EKSLUSIF HANYA DI NOVELTOON, JIKA ADA DI TEMPAT LAIN BERARTI PLAGIAT!! LAPORKAN!
Algazro adalah anak orang kaya, orang tuanya punya sebuah perusahaan yang cukup besar, mereka hidup dengan damai dan tenang.
Namun ada sebuah insiden yang menyakitkan, musuh bisnis papanya membakar perusahaan dan rumah yang mereka tinggali lalu membunuh kedua orang tuanya.
Saat itu ia hidup terluntang lantung sendiri, tidak ada yang mengasihaninya. Padahal semasa hidup, kedua orangtuanya sangat baik pada mereka. Tapi setelah semuanya berubah, bukan belas kasihan yang ia dapatkan, melainkan hinaan dan ejekan, mereka sungguh tidak tahu membalas budi.
Sebelum kematiannya dihakimi massa karena dituduh mencuri, saat itulah ia mendapatkan sistem ia merubah hidupnya. Dengan sistem ia mendapatkan wanita cantik mengelilinginya seperti detektif cantik yang jeli, CEO manis dan pintar, polwan tegas dan mempesona, dokter cerdas dan penampilan anggun dan sang mafia cantik yang kejam, mereka semua adalah aset terbesa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
"Baik, Nona tunggu di sini dulu," ucap Algazro masuk ke dalam kamarnya.
"Hey system, apa ada cara aku menyembuhkan phobia Emile?" tanya Algazro.
[Anda bisa menggunakan poin, hanya saja, poin saat ini tidak cukup]
"Waduh, aku udah janji dengannya untuk membantunya menghilangkan phobianya, ayolah system' kau pasti tau caranya kan?" tanya Algazro memohon.
[Seperti yang Anda bilang tadi jika phobia tidak bisa di hilangkan begitu saja, nah lakukan saja apa yang Tuan bisa dulu]
"Hey! Hey! Ini gara-gara kamu tau, beri misi dimana aku harus meluluhkan hati Emile, pada akhirnya dia menempel pada ku," ucap Algazro.
[Jangan terlalu PD Anda Tuan, dia itu karena membutuhkan bantuan Anda. Anda yang seharusnya membuat dia menempel pada Anda agar tujuan Anda tercapai]
"Iya iya aku tahu itu, aku tadi hanya asal ngomong saja, gunakan poinku untuk setidaknya membuat sedikit ada perubahan," ucap Algazro.
[Ya, itu bisa di lakukan tapi hanya sementara karena poin Anda tidak mencukupi]
"Baguslah jika begitu, tidak apa-apa setidaknya bait dia percaya padaku dulu," ucap Algazro keluar dari kamarnya dan mendekati Emile.
"Kau tidak membawa peralatan apa pun?" tanya Emile heran. Biasanya terapi mereka mengunakan sebuah alat entah seperti kursi terapi atau benda lainnya.
"Tidak perlu, tangan ku adalah alatnya," ucap Algazro.
"Kau yakin hanya dengan tangan saja bisa melakukannya?" tanya Emile tidak percaya.
"Kau bilang apa pun bisa aku lakukan asal itu bisa menyembuhkan mu, jadi menurut lah," ucap Algazro.
Ia memegang bahu Emile. "Pejamkan mata Nona," perintah Algazro.
Emile pun mengikuti instruksi Algazro.
[Poin 30]
[Gunakan keseluruhan poin untuk membantu Nona Emile mengurangi ketakutannya untuk sementara waktu]
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
[Poin Anda di potong 30 poin]
[Sisa poin Anda 0 poin]
"Coba buka mata Anda," ucap Algazro.
Emile pun membuka matanya, saat itu ia tidak ada merasakan apa.
"Tapi … kenapa nggak ada perubahan apa pun ya?" tanya Emile.
"Tentu saja, Anda itu kena phobia, aku juga bukan mengobati orang terluka. Kamu sana carikan laba-labanya untuk mengetes apa Nona kalian masih ada perubahan atau tidak," perintah Algazro.
Pengawal itu pun pergi keluar untuk mencari laba dan tinggallah Algazro dan Emile berdua.
Algazro kembali duduk di sofa yang berdampingan dengan Emile.
"Kau bilang terapi, kenapa sebentar sekali?" tanya Emile.
"Oh, kau ingin lama ya, ayo sini bahu mu aku pegang lagi," ucap Algazro tersenyum mengembang.
"Lupakan itu. Jika kau beneran bisa menyembuhkan phobiaku, maka aku akan memberikan salah satu perusahaanku, kau bisa pilih mana yang kau mau. Tapi … jika kau mempermainkan ku maka siap-siaplah dirimu, aku akan menyuruh para pengawalku untuk memotong anu mu," ancam Emile.
"Hey! Hey! Aku lebih mati dari pada tidak punya anu," ucap Algazro terperanjat.
"Maka dari itu, aku tidak perlu membunuhmu, cukup kau bunuh diri saja," ucap Emile tersenyum licik.
'Astaga! Dia benar-benar menyeramkan,' batin Algazro berdelik ngeri.
Tak lama kemudian, pengawalnya itu datang membawa sebuah kotak yang berisikan laba-laba kecil.
"Ini Tuan laba-labanya." pengawal itu memberikan kepada Algazro.
"Apa Anda sudah siap Nona?" tanya Algazro memegang kotak itu dan bersiap untuk membukanya