NovelToon NovelToon
Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Mauku Kamu (Possesive Boyfriend)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:185.1k
Nilai: 5
Nama Author: CroftLarryy

Dania tidak menyangka, cerita masa lalu terhubung kembali kedalam hidupnya.

Pengalaman menyedihkan yang mati-matian ingin ia lupakan, malah memaksa masuk dan berdiam diri.

-Landy "Kamu nggak bisa lari... Kamu tau itu, jadi berhenti bersikap bodoh dihadapanku sayang"-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CroftLarryy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

-Landy-

"Gimana hubungan lu sama adek gua?"

Gua tersenyum menjawab pertanyaan Denny. Kami sudah bersahabat lebih dari 5 tahun. Gua tahu rahasia kelamnya. Dia pun tahu seberapa berantakannya hidup gua sebelum ketemu Dania.

"*******! Tau gitu kaga gua bantuin Lu, kalo jawabannya kek gini"

"Tanpa lu bantuin juga, gua bisa sendiri"

Denny melempar kulit kacang ke arah gua, yang sebenarnya hanya akan membuat berantakan saja.

"Abang.... Charger dede mana..."

Gua menoleh mencari asal suara malaikat Gua. Dia sedang menuruni tangga dengan berlari. Kebiasaan yang selalu membuat Gua khawatir, walaupun sudah belasan kali dia terjatuh disana dia tetap mengulangi kegiatan bodoh itu.

Bruk.

"Aduh.... Abaang...." Sial! Dia benar-benar keras kepala.

Gua langsung berlari tidak ingin membuat Dani meringis kesakitan terlalu lama. Melihat secara langsung kecerobohan Dani, membuat Gua berpikir keras untuk membuang tangga bodoh ini apalagi setelah melihat Dani sudah terduduk mengenaskan dengan dahi berdarah. Shit!

"Gimana... Sakit?"

Matanya berkaca-kaca menahan tangis, wajahnya memerah cemberut yang sungguh menggemaskan, kepalanya mengangguk pelan, tangannya terulur meminta bantuan. Mataku sempat teralih, memandang celana hotpants yang menghiasi kaki Dani, membuat Gua meneguk ludah keras.

Kalo gini caranya mau ngga mau Gua harus puasa! ****!

"Adek sakit...?"

Denny berkacak pinggang, dibelakang kepalanya menggeleng keras tidak habis pikir bagaimana mungkin adiknya jatuh dengan keadaan yang sama setiap minggunya.

Tangan Gua terulur mengangkat Dani, membawanya duduk di sofa. Hembusan nafas hangatnya yang menerpa leher Gua sedikit membuat Gua bergetar.

Tangan Gua dengan pelan mencoba membersihkan luka di dahi Dani, kedekatan wajah kami benar-benar membuat gua bergetar tidak karuan. Gua sempat tertegun melihat bibir merah tipis menggiurkan itu.

"Ekhem..."

Sialan! Denny! Bangke!

Gua menoleh, melihat Denny yang berdiri di samping sofa sambil melotot, dan mengancam dengan gerakan tangan menggorok leher ingin membunuh.

Menghela nafas keras, Gua mengalihkan perhatian kembali, Dani mengerut bingung melihat interaksi kami berdua, matanya mengerjap-ngerjap dengan tangan yang masih menggenggam kaos bagian depan Gua. Oh god!

"Aku sendiri bisa kok.." Dani tersenyum menenangkan.

"Biar aku aja..."

Dani mengernyit seperti ingin menolak, namun dia mengurungkan niatan protesnya setelah melihat Gua mencengkram kapas kuat dan menatapnya khawatir.

"Oke.." Lagi-lagi senyuman manis itu.

"Ngga usah sok manis gitu Lan! Biar Gua aja" Denny merebut kapas di tangan Gua.

"Abang aja yang pergi sana, ambilin charger dede.." Denny menatap tidak percaya mendengar penuturan adiknya. Tangannya membanting asal kapas bodoh itu.

Seketika senyum kemenangan tercetak di bibir Gua.

"Sial! Awas Loe Lan" Denny terpaksa pergi dengan menghentakkan kaki keras.

Gua alihkan kembali perhatian Gua, menatap Dani yang masih mengernyit sakit. Tangan Gua terulur mencoba membersihkan luka dan mencoba memberikan obat merah.

"Ash.... pelan-pelan sakit"

"Hmm..."

Bukannya melanjutkan mengobati malah perhatian Gua teralihkan sendiri dengan bodohnya, mencoba menarik nafas Gua mengalihkan perhatian ke luka yang ada di dahi Dani, tapi otak Gua lebih memilih memikirkan hal yang lain. Gua benar-benar tidak bisa mengalihkan perhatian dari bibir manis yang ada di hadapan Gua ini. Sial!

"By...."

"Hmmm... Kenapa?"

"Cium kamu boleh...?"

Seketika saja mata indah itu membola mendengar permintaan Gua. Tangan kecilnya mendorong badan gua sampai Gua terhuyung dan terduduk di lantai. Dia lari tidak memperdulikan Gua yang terjatuh. Namun baru beberapa langkah, dia kembali lagi membantu Gua berdiri, mengecup pipi Gua singkat dan berlari kembali, menaiki tangga lantas menghilang di kamarnya, gadisku. Damn! Gua bener-bener harus puasa mulai besok.

1
Alya Yuni
Si Dania ko suka cowok play boy
Putri Widiya
selalu mengantung
Tami
mana lnjtny thor nunggu dania nikah ma lady
Hera
kok ngegantung ceritanya.. lanjutin lagi dong kak author 🥺
Septi Wulansari
untung cuma novel,kalau beneran bisa di tabok sama mamah
Safitri
lanjjutt thorr gantung banget sih
Lita Syifa
lanjuuut
Sasmika Martalena
lanjut thor
HAI AKU DHEA
lanjur author jangan nanggung please
SevenNy
lanjut dong thour nnti aku lupa ceritanya klo authornya jarang up
Mochi She Cimoutzz
lnjut thor
Syadiah
👍👍👍
Atiqoh 20_03
dilanjut dong thor
Widia Wiwi
arkan nya dong thor .
Dara Darojatun
lanjutkan thor
Tami
smngt lnjt thor
Fiona Maria Teresia
tetep lanjut ya thorr di gantungin tuh ga enak tau sama kek novel sebelumnya itu masih gantung lanjut donk thor
charis@ŕŕa
lanjut thor
ebding ny nggantung...😣😣😣
Vani Wulandari
Permasalahan nya ko ga jelas si thor apa masih adalanjutannya atau gimana
Ann Himawan
makasii torrr..klo ada buku novelnya mauuuu ya torrr..info2 yaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!