Kehidupan dia insang yang saling mencintai baru saja di mulai. Delia dan Dafa sangat bahagia dengan pernikahan tersebut. Delia memutuskan untuk menerima Risa, adiknya agar bisa tinggal bersamanya. Namun, keputusan tersebut adalah sebuah kutukan yang mampu menghancurkan kehidupan barunya...
Apa yang terjadi pada pernikahan mereka nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shangrai Hark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedatangan Dokter Cantik
Dokter wanita yang Risa kenal benar-benar datang ke rumah Delia dan Dafa. Nama dokter itu adalah Bunga. Dengan cepat dan konsisten wanita itu memasang infus dan memberikan vitamin pada Delia. Untuk berjaga jaga Bunga mengambil sedikit darah Delia.
Delia terbangun dari pingsannya karena rasa sakit dari suntikan yang ia rasakan. “Aoa.yang kamu lakukan? ” Tanya Delia dengan suaranya yang serak dan lemah.
“Jangan bangan bergerak dan istirahatlah. Tubuhmu terlalu lemah untuk bisa bergerak. Dan juga, untuk kedepannya berhentilah berpikir sesuatu yang berat. Stress juga tidak baik untuk kondisi tubuhmu.” Jelas dokter Bunga dengan senyuman yang merekah.
“Mengapa kamu mengambil banyak darah ? ” tanya Delia lagi.
“Ini untuk berjaga jaga. Aku akan melakukan tes dan akan memberikan laporannya padamu besok. Ah, jangan bingung dengan semua ini. Aku berpikir kamu mungkin hamil, jadi aku ingin melakukan tes ini untukmu, sebenarnya bisa saja dengan melakukan tes urine, tapi kondisimu benar-benar sangat lemah. Aku tidak tega untuk memaksamu. Jadi biarkan aku melihatnya dengan darahmu saja.” jelas nya panjang lebar. Perkataan Bunga membuat Delia bertambah pusing dan mengerutkan dahinya.
“Dokter, aku meminta bantuan darimu. ” Ucap Delia dengan lemas seraya menoleh dan melihat semua orang. kalau kalau ada yang mendengarkan percakapan mereka.
Semua orang duduk dan menunggu di meja dapur dengan santai secuali Dafa yang amat sangat gelisah.
Bunga mendekati Delia. Dan Delia pada akhirnya harus berbisik di telinga Bunga. Dengan seksama Bunga mendengarkan permintaan Delia. Delia tidak ingin ada orang yang mendengarkan masalah kehamilannya. Walaupun hasil tesnya keluar, bunga tetap tidak diperbolehkan untuk memberi tahu siapapun, termasuk suami dan ibu mertuanya itu.
Dengan senyumannya, Bunga menganggukkan kepalanya. “Aku akan kembali ke rumah ini setelah mengirimkan sampel darahmu, sembari menunggu cairan infusmu habis. Istirahatlah, biasanya orang sakit menggunakan kesempatannya untuk tidur seharian. Kamu juga lakukanlah hal yang sama.” ucap dokter cantik itu lalu dengan cepat mengemasi barangnya.
Delia memejamkan matanya dan mulai tertidur. Perasaan gundah wanita itu tetap menyelimuti dirinya. Delia tidak mengerti dan bingung mencari jalan keluarnya.
Dafa yang amat resah menunggu kabar dari dokter wanita itu tentang istrinya pun mulai mendekatinya ketika melihat Bunga keluar dari arah pintu kamar.
Dengan rasa tidak sabaran Dafa mempertanyakan kondisi istrinya. Risa yang melihat tingkah laku Dafa merasa sangat cemburu.
“Tidak ada yang serius dengan kondisi istrimu. Dia hanya letih dan butuh istirahat saja. Kamu suaminya bukan? Untuk kedepannya pastikan Bu Delia istirahat dengan cukup. Kondisinya cukup lemah untuk melakukan pekerjaan yang berat.” Jelas Bunga, dan tentunya Dafa bisa menghela nafasnya dengan sangat lega.
Namun, untuk kedepannya? Dafa akan mengikuti dinas, begitu juga Risa yang mungkin akan sibuk bekerja. Kali ini pikiran Dafa kembali buncah dibuatnya. Bingung karena tidak bisa melakukan apapun.
“Kamu bisa melakukannya bukan?” tanya Bunga sekali lagi, “jika tidak bisa, bawalah Delia ke rumah sakit dan biarkan dia dirawat inap di sana, setidaknya kondisi Delia akan terus diperhatikan oleh dokter dan perawat,” imbuhnya.
“Kami akan memikirkannya. Jika anda memiliki banyak perkerjaan, anda bisa keluar dan melanjutkannya. ” ucap Yessi yang mengusir Bunga dengan halus.
Bunga menghela nafasnya, banyak sudah orang seperti ibu Yessi yang Bunga temui. Tangan Bunga ingin sekali mencubit wanita paruh baya tersebut.
Namun, apalah yang wanita cantik itu bisa lakukan. Umur dan etika menghalanginya.
“Baiklah kalau seperti itu. Saya akan kembali lagi nanti. Infus Bu Delia harus dicabut. Jangan berpikir agar kalian mencabutnya sendiri ya atau tangan Bu Delia akan cacat nantinya.”dengan kesal Bunga mengucapnya, namun ia harus menahan emosinya dan terpaksa bersuara dengan lembut.
Bunga berjalan menuju pintu utama rumah itu seraya mengomel, “Dasar wanita tua yang picik. Kurasa karena stres, Delia harus menahan rasa sakitnya, huh ... Aku jadi kasihan dengan kakaknya Risa. Wanita itu pasti menderita.” Bunga berdecak seraya menggelengkan kepalanya.
😡😡😡
aku maraton sampai disini.
masa suami udah gak peduli lagi...
😭😭
😡😡😡
Tak hbis pikir sama iblis...
bisa kamu gencet terus nyonya
Aku punya banyak stok..
🔪🔪🔪
..