Putri, seorang mahasiswa semester 3 dengan pribadi yang tenang dan lembut, menyimpan rahasia kecil.
ia bekerja paruh waktu sebagai pelayan di sebuah kafe. Namun, yang seharusnya menjadi tanda ketangguhan dan tanggung jawab, menjadi sumber perundungan. Teman-temannya membuat dugaan bahwa Putri bekerja karena kekurangan ekonomi.
Situasi memburuk ketika Fabian menyebarkan berita bohong bahwa dia dan Putri pernah tidur bersama, sebuah tuduhan yang sepenuhnya tidak berdasar. Berita ini seperti api di tengah hutan kering, seketika Dia harus menghadapi masalah yang serius.
Meski demikian, Putri tetap tangguh, menahan semua kepedihan dengan anggun. Namun, di tengah kegelapan ini, ada cahaya yang mulai muncul dari sosok Rafiy, siapakah Rafiy ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lovey Dovey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Aza yang mengetahui Haira sudah sampai di depan pintu, ia berlari ke arah Haira dan Memeluknya dengan erat
"Kamu dari mana?, Kenapa baru pulang? Aku khawatir banget" Tanya Aza
Haira melepaskan pelukan Aza
"Sudah selarut ini, Apa yang terjadi Babe?" Tanya Aza Khawatir
"Aza? Kita Putus aja"
Aza terkejut oleh pernyataan Haira, ia tidak menyangka Haira meminta putus, padahal mereka baru jadian
"Kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi? Baru semalem kamu menciumku dan bilang Love you, Kata yang gak pernah aku dengar semenjak kita pacaran, aku pikir kamu gak cinta sama aku, tapi aku senang setelah kamu mengatakan itu, Aku jadi tau kalau kamu juga cinta sama aku, trus kenapa tiba-tiba minta Putus? " Aza Terlihat sedih saat Haira memintanya putus
"Itu.." Haira terlihat bimbang
", Ada apa, bilang aja?"
*Flasback On*
Haira masuk ke dalam rumah Nova, dijumpainya Nova, Rey, dan Sissy di ruang tamu
"Mama, Papa, aku sudah mendengar semua dari Sissy, apakah itu adil untuk Sissy, Perjodohan yang dia sendiri tidak inginkan, Kenapa kalian tega sekali?"
"Baguslah kalau kamu udah tau, aku jadi tidak usah repot - repot memberitahumu"
"Bukankah Sissy sudah punya pacar? Dia sangat mencintai pacarnya dan Mama juga sudah mengenal Pacarnya bukan? Mama merestui mereka, kenapa sekarang begini"
"Yayaya, itu dulu, keluarganya bangkrut, Takkan ku biarkan Sissy ku sayang Menikah dengan orang miskin seperti dia"
"Mama, Meskipun begitu, Aku mencintai Arkan apa adanya"
"Diam Kamu Sissy" Nova membentak Sissy
Sissy langsung diam saat dibentak oleh Nova
"Nova, jangan membentaknya, dia jadi takut" Rey Memeluk Sissy yang takut setelah dibentak Nova
"Kau juga Rey, Aku sedang serius" Nova terlihat kesal
"Okey, Kebetulan sekali kamu ada disini, ada yang ingin aku katakan" lanjut Nova
"Apa itu Ma"
"Putusin Aza"
Haira kaget, apa yang Nova katakan barusan, putus? Bahkan mereka baru jadian
"Ha? Kenapa tiba-tiba? Mama, Aku sama Aza baru Jadian 2 hari yang lalu"
"2 hari? Bukannya udah lebih.. Ahh terserahlah, Pokok kamu harus putusin dia"
"Kenapa Ma" Haira sedikit berkaca-kaca
"Dia akan dijodohin sama Sissy"
Haira semakin kaget mendengar ini, sungguh tidak dipercaya, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena terlalu terkejut
"Apa? Jadi, Orang yang dijodohin sama Sissy itu Aza?"
"Iya"
"Kak Ra, maaf, aku gak tau Kalau kakak punya pacar, dan sekarang pacar kakak mau dijodohin sama aku, gimana ini?" Sissy menangis di pelukan Rey
"Kenapa bisa, Papa, Kenapa bisa Aza?" Tanya Haira ke Rey
"Maafkan Papa Haira, Papa tidak tau kalau Ternyata orangnya adalah pacar kamu, Papa hanya terikat janji" Jawab Rey
"Janji apa"
"Kamu tau kan Papa kerja di perusahaan Papa nya Aza, Papa hutang budi dengan Pak Farel, disaat Mama kamu melahirkan kamu, kita gak sanggup membayar biaya rumah sakit yang sangat mahal, apalagi dengan keadaan mamah kamu kehilangan banyak darah, Kakek dan Nenek tidak bisa bantu karena keuangan mereka juga buntu saat itu, jadi Papa minta bantuan sama Bos Papa untuk membayar semua biaya rumah sakit, tapi dia tidak mau Papa mengembalikannya dengan uang, jadi disana lah perjodohan itu terjadi, Papa setuju saat Pak farel meminta Papa menikahkan anaknya dengan anak Papa saat udah dewasa, Jadi kita sepakat untuk menjodohkannya dengan Sissy, adek kamu, Sekali maafkan Papa Hairai, sissy"
Jawab Rey dengan perasaan bersalah, Apa ia sudah merenggut kebahagiaan Anak tirinya?
"Papa aku harus gimana?" tanya Haira sambil bersedih
"Harus Gimana apanya, ya Putusin Aza dan Biarkan dia menikah dengan Sissy" Nova tiba2 menyaut dengan nada tinggi
"AKU GAK MAU DIJODOHIN" Teriak Sissy sebelum meninggalkan ruang tamu
Flasback Off
"Begitu" ucap Haira setelah menceritakan semuanya
"Oh, Kamu sudah tau?"
"Maksudnya?, kamu udah tau semua ini?" tanya Haira kebingungan
"Baru tadi, itulah kenapa aku pergi tadi kan, Papa dan Mama memintaku datang ke rumah, dan mereka memberitauku soal ini, Aku gak nyangka kalau aku bakal dijodohin sama adiknya pacar aku, waahh ini gam masuk akal" Aza mengacak acak rambutnya, ia benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikir orangtuanya
"berarti Sudah Jelas"
"Jelas Apanya?"
"Kita Harus Putus" pinta Haira
"Gak mau"
"Tapi... - -" Perkataan Haira terpotong Saat Aza mencium bibirnya
Aza menutup Pintu apart dengan bibir yang masih tertaut lalu membawa Haira ke Sofa, ia memposisikan tubuh Haira berbaring di sofa dengan dirinya diatas Haira, ia melumat bibir manis itu, sebelumnya Aza tidak pernah senafsu/sekasar ini, tapi sekarang seakan akan menjelaskan kalau Haira hanya miliknya seorang, hanya Aza yang boleh mencium Haira, menyentuh Haira, hanya Dirinya.
Sampai akhirnya ia merasa mulai kehabisan oksigen jadi ia melepaskannya dan duduk di sofa itu, diikuti Haira yang juga ikut duduk saat Aza melepaskan ciumannya
"Aku akan membereskan baju bajuku dan pulang ke rumah Kakek" Ucap Haira
"Gak boleh" Larang Aza
"Kita udah gak punya hubungan apa-apa sekarang"
"Masih, Aku gak mau diputusin, jadi Aku msih pacarmu"
"Kan aku dah bilang, kalau kita putus"
"Gak mau, kan aku dah bilang Gak mau, Kamu gak ngerti arti kata 'gak mau'? "
"Trus gimana? Kamu kan mau dijodohin"
"Biarin aja, Aku nolak perjodohan ini , dan aku yakin, Adikmu pasti juga kan?"
"Hm"
"bagus, Kalau gitu, Jangan putus ya?" Aza memohon kepada Haira
"Tapi perjodohan ini gimana?"
"Masih lama kan, sampai nunggu adik kamu lulus, masih ada waktu untuk batalin perjodohannya"
"Gimana caranya"
"Biar aku pikirin, Sekarang kamu tidur aja, udah malem, Aku cinta kamu Haira"
"Aku juga"
"Juga apa?"
"Cinta sama kamu"
"Kamu siapa?"
"Aza"
"Apa? Aku mau denger yang lebih lengkap"
Haira menghela nafas sejenak
"Aku cinta sama Kamu Aza"
Aza tersenyum puas setelah mendengar Haira mengatakan itu, langsung saja Aza menggendong tubuh Haira ke kamar
***
Pagi pun telah tiba, Aza telah berangkat kerja dan Haira sendirian di Apartemen Aza, Setelah melihat lihat isi Apartemen Aza, Haira Menemukan foto keluarga Aza, disana ada Mama, Papa nya Aza dan tentu saja Aza, ia mengambilnya lalu mengusap foto itu, Entah kenapa senyum yang tadi menghiasi wajahnya kini perlahan luntur, ia berpikir kalau mungkin orang tuanya Aza akan menjadi mertuanya tapi sepertinya tidak akan pernah terjadi, Haira lalu meletakkan foto itu kembali ke tempatnya.
Karena kedai tutup beberapa hari jadi ia tidak punya kerjaan jadi ia ber inisiatif membersihkan apartemen Aza, Aza mungkin saja tidak punya waktu untuk membersihkan apartemen sebesar ini sendiri apalagi dia laki-laki
Haira menyapu, mengepel, mencuci baju Aza, memasak dan yang lainnya
***
"Kamu harus pikirkan baik2 Aza" Farel (Papah Aza) berbicara dengan Aza di ruang kerja Aza
"Aku sudah bilang Papa, aku gak mau dijodohin sama orang yang gak aku cintai" Aza Mengacuhkan Farel dan terus memainkan Komputer
"Papa gak menerima penolakan, Apapun yang terjadi, Perjodohan ini tidak akan dibatalkan, Kamu tau kan, Keluarga mereka punya hutang budi sama Papa"
"Berapa? Aza akan bayar" Aza masih memainkan Komputer
"Kamu meremehkanku, Papa gak menginginkan Uang, Papa hanya ingin anak Papa bahagia dengan pilihan Kita"
Aza Menghentikan memainkan Komputer dan berdiri menatap mata Farel dengan sangat berani
"Bahagia? Apa Kalian pikir aku akan Bahagia kalau caranya seperti ini? Kalian bahkan gak bertanya dulu kepadaku, aku ini kalian anggap apa?"
Farel lalu berdiri dan menampar Aza
"Kurang ajar ya kamu, Dengar baik2, gak ada yang dibatalin atau ditunda, Kalau kamu coba-coba buat membatalkan Perjodohan ini, Papa tidak segan2 akan memecatmu, memblokir semua kartu kreditmu, mengambil, motormu, mobilmu, dan apartemen itu" Sehun Pergi dari sana dengan sangat Kesal
Aza hanya meremas kertas sebagai bahan pelampiasan marahnya
***
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.