NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA TEMA KREATIF YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aditya merasa sudah menyerah mencari pekerjaan di kota ini. Hanya ada satu jalan yang belum dia coba.

Bu Ratih langsung menoleh, kaget. Lalu, bertanya, “Kamu mau pergi ke mana?”

“Ke ibukota,” jawab Aditya dengan suara lebih tegas. “Aku akan cari kerja di sana.”

Bu Ratih terdiam beberapa detik, mencoba memahami keputusan putranya itu.

“Terus Ibu di sini sama siapa? Kamu tahu sendiri kalau Ibu tidak betah tinggal lama di kampung orang,” ucap Bu Ratih pelan, ada kekhawatiran yang jelas terdengar.

“Ibu bisa tinggal di sini, nanti aku akan kirim uang kalau sudah dapat kerja,” jawab Aditya tanpa ragu.

Sebenarnya Bu Ratih kurang setuju. Namun, mereka butuh uang untuk menunjang kehidupan.

“Ibu hanya bisa mendoakan kamu. Semoga di sana mendapatkan pekerjaan yang bagus dan gajinya besar,” kata Bu Ratih dengan lirih.

“Makasih, ya, Bu. Doakan aku setiap hari agar selalu diberikan kemudahan,” balas Aditya memeluk Bu Ratih. Ibu dan anak itu pun berpelukan dengan menahan rasa sedih.

Aditya masuk ke kamar, membuka lemari yang isinya sudah tidak banyak. Tangannya meraih sebuah amplop yang terselip di antara pakaian lama. Saat membukanya, gerakannya sempat terhenti.

Uang maskawin yang dulu ia berikan dengan rasa bangga ketika menikah. Dan yang kemudian dikembalikan lagi oleh Kemuning saat mereka bercerai.

Genggaman tangan Aditya mengencang. Ingatan itu muncul begitu jelas di kepalanya. Kemuning berdiri di depannya dengan wajah tenang. Tidak ada tangisan dan tidak ada amarah, ketika wanita itu menyerahkan amplopnya kembali, seolah sedang mengembalikan sesuatu yang bukan lagi miliknya.

Aditya menarik napas dalam, lalu menutup amplop itu kembali. Ia memasukkannya ke dalam tas kecil yang akan ia bawa.

Saat kembali ke ruang tengah, Bu Ratih masih berdiri di tempatnya, menatapnya dengan wajah penuh tanya.

“Aku pergi dulu, Bu. Aku akan mulai lagi dari awal,” kata Aditya sambil mengangkat tasnya sedikit.

Bu Ratih masih terlihat ragu. “Kamu akan pergi sekarang, Dit? Kenapa tidak besok saja?” tanyanya.

Aditya mengangguk pelan. “Aku harus segera berangkat, Bu. Sesuatu yang baik itu jangan ditunda-tunda.”

Pria itu sempat terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih keras, seolah ingin menguatkan dirinya sendiri. “Aku akan buktikan pada semua orang, kalau aku bisa sukses lagi, tanpa Kemuning.”

Kalimat itu terdengar tegas, tetapi ada bagian kecil dalam diri Aditya yang terasa goyah. Sesuatu yang ia tekan dalam-dalam agar tidak muncul.

Bu Ratih mendekat, memegang lengannya dengan pelan. “Hati-hatilah di jalan, ya, Dit,” ucapnya lirih.

Aditya tidak menjawab, tetapi mengangguk. Lalu, dia menarik lengannya perlahan, lalu melangkah keluar rumah. Pria itu tidak menoleh ke belakang. Dia terus berjalan tanpa ragu, meninggalkan semua yang tersisa dari hidupnya yang dulu. Tas kecil di tangannya terasa ringan, tetapi beban di dalam dirinya jauh lebih berat.

Di dalam kepala Aditya hanya ada satu tujuan, dia harus membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit, berdiri dengan kakinya sendiri.

Aditya berdiri di pinggir perempatan pasar dengan tas kecil yang menggantung di bahunya. Tangannya sesekali meremas tali tas itu tanpa sadar, sementara matanya mengawasi jalan, menunggu bus yang tak kunjung datang.

Di sekelilingnya, suara pedagang saling bersahutan, pembeli menawar dengan nada tinggi, dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti. Namun, perhatian Aditya perlahan teralihkan saat pandangannya jatuh pada satu sosok yang tidak asing, Kemuning.

Wanita itu berdiri di dekat lapak pedagang kaki lima, berbincang santai dengan beberapa orang. Ia terlihat akrab dengan mereka, sesekali tersenyum, bahkan tertawa kecil saat salah satu pedagang mengatakan sesuatu. Gerak tubuhnya ringan, tidak canggung, seolah tempat itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Aditya menyipitkan mata. Tatapannya menelusuri sosok Kemuning dari ujung kepala sampai kaki. Penampilan wanita itu sederhana, tetapi rapi. Tidak berlebihan, tidak mencolok, namun justru terlihat pas. Wajah cantiknya tampak lebih segar, lebih ceria dari yang terakhir kali ia lihat.

Perasaan tidak nyaman muncul di dada Aditya. “Pasti dia lagi cari perhatian dari para lelaki,” gumamnya pelan, bibirnya menipis. “Makanya sekarang tampil beda.”

Tatapan Aditya semakin tajam, seolah mencari-cari kekurangan yang dulu begitu mudah ia temukan.

“Dulu waktu jadi istriku, biasa saja. Bahkan cenderung enggak menarik,” lanjut Aditya dalam hati, nada kesalnya semakin terasa. “Sekarang malah kelihatan bersinar.”

Aditya mengalihkan pandangan sejenak, tetapi tidak lama kemudian matanya kembali lagi ke arah yang sama. Ada sesuatu yang membuatnya sulit benar-benar berpaling.

Ingatan lama Aditya muncul tanpa diminta. Dulu, justru dia yang terus mengejar Kemuning. Tidak mudah mendapatkan hati wanita itu. Kemuning bukan tipe yang langsung luluh. Ia sering menjaga jarak, menolak dengan halus, dan membuat Aditya harus berusaha lebih keras.

Aditya masih ingat bagaimana ia terus datang, terus mencoba, terus membuktikan bahwa perasaannya bukan main-main.

“Kenapa sih kamu enggak nyerah? Aku baru masuk kuliah dan aku bukan tipe orang yang suka pacaran karena iseng,” kata Kemuning dulu, nada suaranya lelah tapi tidak benar-benar marah.

Aditya hanya tersenyum waktu itu. “Karena aku serius dengan perasaan ku ini sama kamu. Aku pun berniat menjadikan kamu, istriku.”

Butuh waktu lama sampai akhirnya Kemuning menerima. Lima tahun mereka menjalani hubungan. Banyak tawa, banyak cerita, dan banyak rencana yang dulu terasa begitu nyata.

Namun, semuanya berubah setelah menikah. Baru satu tahun Aditya mulai merasa berbeda. Pikirannya beralih pada sosok Lavanya. Wanita yang jauh berbeda dari Kemuning.

Penampilan Lavanya selalu menarik, mengikuti tren zaman, penuh percaya diri. Cara bicaranya manja juga menggoda, cara berpakaian selalu rapi dan modis, bahkan saat berada di rumah pun tak pernah memakai daster.

Berbeda dengan Kemuning. Sejak menikah, wanita itu lebih sering terlihat sederhana. Rambutnya diikat seadanya, wajahnya tanpa riasan. Di rumah, ia lebih sering memakai daster, berpindah dari dapur ke ruang tamu, dari mencuci ke merapikan rumah tanpa henti. Bukan berarti ia buruk. Hanya saja tidak lagi menarik di mata Aditya saat itu.

“Jauh banget bedanya, dulu dan sekarang,” gumam Aditya pelan.

Aditya kembali menatap Kemuning yang sedang berbicara dengan para pedagang. Wanita itu tampak santai, tidak terlihat terbebani. Bahkan senyumnya terlihat lebih lepas dibanding dulu.

Hal itu justru membuat dada Aditya terasa sesak.

Ada rasa tidak suka yang sulit ia jelaskan. Seharusnya Kemuning tidak terlihat seperti itu. Seharusnya wanita itu lebih hancur.

Pemikiran itu muncul begitu saja, membuat rahang Aditya mengeras. Ia masih menatap, terlalu lama, terlalu fokus.

Dan di saat itulah Kemuning tiba-tiba berhenti berbicara. Seolah merasakan sesuatu, ia menoleh pelan. Tatapannya langsung mengarah ke satu titik. Ke arah Aditya yang berdiri tak jauh darinya, membawa tas, dengan wajah yang tidak sempat ia sembunyikan.

1
djerrih leni
Steven hidupmu Sultan berlimpah harta tp merasa sendirian tdk ada kehangatan rumah utk berpulang...
setiap orang 10jt..ada brp banyak anak2 yg jd korban kecelakaan itu 🤣🤣
djerrih leni
aku jd lebih Kasiaan sama stven, kamu beruntung arya di bawa n di rawat sama iu Arumi dan arka
djerrih leni
Arya langsung menikmati hidup ya. secara 100jt ya Arya...
djerrih leni
aku dukung kamu Arya, nanti bagi aq 1/4 nya aja ya Arya🤭🤣🤣🤣
djerrih leni
aku terkesima thour, utk siap pelayan dirumahnya sendiri sampai bayar 100jt🤣🤣 anak remaja seumur steven dah Sultan banget
djerrih leni
aku malahan baca talak dulu sampai selesai baru liat baca arya, arka n kemuning🤭
djerrih leni
hati2 ya Arka dan arma, mereka cuma mau manfaatkan Arya utk anaknya Steven, mereka tdk punya hati nurani, mereka iblis berkedok manusia 🤭
djerrih leni
aryaa jangan percaya, mereka cuma mau meminta yg bukan haknya mereka kaasih kabar ke arka segera Arya
Kale Ganindra Awan
baca novel perselingkuhan,,yg bikin aku puas itu disaat si penghianat dpt karmanya,,dimiskinkn,,puas sangat
Aisyah Suyuti
menarik
djerrih leni
salut dgn sifat dan kebaikannya bu arumi it's the best 😍
djerrih leni
cepet juga ya baru setahun menjalin hubungan perutnya dah membesar....
djerrih leni
ternyata ibu kandungnya Arya
djerrih leni
siapa ya wanita itu apa mantan istrinya Arka atau ibu kandung dr Arya....
djerrih leni
kaka othor sering lupa ya sama pangilan Arka n kemuning kadang ayah bunda terus berganti papa mama ... 🤭😄
djerrih leni
biasa orang perkampungan bisa di hasut tanpa mikir kebenarannya,... tp jangan takut kemuning kebenarannya akan selalu terlihat..
djerrih leni
sadar kelakuan diri sendiri ya Dit, yg akibatnya kamu tanggung sekarang
djerrih leni
tapi kan kami blm halal secara agama kemuning, segera halalin hubungan dgn Arka
djerrih leni
Arka ayo cepat nikahin Kemuning sebelum kabar tdk baik menyebar
djerrih leni
kebencianmu tdk beralasan dan akhirnya berbalik pada dirimu.... sadar diri lava
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!