NovelToon NovelToon
Akibat Kesalahan Satu Malam (Kemelut Cinta)

Akibat Kesalahan Satu Malam (Kemelut Cinta)

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:19.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rou Hui

Jeany adalah gadis yang tak pandai bergaul karena memiliki fobia sosial. Hidupnya tak lagi sama sejak ia kehilangan kesuciannya.

Rasa bersalah karena telah merenggut kesucian Jeany membuat Kevin ingin selalu menjaga gadis itu sebagai seorang sahabat. Tanpa disadari, perhatian yang ia berikan membuat Jeany jatuh hati padanya. Gadis itu harus tersiksa karena sakitnya cinta sepihak. Namun ia tahu tidak mungkin memiliki Kevin, yang telah menambatkan hatinya pada kekasih cantik bernama Stevi.

"Apa aku gak boleh mempertanggungjawabkan perbuatanku? Kamu tahu aku selalu dihantui rasa bersalah!" -Kevin-

"Kamu egois. Kamu cuma mau ngilangin rasa bersalahmu. Tapi aku ... di sini aku sakit!" -Jeany-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rou Hui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Harus Jeany?

Stevi masih memegang ponselnya tanpa beranjak dari sofa di ruangan tempat ia menunggu Devi dan Sandra. Ia memang lebih dulu selesai daripada kedua sahabatnya itu. Hari ini mereka bertiga pergi ke salon untuk mengubah model rambut. Tujuannya tentu saja agar dapat tampil cantik maksimal ketika liburan di Singapura kelak.

Ada kekhawatiran dalam dirinya setelah membaca pesan Whatsapp dari Kevin. Kekasihnya itu pergi nonton berdua dengan Jeany.

Kenapa harus Jeany? Kenapa gak ngajak gue?

"Stev? Stevi!" Devi memanggilnya dengan suara agak keras karena gadis itu dari tadi sibuk dengan pikirannya sendiri.

"Lo lagi mikir apa sih sampe kita panggil-panggil gak denger?"

Tanpa pikir panjang Stevi menunjukkan pesan percakapan dari Kevin pada kedua sahabatnya.

"Jeany? Jeany anak SMA kita?!" Kedua sahabatnya memekik terkejut.

"Ho-oh," jawab Stevi dengan wajah yang menunjukkan ketidakpercayaannya juga.

"Kok bisa sih? Sejak kapan mereka dekat? Trus mereka pergi berdua aja?" Sandra mencecarnya dengan pertanyaan. Kini mereka bertiga telah duduk di sofa. Untung saja tidak ada orang lain di ruangan itu karena sudah mendekati jam tutup salon.

"Kata Kevin sejak mereka satu kelompok tugas Manajemen Keuangan, pas semester tiga."

"What?! Itu kan udah lama banget!" sahut Devi dan Sandra bersamaan.

"Kevin bilang mereka bersahabat."

"Stev, bukan gue nakut-nakutin lo. Tapi cowok dan cewek bersahabat tuh mustahil! Lama kelamaan bisa tumbuh rasa di antara mereka, paling engga salah satu dari mereka." Devi mulai memberi wejangan.

"Betul, Stev. Lo inget gak mantan gue si Richo? Dia dulunya juga sahabat gue kan. Akhirnya kami jadian karena saling suka," timpal Sandra menceritakan pengalamannya.

"Waktu itu salah satu dari kalian udah punya pacar belum?" tanya Stevi memastikan.

Sandra menggeleng. "Belum sih ...."

"Biarpun begitu sahabat jadi cinta tuh sangat mungkin terjadi!" sahut Devi.

"Tapi gue yakin Kevin gak mungkin mengkhianati gue. Dia bukan orang seperti itu," kata Stevi mantap.

"Iya sih, Kevin kelihatan cinta banget ama lo. Tapi apa lo bisa percaya Jeany? Secara Kevin tuh cakep, keren, tajir lagi! Cewek mana yang gak suka sama dia?" Devi mulai memanas-manasi. Ia tidak ingin sahabatnya lengah dan memberi celah pada perempuan lain.

"Jadi maksudnya kalian juga bakal jatuh hati sama Kevin seandainya ada kesempatan deket ama dia?" Stevi bertanya dengan polosnya membuat Devi dan Sandra memutar kedua bola mata mereka.

"Idihhh nih anak lalot bener. Denger ya, gue ama Sandra kan udah punya cowok. Mana mungkin naksir Kevin lah," jelas Devi gemas.

"Yang jelas lo jangan kasih kesempatan buat Jeany mengambil hati cowok lo. Kalo perlu buat dia menjauh dari Kevin!" Devi memperingatkan Stevi.

"Kok kayaknya Jeany gak seperti itu," kata Stevi ragu.

"Ya ampun, jadi orang jangan terlalu baik. Apa salahnya sih berjaga-jaga? Ingat ya, kejahatan terjadi karena ada kesempatan!"

"Lihat ntar aja gimana deh," putus Stevi yang bertambah bingung setelah mendengar nasihat kedua sahabatnya. Di satu sisi ia sangat ingin mempercayai Kevin dan Jeany, tetapi di sisi lain yang dikatakan oleh kedua sahabatnya juga tidak salah.

"Terserah lo aja. Tapi kalo ada apa-apa lo harus cerita ya, kami pasti bantu." Devi berpesan yang lagi-lagi diangguki oleh Sandra.

Mereka bertiga pun pulang menuju rumah masing-masing. Stevi mengendarai mobilnya tanpa semangat. Perasaan senangnya yang tadi muncul karena penampilan barunya kini telah sirna berganti perasaan gelisah.

***

Semenjak pergi nonton dengan Kevin, perasaan canggung Jeany padanya berangsur-angsur memudar. Perlahan ia mulai mencoba menerima pemuda itu sebagai sahabatnya. Apalagi Kevin selalu dapat membantunya di kala ia sedang kesulitan.

Seperti hari ini, Kevin sedang membantu Jeany memahami materi ujian akhir. Ia sedang memberi penjelasan pada Jeany di teras rumah kos gadis itu.

Kalau biasanya Kevin yang memaksa untuk membantu Jeany, kali ini gadis itu sendiri yang meminta bantuannya. Ia harus mendapatkan indeks prestasi kumulatif minimal di angka tiga agar dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa di semester berikutnya.

Selama ini ia mampu bertahan kuliah karena adanya beasiswa. Walaupun hanya dapat menutup separuh dari biaya kuliahnya, bagi Jeany beasiswa tersebut sudah sangat membantunya. Sisa uang kuliah yang harus dibayar masih bisa diupayakannya dengan bekerja paruh waktu.

Jeany tahu ia tidak cerdas. Karena itu selama ini ia belajar lebih giat. Setiap malam ia selalu mempelajari materi kuliah yang telah diberikan dosen. Namun ketika menjadi pramusaji di kelab malam, ia harus merelakan jam tidurnya untuk bekerja, menyebabkan siklus hidupnya menjadi kacau. Ia tidak pernah lagi mempelajari materi kuliahnya.

Untuk membayar tutor seperti yang dilakukan banyak mahasiswa lain tentu saja ia tidak sanggup. Gadis itu sebenarnya sudah pasrah bila semester depan tidak mendapatkan beasiswa. Bahkan ia sudah siap mental bila harus cuti kuliah karena masalah biaya.

Namun lagi-lagi Tuhan menolongnya dengan mendatangkan tutor gratis untuknya. Kevin. Menurutnya Kevin sangat berbakat mengajar, karena ia dapat memahami dengan mudah penjelasan yang diberikan laki-laki itu.

Belajar bersama seperti ini membuat mereka harus duduk berdekatan, memangkas jarak di antara mereka. Kevin menerangkan materi pelajaran dengan suara lembut, sambil sesekali melempar senyumnya yang menawan. Lagi-lagi Jeany merasakan jantungnya berdegup kencang. Dan lagi-lagi gadis itu menepis perasaan aneh tersebut.

Ponsel Kevin berdering. Ia tersenyum senang melihat nama pemanggil yang terpampang pada layar ponselnya.

"Halo, Stev?"

"Halo, Vin, temeni aku beli kado ya? Sekalian kita kencan." Suara manja Stevi memancing Kevin untuk tersenyum lebih lebar.

"Bisa banget. Kapan mau aku temenin?"

Jeany memperhatikan bagaimana pemuda itu berbicara dengan kekasihnya, terdengar lembut dan penuh cinta. Ia jadi bertanya-tanya. Apakah suatu hari akan ada laki-laki yang memperlakukan dirinya seperti Kevin memperlakukan Stevi?

"Oke kalo gitu satu jam lagi aku jemput ya. Iya miss you too. Dadah ...."

Wajah Kevin masih berbinar bahkan setelah Stevi mengakhiri panggilannya. Tampak sekali bahwa ia sangat mencintai kekasihnya itu. Jeany bertanya-tanya mengapa Kevin dan Stevi tidak menjalin kasih sejak SMA. Mungkin memang seperti itu cara jodoh bekerja, menunggu waktu yang tepat.

"Jean, gue pulang dulu ya. Mau temenin Stevi beli kado buat temennya. Lo udah ngerti yang tadi gue jelasin kan? Kalo belum besok gue ke sini lagi," kata Kevin sambil membereskan alat tulisnya.

"Udah ngerti kok. Makasih ya."

"Oke. Kalo masih butuh diajarin, WA aja ya. Bye!" Kevin pun berjalan menuju SUV hitamnya yang terparkir di luar pagar rumah kos Jeany.

Gadis itu memandangi sosok Kevin hingga masuk ke dalam mobil. Segala sesuatu tentang Kevin terlihat begitu sempurna di matanya. Perasaan iri muncul begitu saja tanpa dapat dicegahnya.

Betapa beruntungnya Stevi memiliki hidup yang sempurna, dan memiliki cowok sesempurna Kevin ....

Seandainya aku terlahir sebagai Stevi ....

1
Nona En En
g tau udah berapa kali aku baca novelmu ini thooor,,,,
Rou Hui: Bahagia sekali baca komentar ini. Makasih ya Kakak masih ingat novelku 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hutami Putri Wulandari
walau udah berkali2 baca tp tetep kangen sama novel ini ... novel yg bawa aku jadi suka baca sedari anak pertama aku bayi dan sekarang udah SD masih balik lagi kesini tengok siapa tau ada karyawan baru...
Rou Hui: Ya ampun kayaknya anak kita seumuran. Aku nulis ini pas anakku masih bayi. Sekarang dia udah kelas 1 SD. Makasih banyak ya, Kak, udah suka ama novelku 🥰🥰🥰
total 1 replies
Starry💫
Hai, Thor. Aku balik lagi kesini, entah untuk ke berapa kalinya, karena sudah lebih dari tiga kali aku baca novel ini 🤩
Yeahhh, sesuka ini aku sama novelmu🫠
Rou Hui: Ya ampun makasih sekali, Kak. Aku senang karya lamaku masih diingat ❤️❤️❤️
total 1 replies
Monica Gendut Gendut
aku udah baca novel ini 2 Kali Thor, tp novel satunya kenapa ndak diselesaikan
novel " dipaksa bercerai"
sdh berapa tahun vacun Thor, sejak corona sampai sekarang
Rou Hui: Maaf, Kak. Semoga saya bisa lanjut nulis lagi. Makasih udah suka sama karya saya.
total 1 replies
ken darsihk
Rika teman nggak ada akhlak 😠😠😠
ken darsihk
Syukak sama pesan nya author bijak bngtt 😍😍
Qaisaa Nazarudin
Ternyata Kevin Masih aja percaya sama mamanya,Sedangkan dia tau mamanya dr dulu gak suka dan gak restu hubungan mereka,Bukannya cari tau,Malah lebih membela mamanya,Untung aja mamanya sekarang udah mati,Jadi dia bisa bersama dgn Jeany dan anaknya,Ciba aja kalo mamanya masih ada..ckk
Qaisaa Nazarudin
KENNY=KEvin jeaNY
Qaisaa Nazarudin
Lisa..Lisa..Dengan kamu tahu dengan kamu membocorkan semua ini, Secara tak sengaja kamu telah memberi tau Kevin kalo itu bukan anaknya Randy, Berarti itu anaknya Kevin,Maka Kevin akan lebih semangat lagi utk mengejar Jeany..🤣🤣🤣🤣👍👍
Qaisaa Nazarudin
Ternyata banyak banget komplik nya..
Qaisaa Nazarudin
Kan Kevin jadi salah paham,Di sini seperti nya hanya Kevin yg berjuang sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Jeany terlalu Egois,Di ahak nikah gak mau,Padahal Kevin udah berjuang demi hubungan mereka,Sanggup di usir dari rumah,Lha Jeany malah anteng2 aja dekat dengan Pria lain..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Gak salah Kevin mikir gitu,Selama ini Jeany selalu melarang Kevin masuk ke kosan,Lha Randy? Hanya alasan SAKIT di bolehin masuk?? ckck..
Qaisaa Nazarudin
Temen yg gak patut di ikutin dan contohin..
Qaisaa Nazarudin
Lha mulai deh DRAMA nya..
Selviana Budi Lestari
Luar biasa
Septi Bklu
jln cerita nya bagus banget tp sayang gak ada kelanjutan nya
Rou Hui: Terima kasih apresiasinya, Kak ❤️
total 1 replies
Kg Mughni Siddiq
Lumayan
Dewi Sri
/Good//Good/
Lusia Emilia Titik Kristiani
beberapa kali baca episode ini selalu mengandung bawang thor....😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!