NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:387.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Disa berlari menuruni tangga. Senyum lebar menghiasi wajah ayunya. Sebuah benda pipih berukuran kecil yang biasa disebut alat tes kehamilan tergenggam erat di tangannya.

Hai ini adalah hari anniversary pernikahan mereka yang kedua. Ini akan menjadi kejutan yang paling mengejutkan untuk suaminya, Cakra.

"Mas .... " Disa membuka pintu. Menyambut kepulangan Cakra dengan senyum yang sama seperti biasa. Namun, apa yang dia lihat di depan matanya, memudarkan senyumnya perlahan.

Cakra, suaminya, tidak sendirian. Ada perempuan lain bersamanya yang sangat Disa kenal. Risa, sahabat Disa. Masalahnya, tangan Risa sedang menggamit erat lengan Cakra. Itu yang membuat dada Disa seketika dialiri rasa panas.

Siapa pun yang melihat kedekatan mereka yang begitu intens, akan dengan mudah menebak jika keduanya memiliki sebuah hubungan. Tapi, kan, Risa sahabatnya!

"Hai, Dis," sapa Risa dengan senyum ramahnya seperti biasa. Namun Disa, kali ini melihat senyum itu dengan rasa muak.

"Risa, kanapa kamu datang ke sini sama Mas Cakra?" tanya Disa.

Risa menoleh ke arah Cakra, seolah mempersilakan pria itu untuk memberi penjelasan kepada Disa yang kepalanya sudah dipenuhi tanda tanya. Apakah dia mulai mencium bau-bau pengkhianatan?

"Disa," Cakra mulai bicara sambil melirik Risa sekilas. "Mungkin ini akan mengejutkan kamu, tapi sekarang ini sudah waktunya kamu tahu. Sebenarnya aku sama Risa sudah menikah siri sejak tiga bulan yang lalu dan sekarang Risa sedang hamil anak aku."

Deg! Bagai disambar petir di siang bolong, sesuatu telah menghantam telak di dada Disa. Ia mendadak kesulitan bernapas.

"Maksud kamu? Mas, jangan bercanda!" teriak Disa. Dengan sekali sentakan ia melepaskan tangan Risa dari lengan suaminya. Kemudian menarik Cakra sedikit menjauh dari Risa.

"Kalian cuma mau prank aku, kan?! Iya kan?" Disa menatap Cakra dan Risa bergantian, mencari-cari kebohongan di mata keduanya. Mereka terlalu sering bercanda, tetapi Disa pikir candaan mereka kali ini sungguh keterlaluan.

"Kita enggak sedang prank kamu, Dis," Risa menjawab dengan diiringi tatapan prihatin. Tetapi ada senyum kemenangan kecil yang tersinggung di bibir tebalnya.

"Maaf kalau selama ini kami berkhianat di belakang kamu, tapi ... aku dan Mas Cakra, suami kamu, saling mencintai," Risa tersenyum tipis mengusap perutnya yang rata. "Aku hamil, Dis. Aku sudah lelah menyembunyikan hubunganku dan Mas Cakra, toh cepat atau lambat kamu pasti akan tau. Jadi kami memilih jujur."

Disa tidak percaya. Dia seperti mendengar dongeng yang mustahil dipercaya. Risa, sahabatnya, tega mengkhianatinya? Lebih sadis lagi, Cakra sampai membuatnya hamil. Hal yang sudah diusahakan Disa dan Cakra selama dua tahun dengan jatuh bangun.

Ia tersenggal. Tanpa Cakra sadari, Disa menyelipkan alat tes kehamilan di genggaman tangannya ke dalam saku dasternya.

Biar Disa sembunyikan kehamilannya ini.

"Jadi kalian mau apa?" tanya Disa berusaha tetap tegar, tetap berpijak tanpa goyah walaupun satu air mata sudah menetes di pipinya. Dia tidak mau membuang-buang tenaganya untuk bertanya mengapa mereka mengkhianati Disa dan sejak kapan mereka melakukan ini.

"Aku cuma mau kamu tau, Dis, dan aku mau kamu membiarkan Mas Cakra adil karena aku juga istrinya yang lagi hamil," tutur Risa.

Disa menghela napas pendek. Tak sangka, Risa yang biasa meminta barang pribadi milik Disa seperti tas, sepatu, dompet, aksesoris, ternyata pun tega mengambil sesuatu yang sangat berharga yang Disa miliki. Suami Disa.

Tubuh Disa diputar hingga kini berhadapan dengan wajah tampan Cakra. Ah sialnya, cinta Disa yang sangat membara di hatinya membuat luka yang mereka torehkan semakin terasa menjadi-jadi. Namun Disa masih saja mengakui dan terpesona dengan ketampanan Cakra walau pria itu sudah menyakiti sedemikian rupa.

"Sayang, dengerin aku," pinta Cakra, meremas lembut kedua bahu Disa. "Bukannya kamu merasa tertekan dengan permintaan mama yang terus menuntut kamu untuk hamil? Tapi sampai dua tahun kita menikah, kamu belum juga hamil. Aku janji, anak Risa akan menjadi anak kita juga. Kamu bisa memiliki anak tanpa repot-repot merasakan hamil dan melahirkan."

Apa maksud mereka? Apakah mereka ingin menjadikan Disa sebagai baby sitter gratisan untuk anak mereka kelak?

Cakra tersenyum puas, merasa idenya sangat cemerlang dan pasti akan diterima baik oleh Disa.

"Iya, Dis," sambung Risa. Disa menoleh ke arahnya.

"Kamu bisa mengakui anak aku nanti sebagai anak kamu juga. Jadi, kamu bisa memberikan cucu untuk orang tuanya Mas Cakra," imbuh Risa.

"Kamu setuju kan, Sayang?" Cakra bertanya, suaranya tetap terdengar lembut seperti biasanya.

"Aku minta maaf karena aku udah bohongin kamu selama ini, tapi aku melakukan semuanya juga demi kamu. Aku mau kita memiliki anak, aku nggak tega liat kamu terus terusan ditekan sama mama," Cakra mengusap sebelah pipi Disa. Segera, Disa menepis tangan pria itu dari pipinya.

Disa tersenyum. Cakra sempat bernapas lega, berpikir Disa akan menyetujui keputusannya.

"Ide kamu bagus, Mas. Aku akan punya anak tanpa repot-repot hamil, melahirkan, menyusui. Begitu, kan?"

"Ya ....." Cakra mengangguk mantap, senyumnya semakin lebar.

Disa menoleh ke arah Risa. Dia sudah bukan sahabatnya lagi, kini Risa adalah mantan sahabatnya.

"Kamu setuju dengan keputusan Mas Cakra, Ris?"

Risa mengangguk. "Aku setuju, Dis, karena aku sayang sama kamu."

Ya ampun.... Calon ibu macam apa Risa itu? Dia bersedia hamil dan melahirkan, namun dia tidak mau membesarkan anaknya. Hewan jauh lebih bernurani dibanding si pelakor itu.

"Tapi aku nggak setuju," Disa lekas menatap Cakra, yang senyumnya perlahan hilang.

"Maksud kamu apa, Dis?"

Buat apa Disa tetap bertahan dengan pria yang jelas-jelas sudah berkhianat di depan mata? Sampai menitipkan benihnya di rahim perempuan lain.

Disa sudah tidak lagi menjadi satu-satunya Ratu di hati pria itu. Disa tidak mau diduakan dengan perempuan mana pun. Apalagi itu adalah sahabatnya.

"Talak aku sekarang juga, Mas," pinta Disa disertai tatapan datarnya.

"Disa!"

...****************...

1
SisAzalea
bagus Disa...sering ketawa juga nggak papa kok..bumil bahagia .lagian anak2 mu sudah ditunggu calon Daddy Rayyan.
Farida Dalle
setuju aq tuh sm si Rayyan, klu mau berterimakasih ke Risa,krn Risa mengambil Cakra jd Rayyan bisa nikahin Disa,iya khan
😂🥰🥰
Farida Dalle
Betul sekali, Rayyan gak usah tunggu setahun, kelamaan... tuh si Cakra agresif, pokoknya aq setuju bulan depan nikahnya, 🤭koq aq yg jad buru2🤣😂
Farida Dalle
Duh... senangnya yg dikasi semangat sebelum menghadapi operasai, pokonya hrs semangat Dis, tuh sdh ada yg nunggu jadi calon bpknya si kembar, hehe... aq padamu Rayayan🥰😂🤣
Farida Dalle
Benar sekali thor, jd gak sabaran, ingin lht gmn menyesalnya Cakra dan ibunya si Yuni itu pas tahu klu bayi yg dikandung Risa bukan darah daging Cakra, nyesel2 deh, enang enak tidur sm perempua kek si Risa, Risa itu🤭
Farida Dalle
Nah lho, Risa... hati2🤔
Niza Neza
disa aneh sama orang yg sdh ngancurin rumah tangganya aja sok pema'af sok bijak laaa ini dengerin omongan orang iri dengki aja jd sewot. kemana pikiran sok binak muuu
Kembarr Kembaarr
kemungkinan risa bkn anak kandung dr ayah disa. karna selalu di sembunyikn keberada'annya
Kembarr Kembaarr
kalau risa msh punya malu dn sedkit harga diri risa akan pergi jauh dr kota itu.
Niza Neza
Nahh mulai kebusukannya hadir dngn sendirinya. apem busuk akann tetap busuk. kebejatan pelakor itu akan tetap bejat
Niza Neza
mboyao jngn cuma mintak ma'af doang. kasih ATM yg isi nya banyak itu lbh ber manfa'at.
Niza Neza
bangkai di tutupi dn di sembunyikn sprt apa pun akan tetap ter cium baunya
jngn jd orang bodoh cakraas..... Apem busuk yg sdh kamu nikmati itu akan tetap busuk sampek kapan pun
Niza Neza
kenapa cakra merasa ter coreng nama baiknya. kelakuan aja bejad mintak di sanjung dn di hormati trs
Niza Neza
ini contoh ayah yg baik.dn punya prinsip. tdk sprt ibu nya yg mendukung sfat bejad anak dn perempuan rombeng yg jd menantunya. sesama perempuan ko seneng punya menantu pelakor. alangkah bodohnya si ibu ini
Niza Neza
itu yg namanya sahabat terlaknat. smg di laknat dunia akhirat
Dewi 1234
cerita nya bagus thoorrr...cuman sayang riska dan disa ketukar2
Sky: oke, aku revisi ya kak. makasih masukannya ❤️
total 1 replies
Dewi 1234
kok disa..harus nya riska...bikin bingung aja...
Dewi 1234
oke
Samsiah Yuliana
lagi seru² nya Thor 😓
lanjut lagi cerita Thor 🙏🙏🙏
yazelin
bagus ceritanya seru
kayak di kisah nyata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!