NovelToon NovelToon
Air Mata Istri Pertama

Air Mata Istri Pertama

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:18.1k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Demi rasa iba, Arhan menikahi Dira, seorang gadis yatim piatu yang baru kehilangan kedua orang tuanya. Dira mengira pernikahan itu adalah awal dari kehidupan yang penuh kasih sayang. Nyatanya, ia hanya dijadikan istri untuk mengurus rumah, melayani suami, dan merawat ibu mertuanya.

Lima tahun berlalu tanpa kehadiran buah hati. Dira terus menyalahkan dirinya karena dianggap mandul. Ia tak pernah tahu bahwa setiap hari Arhan memberinya pil KB yang dikemas sebagai obat penyubur agar ia tak pernah mengandung.

Ketika alasan "mandul" itu digunakan Arhan untuk menikahi wanita yang sejak dulu dicintainya, hati Dira hancur. Lebih menyakitkan lagi, ia tak sengaja mendengar percakapan yang mengungkap bahwa selama ini dirinya hanyalah seorang babu yang sengaja dipertahankan sampai wanita pujaan Arhan kembali.

Namun, semua kebohongan memiliki waktunya untuk terbongkar. Saat rahasia pil KB akhirnya terungkap, penyesalan mulai menghantui Arhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemana Harus Pulang

Bu Mira memandang sendu cucu pertamanya, Elara sedang terisak, wajahnya yang cantik tampak sangat menyedihkan, anak berusia empat tahun itu harus memiliki rasa sakit dihatinya, rasa sakit yang begitu berat ketika mengetahui bahwa ibu yang telah mengandungnya tidak sayang kepadanya, dan dengan teganya telah meninggalkannya.

Elara sedih karena satu bulan lagi akan diadakan acara pentas seni yang diselenggarakan di sekolahnya, hal yang membuatnya sedih karena teman-temannya akan datang bersama dengan orangtua yang lengkap.

"Jangan sedih sayang, kan masih ada Oma dan papa yang hadir di acara pentas seni nanti. Oma akan duduk paling depan dan kasih semangat buat Lara..." Bu Mira mendekap erat cucunya, ia kecup puncak kepala Elara. Ia sangat menyangka cucunya itu.

"Kenapa Lara gak punya mama, Oma? mama Lara kemana,?" lara anak yang baru berusia empat tahun itu cukup cerdas. feeling-nya sudah kuat, sejak umur tiga tahun Lara sering bertanya tentang keberadaan ibunya.

"Lara..." Suara bariton itu menggema pada didalam rumah mewah itu, langkah tegap dengan jas yang tersampir dibahunya. Arya tersenyum manis pada putri kecilnya.

"Tuh papa pulang..." ucap Bu Mira seraya mengelus puncak kepala cucunya.

"Lara kenapa sayang? Papa baru pulang kok muka lara cemberut seperti itu." Arya memangku putri kecilnya, ia kecup pipi gembulnya yang menggemaskan.

Pada pangkuan papanya lara merasa tenang, wajah imutnya menatap sang ayah dengan sendu. "Lara mau punya mama kaya temen-temen Lara, papa..."

Arya mengerutkan alisnya bingung, pasalnya baru kali ini Lara meminta seorang ibu secara terang-terangan padanya. Lara benar-benar membutuhkan sosok ibu, pikir Arya. Kini tatapan pria yang memiliki iris kecoklatan itu beralih pada Bu Mira yang sedang duduk diatas sopa. Perlahan Arya mendudukan tubuhnya disopa samping Bu Mira.

Bu Mira tampak menghela nafas gusar, Ia menyerahkan kertas undangan dari sekolah Elara. "Ini yang membuat Lara sedih Ar. Pentas seninya satu bulan lagi, ibu sangat menghawatirkan dengan kondisi psikologis Lara, ibu takut mentalnya kena." ucap Bu Mira pelan. Arhan masih menundukkan pandangannya, sorot matanya menyapu pada surat undangan dari sekolah Elara.

"Arya juga khawatir Bu, tapi mau bagaimana lagi. Arhan benar-benar tidak ada waktu untuk sekedar berkenalan dengan seorang wanita." ucap Arhan, guratan keningnya mulai terlihat.

"Satu bulan waktu yang sangat singkat, setidaknya kamu memiliki pegangan dulu untuk diajak nanti datang ke pentas seninya Lara, Ibu kasihan banget sama cucu ibu."

"Kalau begitu Ibu yang pilihkan, Arya manut saja." ucap Arya pasrah.

"Masa harus ibu yang urus semua Ar, kamu juga berusaha dong. Kan nanti yang jalin hubungan kalian berdua, minimal selain kebaikannya, kamu menyukai hidung atau mata wanita itu." Bu Mira memijat keningnya yang terasa pegal.

"Arya sudah pasrah Bu, hati Arya sudah membeku. Arya mau menikah lagi ya demi Lara." ucap Arya pelan. Lara mulai memejamkan matanya dalam dekapan hangat sang papa.

*

Arhan tertawa senang ketika sedang bercanda dengan Ayu. Satu Minggu setelah perceraiannya dengan Dira, Arhan langsung pergi liburan ke puncak bersama Ayu, atas paksaan dari Ayu, hanya berdua tanpa memperdulikan Bu Rena yang sedang sakit seorang diri dirumah. Bahkan barang-barang milik Dira bukan Arhan yang mengantar, melainkan seorang supir taksi taksi online yang mengantar semua pakaian Dira kerumah sakit.

Diatas bukit yang hijau Arhan mencium pipi Ayu, tangannya melingkar pada perut Ayu, Dari luar memang Arhan terlihat sangat bahagia saat pergi liburan bersama Ayu, tapi dalam hatinya ia merasa kosong dan hampa. Serasa ada yang hilang dan tertinggal tapi entah apa itu.

"Apa kamu pernah pergi berlibur seperti ini bersama Dira mas?" Ayu berkata manja, tangannya mengelus pelan pipi Arhan yang sedang menumpukan wajahnya pada ceruk leher Ayu.

"Tentu saja belum, ngapain ngajak liburan istri pasif seperti itu. Dari dulu juga aku yang sering ngajak liburan sama kamu sayang," ucap Arhan, ia mengecup pelan ceruk leher Ayu.

"Kamu benar-benar gak cinta sama di mas?" tanya Dira penasaran. Ia mau ngetes seberapa jauh hubungan Arhan bersama Dira selama lima tahun menikah.

"Tidak sayang, kamu kan tau mas cintanya sama kamu dari dulu." ucap Arhan. Nafas hangatnya menderu, menyebar pada kulit leher milik Ayu.

"Masa? aku akui si Dira itu memang cantik. Tapi sayangnya sangat bodoh."

"Mau secantik apapun, tapi hati mas sudah terpaut sama kamu." ucap Arhan kini lengan kokohnya mulai menggendong tubuh Ayu yang cukup berisi, berbanding terbalik dengan Dira yang sangat mungil.

Arhan memasak kabin tempat ia menginap bersama Ayu, ia mulai merebahkan tubuh Ayu secara perlahan diatas ranjang.

"Kita lanjutkan..." ucap Arhan, ia telah mengukung tubuh Ayu.

Sementara dibalik dinding rumah sakit, Dira menatap kosong kearah jendela yang sedang menyuguhinya pemandangan yang indah. Pemandangan matahari yang akan tenggelam dengan dihiasi oleh awan jingga yang berderet indah.

Kulit yang putih pucat, badan yang semakin kurus dan cekungan pada kelopak matanya semakin dalam. Hari ini Dira sudah harus pulang, biaya perawatannya hanya satu Minggu pas dirumah sakit. Karena hanya itu biaya yang diberikan oleh Arhan untuknya. Padahal kondisi Dira belum sepenuhnya pulih. Tubuhnya masih menyisakan rasa sakit, apalagi pada bagian perut. Jika bergerak sedikit saja, rasa nyeri masih sangat terasa.

"Kemana aku harus pulang...?" ucap Dira pelan, sangat pelan karena untuk sekedar berbicara pun kondisi tubuhnya masih terasa lemah.

Bulir bening mulai mengalir di pipinya, ia benar-benar bingung. Uang tabungan yang ia diam-diam simpan mungkin hanya cukup untuk makan saja, tidak cukup untuk sewa rumah atau kos.

"Bu Dira..." dokter memasuki ruangan Dira. Ditangannya terdapat sebuah map coklat yang berisikan rekap kesehatan milik Dira.

"Iya dok?" Dira menoleh, sebelumnya ia mengelap air mata yang masih basah dipipinya.

Dokter dengan wajah berseri itu tersenyum kearah Dira, senyum hangat menggambarkan ketulusan. Senyuman dokter itu terlihat seperti mendiang ibu nya yang sudah tiada. Dokter dihadapan Dira mengingatkannya dengan mendiang ibunya.

Ibu...Dira harus pulang kemana?

batin Dira tiba-tiba menjerit.

Dokter itu mulai membuka map coklat, menarik pelan selembaran kertas putih.

"Kondisi Bu Dira sebenarnya belum sepenuhnya pulih, Hantaman keras pada perut ibu masih membekaskan luka pada rahim ibu."

"Apa rahim saya masih bisa berfungsi dok?" Dira dengan wajah khawatir.

"Masih Bu, kabar baiknya Bu Dira masih bisa diberi kesempatan untuk memiliki keturunan. Rahim Bu Dira sehat hanya saja masih terluka." Dokter dengan hijab berwarna merah muda, senyum hangat tidak pudar dari wajahnya.

"Alhamdulillah..." walaupun ia sudah bercerai dengan Arhan, tapi Dira berharap suatu saat nanti Tuhan bisa menghadiahinya seseorang yang mampu menghapus luka yang sudah ditorehkan Arhan padanya.

Bersambung

Jangan lupa like ya readers 🤩

1
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia 🤲🤲.
Lembayung: aamiin makasih ya kak...🙏
total 1 replies
cinta semu 2
attow 🤣🤣g kuuuuaaaaaattttttt
Lembayung: tahan kak tahannn😭
total 1 replies
cinta semu 2
suka banget
cinta semu 2
kok pas banget baca episode bulan madu mana malam Jum'at lagi 🤣🤣🤣mana suami ....suami mana ya🤣🤣😄😄
cinta semu 2: di maafkan 😄😄 terima kasih sungguh karya u bikin candu ... love sekebon..❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
Ma Em
Semoga Dira dan Arya selalu bahagia dan segera diberi momongan .
Ma Em
Arhan penyesalanmu sdh terlambat dan tdk ada gunanya silahkan nikmati penderitaan taan yg kamu alami bersama istri pilihanmu dan cinta pertamamu , selamat untuk Dira dan Arya semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan 🤲🤲🤲.
Ma Em
Selamat untuk Dira dan Arya karena skrg sdh sah menjadi suami istri , semoga pernikahan Dira dgn Arya langgeng sakinah mawadah warohmah hanya maut yg memisahkan , untuk Arhan selamat menyesal karena sdh membuang Dira
Ma Em
Arhan sekarang mantan istrimu jadi istri atasan mu terima dan ikhlaskan Dira bahagia bersama suami yg sangat mencintai Dira , si Ayu sdh kalah dari Dira .
Ma Em
Ditunggu pernikahan Dira dgn Arya , juga ditunggu kehancuran dan penyesalan Arhan yg sdh membuang berlian hanya untuk memilih batu kali yg tdk berharga .
cinta semu 2
heran segitu polos ny sampai di tipu mentah2 masih g peka...biasa ny feeling istri tu tajam nah ni kok kayak aneh 🤔
Dibalik Senja
Sombongnya arhan,tabur tuai iku nyata loe arhan
Dibalik Senja
Secepatnya cerai dan biarkan dira bahagia
Dibalik Senja
Mereka sama2 jht
Dibalik Senja
Semoga keguguran biar dira tdk terikat dngn laki2 bejat itu
Dibalik Senja
Arhan smpah menjijikan tdk tau malu
Dibalik Senja
Minta cerai dira
Dibalik Senja
Awak binggung mau ngomong apa krn klu sdh cinta memang susah untuk diingtkan
Dibalik Senja
Yg sbr dira pkoknya jngn buang2 tenaga untuk lk2 bejat dan jht kyk itu
Dibalik Senja
Lebih baik gk usah pny anak dngn laki2 bjt iku dira ,pergilah cari bahagiamu
Dibalik Senja
Jngn2 dira adeknya yg hilang,ayo dira sadar suamimu iku jht
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!