NovelToon NovelToon
EARLY

EARLY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Inara Early Wijaya atau kerap di sapa Nara,gadis berusia 21 tahun yang sedang menempuh pendidikan di salah satu Universitas ternama, selain mahasiswi dia adalah seorang CEO di wijaya grup milik sang Ayah, kedua orang tua Nara meninggal karena kecelakaan maut 4 tahun lalu yang menimpanya. setelah ke dua orang tuanya meninggal Nara lebih memelih tinggal di jogja karena salah satu peristiwa.
Nara tinggal di sebuah apartemen miliknya, namun juga sering menginap di tempat sang paman yang ia panggil Abi, yang memiliki sebuah pesantren yang cukup terkenal.
Tanpa di ketahui Nara sebelum kecelakaan yang menimpa kedua orang tuanya ,Nara sudah di nikahkan oleh seorang anak kiyai kerabat Paman Nara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Kini Nara dan juga Atlas sudah berada di kamar sang umma.

" umma kan masih harus di rawat, kenapa Umama minta pulang sih?" pertanyaan dari Atlas yang kini berdiri di samping sang istri yang duduk di samping sang Ummanya.

Nyai Fatimah kemarin pingsan karena dehidrasi, dan darah tingginya kambuh,hingga menyebabkan pingsan, dan harus di rawat beberapa hari di rumah sakit, namun sekarang ia meminta pulang karena ingin bersama sang menantu yakni Nara.

" Kenapa sih Tlas, orang Umma udah lebih baik kok, umma gak suka di rumah sakit, umma pengen di rawat sama mantu Umma, bolehkan nduk rawat umma?" ujar Nyai fatimah dan menoleh ke arah Nara dan mengusap pelan punggung tangnya.

Nara mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Nyai fatimah, lalu Atlas dan kemudian ke Ning Aziza, Nara tampak bingung harus menjawab pertanyaan sang mertua.

" Umma" Atlas merasa tak enak pada sang istri,karena sang Umma terkesan memaksanya.

Nara kemudian mengagukan kepalanya dan tersenyum kepada sang mertua, ia yakin Suaminya tidak enak padanya.

" makasih yaa nduk, apa boleh umma peluk kamu?"

Nara hanya mengagguk kepalanya kembali, Nyai Fatimah pun berhambur memeluk sang menantu, Nara merasakan pelukan hangat dari Nyai Fatimah, ia sangat merindukan pelukan sang Bunda.

" kamu sekarang anak Umma, kalo ada apa-apa bilang umma yaa nduk.. anggap umma sebagai Bunda, umma bisa jadi tempat kamu berkeluh kesah, umma bisa jadi tempat kamu cerita semua masalah mu, jangan di pendam semua sendiri lagi yaa" bisik Nyai Fatimah yang membuat Nara meneteskan air matanya.

sebelum kepergian Bunda Nara,beliau sudah lebih dulu menceritakan sifat Nara yang suka memendam semua masalahnya, dan tidak akan cerita jika tidak di tanya, walau terkenal cerewet dan bar bar, Nara bukan tipe orang yang membagi kesedihan, sakit ke orang lain.

" terimakasih umma"

Atlas memelih meninggalkan sang istri dan nyai fatimah, agar lebih leluasa untuk mengobrol.

...****************...

Tepat pukul 9 malam, Nara baru saja keluar dari kamar sang mertua, setelah sedari tadi ia menemani sang mertua.

"umma sudah tidur?" pertanyaan terlontar dari mulut sang suami yang sedari tadi menunggunya di ruang keluarga.

" Astagfirullah " gumam Nara.

" kamu sudah makan?" tanya Atlas kembali yang melihat Nara tampak sedikit pucat.

Nara hanya menggelakan kepalanya sebagai jawaban, kemudian Atlas menariknya ke meja makan, mencari makanan yang bisa di makan oleh sang istri.

" yah kenapa tidak ada makanan sama sekali" ujar Atlas saat mencari,ternyata sama sekali tidak ada makanan yang bisa di makan oleh sang istri.

" sudah gus, lebih baik kita ke kamar, saya bisa makan besok waktu sarapan sa...." ucapan Nara terpotong oleh dering ponsel miliknya.

" Halo pak"

" ......"

" okey pak sebentar saya keluar, tunggu yaa pak"

" hmm Gus, di depan ada pak bagas, saya tadi minta tolong pak balas, buat nganter barang- barang saya yang di apartemen " Nara memberitahu sang suami.

" kamu tunggu di teras saja, saya hubungi pak satpam dulu, agar di buka pintu pagar, saya mau ke atas dulu" pinta Atlas.

" okey gus" Nara kemudian menuju ke teras.

Sedangkan Atlas ke kamar miliknya untuk mengambil jaket untuk dirinya dan juga Nara, ia berniat mengajak Nara mencari makan di luar.

Setelah mengambil jaket, Atlas kemudian menyusul sang istri, sesampainya di teras sudah ada beberapa kardus dan juga 4 koper berukuran besar milik Nara.

" ini seluruh barang kamu, kamu bawa kesini Early?" tanya Atlas saat melihat Nara sedang mengecek barang- barangnya.

"astaga gus Atlas, suka banget ngagetin orang" Ujar Nara sambil mengusap dada.

" ini semua barang kamu?" tanya Atlas kembali.

" hehehe iyaa, ini juga ada baju yang udah gak kepake, mau kasih ke yang lebih memebutuhkan" balas Nara.

Atlas tersenyum,kemudian menyodorkan jaket milik Nara yang ia beli sewaktu perjalanan bisnis di Singapore, beberapa bulan lalu. " nih pakek, taruh situ saja nanti minta tolong kang santri buat bawa ke kamar"ujar Atlas.

"mau kemana Gus?kok bawa jaket segala" tanya Nara .

" sudah ikut saja,ini di pakek saya mau ambil motor dulu di garasi"

Nara kemudian menerima jaket yang di sodorkan oleh Atlas, kemudian menunggu Atlas di depan rumah.selang beberapa menit Atlas kembali menaiki moge miliknya yang ia ambil di garasi.

tin

tin

klakson motor Atlas menyadarkan Nara dari lamunanya, " beneran naik ini Gus?" tanya Nara.

Atlas hanya mengaggukan kepalanya dan tersenyum. " pakai helmnya" ujar Atlas sambil memakainya helm ke kepala sang istri.

" tidak ada kendaraan lain, masa cuma cari makan pakai moge segala sih gus, apa anda mau pamer yaa?" cibir Nara.

" ngapain saya pamer sama kamu, yang ada saya malu, banyakan juga uang kamu bukan uang saya, saya pakek ini yaa karena udah lama aja gak di pakek, sekalian manasin sapa tau besok mau sunmori" ujar Atlas yang sudah menjalankan motornya.

"apaan sih gus, itu bukan uang saya tau" balas Nara sambil memukul pundak sang suami.

" awww sakit, patah tulang nih" balas Atlas.

" ah gak usah lebay, kalo gus patah tulang, operasi aja sendiri kan gus dokter tulang" balas Nara.

Atlas meraih tangan Nara yang sedari tadi hanya memegang jaketnya, Atlas membawa tangan Nara ke depan supaya Nara memeluknya " saya kedinginan " alibi Atlas.

" pulang saja yuk gus" celetuk Nara yang tak enak hati.

" enggak, kita pulang kalo kamu sudah makan, kamu mau makan di restoran mana?" tanya Atlas.tangannya masih senantiasa mengusap tangan sang istri yang kini sudah memeluknya.

" terserah saja Gus, saya ngikut anda saja" balas Nara.

Atlas masih melajukan motornya dengan kecepatan sedang, saat di tengah jalan Nara melihat seorang kakek berjualan bakso keliling di pinggir jalan yang sedang berhenti di depan ruko-ruko, kemudian ia meminta Atlas untuk berhenti.

" Gus berhenti gus"

" kenapa?" Tanya Atlas sambil menepikan motornya di pinggir jalan.

" makan itu bakso kakek itu saja gus" balas Nara sambil menunjuk ke arah kakek penjual bakso.

" kamu yakin?" tanya Atlas terkejut,Atlas fikir istrinya tidak akan suka makanan pinggir jalan.

" yakin kok, emang kenapa sih gus?"

" yaa saya fikir kamu gak suka makanan pinggir jalan" balas Atlas sambil memutar balik motornya.

"saya malah lebih suka jajanan pinggir jalan, lebih murah, rasanya juga gak kalah enak sama makanan mahal, dan kalo kita bisa bantu umkm" balas Nara.

Atlas tersenyum mendengar jawaban, ternyata istrinya begitu baik, selama ini ia pikir sang istri adalah wanita yang glamour dan gaya hidup yang elit, di lihat dari seluruh koleksi tas dan juga sepatu Nara yang mahal.namun ia salah ternyata sang istri wanita sederhana,tidak sombong dan juga baik hati.

" mas mau gak?"

1
Happyy
😠😠
Galuh Setya
rada bingung ma karakter wildan. dijabarkan anak kyai, trz paham agama n bijak tp semakin kesini kok kyk abg labil ya thor...
Happyy
💪🏼💪🏼
Happyy
👌👌
Happyy
👊🏼👊🏼💪🏼💪🏼
Happyy
😘😘
Happyy
🤗🤗
Happyy
😍😍
Happyy
👊🏼👊🏼👊🏼
Happyy
🤗🤗
Happyy
😯😯😯
Happyy
👊🏼👊🏼👊🏼
Happyy
😘😘
Happyy
👌👌
Happyy
👍🏻👍🏻
Minnie
butuh penjelasan donk kk....
sehabis keguguran itu kan masih masa nifas ya..yg artinya belum boleh sholat...tapi disini Nara sudah sholat...
Galuh Setya
terlalu bertele² thor. si agnia tau kalo calon pelakor itu punya niat buruk tp gak bilang kekeluarganya.
si wildan juga terlalu lembek sampai bs dimanfaatin ulet bulu
Happyy
👌👌👌
Happyy
👊🏼👊🏼👊🏼😚😚😚
Anis Saidah
mampir thor
Nana Ningrum: Terima kasih kak sudah mampir, semoga suka dengan ceritanya ya🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!