NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

​Glek.

​Dalam hitungan detik, nafas pria itu yang tadinya tersengal-sengal perlahan mulai menjadi lebih teratur.

​Warna biru di bibirnya juga mulai memudar dan berganti menjadi sedikit lebih kemerahan.

​"Ajaib sekali, rasa sakit di dadaku perlahan mulai menghilang."

​Gumam pria itu sambil memegangi dadanya sendiri dengan perasaan lega yang luar biasa.

​Deni menarik kursi pengunjung dan duduk di samping ranjang dengan santai.

​Srek.

​"Nah paman, karena paketnya sudah kuterima dengan selamat, jangan lupa berikan ulasan bintang lima di aplikasiku ya."

​Tagih Deni langsung ke inti masalah sambil menyodorkan ponsel bututnya.

​Pria itu tersenyum lemah dan menekan layar ponsel Deni dengan tangannya yang masih sedikit gemetar.

​Ting.

​[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Misterius memberikan ulasan bintang lima atas pengiriman penawar racun tepat waktu]

​[Progres Tuan bertambah menjadi dua puluh enam dari seribu ulasan bintang lima]

​Deni bersorak dalam hati melihat progresnya kembali bertambah satu angka hari ini.

​"Terima kasih ulasannya paman, sekarang aku mau pulang karena harus makan malam gratis di rumah Nona bosku."

​Pamit Deni bersiap untuk berdiri dari kursinya.

​Tapi pria itu dengan cepat meraih ujung jaket oranye Deni untuk menahannya pergi.

​Grep.

​"Tunggu sebentar anak muda, aku harus memberitahumu sesuatu yang sangat penting sebagai imbalan menyelamatkan nyawaku."

​Cegah pria itu dengan raut wajah yang kembali berubah menjadi sangat serius.

​Deni kembali duduk dan menatap pria itu dengan pandangan bosan.

​"Ada informasi apa lagi paman, aku tidak menerima bayaran berupa gosip murahan lho."

​Canda Deni sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

​"Namaku adalah bayangan nomor tiga, aku dulunya adalah salah satu komandan tingkat tinggi di Serikat Bayangan Hitam."

​Pria itu mulai bercerita dengan suara yang sudah jauh lebih stabil dari sebelumnya.

​"Aku diracun dan dibuang ke rumah sakit ini oleh ketua besar kami karena aku diam-diam mengetahui rahasia terbesarnya."

​Deni langsung menaikkan sebelah alisnya merasa sedikit tertarik dengan cerita ini.

​"Rahasia apa memangnya paman, apa ketua kalian itu diam-diam suka pakai daster kalau sedang tidur malam."

​Tebak Deni dengan asal-asalan yang membuat pria itu menghela nafas panjang menahan rasa kesal.

​"Ini bukan lelucon anak muda, ini menyangkut nyawa majikanmu dan juga nyawamu sendiri."

​Tegur pria itu dengan nada bicara yang tegas.

​"Ketua besar kami bukan manusia biasa, dia menguasai ilmu bela diri terlarang yang disebut tapak darah pelebur tulang."

​Deni menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar nama ilmu yang menurutnya terdengar sangat norak itu.

​"Tapak darah ya, namanya panjang sekali paman, lalu apa hebatnya ilmu itu sampai paman takut begitu."

​Tanya Deni merasa sangat penasaran tapi wajahnya tetap terlihat santai.

​"Ilmu itu bisa menghancurkan organ dalam dan meremukkan tulang seseorang hanya dengan satu kali sentuhan fisik saja."

​Jelas pria itu dengan mata membelalak karena teringat betapa mengerikannya kekuatan sang ketua.

​"Dan malam ini, ketua besar sudah menyebarkan perintah untuk mengirim regu pembunuh khusus ke rumah Nona Clara."

​Deni tersenyum sangat lebar sampai deretan giginya terlihat jelas.

​"Wah itu berita yang sangat bagus paman nomor tiga, aku sangat suka tamu yang datang malam-malam begini."

​Pria itu menatap Deni dengan pandangan tidak percaya melihat reaksi pemuda kurir di depannya ini.

​"Kau tidak mengerti anak muda, regu khusus ini adalah pasukan mati yang urat saraf rasa sakitnya sudah diputus total."

​Peringat pria itu berusaha meyakinkan betapa berbahayanya situasi yang akan dihadapi Deni nanti malam.

​"Mereka tidak akan berhenti menyerang walau tangan atau kaki mereka sudah putus ditebas senjata tajam."

​Bukannya merasa takut, semangat Deni justru semakin terbakar mendengar penjelasan musuh yang tangguh ini.

​"Semakin mereka sulit dikalahkan, berarti ulasan sistem yang kuterima nanti akan semakin banyak nilainya paman."

​Jawab Deni dengan jalan pikiran yang sama sekali tidak masuk akal bagi orang normal.

​Deni berdiri dari kursinya dan menepuk bahu pria itu dengan pelan.

​Puk puk.

​"Paman istirahat saja di sini dan minum obat yang rajin ya agar cepat sembuh dan bisa keluar dari rumah sakit ini."

​Pesan Deni sebelum berbalik badan dan berjalan santai menuju pintu keluar kamar.

​"Aku harus segera pulang sekarang, perutku sudah tidak sabar ingin mencicipi masakan Nona Rina dan Maya malam ini."

​Pria itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sosok kurir berjaket oranye itu menghilang dari balik pintu.

​Ceklek.

​"Semoga dewa keberuntungan selalu menyertaimu anak muda yang aneh, karena malam ini kota ini akan mandi darah."

​Gumam pria mantan komandan serikat itu sambil memejamkan matanya untuk beristirahat memulihkan tenaga.

​Di sepanjang lorong rumah sakit, langkah kaki Deni terdengar sangat ringan dan berirama.

​Ting.

​Tiba-tiba layar sistem kembali muncul di depan mata Deni menampilkan sebuah notifikasi baru.

​[Sistem Raja Kurir Menyelesaikan Misi Darurat Pengiriman Bawah Tanah]

​[Tuan Mendapatkan Informasi Penting Mengenai Kemampuan Musuh Utama]

​[Misi Bertahan Hidup Terbuka Lindungi Nona Clara dan hancurkan regu pasukan mati malam ini untuk mendapatkan hadiah lima belas poin ulasan sekaligus]

​Deni melompat kecil kegirangan di lorong rumah sakit yang sepi itu setelah membaca hadiah misi terbarunya.

​"Wah lima belas poin sekaligus, sistemku ini memang sangat dermawan kalau sedang ada diskon besar-besaran begini."

​Deni berlari menuruni tangga rumah sakit dengan perasaan yang sangat gembira seperti anak kecil yang dijanjikan permen.

​Tap tap tap.

​Dia sangat menantikan malam yang akan segera tiba ini untuk membuktikan seberapa kuat regu pasukan mati itu sebenarnya.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!