bertransmigrasi dan di asimgkan ke perbatasan negara.
Gu winjia tidak mau tapi terpaksa menerima.Ada keluarga yang jahat , juga takdir yang membuat dia Hamil di luar nikah.
bisakah Gu winjia menjalani hidup di dalam kisah novel berdarah anjing?
Gu winjia:oke,aku bisa karena ruang angkasa.
Kaisar :apa? gudang uang kosong???
Gu winjia : Rasain kau kaisar anjing.
Seseorang : Sayang,aku Ayah anak mu hehe.
Gu winjia : Oke, potong anunya biar jadi Kasim.
Seseorang :Ehh ??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10 A
Pekerjaan yang paling dibenci adalah pekerjaan untuk menunggu. Tapi inilah yang bisa dilakukan oleh keluarga Gu dipenjara. Mereka berharap segala sesuatunya bisa cepat dijelaskan. Tapi sampai hari berikutnya tidak ada kabar sama sekali, entah itu dari pengadilan atau juga dari keluarga.
Ngomong ngomong Murong bai juga sudah memberikan jepit rambut kesayangannya kepada penjaga agar melaporkan masalah ini kepada keluarga kelahirannya
Sebagai seorang istri sah dia tidak bisa lepas dari hukuman semacam ini. Tapi dia bisa meminta cerai atau yang akrab di sebut dengan heli,pada menteri Gu. Jika surat heli ini ditandatangani oleh nya,maka dia tidak bisa lagi disebut dengan nyonya Gu.
Tapi yang paling tidak diduga adalah, keponakannya dari keluarga kelahiran tiba di pagi hari. Dia datang bukan dengan kabar baik tapi melainkan dengan kabar buruk. Keberadaan menteri Gu dirahasiakan dari pengadilan. Jadi bagaimana mungkin surat cerai itu ditandatangani olehnya dan diresmikan.
Karena tidak ada hasil maka keluarga murong membuat keputusan sepihak. Di mana keluarga murong memutuskan hubungan kekerabatan dengan Murong bai sendiri.
Jika dia Putri yang dilahirkan dari istri sah mungkin keluarga itu akan memperjuangkannya. Tapi sebenarnya dia adalah putri yang dilahirkan dari selir. Jadi keberadaannya di rumah juga tidak terlalu besar.
Dulu dia memiliki manfaat ketika menjadi istri dari menteri, tapi lain ceritanya sekarang. Karena tidak ingin terlibat maka keluarga murong benar-benar mengirimkan surat pemutusan hubungan kekerabatan itu.
Ketika dia mendengarkan informasi ini dari keponakannya, Murong bai segera menangis ,"aku sudah melakukan banyak hal dan mengirim banyak hal ke rumah. Tapi kenapa ketika aku mengalami masalah tidak ada satupun dari kalian yang maju?"
Dia memandang keponakan mua dengan mata merah dan berkata,"Aku sudah memberikan begitu banyak bantuan.Tapi kenapa ketika tiba giliran ku, keluarga hanya bisa melihat, kenapa??"
Awalnya setelah menikah dia kembali ke rumah kelahirannya , pada saat itu semua orang menyambutnya dan mengatakan jika dia adalah bintang keberuntungan di keluarga murong. Hal ini membuat dia lengah dan merasa dirinya berguna di mata keluarga.
Terutama dengan keponakan ini yang selalu diberikan peralatan sekolah yang harganya mahal. Mungkin mereka tidak bisa membantu banyak tapi mengingat masa lalu bukankah mereka harus berbaik hati untuk mencari jalan?
Tapi bukannya jalan yang diterima melainkan kata putus.
"Murong nan,kau tega tidak kau kau ingat bagaimana Bibi nu berkorban banyak hanya untuk memberikan jalan agar kau bisa menjabat di kementrian perhubungan?apakah kau tega!!"pekik Murong Bai dengan gila.
"Aku Bibi mu jika kau lupa atau kau hanya pura-pura lupa dengan jasa bibi mu ini!! imbuhnya lagi dengan sedih.
Keponakan nya juga tidak sabar,dia menjawab dengan berdecak kesal."bibi bukan kami tidak membantu tapi tidak ada cara untuk heli.Dan bibi , jangan seret seluruh keluarga hanya untuk bibi seorang.Kenapa juga Bibi melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang.Jadi surat putus ini sudah yang terbaik"
Nona kedua mendengar itu , dia juga maju dan menangis sedih,"apa yang kami lakukan semuanya atas dorongan kalian. Tapi setelah hal ini terjadi kalian ingin cuci tangan, huhuhu. Kakak sepupu.. sepupu jika kau tidak bisa membantu ibu tapi tolong bantulah aku, aku .. huhuhu"
"Sepupu aku..aku akan menghormati kau di masa depan Harap bantu,aku tidak mau ke perbatasan sepupu!!"tangisnya dengan harapan bisa menghindari hukuman.
Dia berdiri di jajaran sepuluh Gadis cantik di ibu kota.Dia tidak percaya jika tidak ada pria yang menolak untuk mengulur kan tangan pada nya.
Keponakan murung Bai mengeryit dan berpikir sejenak.Sepupu ini cukup cantik dan dia bisa menikah dengan mahar nya mahal.
Ide ini bagus tapi segera di bantah lagi dengan identitasnya sebagai putri ke dua.
Melihat sepupu akan dibujuk, Gu furong tidak rela.
"tidak apa-apa Kakak kedua, tapi aku adalah pewaris Gu, Putra pertama. Jika sepupu bisa membantu maka bantulah aku dulu. Akan ada saatnya aku membalas kalian dengan 3 kali lipat keuntungan"kata putra ketiga yaitu adik sama ibu dengan nona kedua.
"Adik laki-laki apa yang kau katakan? Tidakkah kau berpikir perjalanan ke pengasingan itu sangat berat untuk seorang gadis seperti aku?"kata nona kedua yang tidak mau mengalah sama sekali.
"kakak kedua, bukankah masalah ini adalah masalah yang kau buat sendiri? Sebagai pelakunya kau ingin mendapatkan keringanan tapi bagaimana dengan aku yang tidak tahu apa-apa? Aku menyesal karena kita lahir dari ibu yang sama kan"
Segera dua saudara menjadi ribut , kedua nya jelas ingin mencari jalan selamat untuk diri sendiri.
Murong bai mendengar anak-anak tersayang yang bertarung sesama sendiri. Tapi dia tidak punya niat untuk menghentikan mereka karena dia juga sedang mengalami hal yang sama.
Kepalanya hampir pecah dengan kebisingan ini Dia ingin menangis tapi dia di besarkan dengan cara cara bangsawan yang membuat dia tidak bisa menjerit histeris.
Tapi yang pasti,dia memarahi dirinya sendiri.
Andai saja dia tidak melakukan perbuatan itu mungkin kehidupan mereka masih akan baik-baik saja. Kenapa dia cemburu dan iri hati dengan lamaran orang untuk Nona pertama? Andaikan Dia tidak pernah berpikir curang.
Tapi sayang semuanya sudah terlambat untuk menyesal.
Hal ini mendapatkan tanggapan sini dari keluarga Gu. Apalagi nenek tua itu yang sempat tidak percaya dengan keputusan menantu tersayangnya. Mereka dalam keadaan ini bukankah juga karena sumbangannya yang baik. Tapi tak lepas dari kejadian ini dia bahkan ingin menemukan putranya demi meminta cerai.
Kenapa dia buta sebelum ini?
Kenapa dia tidak bisa melihat jika inilah bentuk asli dari menantu perempuan tersayangnya? Menantu yang sudah dia pilih sendiri dengan cermat dan berpikir tentang dia yang terbaik diantara yang terbaiik..
"Bibi aku tahu apa yang kamu lakukan itu salah, tapi jika kita tidak memutuskan hubungan sekarang, keluarga murong akan terlibat. Pada saat itu kau tidak hanya berdosa kepada keluarga Gu tapi juga dengan keluarga kami. Jadi Bibi mohon maafkan aku dan tandatangani lah ini"kata nya dengan ringan.
Jelas dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia meremehkan bibi ini. Terlahir daripada seorang selir maka wajarlah bibi ini melayani keluarga kelahirannya dengan baik. Tapi pada saat ini dia mengharapkan bantuan yang akan berujung menarik seluruh keluarga ke dalam lumpur.
Bagaimana mungkin itu bisa dilakukan. .Meskipun para ketua di rumah menyetujuinya dia sebagai pria dewasa pasti tidak akan mengizinkan.
Apa salahnya mengorbankan satu bibi sendirian yang tidak berguna berbanding keseluruhan keluarga murong.
"Bibi yakinlah , selagi keluarga murong masih ada.Maka kami akan selalu mendukung mu.Hanya saja saat ini kami sendiri tidak berdaya.Ada ramai kerabat yang perlu di perhatikan.Maka Bibi maaf jika kali ini kami mundur.Bersabarlah untuk sementara,akan ada kesempatan lain untuk membawa bibi kembali ke ibukota suatu hari nanti"tambah morong nan dengan baik tapi jelas ini hanya sebuah basa basi.
Tidak akan ada waktu untuk kembali setelah pemutusan hubungan di berlakukan.
Ini adalah pemberhentian sepihak.
Mendapatkan tekanan semacam itu dari keluarganya sendiri memang adalah hal yang paling buruk yang pernah terjadi dalam kehidupannya. Tapi seburuk apapun dia tidak bisa menarik keluarga kelahirannya jatuh bersamanya ke bawah. Karena itu tidak ada pilihan lain untuk dirinya selain daripada menandatangani surat kesepakatan itu.
Air mata jatuh di kertas putih.
Murong Bai ingin mati saja di tempat karena ini.
Hanya setelah menandatanganinya dia menangis lagi dan menarik rambutnya sehingga tidak lagi berbentuk. Nyonya muda yang menarik sebenarnya sudah tidak ada lagi, dia sudah digantikan dengan sosok yang tidak dikenal yang acak-acakan.
"Bibi Terima lah untuk membuat perjalanan kalian menjadi sedikit mudah.Jangan nilai dengan jumlahnya tapi nilai lah ini dari hati kami" ungkap Murong nan dengan penuh kepuasan .
Misi nya ke penjara yang baru dan menjijikkan ini akhirnya sukses.
Sebagai seorang keponakan yang pernah merasakan betapa baiknya bibinya ini, beberapa lembar uang kertas dikirimkan secara paksa kepada Murong bai.
Di sisi Murong Bai pula,meskipun uang ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan hari-hari mereka biasa di kediaman Gu. Tapi untuk sekarang uang adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam perjalanan.
Dikatakan ada begitu banyak orang yang meninggal ketika dalam perjalanan menuju perbatasan. Tapi Murong bai tidak terima jika dia akan menjadi salah satu dari orang-orang tersebut. Jadi ketika uang itu dikirimkan dia sedapat mungkin menyembunyikannya dari mata semua orang yang ada.
Kau tau, saat ini uang adalah penyelamat nyawa.
Terlepas dari mau atau tidak nya Murong bai, keponakan nya pergi dengan cepat.Dia hanya bisa menangis dan menyesali usus nya sendiri.Jika dia tidak begitu impulsif maka ini semua tidak akan terjadi.
Betapa enak nya sup sarang burung tapi dia makan dulu di mantion, tapi sekarang di perut nya hanya ada sup sayur bening dengan dua wowotou keras sejak semalam.
Bahkan ketika dia tinggal di rumah kelahirannya dulu sebagai anak seorang selir rendah ,dia masih bisa menikmati makanan pedas dan lezat.
Namun apa yang sudah terjadi pada akhirnya saat ini.
Tapi Ini semua bukan salahnya ini adalah salah gadis bau yang tidak tahu malu itu. Seandainya saja dia bisa mati secara diam-diam, bukankah tidak mungkin jika rumor itu terpaksa dihembuskan kembali.
Tapi kenapa dia masih hidup bahkan saat ini terkesan sedang mengejeknya.
Murong Bai melirik Gu winjia yang bahkan tidak menatapnya sama sekali.Gu winjia hanya menundukkan kepalanya dengan nafas yang teratur seolah-olah Dia sedang tidur.
Semakin dilihat, Murong bai semakin keras saja.
Bagaimana mungkin dengan kondisi sekarang Gadis itu masih bisa bersantai dan tidur.