita ganti sekarang ".

**

Airca kembali menatap dirinya didepan cermin besar dihadapannya

"Ini jauh lebih baik dari gaun yang tadi"

Setelah kepergian wanita berpakaian nyentrik dan dua asistennya, Bella masuk keruangan Airca, dia kaget dengan penampilan calon menantu nya

"Astaga sayang.. Apa ini, kamu mengganti gaunnya?"

Airca berbalik dan melihat Bella yang menatapnya

" Iya, Antonsen yang mengirimnya"

"Tapi dia waktu itu setuju dengan gaun yang tadi, kenapa dia menggantinya, anak itu sungguh tidak bisa ditebak "

Airca terdiam, dia tidak tahu apa yang harus dia pikirkan, Antonsen yang meminta dia mengganti gaunnya, ini sebenarnya terasa berbeda, tapi Airca merasa gaun yang sekarang dia pakai lebih baik.

Mama Airca juga masuk keruangan itu dan melihat anaknya

"Airca kamu cantik sekali" Cintya mendekati Airca dan melihatnya dari atas hingga bawah, Airca tersenyum menatap Ibunya yang terlihat senang

"Anakku sungguh beruntung mendapatkan calon istri yang cantik sepeti Airca" Bella juga merasa senang dengan penampilan Airca

"Tidak buruk, meski gaun tadi lebih baik dari yang ini" .

**

Acara pemberkatan sudah akan dimulai, semua undangan sudah datang, Airca menarik nafasnya panjang mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak cepat

"Santai saja sayang, Papa akan ada disini" Airca menatap Ayahnya dan memeluknya dengan erat, air mata Airca keluar dia merasa bahagia, meskipun dia tidak menikah karena cinta tapi Ayahnya yang akan mendampinginya naik ke atas altar

"Sudah jangan menangis, nanti kamu jadi jelek" kata Ayah Airca dengan senyuman

"Papa..."

"Tidak kamu cantik, sangat cantik" Airca tersenyum dan kembali memeluk Ayahnya.

**

Airca naik Ke altar didampingi Ayahnya, mata Airca memandang para tamu undangan yang hadir, tidak ada satu orang pun yang Airca kenal di sana selain keluarganya, dan juga tidak ada wartawan disana, tidak mungkin seorang Antonsen Carl pengusaha muda yang sukses tidak disorot oleh Wartawan

" Antonsen tidak membolehkan wartawan masuk, dia pasti merasa malu karena aku, semua orang tahu kalau dia akan menikah dengan kak Angel, dan aku akan dicap sebagai wanita yang merebut calon suami kakaknya"

Mata Airca memanas karena menahan tangis, dia merasa menjadi seorang wanita yang menyedihkan, bukan pernikahan seperti ini yang dia ingin kan

Antosen menatap Airca yang datang didampingi Louis

"Nick cukup pintar memilih gaun, wanita itu tidak terlihat murahan"

Airca menatap Antonsen yang juga menatapnya, perasaan gugup Airca yang tadi ada sebelum naik ke Altar hilang entah kemana, dia bahkan tidak merasakan apa- apa saat Antonsen menatapnya

Airca sudah sampai di samping Antonsen, Louis melepaskan tangan Airca di lengan nya dan memindahkannya ditangan Antonsen

Louis tersenyum pada Airca dan Antonsen, Airca hanya bisa membalasnya dengan senyum palsu

"Jaga baik- baik putriku"

"Aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku" Louis tersenyum dan turun dari altar, Airca malah merasa sangat sakit saat Antonsen mengatakan akan menjaganya sepenuh hati, itu terdengar seperti sebuah kebohongan di telinga nya

Antosnen dan Airca saling berhadapan dan menggenggam dengan erat, pendeta memulai sumpah pernikahan

Airca menangis setelah mereka selesai mengucap sumpah pernikahan, bukan karena bahagia, karena dia merasa tidak yakin dengan sumpahnya sendiri

"Pengantin pria boleh mencium wanitanya"

Airca hanya bisa diam menatap Antonsen, dia merasa sedikit gugup karena ini pertama kalinya baginya, Antonsen mendekatkan wajahnya, Airca spontan menundukkan kepalanya agar Antonsen mencium keningnya

Tapi tanpa diduga Antonsen berhenti dan mengangkat dagu Airca dengan tangannya dan mencium lembut bibir Airca

Darah Airca mengalir lebih cepat saat merasakan itu, dia tidak berekasi apa- apa hanya diam saja seperti patung, membiarkan Antonsen menciumnya

Sorak- sorak tepuk tangan membuat Antonsen menarik bibirnya, dia menatap Airca yang hanya menatapnya polos

"Apa wanita ini bodoh, dia hanya diam saat aku menciumnya, aku terlihat sepeti pria yang sangat mencintainya, harusnya dia membalasnya"

Antonsen menatap ke depan dan menarik Airca disampingnya

"Senyum, jangan diam seperti orang bodoh"

Airca menatap Antonsen dengan kesal mendengar pria tersebut menyebutnya bodoh

Airca menatap kedepan dan tersenyum

"Aku hanya perlu pura- pura tidak dengar".

**

Antonsen dan Airca sedang berbicara dengan tamu- tamu yang mengucapkan selamat atas pernikahan mereka

Mata Airca menangkap sosok Angel yang berdiri sedikit jauh dari nya dan Antonsen, disana Angel menatap tajam kearahnya, Airca tahu dia pasti menyakiti perasaan kakaknya, tapi dia juga tidak ingin ini terjadi, semua diluar kendalinya

"kakak!!" suara teriakkan seseorang membuat semua orang menatap kearahnya

"Wah.. Bukannya dia Joshua, Artis yang terkenal itu"

Joshua tersenyum dengan mempesona dan mendekati Antonsen dan Airca, Airca menatap Joshua dengan mata besarnya

" Joshua my prince"

"Hai kak, selamat atas pernikahanmu" Joshua memeluk Antonsen kemudian menatap Airca yang tersenyum sangat lebar

"Kamu bukannya Nona yang butuh tumpangan? "

Airca semakin menyukai Joshua saat tahu Joshua mengingatnya

"Iya"

"Hahaha.... Kenapa dunia ini begitu sempit, kamu sangat cantik, meskipun kamu menikah dengan kakakku, aku masih Prince kamu kan ?" tanya Joshua

Airca mengangguk mantap, mereka berbincang tanpa menyadari seorang pria yang menatap tajam kerah mereka

"Prince? Ck kalau dia pangeran, aku adalah raja"

"Kamu?"

"Iya aku adiknya pria ini" kata Joshua sambil merangkul pundak Antonsen, Antonsen menatap kesal perlakukan Joshua

"Jauhkan tanganmu dariku" kata Antonsen dengan tatapan tajam, Joshua langsung melepaskan rangkulan itu dan berdeham untuk menjaga imejnya

"Baiklah kakak ipar, aku akan naik ke panggung dan bernyanyi untukmu"

Airca tidak bisa mengalihkan matanya dari Joshua yang bersinar, Joshua pergi dari sana dan naik ke atas panggung, mata Airca senantiasa mengikuti Joshua, hingga sorak- sorak tamu undangan memenuhi ruangan saat Joshua naik keatas panggung

Antonsen juga melihat Airca yang menatap Joshua dengan kagum

"Lebih baik kamu tutup mulutmu, sebelum lalat masuk ke sana" Airca menutup mulutnya dan menatap kesal pada suami nya

"Kamu tidak ada bagus-bagusnya selain keluarga dan adikmu"

Airca pergi dari sana dan mendekati orang taunya dan orang tuan Antonsen, Antonsen menatap tidak percaya pada Airca yang pergi meninggalkannya setelah menghina dirinya

"Ap... Apa dia bilang, aku tidak ada bagus-bagusnya?" Antonsen menatap tajam Airca yang tertawa bersama keluarganya

"Dia bahkan tidak merasa bersalah, beraninya dia, disini aku yang berkuasa"

Antonsen juga menatap Joshua yang mendapat pujian dan sorak dari penggemarnya

"Dan bocah itu, dia membuat keributan di pernikahanku".

1
Vin G
*not bad
Vin G
creek nya terlalu lemah dan cegeng
Vin G
kunci cadangan
Endang Anwar Rahmawati
suka dengan ceritanya
Rosikh Nurhayati
ngakak bgt sih nick
Rosikh Nurhayati
ciieee ciiieee
Rosikh Nurhayati
ciieee mulai pelukan
Rosikh Nurhayati
wkwk duuuh bang anton
Rosikh Nurhayati
adiknya lucuuuu
ratih
keren
Yernanita Tanjung
cerita novelnya mirip dgn benih sang pewaris wkwkwk😂😂 terkadang heran sma penulis kenapa Bisa sama yak ? terkadang nama toko juga sama,atau beda nma tokoh dgn alur yg hampir mirip... itu yg buat saya terkadang sulit membedakan,cerita ap Yg barusan saya baca.. judul berbeda tapi alur yg sama😂
Aisyah Hayati
bisa jadi, er. 😆
lina Lailyinayati Lina
lugas
Vivi
mulutnya disumpal sapu tangan, gimana dia gigit?
TyRa NuRuL HiDaYah S
tongseng tongseng uwu uwu....

autor hebat,,,


cup...
cup..
cup...

hihihi
Purnama Dewi
jiaaahhhhhhhhhhh goreng terooossss.. dasar plangton😂🤣😂🤣
Purnama Dewi
wes angel angel
Eunike Eunike
anthonsen seneng bgt rasanya klo pnya suami yg over bgtu rasanya gmna gtu...
Nana effendy
adik yg berbakti😂
Nana effendy
tuman
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!