NovelToon NovelToon
My Teacher Is Mine

My Teacher Is Mine

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Dosen / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:656.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pitriani Darmawan

Hallo Readders !!!
Author akan membawakan cerita dalam novel yang berjudul "My Teacher Is Mine"

Perjalanan hidup seperti apakah yang tertuang di dalamnya ?

Kisah cinta yang terjalin antara murid dan gurunya. Dengan status yang berbeda. Dapatkah mereka bersatu ?

"Tidak. Kamu bukanlah perusak hubungan orang. Karena aku yang memilihmu. Bukan kamu !"

Perbedaan usia yang terpaut 10 tahun tidak menjadi penghalang bagi keduanya. Lantas apakah maksud dari perkataan tersebut ?

Apakah jarak menjadi penghalang hubungan mereka ?
"Tidak. Karena jarak hanya memisahkan raga. Bukan hati"

Lantas masalah apakah yang menjadi jurang pemisah hubungan dua insan yang sedang dimabuk cinta ?

Saksikan kelanjutan kisah cinta mereka dalam Novel yang berjudul "My Teacher Is Mine"

Author sangat berharap kepada para readders untuk terus mendukung karya-karya author dengan memberikan like, komen, rate & vote !!!

Terimakasih 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pitriani Darmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MTIM-10 Rindu Untuk Siapa?

Step by step telah aku lalui. Tibalah saatnya pada hari yang paling bersejarah. Sebelumnya telah di umumkan melalui selembar kertas sebagai bukti bahwa siswa tersebut telah lulus dari sekolah. Perjuanganku tidak sia-sia. Aku telah mendapatkan buah dari kerja keras selama ini.

Hari perpisahan. Entah aku harus senang atau sedih. Semuanya seolah menjadi satu. Bagaimana seharusnya aku memaknai dari kata perpisahan itu ? Senang, karena akhirnya aku lulus, dan semua perjuanganku membuahkan hasil. Sedih, karena harus berpisah dengan rekan seperjuangan. Yang telah mengisi hari-hariku tiga tahun lamanya. Atau mungkin bukan itu penyebab utamanya. Tapi karena harus berpisah dengan Pak Angga. Tidak bisa lagi melihat senyumannya yang sangat manis. Tidak dapat kutemukan pada orang lain sosoknya yang dingin namun sangat tampan. Dan tak bisa lagi menjadi salah satu dari barisan makmum sholat yang dipimpin olehnya.

Tapi aku tak boleh murung seperti ini. Apalagi Papah telah berusaha untuk meluangkan waktu agar bisa pulang untuk menghadiri acara perpisahanku. Aku tidak boleh menyia-nyiakan waktu bersama Papah. Aku tidak mau menampakkan raut muka kesedihan.

Aku sama sekali tidak pernah merasa kehilangan perhatian dari Papah. Walaupun jarak kami jauh dan jarang berjumpa tetapi, apapun keinginan aku selalu Papah turuti. Mungkin hal tersebut telah menjadi kebiasaan diriku yang selalu di manja sejak kecil. Yaa wajar saja, aku anak satu-satunya.

Tapi kali ini aku tidak meminta barang mewah atau dibelikan barang mahal, aku hanya ingin Papah hadir di acara perpisahanku. Karena bagiku, peristiwa ini sangat bermakna dan tidak terulang dua kali.

Aku yang digandeng oleh Papah dan Mamah berjalan dengan langkah kaki yang teratur di atas karpet merah, menuju persinggahan yang telah disediakan. Kami menyaksikan persembahan sejak pertama dimulai sampai acara selesai.

Setelah runtutan acara terlaksana dengan lancar, tibalah pada momen yang akan menciptakan kenangan di masa yang akan datang. Aku memilih background yang dirasa cocok dan terlihat menarik, kemudian menuntun Mamah dan Papah untuk segera melakukan beberapa pose.

“Cha, kita foto bareng yuk !”

“Oh iya. Ayoo !”

“Nak, Mamah sama Papah nunggu di mobil ya !”

“Oh iya, Pah. Setelah ini Angel langsung nyusul !”

Aku dan Alessyia asyik mengambil gambar dengan pose yang berbeda sebagai bukti bahwa kini kami telah wisuda.

“Angel, bisa saya bicara sama kamu ?”

“Emm tapi Pak, saya sedang bersama Alessyia.”

“Udah gapapa, Ngel. Kalau gitu gue tinggal dulu ya.”

Tiba-tiba Pak Angga menghampiri kami dan mengajak aku ke suatu tempat. Lebih tepatnya kafe yang tidak terlalu jauh dari sekolah.

Sebenarnya aku tidak mau mengikutinya, masih terasa aneh saat aku mengingat bahwa Pak Angga telah menikah. Tapi aku sudah memutuskan untuk menghilangkan perasaan ini. Jika aku berterus terang dengan apa yang aku rasakan, apakah itu akan membuat jarak antara aku dengan Pak Angga ? Mungkinkah Pak Angga menjauhiku ?

Aku tidak mau semua itu terjadi. Berpisah dengannya dari sekolah ini telah cukup menyakitkan. Aku tidak ingin berpisah dengannya karena ia membenciku.

“Selamat ya akhirnya lulus juga.”

“Makasih Pak. Akhirnya Angel bisa keluar dari sekolah ini.”

“Emangnya gak betah disini ?”

“Iihh bukan gitu. Tapi ini kan udah waktunya Angel meninggalkan sekolah ini. Angel akan melanjutkan study ke luar kota. Kemudian Angel akan mewujudkan cita-cita Angel.”

“Rencananya mau lanjut kuliah dimana ?”

“Belum tahu pasti sih Pak. Masih dipikir-pikir lagi. Masih mencari rekomendasi yang terbaik dan cocok buat Angel.”

“Jadi kamu akan masuk Universitas di luar kota yang jauh dari sini ?”

“Iya dong. Angel mau cari pengalaman baru. Kalau disini terus Angel bosan. Mau suasana yang baru. Heheh.”

“Kamu gak akan rindu sama saya ?”

Uhuk . . Uhuk . .

“Atau kalau saya rindu kamu gimana ?”

“. . .”

“Kok gak dijawab ?”

“Bapak nih ngomong apa sih ? Kok tiba-tiba nanya gitu ? Aneh deh.”

“Saya suk. . .”

Tring . . . tring . . .

“Maaf ada telepon dari Papah. Angel jawab dulu ya !”

Dering ponsel dengan nama ‘Papah’ yang tertera di layar menghentikkan pembicaraan Pak Angga. Aku segera mengambil jarak untuk menjawabnya.

“Iya Pah. Sekarang Angel menuju ke mobil.”

Kebiasaan buruk aku selalu lupa waktu. Kasian Mamah sama Papah sudah menunggu lama.

“Pak, maaf ya Angel harus pulang sekarang ! Orang tua Angel sudah menunggu dari tadi.”

“Oh iya silahkan !”

“Bapak tadi bicara apa ?”

“Gapapa. Lain kali aja.”

“Ya udah. Sekali lagi maaf ya, Pak.”

“Salam buat orang tua kamu.”

Aku segera mengambil tas yang diletakkan di kursi dan berlalu meninggalkan Pak Angga seorang diri. Sebenarnya aku penasaran dengan apa maksud dari perkataan Pak Angga. Tapi aku tidak mungkin membuat orang tuaku menunggu lebih lama lagi. Mungkin dilain waktu kita dipertemukan kembali, aku akan memintanya berbicara sekali lagi.

“Maaf ya, Mah, Pah ! Tadi Angel lupa.”

“Gapapa, Nak. Papah Cuma khawatir terjadi sesuatu sama kamu.”

“Gak ada apa-apa kok, Pah. Ya udah kita pulang !”

“Oke.”

Mamah dan Papah tidak pernah memarahiku, tapi aku juga sadar diri. Dan aku juga mengetahui kesalahanku.

Sekali lagi aku benar-benar sangat bersyukur terlahir dari orang tua yang sangat menyayangiku. Jika boleh aku meminta pada Tuhan, aku ingin suatu hari nanti aku yang terlebih dahulu Kau cabut nyawa sebelum orang tuaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika tanpa Mamah dan Papah dalam hidupku. Membayangkannya saja aku tak mampu.

“Oh iya, Mah, ada salam dari Pak Angga.”

“Pak Angga siapa, Nak ?”

“Itu lho Pah yang waktu itu Mamah ceritain. Gurunya Angel yang juga mengajar private Angel.”

“Oohh yang kata Mamah masih muda ? Terus tampan ?”

“Iya, yang itu.”

“Iiihhh Mamah kata siapa tampan, orang biasa aja.”

“Salamnya buat Mamah aja ? Buat Papah enggak ?”

“Oh iya buat Papah juga. Hehe. Angel lupa.”

“Sayang kamu ketemu sama Pak Angga tadi ? Dimana ? Kok Mamah gak lihat ?”

Lagi, lagi, dan lagi. Kenapa gak dipikirin dulu sih sebelum bicara ? sekarang gimana lagi alasannya ?

“Emm. . . Tadi . . tadi Pak Angga nyamperin aku. Terus katanya salam buat Mamah dan Papah.”

“Masa cuma gitu doang ?”

“Iya, Mah.”

"Masa iya aku harus ceritain semuanya ke Mamah. Perihal rindu ? Aku saja tidak mengerti dengan maksud dari perkataannya itu."

“Apa mungkin tadi waktu Papah telepon kamu, kamu sedang bertemu sama Pak Angga ?”

“Ah iya betul, Pah. Iya kan sayang ?”

“Iiihhh Mamah, Papah. Udah ah Angel mau masuk.”

Dalam urusan kekompakkan, Mamah sama Papah adalah juaranya. Seperti saat ini, menggoda anaknya. Jujur saja aku tidak mau membicarakan perihal Pak Angga, karena itu terasa canggung. Beruntunglah, mobil silver telah terparkir di garasi, sehingga aku bisa segera melarikan diri dari pertanyaan-pertanyaan yang membuatku tidak nyaman tersebut.

Sepintas aku teringat oleh perkataan yang keluar dari mulut Pak Angga.

“Kamu gak akan rindu sama saya ?”

“Atau kalau saya rindu kamu gimana ?”

Kenapa dia berbicara perihal rindu terhadapku ? Apa mungkin dia merindukan diriku sebagai muridnya ? Iya, pasti. Itulah jawabannya. Ia rindu karena nanti aku tidak lagi akan mengunjungi sekolah itu. Mungkin ia merasa kehilangan. Tapi kenapa juga dia kehilangan aku ? Kan masih banyak siswa yang lain ?

“Come on Angel. Jangan berharap Pak Angga menyukai kamu diluar status sebagai muridnya ! Dia telah mempunyai kehidupan. Tolong jangan pernah berpikir untuk jatuh cinta terhadapnya.”

*Bersambung*

1
💞Nia Kurnaen💞
Mampir,baru mulai baca,sepertinya sih seru...salam kenal untuk authornya,sehat selalu dan sukses untuk semua karya karyanya...🙏
Lha TEambank
mulai seru
Qaisaa Nazarudin
Kenapa masih manggil-bapak lagi sih🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Masing-masing terlalu memilih ego dan gengsi,ada kemudahan komunikasi juga gak di guna kan sebaiknya juga xberarti apa…
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kamu gak chat dan telpon aja duluan??🤣🙄🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Bersiap2 lah kamu Angel,setelah ini kamu akan di hadapkan dgn bermacam ulah,onak dan durinya kehidupan,,apa lagi kamu tlah di cap sebagai pelakor,walaupun sebenarnya si Wendy itulah yg awalnya tlah selingkuh…
Qaisaa Nazarudin
Hadeehh pak Angga sadar dong,dia bukan isteri kamu,,udah di tinggal pergi juga di selingkuhin juga,masih aja berharap sama isteri yg kek gitu,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄
Qaisaa Nazarudin
Waahh pak Angga perhatian banget sama calon makmum🤭🤭😅😅
🌷Mita Sari 🌷
ohh so sweetttttttt.. ...........pak guru..😍😍😍😘😘😘😘😘.....lanjut thor...
Suzieqaisara Nazarudin
Waaahhh pak Angga..aku pada mu...aju salut dengan cara dan tekat oak Angga memperjuangkan cinta nya..ada gak ya di dunia nyata yg kayak pak Angga,??mau dong..😁😁😁
Suzieqaisara Nazarudin
Dasar Frans gila...Angel seharus ngomong dong sama papa n mama nya Frans itu orangnya seperti apa?? kekeuh banget mama papa nya pengen yg Lajang,gak tau apa lajang itu hanya pada nama nya doang, padahal udah banyak cewek yg dia tidurin...mending yg duda tp setia...🤦🤦🙇🙇🙇
Suzieqaisara Nazarudin
Aaahhh so sweett pak Angga..🤗🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰
Suzieqaisara Nazarudin
Jangan bilang Windi lagi hamil anak pria lain,terus dia menjebak pak Angga untuk bertanggung jawab..🤦🤦🙄🙄
Suzieqaisara Nazarudin
Mak lampir itu maunya apa sih...dasar perempuan jalang..😠😠
Suzieqaisara Nazarudin
Apakah pak Angga di jebak oleh mantannya???🤔🤔
Suzieqaisara Nazarudin
jaman now udah ada kemudahan hp ngapain juga gak di mampaatin hp nya utk ngehubungin pak Angga???
Suzieqaisara Nazarudin
Panggilan nya harus di tukar,jangan oak bapak mulu,kan udah jadi pacar,pak Angga juga bukan guru nya Angel lagi...
Suzieqaisara Nazarudin
Loh pak Angga nya kemana???🤔🤔🤔
Suzieqaisara Nazarudin
Kenapa gak nelpon pak angga aja yg lgi nunggu di depan itu..bilang kalo pintu nya kekunci.. haaaiihh😓
Suzieqaisara Nazarudin
Kok visual peran utamanya(Angel) tenggelam ya alias gak cocok...🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!