NovelToon NovelToon
Sistem Kaisar Abadi

Sistem Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: fareva

Tiga tahun jadi sampah!

Itulah yang dialami Arya Langit setelah meridiannya hancur. Dari jenius nomor satu Perguruan Langit Biru, dia jatuh jadi pecundang yang bahkan tidak bisa mengangkat pedang.

Di hari pertunangannya, tunangannya sendiri Kezia Adinegara membatalkan pernikahan di depan seluruh tetua demi pria lain dan memberinya 100 Batu Roh sebagai uang hinaan.

Tepat saat tamparan itu mendarat di wajahnya, Sistem Takdir Harem Kaisar Abadi bangkit!

Mata Takdir aktif. Arya bisa melihat masa depan tragis setiap wanita dengan Takdir Kaisar.

Sekar Embun, Bidadari Pedang nomor satu yang dingin seperti es, akan lumpuh total dalam 7 hari dan mati kedinginan di lembah terpencil.

Luna Maheswari, Ratu Iblis yang mempesona, akan menjadi kuali kultivasi dan meledak mati.

Kirana Lestari, Putri Kerajaan yang manja, akan diracun pada malam pernikahannya.

Satu-satunya cara menyelamatkan mereka adalah menjadikan mereka istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fareva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Raja Iblis Laut Dalam Yang Tersegel Seribu Tahun

Air hitam itu merembes keluar dengan sangat pelan pada awalnya.

Hanya satu tetes. Satu tetes air yang warnanya hitam pekat seperti tinta yang paling hitam di dunia, jatuh dari retakan kecil di lantai kristal yang tadinya menampilkan sungai cahaya galaksi yang indah di bawah ruangan makam.

Tetes itu jatuh ke lantai kristal putih yang suci dan langsung mengeluarkan suara mendesis yang sangat keras, seperti air yang dituangkan ke atas bara api yang sangat panas.

Chssssss!

Begitu tetes hitam itu menyentuh lantai kristal suci itu, lantai kristal yang kerasnya bahkan bisa menahan serangan Alam Raja Langit tingkat lima tanpa retak sedikit pun, langsung berubah menjadi hitam dalam radius satu meter dan kemudian meleleh seperti lilin yang terkena api, meninggalkan lubang kecil yang mengeluarkan asap hitam yang berbau busuk seperti bangkai ikan yang sudah membusuk selama seribu tahun di dasar laut terdalam.

Satu tetes saja sudah memiliki daya korosi yang begitu mengerikan.

Dan sekarang, dari retakan yang awalnya hanya seukuran kuku jari itu, retakan itu mulai melebar dengan cepat. Satu retakan menjadi dua, dua menjadi empat, empat menjadi delapan, seperti jaring laba-laba hitam yang menyebar dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata telanjang.

Dari setiap retakan baru itu, air hitam yang pekat dan dingin itu mulai merembes keluar dengan semakin banyak. Bukan lagi tetesan, tapi aliran kecil. Aliran kecil itu bergabung menjadi genangan, genangan itu bergabung menjadi kolam kecil hitam yang terus meluas dan mencoba menelan cahaya bintang di ruangan itu.

Hawa dingin yang keluar dari air hitam itu bukan hawa dingin biasa seperti es abadi milik Sekar Embun yang dingin tapi masih memiliki kehidupan di dalamnya. Hawa dingin ini adalah hawa dingin kematian yang absolut, hawa dingin dari dasar palung laut terdalam yang tidak pernah tersentuh cahaya matahari selama jutaan tahun, hawa dingin yang bisa membekukan jiwa seseorang hanya dengan menghirupnya.

Seluruh ruangan bintang yang tadinya hangat karena Ritual Penyatuan Tiga Jiwa itu kini menjadi sangat dingin dan sangat gelap. Cahaya bintang di dinding yang tadinya berputar dengan indah kini berkedip-kedip seperti lilin yang akan padam tertiup angin.

Leluhur Naga Langit yang masih terbaring lemah di atas altar, yang wajahnya baru saja mendapatkan sedikit warna setelah Pedang Jantung Darah Iblis tercabut, kini wajahnya kembali pucat pasi seperti mayat, bahkan lebih pucat dari sebelumnya. Matanya yang emas yang baru saja bersinar dengan harapan kini dipenuhi dengan ketakutan yang murni, ketakutan yang bahkan tidak pernah terlihat saat dia melawan Leluhur Darah Hitam seribu tahun lalu.

"Tidak... Tidak mungkin... Segel Laut Dalam... Segel yang dibuat oleh istriku dengan mengorbankan separuh jiwanya yang terakhir... Segel itu seharusnya bisa bertahan sepuluh ribu tahun... Bagaimana bisa... bagaimana bisa retak hanya karena pedang itu dicabut..."

Suara Leluhur Naga Langit gemetar dengan hebat, tangannya yang keriput mencoba untuk membuat segel lagi untuk menutup retakan itu, tapi tubuhnya yang baru saja kehilangan pedang yang menahannya seribu tahun itu terlalu lemah, segel emas yang dia buat langsung hancur menjadi debu begitu menyentuh air hitam itu.

Arya, Sekar, dan Luna yang masih duduk terduduk di lantai kristal karena kehabisan energi setelah ritual tadi, langsung berdiri dengan susah payah dan membentuk formasi segitiga di depan altar Leluhur Naga Langit, melindungi leluhur tua itu dari air hitam yang terus meluas.

Tubuh Meridian Naga Langit tingkat 5 di dalam tubuh Arya meraung dengan keras, memberikan peringatan bahaya tertinggi yang pernah dia rasakan, bahkan lebih tinggi dari saat dia menghadapi Jantung Leluhur Darah Hitam tiga hari yang lalu.

[DING! PERINGATAN TERTINGGI! TERDETEKSI ENERGI IBLIS LAUT DALAM TINGKAT KAISAR PUNCAK!]

[Identifikasi: Raja Iblis Laut Dalam, Penguasa Palung Abadi, Ahli Alam Kaisar Langit tingkat 5 puncak seribu tahun lalu! Kekuatan saat ini: Alam Setengah Kaisar Langit karena tersegel seribu tahun! Tapi terus meningkat setiap detik karena menyerap air Kolam Teratai Suci!]

[Asal Usul: Raja Iblis Laut Dalam adalah iblis laut purba yang lahir di dasar Danau Teratai Suci sejak danau ini terbentuk sepuluh ribu tahun lalu. Seribu tahun lalu, dia bekerja sama dengan Leluhur Darah Hitam untuk menyerang daratan. Leluhur Darah Hitam dikalahkan oleh Naga Langit Kaisar Abadi dan istrinya, tapi Raja Iblis Laut Dalam terlalu licik dan bersembunyi di dasar danau. Istri Naga Langit Kaisar Abadi, Teratai Suci Abadi, terpaksa menggunakan sisa jiwanya yang terakhir setelah membelah jiwa untuk membekukan Leluhur Darah Hitam, untuk membuat Segel Laut Dalam dan menyegel Raja Iblis Laut Dalam di bawah Kolam Teratai Suci. Pedang Jantung Darah Iblis yang tertancap di dada Leluhur Naga Langit adalah kunci segel itu. Jika pedang dicabut tanpa memurnikan segelnya terlebih dahulu, segel akan retak!]

Penjelasan sistem itu membuat Arya langsung mengerti semuanya.

Jadi inilah rahasia terbesar Kolam Teratai Suci. Di bawah keindahannya yang suci, di bawah ribuan bunga teratai yang mekar indah, tersegel seekor Raja Iblis Laut Dalam yang kekuatannya bahkan lebih mengerikan dari Leluhur Darah Hitam! Dan pedang yang baru saja mereka cabut dengan susah payah untuk menyelamatkan Leluhur Naga Langit, ternyata adalah kunci yang menahan Raja Iblis itu selama seribu tahun!

Mereka telah menyelamatkan satu leluhur, tapi tanpa sengaja membebaskan satu bencana yang bahkan lebih besar!

Rasa bersalah yang sangat besar langsung menghantam Arya, Sekar, dan Luna. Terutama Luna, yang sebagai Putri Suci penjaga Kolam Teratai Suci, merasa bahwa ini adalah kesalahannya karena tidak mengetahui rahasia terbesar istananya sendiri.

"Ini... ini salahku... Jika aku tahu ada segel di bawah kolam... Jika aku tidak memaksa untuk melakukan ritual..." Luna berbisik dengan suara gemetar, air mata mulai menggenang di matanya yang suci, cahaya teratai suci di sekitarnya yang baru saja stabil setelah ritual tadi kembali berkedip-kedip tidak stabil karena rasa bersalah dan takut.

Sekar Embun yang melihat Luna mulai menyalahkan dirinya sendiri itu, meskipun dia sendiri juga takut, langsung menggenggam tangan Luna dengan erat.

"Bukan salahmu, Luna. Ini bukan salah siapa-siapa. Jika kita tidak mencabut pedang itu, Kakek Naga akan mati. Kita hanya memilih untuk menyelamatkan orang di depan kita. Itu bukan kesalahan."

Kata-kata Sekar yang biasanya dingin itu kini penuh dengan kehangatan seorang kakak yang melindungi adiknya, hasil dari Ritual Penyatuan Tiga Jiwa yang baru saja mereka lakukan, di mana mereka telah melihat luka terdalam masing-masing dan berjanji untuk menanggungnya bersama.

Arya yang berada di depan mereka berdua, menatap genangan air hitam yang kini sudah seluas setengah ruangan dan terus meluas dengan kecepatan yang semakin cepat, menatap retakan lantai kristal yang kini sudah sebesar pintu, dari dalam retakan itu terlihat sebuah mata raksasa.

Mata itu ukurannya sebesar rumah kecil, berwarna kuning keemasan dengan pupil vertikal hitam seperti mata ular, tapi di dalam mata itu terlihat lautan darah dan kebencian yang bahkan lebih dalam dari palung laut terdalam.

Mata itu menatap Arya, Sekar, dan Luna yang berada di atas altar, dan sebuah suara yang sangat dalam, sangat berat, seperti suara air laut dalam yang bergolak di dasar samudra, menggema langsung di dalam kepala mereka bertiga, bukan melalui telinga, tapi langsung ke dalam jiwa.

"Akhirnya... Akhirnya... Seribu tahun... Seribu tahun aku terkurung di dalam kegelapan tanpa cahaya... memakan lumpur dan racun darah dari Leluhur Darah Hitam yang sialan itu untuk bertahan hidup... Akhirnya segel sialan yang dibuat oleh wanita teratai itu retak... Aku mencium... Aku mencium darah... Darah Naga Langit yang murni... Darah Embun Beku Abadi yang sudah sembuh... Dan Darah Teratai Suci yang sempurna... Tiga darah yang dulu menyegelku... kini berkumpul kembali untuk membebaskanku... Hahahaha! Takdir memang lucu!"

Suara itu tertawa dengan sangat keras, tawanya membuat seluruh ruangan makam, seluruh Kolam Teratai Suci di atas, dan seluruh Danau Teratai Suci di luar bergetar dengan hebat.

Di luar kubah cahaya yang menyelimuti Kolam Teratai Suci, delapan murid teratas yang sedang berkultivasi, Pemimpin Perguruan Langit Biru, Ratu Teratai Suci, Tetua Agung Istana, dan ratusan murid perempuan Istana Teratai Suci yang menjaga danau, semuanya merasakan getaran itu dan melihat air Danau Teratai Suci yang tadinya jernih dan tenang itu tiba-tiba berubah menjadi hitam di bagian tengahnya, tepat di bawah pulau Istana Teratai Suci, dan pusaran air hitam raksasa mulai terbentuk!

"Apa yang terjadi! Apa yang terjadi di dalam Kolam Teratai Suci!" teriak Pemimpin Perguruan dengan panik, mencoba untuk menghancurkan kubah cahaya yang menyelimuti kolam itu, tapi kubah cahaya yang dibuat oleh ribuan bunga teratai suci itu terlalu kuat bahkan untuknya.

Ratu Teratai Suci yang baru saja keluar dari jalan bintang dan melihat pusaran air hitam itu, wajahnya yang anggun itu langsung pucat pasi seperti mayat karena dia mengenali hawa itu dari buku kuno yang hanya bisa dibaca oleh Pemimpin Istana.

"Hawa ini... Tidak mungkin... Raja Iblis Laut Dalam yang dikabarkan sudah mati dan menjadi legenda untuk menakuti anak-anak... Dia masih hidup... Dan dia ada di bawah Kolam Teratai Suci!"

Kembali di dalam ruangan makam di bawah kolam, genangan air hitam itu kini sudah naik hingga setinggi lutut Arya, Sekar, dan Luna. Dinginnya air hitam itu membuat kaki mereka yang terendam langsung mati rasa dan meridian di kaki mereka mulai membeku dengan es hitam yang mengerikan, es hitam yang bahkan es abadi milik Sekar pun tidak bisa mencairkannya!

Sekar mencoba untuk membekukan air hitam itu dengan es abadi birunya, tapi es birunya langsung berubah menjadi hitam dan hancur begitu menyentuh air hitam itu!

Luna mencoba untuk memurnikan air hitam itu dengan cahaya teratai suci pemurniannya, tapi cahaya putih keemasannya langsung ditelan oleh air hitam itu tanpa meninggalkan jejak, seperti cahaya lilin yang ditelan oleh lautan malam!

Bahkan cahaya naga emas milik Arya yang merupakan musuh alami semua iblis pun hanya bisa menahan air hitam itu agar tidak naik lebih tinggi dari lutut, tapi tidak bisa memurnikan atau mengusirnya!

Kekuatan Alam Setengah Kaisar Langit yang terus meningkat setiap detik karena menyerap air Kolam Teratai Suci itu terlalu mengerikan untuk mereka bertiga yang hanya Alam Jiwa Kesatria tingkat sembilan puncak dan Alam Raja Langit tingkat tiga puncak!

"Kakek Naga! Bagaimana cara menghentikan Raja Iblis ini! Apakah ada cara untuk menyegelnya kembali!" teriak Arya dengan suara tertahan karena menahan dinginnya air hitam yang mencoba masuk ke dalam meridiannya, sambil terus melindungi Sekar dan Luna yang berada di belakangnya.

Leluhur Naga Langit yang masih terbaring di altar, yang kini kakinya juga sudah terendam air hitam itu dan wajahnya semakin pucat karena racun laut dalam itu masuk ke dalam tubuhnya yang baru saja kehilangan pedang, mencoba untuk duduk dengan sisa tenaganya.

"Ada... Ada satu cara... Tapi cara itu... sangat berbahaya... Bahkan untuk kalian bertiga yang sudah melakukan Ritual Penyatuan Tiga Jiwa sekalipun... Di bawah altar ini... ada inti dari Segel Laut Dalam yang asli... Inti itu terbuat dari Jantung Teratai Suci Abadi milik istriku... Jika kalian bisa... Jika kalian bisa memasukkan tiga darah kalian yang sudah menyatu ke dalam inti itu... dan kemudian Arya menggunakan Teknik Panggilan Leluhur Naga Langit Sejati yang merupakan hadiah dari sistem takdir... Kalian bisa memanggil bayangan jiwa istriku... Teratai Suci Abadi... untuk menyegel kembali Raja Iblis ini... Tapi..."

Leluhur Naga Langit terbatuk dengan keras, darah emas dan darah hitam keluar bersamaan dari mulutnya.

"Tapi untuk memanggil bayangan jiwa istriku... Dibutuhkan energi yang sangat besar... Energi dari kultivasi ganda sejati yang sempurna... Energi yang bahkan bisa menggerakkan langit dan bumi... Energi yang hanya bisa didapatkan jika tiga jiwa yang sudah menyatu itu... benar-benar menyerahkan seluruh jiwa dan raga mereka satu sama lain tanpa ada keraguan sedikit pun... Jika ada satu keraguan... Kalian bertiga akan menjadi tumbal untuk inti segel itu dan jiwa kalian akan hancur selamanya..."

Ritual kultivasi ganda sejati yang sempurna. Menyerahkan seluruh jiwa dan raga tanpa keraguan sedikit pun.

Sekar dan Luna yang mendengar syarat itu, wajah mereka yang tadinya pucat karena dinginnya air hitam itu kini memerah total, tapi kali ini bukan karena malu yang canggung seperti tadi, tapi karena mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan.

Setelah melihat luka terdalam masing-masing di ruang jiwa tadi, setelah berjanji untuk menanggungnya bersama, keraguan terakhir di antara mereka bertiga memang sudah tidak ada lagi.

Sekar adalah yang pertama bergerak. Dia melangkah maju dan berdiri di depan Arya, menghadap Arya, punggungnya menghadap genangan air hitam yang terus naik dan mata raksasa kuning di dalam retakan yang terus menatap mereka dengan lapar.

Tangan dinginnya yang halus itu mengangkat wajah Arya yang basah oleh air hitam dan keringat, dan dia menatap mata emas naga Arya itu dengan mata biru esnya yang kini sudah tidak dingin lagi, hanya ada kehangatan dan cinta yang begitu dalam hingga bisa melelehkan es abadi sepuluh ribu tahun.

"Suamiku, aku sudah tidak takut lagi sendirian. Karena kamu sudah berjanji tidak akan membiarkanku sendirian lagi, kan?"

Luna juga melangkah maju dan berdiri di samping Sekar, menghadap Arya. Wajahnya yang suci itu masih memerah, tapi matanya yang putih keemasan itu kini penuh dengan keberanian yang baru didapat setelah melihat bahwa dia boleh menjadi Luna yang manja dan cengeng di depan mereka.

"Kak Arya, Luna juga sudah tidak takut lagi menjadi tidak sempurna. Karena Kak Arya dan Kak Sekar bilang tidak apa-apa, kan? Luna boleh cemburu, boleh manja, boleh menangis?"

Arya menatap dua istri yang berdiri di depannya, yang kini rela menyerahkan seluruh jiwa dan raga mereka tanpa keraguan untuk menyelamatkan dunia, untuk menyelamatkan Kakek Naga, dan untuk menyelamatkan janji mereka bertiga.

Air hitam yang dingin itu terus naik hingga pinggang mereka, mata raksasa kuning di dalam retakan itu semakin besar dan semakin dekat, tawanya semakin keras dan semakin tidak sabar.

Tapi di tengah air hitam yang dingin dan tawanya yang mengerikan itu, ada kehangatan yang bahkan lebih hangat dari matahari, yang datang dari tiga jiwa yang saling menggenggam, yang telah melihat luka terdalam masing-masing dan memilih untuk tetap tinggal.

Arya mengulurkan kedua tangannya dan menarik Sekar dan Luna ke dalam pelukannya, memeluk mereka berdua dengan erat di tengah air hitam yang terus naik itu.

"Baik. Mari kita lakukan bersama. Seperti tadi. Tiga jiwa, satu janji."

Cahaya tiga warna — emas, biru, dan putih — yang tadinya hanya menyelimuti tubuh mereka masing-masing, kini mulai berputar dan menyatu di antara pelukan mereka bertiga, membentuk sebuah teratai tiga warna yang mekar dengan pelan di atas kepala mereka, tepat di atas cekungan segel yang ada di bawah altar.

Teratai itu berputar semakin cepat, semakin terang, dan energi dari kultivasi ganda sejati yang sempurna — energi yang lahir bukan dari nafsu, tapi dari kepercayaan mutlak untuk menyerahkan jiwa dan raga — mulai mengalir keluar dari teratai itu dan masuk ke dalam inti Segel Laut Dalam yang ada di bawah altar.

Di bawah altar, inti segel yang tadinya redup dan hampir padam karena retak seribu tahun itu, begitu mendapatkan energi tiga jiwa yang sempurna itu, mulai berdenyut kembali dengan keras.

DUK! DUK! DUK!

Detakannya seperti detak jantung seorang dewi yang akan bangun kembali setelah tidur seribu tahun!

Mata raksasa kuning di dalam retakan air hitam yang melihat teratai tiga warna itu mekar dan inti segel yang berdenyut kembali itu, untuk pertama kalinya menunjukkan rasa takut.

"Tidak! Tidak mungkin! Segel itu seharusnya sudah hancur! Teratai Suci Abadi seharusnya sudah mati total setelah membelah jiwanya! Bagaimana mungkin kalian bisa... Bagaimana mungkin kalian bisa memanggilnya kembali! Tidak!"

Tapi sudah terlambat.

Inti segel itu berdenyut semakin keras, semakin terang, dan dari dalam inti segel itu, sebuah bayangan wanita yang sangat cantik dan sangat anggun, dengan gaun putih yang terbuat dari kelopak teratai yang tak terhitung jumlahnya, dengan rambut putih panjang yang berkilauan seperti cahaya bulan, dengan tanda teratai suci sempurna di dahinya, perlahan-lahan muncul.

Bayangan itu membuka matanya yang berwarna putih keemasan dan menatap tiga anak muda yang berpelukan di tengah air hitam itu dengan senyum penuh kasih sayang seorang ibu yang melihat anak-anaknya akhirnya pulang.

"Anak-anakku... Kalian akhirnya datang..."

Suara itu lembut, hangat, dan suci, seperti suara ibu yang membangunkan anaknya dari mimpi buruk.

Teratai Suci Abadi, istri Leluhur Naga Langit, belahan jiwa dari Sekar dan Luna, akhirnya bangun kembali setelah seribu tahun!

1
Hadi Hadi
mantap😍😍
fareva: lanjut 🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
up up up💪
Hadi Hadi
iwik iwik😍😍
Hadi Hadi
mantap😍😍
Hadi Hadi
semangat💪💪
fareva: makasih bang
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪
fareva: 🔥🔥🔥🔥🔥🔥
total 1 replies
Hadi Hadi
up up up😍😍
Hadi Hadi
lanjut
fareva: Siap. tolong bantu koreksi kalau ada yang kureng
total 1 replies
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
good💪💪
Hadi Hadi
mantap😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!