NovelToon NovelToon
Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Aku Bukan Istri Yang Lemah Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Sebuah pernikahan yang berdiri di atas pilar rasa utang budi, bukan cinta. Nindya menerima lamaran Haris karena takdir mempertemukan mereka dalam tragedi berdarah yang hampir merenggut nyawa Haris—dimana Nindya bertaruh nyawa untuk menyelamatkannya. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu dan dikaruniai seorang putra yang menggemaskan, Nindya harus menelan kenyataan pahit: rasa terima kasih Haris tidak pernah berubah menjadi cinta. Di balik dinding rumah tangga mereka yang dingin, Haris masih menyimpan bayang-bayang masa lalunya bersama wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Titik Terang Di Toko Emas

​Pagi yang cerah menyambut Nindya saat ia mengendarai mobilnya kembali ke rumah seusai mengantar Arka ke sekolah. Di dalam kabin mobil yang hening, tidak ada lagi helaan napas berat atau rasa sedih yang menyelimuti pikirannya. Sebaliknya, mata bening Nindya memancarkan fokus dan tekad yang makin bulat.

​Keputusannya sudah mantap: ia akan menggugat cerai Haris.

​Pernikahan yang berdiri di atas pilar utang budi ini sudah lama busuk dari dalam, dan Nindya tidak sudi lagi mengorbankan sisa hidupnya untuk pria yang hatinya berada di tempat lain. Namun, Nindya adalah wanita yang realistis. Ia paham betul bagaimana hukum dan dunia nyata bekerja. Jika ia melayangkan gugatan cerai sekarang tanpa memiliki pekerjaan atau penghasilan sendiri, posisi Haris yang bergelimang harta akan dengan mudah merebut hak asuh Arka darinya di pengadilan.

​Aku tidak akan pernah membiarkan Haris mengambil Arka dariku, tegas Nindya dalam hati saat menghentikan mobilnya di garasi rumah.

​Sebelum menikah dengan Haris empat tahun lalu, Nindya adalah seorang wanita karir yang cemerlang. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan pengalaman kerja di bidang pemasaran sebelum akhirnya memutuskan resign demi fokus menjadi seorang istri dan ibu. Kini, keterampilan dan pengalaman yang sempat ia "istirahatkan" itu harus ia bangkitkan kembali.

​Nindya melangkah masuk ke dalam rumah. Ia mengabaikan suasana rumah yang sepi dan langsung menuju ruang kerja kecil di lantai atas. Nindya membuka laptop pribadinya yang sudah berdebu. Jemarinya yang lentik dengan lincah mulai membersihkan file-file lama, memperbarui resume (CV), serta menyusun portofolio kerjanya selama beberapa tahun lalu.

​Setiap kata yang ia ketik di atas layar laptop terasa seperti langkah nyata menuju kebebasannya. Nindya memperluas jaringannya dengan menghubungi beberapa rekan kerja dan atasan lamanya yang dulu amat menyukai dedikasi kerjanya.

​"Halo, Pak? Iya, ini Nindya... Saya berencana untuk kembali aktif bekerja (comeback)..." ucap Nindya melalui telepon dengan nada suara yang sangat profesional dan percaya diri.

​Respon dari relasi-relasi lamanya sungguh di luar dugaan. Banyak dari mereka yang menyambut baik niat Nindya, mengingat rekam jejak kerja Nindya yang terkenal cekatan dan berintegritas tinggi. Beberapa tawaran wawancara kerja bahkan langsung dijadwalkan untuk minggu ini.

​Nindya bersandar di kursi kerjanya, menatap layar laptop yang menampilkan beberapa surel lamaran kerja yang telah terkirim. Ada rasa bangga dan kebebasan yang membuncah di dadanya.

​Ia tidak membutuhkan uang Haris untuk bertahan hidup. Yang ia butuhkan adalah kemandirian finansial yang kokoh sebagai senjata utamanya di pengadilan nanti. Begitu ia mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap, tidak akan ada satu alasan pun bagi hakim untuk memisahkan Arka dari dirinya. Dengan senyum tipis yang penuh keyakinan, Nindya menutup laptopnya, siap menghadapi babak baru dalam perjuangannya.

​Harapan tinggi yang sempat membuncah di dada Nindya perlahan terbentur kenyataan pahit. Satu per satu pesan balasan dan panggilan telepon dari rekan lamanya membawa kabar serupa: tidak ada posisi kosong untuk tingkat manajerial yang sesuai dengan latar belakangnya. Jeda karir selama empat tahun sebagai ibu rumah tangga juga menjadi pertimbangan dingin bagi beberapa perusahaan besar.

​Nindya menyandarkan punggungnya di kursi, menghela napas panjang menatap layar laptopnya. Rasa cemas sempat merayapi benaknya, namun bayangan wajah polos Arka langsung mengikis keraguan itu. Ia tidak boleh menyerah begitu saja.

​Di tengah kebingungannya, mata Nindya tak sengaja tertambat pada sebuah kotak beludru merah yang tergeletak di dalam laci meja riasnya. Kotak yang berisi deretan perhiasan mahal.

​Nindya tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh ironi. Setiap tahun pada hari ulang tahun pernikahan mereka, Haris selalu memberinya satu set perhiasan emas dan berlian yang sangat mewah. Pria itu tidak pernah bertanya apa perhiasan kesukaannya, tidak pernah menemani memilih, dan hanya menyuruh asisten pribadinya untuk membelikannya. Bagi Haris, perhiasan mahal itu hanyalah bentuk kewajiban materi dan cara praktis untuk melunasi utang budinya.

​Namun dari sanalah Nindya belajar banyak hal. Selama empat tahun, Nindya kerap mengamati detail potongannya, kadar karat, keaslian berlian, hingga cara perawatan perhiasan-perhiasan bernilai ratusan juta tersebut. Pengetahuannya tentang perhiasan kelas atas tanpa disadari terbentuk dengan sangat baik.

​Kenapa aku tidak mencoba bidang ini? bisik Nindya pada dirinya sendiri.

​Tanpa membuang waktu, Nindya mengganti pakaiannya dengan setelan blazer hitam yang anggun dan profesional. Ia mengendarai mobilnya menuju sebuah toko emas dan perhiasan ternama di pusat kota—salah satu boutique perhiasan eksklusif tempat asisten Haris biasa membeli hadiah untuknya.

​Begitu melangkah masuk ke dalam toko berinterior megah tersebut, Nindya langsung menghampiri bagian manajemen. Secara kebetulan, toko perhiasan besar itu sedang membutuhkan staf spesialis penilai perhiasan (jewelry consultant) untuk melayani klien-klien VVIP.

​Nindya langsung menjalani sesi wawancara di tempat bersama pemilik toko dan manajer HRD. Saat diuji mengenai pengetahuan logam mulia, kejernihan berlian, hingga cara memberikan pelayanan berkelas kepada pembeli kalangan atas, Nindya menjawab setiap pertanyaan dengan sangat tenang, anggun, dan fasih. Penampilannya yang elegan serta wawasannya yang luas mengenai perhiasan mewah membuat pemilik toko terkagum-kagum.

​"Luar biasa, Bu Nindya. Wawasan dan cara komunikasi Anda sangat mengesan bagi kami. Sikap Anda sangat cocok untuk menghadapi klien-klien premium kami," puji pemilik toko emas tersebut dengan binar puas.

​"Terima kasih banyak, Pak. Saya siap memberikan yang terbaik untuk toko ini," jawab Nindya dengan senyum penuh percaya diri.

​Hari itu juga, Nindya dinyatakan lolos wawancara dan resmi diterima bekerja. Sebuah surat penawaran kerja (offering letter) dengan gaji yang sangat layak berada di tangannya.

​Saat melangkah keluar dari toko emas tersebut dengan tas kerja di tangannya, dada Nindya terasa begitu lapang. Pintu kemandirian finansial yang ia cari akhirnya terbuka lebar. Kini, ia memiliki penghasilan sendiri, sebuah bukti nyata bahwa ia mampu berdiri di atas kakinya sendiri tanpa bergantung pada uang Haris—dan yang terpenting, sebuah jalan terang untuk mempertahankan hak asuh Arka di pengadilan nanti.

1
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Maya baik bangett Sampau mau menggantikan Sif,Noval memberi kompensasi mungkin
sunaryati jarum
Aduuh masih tidak punya malu mengharap Nindya kembali.Dalsm mimpi saja tidak akan, Haris.Kamu mengadu tentang Siska pada Nindya tidak malu diketawain dan disyukurin
sunaryati jarum
Ingin hati mau melihat Arka putranya namun kelelahan hat dan fisiknya membuatnya tidur.
sunaryati jarum
Kehancuran hidupmu yang terpampang jelas,akibat kamu tidak setia Haris.
sunaryati jarum
Bab sebelumnya bawa mobil dari taman ke kontrakan kok sekarang cari taksi.Sunnguh karma yang.ksmu terima tunai,Haris.
sunaryati jarum
Masih beruntung kamu menyesal dan sadar akan semua kesalahanmu,hingga Masi ada waktu untuk memperbaiki diri,walau sudah terlambat
sunaryati jarum
Jika niat Haris baik jangan terlalu kejam zRin,dan kamu Haris ingat Arin masih trauma akan perbuatanmu,dia tidak percaya padamu,Ris.Itulsh konsekuensi atas pengkhianatan kamu dalam rumah tanggamu.
sunaryati jarum
Haris itu ayahnya mungkin ingin memperbaiki kesalahannya,jika tidak berbuat buruk, berikan waktu Haris untuk menemui Arka putranya tapi dengan izinmu, bukan diam- diam seperti ini
sunaryati jarum
Otw bahagia Nindya dan Arka
sunaryati jarum
Nah terima dan jalani serta perbaiki diri
sunaryati jarum
Simpan penyesalanmu,anakmu saja tanpa diajari , merasakan bahwa kamu tidak pernah hadir memberi kasih sayang dan perhatian
sunaryati jarum
Nikmati buah kesombongan dan pengkhianan yang kau lakukan ,Haris.Jangan- jangan dalam kandungan Siska bukan benih Haris.👋👋👋🤣🤣🤣
Ade Chubi
syukurin
sunaryati jarum
Bagus Nindya Haris jika datang membujuk tinggal ingatkan semua kesalahannya.
Datu Zahra
katanya gundik kecelakaan, kaki terkilir parah, masa ya udha jalan². cepet amat sembuh
Alia Chans
kasihan banget ya jadi Nindy😣
sunaryati jarum
Suka
sunaryati jarum
Semangat dengan status dan kehidupan barumu
sunaryati jarum
Nikmati kehidupan yang telah kamu pilih Haris.Itulah jika kebaikan kau balas dengan pengkhiatan,kau dan Siska tidak akan pernah menemukan kebahagiaan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!