Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Dan begitu Tatiana bicara seperti itu, Siska seolah sengaja memainkan gelang berlian yang ada di pergelangan tangannya.
"Oh ini... tuan memberikannya..." ucap Siska dengan manja kalau menoleh ke arah Brandon seperti minta pembelaan.
Dan Brandon pun langsung paham. Dia segera menatap tegas ke arah istrinya.
"Sayang, Siska mau menghadiri acara penting perusahaan. Dan dia tidak punya perhiasan yang cocok. Aku ingat ada perhiasanmu yang sudah lama, jadi aku berikan padanya!"
Tatiana tak bisa mempercayainya. Gelang itu hanya perhiasan yang sudah lama katanya? padahal itu perhiasan pertama Tatiana.
"Kenapa kamu melakukan itu, Brandon? bagaimana bisa memberikan milik istrimu pada orang lain?" tanya Burhan yang sudah mulai kesal pada anaknya yang sepertinya sangat tidak bisa mengerti situasi itu.
"Ayah, aku sudah membelikan Tatiana banyak perhiasan. Kenapa hanya gelang yang sudah lama saja dia perhitungan begini! jangan terlalu pelit Tatiana, ini juga untuk perusahaan. Masa iya sekertaris Presdir tidak pakai perhiasan apapun saat acara perusahaan!"
Tatiana langsung terdiam. Suaminya bilang dia perhitungan, suaminya bilang dia pelit. Tapi gelang itu dia beli dengan uangnya sendiri.
"Sudahlah Tatiana, Brandon benar. Satu gelang saja kenapa sih? perhitungan sekali. Lihat Siska sudah belikan ibu tas mahal, ini bahkan lebih mahal dari gelangmu itu!"
Tak
Tatiana meletakkan alat makannya di atas meja.
"Ayah, aku sudah kenyang. Aku ada urusan. Aku pergi dulu!"
"Tatiana..." Burhan sampai berdiri, tapi Tatiana tetap pergi.
"Paman, bibi, semua ini salahku. Aku akan mengejar nyonya dan minta maaf padanya!" Siska bergerak lambat sekali, tidak seperti orang yang punya niat mengejar seseorang yang sudah terlanjur marah padanya.
Dan benar saja, dia memang tidak punya niat itu. Dia hanya mencoba menarik perhatian Brandon. Dan pria itu langsung menahan tangan Siska.
"Siska, tidak usah dikejar. Dia bilang sudah kenyang, artinya memang sudah kenyang. Tatiana sangat bergantung pada keluarga ini. Dia tidak akan bisa marah, atau merajuk terlalu lama. Hanya gelang saja! ayo makan!"
Burhan mengepalkan tangannya. Dia benar-benar emosi melihat Brandon.
'Bergantung pada keluarga ini katamu! dasar anak bodohh!' pekik Burhan dalam hatinya.
Burhan juga meletakkan alat makannya.
"Aku juga sudah kenyang...!"
"Tapi kamu belum makan, suamiku!" sela Feby.
Burhan tidak bicara apapun, tidak juga menoleh. Dia segera pergi meninggalkan ruang makan itu.
Siska yang melihat itu kembali menunjukkan ekspresi memelas.
"Bibi, tuan... aku jadi tidak enak. Paman juga pasti marah..."
"Sudah Siska, jangan didengarkan. Makan saja, Suamiku memang suka begitu. Senang sekali membela wanita yang tidak berguna itu. 10 tahun tidak bisa kasih aku cucu, benar-benar tidak berguna!"
Siska segera melirik ke arah Brandon.
'Ternyata wanita itu mandul. Kalau aku bisa menjerat tuan Brandon, dan bisa kasih anak untuk keluarga ini. Aku pasti akan mendapatkan posisi sebagai nyonya Wirawan!' batinnya sangat terobsesi menjadi nyonya Wirawan.
Sementara itu, Tatiana menghubungi teman dekatnya Yuli, dia seorang pengacara. Mereka teman kuliah sampai sekarang. Mereka sudah lama berteman.
Di sebuah kafe, Tatiana yang sudah duduk bersama Yuli mematikan ponselnya.
"Ada apa? sebelum pulang kemarin kamu terdengar begitu antusias. Kenapa sekarang tidak bersemangat begini?" tanya Yuli.
Tatiana pun menceritakan semua yang terjadi sejak dia kembali ke negara N ini. Semuanya, sampai apa yang terjadi di rumah mertuanya tadi.
Wajah Yuli merah, merah padam tepatnya. Dia saja yang hanya mendengar cerita Tatiana merasa sangat kesal.
"Membiarkan jika depan di duduki perempuan lain saat kamu satu mobil dengan suami mu? Semua barang-barang di ruangan mu dikeluarkan dan suamimu tidak tahu bahkan diam saja setelah tahu, bahkan acara makan siang keluarga, suami kamu membawa wanita genit itu? bahkan marah padamu, mengatakan kamu pelit dan perhitungan ketika kamu menegur wanita yang menggunakan gelangmu. Tatiana... ini sih fix ya, kamu harus cerai!"
Tatiana menegakkan punggungnya, dia tidak berpikir sejauh itu. Dia bahkan sangat terkejut ketika Yuli memberi saran itu padanya.
"Cerai?" tanya Tatiana ragu.
"Iya, aku akan katakan 3 alasannya padamu. Bahkan ada ratusan alasan Tatiana. Pertama, kamu istrinya, dia terus membela wanita lain, merangkul, memeluk, itu artinya dia tidak menghargai hubungan pernikahan kalian. Seorang pria yang sudah menikah, seharusnya memiliki batasan dengan wanita lain yang bukan istrinya. Tidak seperti itu! Yang kedua, kamu di luar negeri itu kerja keras bukan liburan, dia malah enak-enakan jalan sana sini menghabiskan uang hasil kerja kerasmu, apa itu masih bisa disebut sebagai suami. Dia sudah tidak bertanggung jawab atas kewajibannya. Yang ketiga, gelang itu milikmu, dia bahkan lupa kalau kamu sendiri yang membelinya. Dia lupa betapa berartinya gelang itu untuk kamu. Gelang pertama yang bisa kamu beli. Dia seenaknya saja memberikannya pada wanita lain. Dia tidak memikirkan perasaan mu! padahal kamu mati-matian memikirkan perasaan dan harga dirinya!"
Yuli sampai tertunduk sedih. Dia tahu semuanya. Apa saja yang sudah dilakukan Tatiana untuk Brandon.
"Aku..."
"Pikirkan baik-baik Tatiana. Kamu yang ajarkan padaku, cinta boleh tapi bodohh jangan. Aku berpisah dengan mas Evan, karena dia main tangan. Dan lihat, ternyata benar, dengan istrinya yang baru juga sama saja. Lihat aku sekarang, malah bisa jadi pengacara yang punya bayaran sangat tinggi. Tatiana, kamu yang bilang padaku. Sekali kita memberi kesempatan seorang pria menyakiti kita, dia akan terus melakukannya. Karena menganggap kata maaf saja sudah cukup membuat kita lupa akan perbuatannya!"
Yuli berusaha keras meyakinkan Tatiana. Dia sungguh tak mau sahabatnya lebih terluka dari saat ini. Lagipula, Brandon tak pantas. Kalau mau jujur pada Tatiana, Yuli bahkan sudah beberapa kali memergoki Brandon dan Siska berduaan dengan sangat mesra di tempat umum. Dia saja sahabatnya tidak tahan, bagaimana kalau Tatiana sendiri yang melihatnya.
"Aku akan pikirkan lagi!"
"Kamu butuh istirahat Tatiana, bagaimana kalau pulang ke rumahku?"
Tatiana berpikir sejenak.
"Tidak usah Yuli, aku pikir aku akan ke villa saja. Di rumah, pasti ada mas Brandon. Aku tidak ingin bertengkar dengannya!"
"Baiklah, bagaimana baiknya saja asal kamu nyaman. Aku pesankan makanan ya, pasti tadi kamu tidak makan di rumah ayah mertuamu itu kan?" tanya Yuli.
Tatiana tersenyum,
"Bagaimana kamu tahu?"
"Kita sudah bersahabat lebih dari 10 tahun Tatiana!"
Tatiana tersenyum getir. Yang hanya berstatus sahabat saja, bisa mengerti dia dengan begitu baik. Tapi, suaminya sendiri. Bahkan lupa semua hal tentang Tatiana. Rasanya benar-benar sangat sakit. Tatiana menyentuh dada sebelah kirinya, benar-benar terasa sakit.
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣