Yuri meremas gaunnya yang cantik melihat mantan suaminya terlihat bahagia di atas pelaminan. Padahal 1 minggu yang lalu putusan cerai di sahkan oleh pengadilan. Yang menjadi istri baru mantan suami adalah Arimbi sahabat baiknya yang dengan tega merebut kebahagiannya disaat Yuri berjuang untuk mendapatkan sang buat hati.
Air matanya berusaha ditahan agar tidak tumpah membasahi dan merusak riasan wajahnya yang sudah sempurna. Disaat Yuri berusaha tetap tegar sebuah tangan menggenggam tangannya dan memberikan sebuah kekuatan baru.
"Apa kamu ingin membalaskan dendam mu kepada mereka?" ucap Gio
"Apa aku bisa??" jawab Yuri ragu -ragu
Gio yang merupakan atasannya ditempat kerjanya yg baru tak sengaja bertemu di pesta resepsi David dan Arimbi. Hubungan keduanya pun sebatas karyawan dan atasan.
"Menikahlah denganku dan lahirkanlah anak untukku"
"Itu tidak mungkin, aku mandul!!" Ucapnya tegas.
"Percayalah padaku. Kamu bisa menggunakan seluruh kekayaan yang aku miliki untuk membalaskan dendammu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diterima Bekerja
Tak ada kesibukan hari ini membuat Gio bisa bersantai di kursi kebesarannya, namun waktunya harus terganggu oleh dua orang karyawannya yang datang untuk menyerahkan hasil gambar design yang mereka kerjakan.
Ririn memberikan salam kepada Gio yang sedang duduk tanpa ada sedikitpun niat untuk membalas atau bahkan melihat wajah karyawannya itu.
"Berikut ini beberapa gambar design terbaru yang sudah saya kerjakan salam kurun waktu dua minggu ini, Boss. Silahkan dilihat," kata Ririn sambil menyerahkan daftar designnya.
Dengan enggan, Gio terpaksa mengambil kertas -kertas desain tersebut dan mulai melihatnya secara detail. Meskipun bukan berasal dari jurusan design tetapi Gio cukup paham dengan dunia fashion design.
"Lumayan, apa konsepnya?" suara bariton itu membuat Ririn terkejut.
"Ah begini boss, karena di negera -negara eropa bulan depan menghadapi musim panas, jadi saya mengambil konsep warna dan motif yang abstrak dan tidak terlalu banyak hiasan. Jika dilihat dari produk-produk fashion barat yang kurang menonjolkan aksesoris pada pakaian mereka jadi ini sesuai dengan minat masyarakat di Eropa," jawab Ririn dengan sangat percaya diri.
Gio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya setelah mendengarkan jawaban yang Ririn berikan dan kembali melihat beberapa desain yang ada di tangannya. Ada sesuatu yang mengganggu matanya, kemudian dia menemukan sesuatu yang tersembunyi dari desain tersebut.
Dahinya berkedut dan matanya mulai menajam dan memastikan gambar yang tengah dia lihat. Ada suatu motif pada desain tersebut yang menjadi pusat perhatiannya.
"Apa maksud garis ini pada corak sebelah sini??" tanya Gio sambil menunjukkan apa yang dia maksud.
Matanya pun memperhatikan mimik wajar Ririn yang terlihat tidak tenang.
"Itu hanya sebuah garis polos boss namun saya membuat dengan tambahan yang pas pada pola abstrak sehingga menambah kesan elegan namun sebenarnya ----"
"Apa kamu pikir saya bisa kamu bohongin? Dan apa kamu pikir saya tidak paham dengan yang sedang kamu buat saat ini!! Jangan pernah menipu saya!!" seru Gio sambil melempar desain tersebut dan berserakan di bawah lantai.
Ririn tentu saja menjadi panik dan ketakutan, tubuhnya bergetar.
"Boss, sa-sa--"
"Saya rasa ini semua bukan hasil pemikiran kamu yang tertuang dalam gambar desain ini. Saya paling tidak suka dengan orang yang mencuri hasil pemikiran orang lain atau dengan kata lain kamu mau plagiat karya yang sudah ada. Itu sama saja dengan mencuri karya orang lain!!" hardik Gio tanpa ekspresi apapun yang membuat gugup semakin gugup.
Niatnya hanya ingin menambahkan sesuatu hal dari hasil mencari beberapa literatur fashion desain dari desainer terkenal. Namun rupanya hal tersebut justru diketahui oleh Gio yang Ririn pikir dapat disembunyikan karena basic pendidikan jiwa yang bukan dari jurusan fashion design. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya dan telapak tangannya pun mulai basah.
"Maaf boss, saya tidak bermaksud untuk mencuri apalagi memplagiat atau mencuri karya orang lain. Saya hanya mencari inspirasi. Saya akan membu---"
"Saya tidak bisa menerima designer seperti kamu. Silakan keluar dan mengajukan pengunduran diri kepada pihak HRD. Dan jangan lupa bawa sampah-sampah ini pergi dari ruangan saya." Gio dengan lugas mengatakan hal tersebut tanpa memikirkan perasaan Ririn.
Meskipun tampak tenang dan berusaha agar tidak panik, namun Ririn tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatannya untuk bekerja di Y&G Dreams. Selain gajinya lebih besar dibandingkan perusahaan lain juga ada tambahan bonus dan fasilitas jika dapat memberikan pencapaian kerja terbaik bagi perusahaan.
"Boss, berikan saya kesempatan untuk memperbaikinya. Saya ya---"
"Keluar!!" sela Gio diikuti seseorang yang masuk ke ruangannya dan langsung menyeret Ririn secara paksa.
"Dasar tidak berguna!!" gumamnya.
Dia tak habis pikir bagaimana bisa memiliki karyawan yang kemampuannya sangat jauh dari standar. Dalam sebulan terakhir sudah lima orang yang keluar masuk dari tim designer dan belum mememukan pengganti yang cocok. Terutama posisi kepala tim design yang masih kosong setelah yang sebelumnya dipecat secara tidak hormat karena kasus plagiat.
Gio tiba- tiba teringat sesuatu dan kemudian mengambil salinan gambar desain yang sudah dikirimkan untuk ajang Singapura Festival bulan depan. Ya... Gambar desain tersebut adalah hasil buatan Yuri sebagai bentuk tanggung jawabnya karena telah merusak gambar desain yang akan digunakan untuk mendaftar.
Tangan Gio menyentuh setiap guratan dan corak tegas pada desain tersebut, meskipun dibuat dalam waktu singkat dan tekanan yang cukup kuat tetapi tak mengurangi kemampuan Yuri dalam bidang menggambar design. Inilah yang Gio cari, hasil karya otentik yang sangat jarang dimiliki orang.
Gio pun memencet tombol interkom dan menghubungi seseorang.
"Ziyan selidiki siapa wanita yang kemarin bertanggung jawab dan mengganti gambar design untuk Singapore Festival. Jadikan dia karyawan Y&G dan berikan gaji yang dia inginkan."
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
"APA?? KOK BISA??"
Suara teriakan Laura begitu menggelegar mungkin terdengar oleh seluruh penghuni kosan yang ditempati oleh Yuri. Yuri refleks menutup mulut sahabatnya itu agar teriakannya terhenti.
"Berisik banget sih kamu, malu kalau terdengar oleh semua orang. Nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu lagi," jawab Yuri sambil melepaskan tangannya dari mulut Laura.
Laura hanya bisa mengerucutkan bibirnya, salahnya dia juga karena terlalu terkejut.
"Ya maaf, habisnya kamu itu selalu bikin kejutan tahu ga. Kok bisa sih kamu kerja di Y&G Dreams, semua orang berusaha untuk masuk ke perusahaan itu. Tapi kamu tanpa melamar pekerjaan disana tahu-tahu dipanggil dan besok sudah bisa bekerja di sana. Apalagi kamu langsung dapat jabatan sebagai kepala tim design. Ahh Yuri, kamu memang keren," ungkap Laura dengan wajah yang berbinar-binar, merasa sangat senang karena sahabatnya bisa kembali membangun kehidupannya.
"Ceritanya panjang Rara, ini namanya sial membawa berkah."
Yuri juga tidak menyangka sehari sebelum seseorang yang bernama Ziyan meneleponnya dan mengajaknya bertemu di sebuah cafe. Ziyan yang tak lain adalah assisten pribadi Cakrabima Gio Ghandika yang lebih dikenal dengan Boss Gio menjalankan perintah atasannya untuk mencari tahu kebersamaan Yuri dan mengajaknya untuk bergabung dengan Y&G Dreams.
Karena tidak memiliki prasangka buruk apapun, Yuri pun mengiyakan pertemuan tersebut. Saat Ziyan meneleponnya Yuri mengira jika gambar design yang dia buat perlu berbaikan karena saat itu tak banyak waktu untuk merapikan gambarnya. Pertemuan tersebut membawa banyak kekuatan untuk Yuri, apalagi apa yang ditawarkan oleh Ziyan tak bisa Yuri tolak.
"Selamat ya sayangku Yuri. Pokoknya gajian pertama nanti kamu harus traktir aku makan di restoran Korea ya. Oh iya, Rara denger boss Y&G itu ganteng dan juga berkarisma. Tapi kamu ga boleh naksir dia ya, soalnya dia galak juga kejam. Rara ga mau sampai nanti kesayangan aku ini dijahatin dan disakiti," ucap Laura memperingatkan Yuri.
Yuri hanya terkekeh dan tersenyum tipis, tanpa Laura ketahuan jika dirinya sudah bertemu dan merasakan langsung bagaimana berkharisma boss Gio.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Secerah mentari pagi, secerah itu juga wajah Yuri yang sudah siap dengan pakaian kerjanya di hari pertama dia bekerja di Y&G Dreams. Mungkin ini juga pertama kalinya Yuri bekerja secara formal di perusahaan karena sebelumnya Yuri membangun usahanya sendiri dan bekerja sebagai freelance yang tidak terikat jam kerja dan peraturan perusahaan.
Dengan menggunakan ojek online, Yudi berhenti tepat di gedung yang tak lain tempatnya bekerja. Terlihat jika bangunan dari gedung tersebut masih baru dan tidak terlalu besar, mungkin baru sekitar 2 - 3 tahun berdiri. Dengan langkah meyakinkan Yuri mulai berjalan ke dalam gedung dan menuju resepsionis sambil menunjukkan kartu karyawannya yang sudah diserahkan langsung oleh Ziyan kala pertemuan mereka di cafe saat itu.
"Perkenalkan saya Mira, Ibu Yuri silahkan sudah ditunggu oleh Pak Ziyan di lantai dua. Mari saya antarkan," sambut Mira selaku resepsionis dengan ramah. Sebelumnya dia sudah diberi tahu oleh Ziyan untuk membawa Yuri menemuinya di lantai dua.
Dengan senyum menawan, Yuri pun mengekor dibelakang Mira. Mata Yuri tiada hentinya melihat ke seluruh bagian gedung yang interiornya memanjakan mata. Begitu sampai di lantai dua, Mira mengantarkan Yuri ke ruangan di mana Ziyan sudah menunggu.
"Selamat bergabung dan bekerja Ibu Yuri Ayu Widari di perusahaan Y&G Dreams. Besar harapan kami Ibu Yuri bisa memberikan dedikasi dan loyalitas terhadap perusahaan. Apalagi boss Gio menaruh kepercayaan yang sangat besar jika Ibu Yuri mampu membesarkan citra Y&G Dreams di kancah internasional," ucap Ziyan menyambut kedatangan Yuri.
Dengan hati yang gugup, Yuri pun membalas ucapan Ziyan dengan senyuman. Ini juga tantangan untuk mental Yuri, apalagi Ziyan juga memiliki kharisma dan kewibawaan yang tidak kalah dengan Boss Gio. Terutama kacamata yang digunakan oleh Ziyan membuatnya seolah mirip dengan karakter Harry Potter.
Setelah memberikan Yuri seputar informasi perusahaan dan jobdesknya sebagai kepala tim design, Ziyan mengantarkannya ke ruangan tim design yang berada di lantai tiga. Degup jantungnya semakin berdetak kencang, napasnya mulai terasa sesak, Yuri dilanda kegugupan yang luar biasa. Dia juga sedikit ketakutan jika akan mendapatkan penolakan karena posisinya sebagai kepala tim design yang kurang pengalaman.
Suasana yang hening dan tatapan langsung dari empat orang designer yang ada di ruangan tersebut kepadanya membuat Yuri semakin gugup. Ziyan pun memberikan kode kepada Yuri untuk melakukan perkenalan diri. Dengan menarik napas yang dalam, Yuri berusaha untuk menenangkan diri terlebih dahulu.
"Selamat pagi rekan-rekan sekalian, perkenalkan saya Yuri Ayu Widari dan bisa kalian panggil dengan Yuri. Saya adalah kepala tim design yang baru, saya harap bisa bekerja sama dengan baik dan membuat tim kerja yang solid. Terima kasih."