"Kecantikan tak bisa memakan racun kiamat, dan jabatan tak bisa membendung gigitan mayat."
Bereinkarnasi satu tahun sebelum bencana wabah The Them pecah, Thomas—seorang pria asal Indonesia—memilih jalan kelam demi bertahan hidup. Bergabung dengan sindikat perdagangan manusia, ia membiarkan tangannya berlumuran darah, memburu wanita-wanita Jepang untuk dijual kepada para pejabat demi satu tujuan: mengumpulkan modal tanpa batas.
Seluruh uang haram itu ia sulap menjadi sebuah Fortress Mansion bernilai miliaran yen di puncak pegunungan dekat SMA Fujimi—benteng pertahanan baja mandiri yang dilengkapi teknologi tinggi, stok logistik melimpah, dan persenjataan lengkap yang dapat dioperasikan seorang diri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamang to get her...., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Memasuki Kubah Kaca Dan Bintang Laut Abadi
Pintu kaca otomatis di area lobby utama Akuarium Raksasa Fujimi hancur berantakan. Lantai marmer putih yang dulunya mewah kini tergenang air laut setinggi mata kaki, bercampur dengan ganggang hitam dan serpihan kaca piramida yang pecah dari atap. Udara di dalam kubah raksasa itu terasa sangat lembap, beraroma amis pekat dan tembaga.
Thomas melangkah masuk dengan senyap. Cahaya matahari sore menerobos dari celah-celah atap kubah yang retak, membiaskan pendaran warna biru redup ke seluruh ruangan.
Di sekelilingnya, akuarium-akuarium kaca berukuran raksasa sebagian besar telah pecah, mengalirkan ribuan ton air laut ke dalam koridor pengunjung. Bangkai-bangkai ikan biasa bertumpukan membusuk di lantai, sementara beberapa spesies yang berhasil bertahan hidup telah bermutasi menjadi bentuk-bentuk yang mengerikan.
Namun, perhatian Thomas teruji saat ia melewati lorong bertuliskan: "Zona Eksosistem Bintang Laut Langka & Biota Kedalaman."
SPLASH... SPLASH...
Langkah kaki Thomas berhenti di depan sebuah akuarium silinder raksasa yang setengah dinding kacanya telah hancur. Di tengah-tengah genangan air laut di ruangan tersebut, tampak sosok monster melata dengan bentuk fisik yang sangat aneh.
Itu adalah mutasi dari Bintang Laut Merah Raksasa (Crown-of-Thorns Starfish) dan Bintang Laut Mahkota Karang.
Tubuh monster itu tidak lagi berukuran puluhan sentimeter, melainkan membesar hingga diameter empat meter! Lima lengan tebalnya dilapisi oleh ratusan duri keras beracun yang bergerak-gerak seperti cacing, dan di bagian tengah tubuhnya, terdapat rahang melingkar penuh gigi kalsium yang tajam.
Namun, yang paling memukau mata Thomas adalah luka-luka di tubuh monster bintang laut tersebut.
Tampaknya sebelum Thomas datang, monster ini telah bertarung sengit melawan beberapa ekor kepiting mutan. Dua lengan besarnya telah terputus total dan tubuhnya terbelah hingga ke rongga tengah. Namun, di depan mata kepala Thomas sendiri, serat-serat daging dan jaringan merah pada luka mematikan itu merekat, bertunas, dan tumbuh kembali hanya dalam hitungan detik!
Dua lengan yang putus meregenerasi secara utuh dengan kecepatan yang tak masuk akal, mengembalikan bentuk tubuhnya ke kondisi sempurna tanpa meninggalkan bekas luka sedikit pun.
"Regenerasi ekstrem mutlak..." bisik Thomas dengan pupil mata yang memicing tajam. Binar matanya menyala penuh gairah pemburu.
Inilah kemampuan yang ia cari!
Selama ini, betapa pun kuatnya fisik Evolusi Tier 2 miliknya dan betapa tajamnya machete baja perisainya, Thomas tetaplah seorang manusia yang bisa terluka atau kelelahan. Namun, jika ia berhasil mendapatkan Kristal Kemampuan Eksklusif Regenerasi Sel Bintang Laut, tubuhnya akan memiliki daya tahan serta kapasitas pemulihan mandiri yang legendaris.
Di masa depan, ia tak lagi perlu bergantung pada baju zirah tebal atau senjata perisai untuk bertahan hidup—ia akan menjadi senjata dan benteng bernapas itu sendiri.
SUSH!
Monster bintang laut itu menyadari kehadiran Thomas. Salah satu lengannya yang penuh duri beracun memanjang fleksibel bagaikan cambuk raksasa, menghantam udara lurus ke arah dada Thomas!
Thomas melompat mundur ke atas pilar beton yang hancur, membiarkan hantaman lengan bintang laut itu meremukkan lantai marmer hingga berkeping-keping.
"Senjata hanya alat sementara," ujar Thomas dingin dari balik maskernya, menarik sepasang machete hitamnya dari punggung. "Tetapi tubuh yang tak bisa dihancurkan... adalah kunci untuk menguasai dunia baru ini."
Dengan kecepatan Tier 2 yang membelah udara, Thomas melesat turun dari pilar, menerjang lurus ke pusat jantung sang Bintang Laut Abadi.