Kenanga mengabdikan hidupnya pada sang suami dan anak sambungnya, tapi pada akhirnya dia dihianati juga. Suami yang dia kira mencintainya dengan tulus nyatanya hanya kebohongan. Di dalam hatinya ternyata masih tersimpan nama sang mantan yang kini telah kembali dari luar negeri.
Rahasia yang selama ini ditutupi sang suami dan keluarga pun terbongkar. Kenanga memilih mundur dan memulai kehidupan yang baru meskipun semua itu terasa sulit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon husna_az, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
Bima tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Kenanga. Dia tidak pernah tahu mengenai hal tersebut. Pria itu pikir harganya mahal memang karena dari berlian, hanya saja dirinya juga tidak tahu berapa pastinya harga kalung tersebut. Maklumlah, Bima sendiri tidak pernah membeli berlian. Biasanya dia hanya membeli perhiasan emas saja untuk hadiah.
Bima berusaha untuk tetap tenang dan berkata, "Aku tidak tahu. Kamu mau melakukan apa pun juga aku tidak tahu."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan menghubungi papa saja, kita lihat di mana keberadaan kalung itu, biar pihak yang berwajib yang menyelidikinya."
Kenanga mengangkat ponselnya dan mencari nomor sang papa. Namun, Bima mencekal tangan istrinya itu. Dia tentu saja takut dan khawatir mertuanya akan marah dan tahu apa saja yang sudah dirinya lakukan selama ini.
"Kamu mau apa?"
"Mau menghubungi papa."
"Mau ngapain?"
"Mau minta bantuan papa lah, mau apa lagi?"
"Oke, besok. Besok aku akan mengembalikan kalung itu padamu."
"Jadi benar kalau kalung itu ada sama kamu? Kamu bawa ke mana?"
Bima mengalihkan pandangannya agar kebohongannya tidak terlihat dan menjawab, "Aku menggadaikannya pada seorang teman."
"Oh begitu, kalau begitu sebaiknya cepat ambil kalung itu dan juga barang-barang milikku lainnya yang kamu ambil."
"Barang apa lagi?"
"Tentu saja perhiasan. Jangan kamu pikir aku tidak tahu. Aku masih memiliki surat kepemilikannya loh, Mas, jadi aku tahu mana saja yang sudah hilang. Perlu aku lihat satu persatu semuanya?"
"I—itu ...."
"Aku tidak mau mendengar apa pun alasanmu. Yang jelas besok aku mau semuanya ada di rumah. Jangan sampai kesabaranku habis."
Kenanga menarik tangannya dan berlalu dari sana. Davina yang melihat ibu sambungnya masuk ke dalam rumah pun mencoba untuk menyembunyikan diri. Meskipun begitu Kenanga sudah lebih dulu tahu sejak tadi, hanya saja wanita itu lebih memilih untuk membiarkan Davina mengetahuinya. Anak itu juga sama saja seperti papa-nya.
"Papa memang benar mau mengambil kalung itu? Bukankah Papa sudah memberikannya sama mama?" tanya Davina setelah Kenanga sudah tidak terlihat."
"Mau bagaimana lagi. Memangnya kamu mau kalau mama kamu masuk penjara?"
"Tapi 'kan mama suka sekali dengan kalung itu, Pa. Mama pasti sedih kalau Papa mengambil perhiasan itu kembali."
"Hanya untuk sementara. Nanti kalau Kenanga sudah lebih tenang, pasti Papa akan kembali mengambilnya dan saat itu Kenanga juga pasti tidak akan menyadarinya. Kamu tenangkan diri kamu, jangan mudah emosi."
Davina menghentakkan kakinya dan berlalu menunjuk kamar. Dia pun juga tidak mau jika ibunya masuk penjara, tapi untuk mengembalikan kalung tersebut dan perhiasan lainnya tentu saja dirinya tidak rela.
Sebenarnya Davina juga menyukai kalung tersebut, tapi jika ibu kandungnya suka tentu saja dia akan memberikannya. Lagipula Davina juga bisa meminta yang lain pada sang papa.
Kenanga memasuki kamarnya dengan perasaan kesal. Dia benar-benar masih sangat marah, bisa-bisanya selama ini dirinya dicurangi oleh sang suami. Padahal selama ini Kenanga sudah sangat percaya pada pria itu. Andai saja dia tidak mengetahui apa pun, sudah pasti semua barang miliknya akan habis tak bersisa.
Kenanga memasukkan barang-barang miliknya kembali ke dalam brankas. Tidak lupa juga dia mengganti kata sandi brankas tersebut. Besok setelah surat-surat mobil dan perhiasan lainnya sudah kembali, dia akan membawanya pergi dan memindahkannya ke tempat yang lebih aman.
***
Pagi-pagi sekali Bima pergi menuju rumah Alicia untuk mengambil barang-barang milik Kenanga. Sebelumnya memang istrinya itu sudah mewanti sang suami untuk segera mengambil barang-barang miliknya karena dia hanya memberi batas sampai jam delapan saja. Itulah kenapa Bima terpaksa pergi pagi-pagi sekali.
Alicia yang melihat kedatangan Bima tentu saja merasa senang. Dia pikir pria itu sengaja datang karena merindukannya. Wanita itu pun menyambut kedatangan Bima dengan senyum yang begitu lebar. Namun, pada akhirnya senyum itu pun surut saat mengetahui niat kedatangan mantan suaminya.
"Apa? Kamu mau mengambil perhiasan yang sudah kamu berikan padaku. Tidak bisa! Perhiasan itu sudah menjadi milikku. Tidak ada satu orang pun yang boleh mengambilnya!" seru Alicia yang kemudian masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya dengan keras.
semoga iya dan berjodoh dan bisa punya baby sekarang banyak bngt usia puber ke dua pada tekdung
tapi jaman sekarang yg kepala 4 tuh lagi wow kaya umur 25 th ga kelihatan tuir
ayo kenangan do something temui tuh wanita yg di cintai suamimu