HELENA KANAYA ATMAJAYA gadis enam belas tahun yang masih duduk di bangku sekolah, sejak kecil Helena sudah di jodohkan dengan anak teman mendiang Ibunya, yang bernama RAVELO TRIAN ADITAMA yang sama sama masih duduk di bangku sekolah, kebetulan Helena dan Velo masih satu sekolah namun beda kelas.
Dari dulu Helena memang sudah menyukai Velo, dan saat tahu kalau keduanya di jodohkan Helena semakin menempel pada Velo, membuat Velo terkadang merasa risih sendiri.
Helena sebenarnya gadis yang baik, hanya saja dia memiliki sifat posesive pada sesuatu yang memang sudah jelas jelas miliknya termasuk pada Velo. Helena tahu kalau Velo dekat dengan gadis satu kelasnya yang bernama HANA LARASATI, jadi Helena selalu berusaha menjauhkan Hana dan Velo.
Dan sikap Helena yang seperti itu, membuat semua murid di sekolahnya mengecap Helena sebagai gadis Antagonist, awalnya Helena tidak terima dirinya di anggap Antagonist, namun pada akhirnya Helan benar benar memerankan sosok Antagonist yang sebenarnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, kini tamu yang menghadiri acara ulang tahun Diana tinggal teman teman Velo saja, dan teman bisnis Adrian hanya tinggal beberapa orang saja.
Di tepi kolam terlihat Helen sedang mengobrol berdua dengan teman mendiang Mamanya, wanita paruh baya itu menceritakan masa masa sekolahnya.
''Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah, mendiang Mama kamu itu sangat cantik, dan sekarang putrinya juga tidak kalah cantiknya'' ujar wanita paruh baya itu sembari tersenyum.
Helen tertawa kecil. ''Ah, Tante bisa saja''
''Loh Tante gak bohong, kamu memang sangat cantik Nak, kamu sama Velo juga sangat serasi banget, Tante gak sabar ingin lihat anak kalian nanti setampan apa'' ujar Wanita paruh baya itu, membuat Helen tersipu.
''Tante, Helen sama Velo masih sekolah, masih belum mikir jauh ke sana'' tukas Helen di iringi kekehan kecil.
Wanita paruh baya itu tertawa ringan. ''Iya gak papa, itu cuma angan angan Tante saja, Ya sudah Nak, Tante mau ke suami Tante dulu'' ucap wanita paruh baya itu.
''Oh Iya Tante silahkan''
Helen menggelengkan kepalanya sembari tersenyum, setelah wanita paruh baya itu pergi dari hadapannya.
''Tante itu berpikiran jauh sekali, kita saja gak tahu sampai pernikahan apa tidak'' gumam Helen lirih, lalu dia membalikkan badannya dan,,
Prakk
''Akhhh'' pekik Helen, karna menubruk seseorang yang sedang membawa beberapa minuman, dan tumpah semua di gaunnya.
''Helen, sorry, gue gak sengaja'' ucap Hana dengan kepala tertunduk, sembari memegang nampan di tangannya.
''Loe gimana sih Han, baju gue jadi kotor ini'' omel Helen sembari membuang potongan lemon yang menyangkut di gaunnya.
Tiba tiba Hana bersimpuh dan memegang kaki Helen, membuat Helen kaget.
''Hel, gue beneran gak sengaja, tolong maafin gue'' ucap Hana sembari terisak ketakutan.
Sontak semua orang langsung menoleh ke arah mereka, termasuk Velo, Maxim dan Exel, mereka bertiga bergegas menghampiri mereka berdua.
''Hiks, Hel maaf'' lirih Hana yang masih tetap memgang erat kaki Helen.
Helen menarik nafasnya dalam dan membuangnya kasar, lalu dia menghentakkan kakinya sekuat tenaga, membuat tangan Hana yang mencekal erat kakinya terlepas dan jatuh ke kolam.
Byurrr
''Hana!!'' pekik Maxim, dia langsung nyebur ke kolam untuk menolong Hana.
Sedangkan Velo dia menghampiri Helen, dan menyadari bagian depan gaun yang Helen kenakan basah, walaupun gaun itu berwarna hitam tapi masih tetap terlihat jika basah.
Helen dengan kedua tangan bersedekap, dia menatap aksi Maxim yang sedang membantu Hana untuk membawanya ke pinggir kolam, namun dia kaget saat seseorang tiba tiba memakaikan jas di bahunya, lalu Helen langsung menoleh ke belakang ternyata orang itu Velo, pria itu diam saja tanpa bicara sepatah katapun padanya, membuat Helen sedikit heran.
''Hel, loe kenapa dorong Hana ke kolam, ha?!'' bentak Maxim, setelah membantu Hana naik ke atas kolam.
''Suruh siapa dia numpahin minuman ke gaun gue'' sahut Helen santai.
''Hel, gue gak sengaja, gue juga sudah minta maaf sama loe'' tukas Hana sembari memeluk badannya sendiri karna kedinginan, dia berharap Velo mau membantunya, namun dia langsung menggertakkan giginya saat melihat jas yang menyampir di bahu Helen.
''Halah, alesan, sudah tahu gue dari tadi berdiri di tepi kolam, terus ngapain loe bawa minuman lewat sini, apa lagi kalau bukan sengaja ingin mengotori gaun gue, loe pasti iri karna Velo beliin gue gaun kan'' tuduh Helen, yang mana membuat Hana gugup.
''Enggak, gue gak iri sama sekali'' sangkal Hana.
''Halah, bullshit, anak pelayan seperti loe apa lagi kalau bukan hanya bisa iri'' sarkas Helen menatap tajam Hana.
''Hel, omongan loe kejam tahu gak'' lirih Hana dengan kepala tertunduk.
''Hel, loe boleh marah sama Hana, tapi bisa tidak gak usah bawa bawa statusnya'' tegur Velo pelan.
Sontak Helen langsung menoleh pada Velo dan melayangkan tatapan tajamnya, setelah itu dia berlalu pergi begitu saja.
''Hel, loe mau kemana?'' seru Velo namun tidak di gubris oleh Helen.
''Astaga'' Velo meraup wajahnya kasar, lalu dia bergegas mengejar Helen.
Velo mengejar Helen yang pergi ke keluar ke halaman depan, Velo heran sendiri padahal Helen pakai sepatu hak tinggi, tapi jalannya bisa secepat itu tanpa tergelincir sama sekali.
''Hel, tunggu'' akhirnya Velo berhasil menahan lengan Helen yanh hendak membuka pintu mobilnya.
''Lepas!'' sentak Helen.
Namun Velo tetap tidak mau melepaskan cekalannya di lengan Helen.
''Lepas gak?'' sentak Helen.
''Gak mau'' tolak Velo.
Helen menghela nafasnya kasar. ''Mau loe apa sih?'' tanyanya kesal.
''Kamu marah?'' tanya Velo.
Helen seketika terpaku, mendengar Velo memanggilnya dengan sebutan KAMU, tumben pikirnya.
''Ya jelas marah, siapa yang gak marah kalau tunangannya berpihak ke orang lain'' cecar Helen.
''Siapa sih yang bela Hana, aku tadi,,,''
Bruk
Velo seketika terdiam saat jasnya yang tadi di pakai Helen, di lempar tepat ke mukanya.
''Sudah sana kelonin aja tuh Hana, biar gak kedinginan'' cetus Helen, lalu masuk ke dalam mobilnya, sedangkan Velo dia melongo mendengar perkataan yang keluar dari mulut Helen.
Brak
''Hei, kamu mau kemana?''
Helen menurunkan kaca mobilnya. ''Pulang'' ucapnya lalu menjalankan mobilnya.
''Astaga, dia pemarah sekali, sepertinya gue harus mulai nyetok kesabaran sebanyak mungkin'' gumamnya, lalu masuk kembali ke dalam rumah.
Sedangkan di tepi kolam, Maxim masih saja memaki Helen yang menurutnya sangat keterlaluan.
''Han, loe tahu lagi bawa minuman, kenapa gak lewat sebelah situ saja'' tukas Exel yang sejak tadi diam sembari menunjuk ke tempat yang agak luas, bukan di tempat Helen berdiri di tepi kolam, kalau di fikir fikir memang agak aneh, kenapa juga Hana bawa minuman tapi lewat tepi kolam, kok gak lewat yang agak jauhan dari kolam.
Hana langsung menatap Exel. ''Xel, maksud loe ,gue sengaja menjebak Helen?'' tanya Hana dengan tatapan kecewa.
''Gue gak bilang gitu, gua cuma tanya, kenapa loe gak lewat sebelah situ saja, sebelumnya loe pasti sudah tahu kan kalau ada orang yang berdiri di sini'' sahut Exel yang membuat Hana terdiam, dia kebingungan mau mencari alasan agar Exel percaya.
''Sudah gue bilang, gue gak sengaja, gue bener benar tidak tahu kalau ada Helen, dia juga balik badan gitu saja gak lihat lihat dulu'' tukas Hana tanpa berani menatap wajah Exel.
''Kalau begitu, jelaskan kejadian di rekaman ini'' ucap seseorang yang tak lain adalah Diana.
''Ma, rekaman apa yang Mama maksud?'' tanya Velo yang juga baru kembali lagi.
Diana tidak menjawab, dia memilih menunjukkan rekaman yang ada ponselnya, dimana di dalam rekaman itu terlihat jelas dimana Helen yang sedang mengobrol dengan teman Diana, dan Hana diam diam berjalan mendekati Helen sembari membawa nampan berisi beberapa minuman, lalu berhenti di belakang Helen, dan hanya hitungan detik Helen tiba tiba membalikkan badannya dan langsung menubruk nampan yang di bawa oleh Hana.
Klik
Hana seketika panas dingin, dia tidak pernah berfikir kalau tindakannya untuk menumpahkan minuman di gaun Helen ternyata di rekam oleh Diana.
''Tidak, Nyonya saya benar benar tidak sengaja melakukannya'' ucap Hana masih berusaha menyangkal.
Diana menatap Hana dengan perasaan kecewa, marah campur jadi satu, lalu dia berbalik dan berjalan pergi.
''Hana, kenapa loe harus melakukan hal selicik itu, gue kecewa sama loe'' ucap Velo lalu pergi juga.
Hana langsung panik, dia tidak mau kalau Velo menjauhinya. ''Velo, tunggu, maafin gue Vel, gue mengaku salah'' seru Velo.
coba KLO dicabut apa kamu masih bisa sekolah disitu,
saat kamu dan ibumu di usir dari rumah majikan🤣🤣🤣
kan Hana yg keliling lapangan
bukan Hellen,,
kan malu sendiri udah nantangin masa dibatalin👊👊