maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
"Biasakan like, setelah baca dan tolong jangan hujat saya, karna ada di antara kalian yang bilang ke saya lewat komen itu buat saya jadi males untuk ngelanjutin buat novel nya . Dan terimakasih karna kalian juga sudah mau baca cerita saya dan sebwlum nya saya minta maaf mungkin karna saya masih baru bikin novel jadi agak amburadul kisah nya. Jadi saya mohon tolong jangan hujat terimakasih. Maaf saya cuman curhat dikit aja. Silah kan di lanjut baca nya."
"Pagi-pagi sekali sudah siap mau kemana?" Tanya ku pada Sarah.
"Bukan urusan mu tuan, saya mau pergi kemana pun itu hak saya, bukan urusan mu tuan," ucap Sarah sinis.
"Jelas itu hak saya, karna saya adalah suami mu , Sarah . Kamu saya nikahi berarti saya berhak tau kau mau kemana, dan apa pun urusan mu jadi saya berhak tau!" ucap Ku lebih sinis dari nya.
Mungkin saja Reyhan dan Sarah sekarang sedang adu mulut, dan yah Sarah itu pasti akan kalah saing dalam berbicara dengan Reyhan. Tapi yah tuhan lebih berpihak kepada Sarah atau cuman keberuntungan saja, dalam hal pertengkaran seperti ini.
"Baik lah jika , itu mau anda tuan tapi saya tidak akan mau kalah dengan anda. "
"Jadi kau menantangku yah? ingat derajat ku itu lebih tinggi di banding dengan mu Sarah, aku seorang suami dan seorang presedir. Sedangkan kamu hanya seorang ibu rumah tangga, cuman itu kan?"
"Gx, aku bukan ibu rumah tangga, aku hanya istri mu tuan, hanya istri tidak lebih," ucap ku keras kepala .
Sungguh ini semua pertengkaran ini sungguh menguras waktu ku, dan sia-sia saja Sarah melayani nya. Ia sudah telat masuk ke sekolah dan dia juga tidak masuk kerja di tempat mbk Viola. "Ini semua gara-gara Reyhan, dia sudah membuat ku membolos di sekolah dan juga di pekerjaan ku , semogga saja mbk Viola tidak memecat ku, dan aku juga masih bisa bekerja," Ucap ku membatin.
" Baik lah aku akan memberi mu hukuman. Karana kau sudah membantah ku lagi, ini mungkin akan sangat sulit untuk kamu terima di hidup mu Sarah," ucap ku santai, sesantai-santainya
"Hukuman apa pun itu akan ku terima tuan, tapi beritahu aku dulu apa hukumanya!" ucap ku ketus.
" Tadi kau sendiri yang bilang akan menerima apa pun hukuan nya, jadi saya tidak perlu memberi tahu mu, dan mulai sekarang hukuman mu sudah berlaku selama satu minggu kedepan," Ucap ku santai dan di tanggapi pelototan dari Sarah.
"Apa kau sudah gila tuan kau akan menghukum ku selama satu minggu, aku ini istri mu tuan seharus nya kau tidak perlu menghukum ku terlalu lama seperti ini."
"Kenapa bukanya kamu sendiri yang mau, jadi yah tidak masalah aku ingin menghukum mu seauai dengan selesara ku saja." Ucap ku santai lagi yah mungkin Sarah agak sedikit jengkel denga sikap ku, tapi aku merasa ini semua sangat lah enak jika melihat Sarah jengkel, ia itu sangat lah gemes dan imut banget.
"Emang ada punya suami yang hanya, bisa nya nyusahin aja. Emang nya enak apa dapet hukuman selama satu minggu. Emang gila, apa pencinta orang di hukum," ucap ku membatin.
"Jika aku tidak mau dapet hukuman nya giman dong?" tanya ku pada Reyhan.
"Harus mau tidak ada kata tidak mau, itu hukuman mu yang selalu cari gara-gara dengan ku." Ucap ku tegas agar Sarah mau menuruti apa kata-kata ku lagi, dan tidak jadi istri yang selalu membantah dengan suami nya, sendiri. Apa lagi suami sah nya, itu lah perinsip Reyhan jika sudah memiliki istri walaupun terpangkut jauh usianya.
"Tidak ada kata tidak mau harus mau, oky." Ucap Reyhan dengan santai nya ber bicara.
Bahkan ia sedang membawa Sarah masuk kedalam kamar nya dan memasukan Sarah kedalam kamar tak lupa ia mengunci pintu kamar nya secara otomatis, yang mengunakan remot, yang hanya bisa membuka pintu itu cuman Reyhan yang lain nya tidak akan ada yang bisa. Setelah mengurung Sarah di dalam sanah, Reyhan langsung pergi ke kantor dengan langkah angkuh nya , banyak karyawan yang menyapa nya, tapi ia tak pernah peduli dengan semua itu.
Sementara Sarah yang hanya terkurung di dalam kamar berusaha menggebrak-ngebrak pintu, berusaha ingin keluar dan mungkin saja ada yang mau membantunya , tapi siapa yang akan membantu nya semua orang di dalam sinih semua nya takut dengan Reyhan yang angkuh itu.
"Brukkk, ,,,,"
"Brukkkk,,,,,,,,"
"Brukkkk,,,,"
Sarah berusaha mengedor-ngedor pintu , siapa tau ada yang mau membantu nya . Untuk keluar dari dalam kamar nya.
"Tolong apa ada orang di luar, tolong keluar aku dari sinih." Teriak ku dari dalam tapi tak ada yang mau membantu nya untuk keluar dari, dalam dan rasa nya percuma jika ia akan teriak-teriak semua itu akan terasa sia-sia.
🐇🐇🐇🐇🐇🐇
Matahari sudah berganti dan Reyhan pun juga sudah pulang dari kantor.
"Bagaimana sayang, apa kau menikmati hari mu ?" tanya Reyhan pada ku.
"Brengsek, kau hanya bisa menyiksa orang ,v tanpa berfikir bagai mana perasaan orang lain . Bahkan kau lebih kejam dari psikopat." Ucap ku menghina Reyhan. Tapi apa bukan nya marah ia malah makin mendekat kan wajah nya kepada ku , sungguh ini membuat ku merasa risih dengan dia yang menatap ku begitu lekat.
"Kenapa kau menjauhkan wajahmu? apa kau takut?" tanya nya yang penuh dengan berbagai pertanyaan .
" Tidak, saya sama sekali tidak takut dengan mu tuan , sudah lah saya tidak mau berdebat dengan mu tuan sebaik nya kau lepaskan aku tuan, dan biar kan aku menghirup udara di luar sanah," ucap ku memohon pada nya.
"Good , sekarang kamu sudah berani yah memyuruh ku untuk mengeluarkan mu itu tidak akan terjadi Sarah," ucap Reyhan sambil berlalu ke kamar mandi.
"Aku harus memcari remot itu, aku harus keluar dari siluman tak beretika itu."
"Tapi di mana remot itu." Aku terus mencari-cari remot itu dan akhir nya aku menemukan remot itu di dalam tas nya Reyhan.
"Akhir nya ketemu juga , aku harus cepat."
Setelah menemukan remot itu, Sarah langsung menekan tombol yang ada pada remot itu . Setelah pintu terbuka Sarah langsung pergi berlari menuruni anak tangga, dan pergi keluar gerbang yang menjulang tinggi di depan rumah Reyhan yang teramat megah.
Setelah lari lumayan jauh dari rumah Reyhan , tiba-tiba,,, Sarah ada,,,,,