NovelToon NovelToon
Bayangan Penguasa

Bayangan Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Isekai / Reinkarnasi
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Selama sepuluh tahun, Bumi diinvasi oleh monster dari "Gerbang Dimensi" (Gates). Han Do-Yoon adalah seorang Hunter Peringkat-F yang bertahan hidup sebagai kuli panggul di dalam Dungeon. Pada Hari Kiamat, saat "Dewa Luar" (Outer Gods) menghancurkan pertahanan terakhir umat manusia, Do-Yoon mengorbankan dirinya untuk melindungi artefak kuno.
​Alih-alih mati, ia terbangun sepuluh tahun di masa lalu—tepat di hari di mana sistem kebangkitan pertama kali turun ke Bumi. Namun kali ini, ia tidak membangkitkan kelas biasa. Ia mendapatkan kelas tersembunyi berperingkat Myth: Pewaris Ketiadaan. Dengan pengetahuan masa depan dan sistem absolut di tangannya, Do-Yoon bersumpah untuk mengubah nasib dunia dan membantai para Dewa yang mempermainkan umat manusia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Hukum Rimba yang Baru

​Makhluk setinggi dua meter itu mendengus kasar. Udara panas dan bau busuk keluar dari lubang hidungnya. Kulit merah gelapnya dipenuhi otot yang menonjol, dihiasi bekas luka yang menunjukkan bahwa ia bukan sekadar makhluk liar biasa, melainkan seorang petarung.

​[Peringatan! Pemimpin Monster kawasan ini telah menyadari kehadiran Anda!]

[Monster Tingkat E: Goblin Pejuang siap menyerang.]

​Di belakang Do-Yoon, terdengar isak tangis tertahan dari beberapa mahasiswa yang mengintip dari balik celah pintu. Tubuh besar Goblin Pejuang dan kapak raksasanya yang berlumuran darah sudah cukup untuk menghancurkan kewarasan manusia modern mana pun.

​Namun, Do-Yoon hanya menatap makhluk itu dengan tatapan datar. Ia memutar belati berkarat di tangan kanannya, menguji keseimbangan senjata rampasan tersebut.

​"Hanya Tingkat E," gumamnya pelan. "Di masa lalu, aku bahkan harus membawakan tas berisi ratusan inti sihir milik makhluk seperti ini setiap harinya."

​GRAAAAAUR!

​Goblin Pejuang itu meraung memekakkan telinga. Ia menghentakkan kakinya ke lantai, membuat ubin koridor retak, lalu melesat maju bagaikan kereta api yang lepas kendali. Kapak raksasanya diayunkan mendatar, berniat menebas tubuh Do-Yoon menjadi dua bagian.

​"Aktifkan keahlian: Mata Kehampaan," perintah Do-Yoon di dalam hatinya.

​Seketika, pupil mata Do-Yoon melebar dan berubah menjadi hitam seutuhnya. Dunia di sekelilingnya kehilangan warna, berubah menjadi abu-abu pudar. Di saat yang sama, garis-garis merah bercahaya muncul di sekujur tubuh Goblin Pejuang, menunjukkan aliran energi sihir, letak otot, serta titik-titik kelemahannya.

​Garis merah paling terang berada di persendian lutut dan celah leher makhluk tersebut.

​WUSSH!

​Kapak raksasa itu menyapu udara kosong. Tepat sebelum bilah besi itu menyentuh perutnya, Do-Yoon menjatuhkan diri dan meluncur di atas lantai yang licin oleh genangan darah. Kelincahannya yang telah meningkat berkat gelar 'Pemburu Pertama' memungkinkannya bergerak di luar batas manusia normal.

​Saat ia meluncur melewati kedua kaki raksasa sang Goblin Pejuang, Do-Yoon mengayunkan belatinya ke belakang dengan kekuatan penuh, menebas urat keting di pergelangan kaki kiri makhluk itu.

​Crat!

​Goblin Pejuang itu melolong kesakitan. Kehilangan keseimbangan secara mendadak, makhluk raksasa itu terhuyung dan jatuh berlutut hingga menghancurkan lantai koridor.

​Do-Yoon tidak membuang waktu. Ia menggunakan telapak tangannya untuk menolak tubuhnya dari lantai, melenting ke udara dengan gerakan akrobatik yang mematikan. Ia mendarat tepat di punggung lebar sang Goblin.

​Sebelum monster itu bisa mengayunkan lengannya untuk menepisnya, Do-Yoon telah menancapkan belati berkaratnya dalam-dalam ke celah tengkuk makhluk itu, tepat di mana saraf tulang belakang terhubung.

​Krek!

​Bunyi tulang patah yang mengerikan bergema di lorong yang sunyi itu.

​Mata Goblin Pejuang terbelalak lebar sebelum akhirnya kehilangan cahayanya. Tubuh raksasa itu ambruk ke lantai dengan bunyi dentuman keras, tidak lagi bernyawa. Pertarungan itu berlangsung kurang dari sepuluh detik. Efisien, kejam, dan tanpa gerakan yang terbuang sia-sia.

​[Anda telah mengalahkan Monster Pemimpin: Goblin Pejuang.]

[Anda mendapatkan 150 Poin Pengalaman.]

[Tingkat Anda telah naik!]

[Tingkat Anda telah naik!]

​Kekuatan hangat kembali mengalir membasuh tubuh Do-Yoon, menyembuhkan otot-ototnya yang sempat menegang. Ia berdiri di atas mayat raksasa itu dan mencabut belatinya.

​"Gunakan keahlian: Penyerapan Bayangan."

​Bayangan pekat milik Goblin Pejuang yang tercetak di lantai tiba-tiba hidup. Bayangan itu merayap naik dan menyusup ke dalam ujung sepatu Do-Yoon. Hawa dingin yang menyegarkan menyebar ke seluruh aliran darahnya.

​[Penyerapan Bayangan berhasil.]

[Kekuatan fisik Anda pulih sepenuhnya.]

[Anda berhasil mencuri keahlian pasif dari target: 'Kulit Tembaga' (Tingkat Terendah).]

[Kulit Anda kini menjadi lebih keras, mengurangi dampak serangan fisik sebesar 10%.]

​Do-Yoon tersenyum puas. Mencuri keahlian monster adalah sesuatu yang di kehidupan lalunya hanya bisa dilakukan oleh Pemburu Tingkat S dengan senjata pusaka berharga miliaran won. Kini, ia bisa melakukannya hanya dengan memungut sisa bayangan musuh.

​[Rasi Bintang 'Dewa Perang Tanpa Nama' terpukau oleh efisiensi membunuh Anda.]

[Rasi Bintang 'Dewa Perang Tanpa Nama' memberikan sumbangan 100 Koin Bintang kepada Anda.]

​Melihat pesan tersebut, Do-Yoon hanya mendengus sinis. "Menonton dari kursi empuk kalian sambil melempar uang receh, ya? Nikmatilah pertunjukannya selagi bisa."

​Ia melangkah turun dari mayat itu dan memungut kapak raksasa yang terjatuh di lantai. Senjata itu terlalu berat untuk manusia biasa, tapi dengan kekuatan fisiknya saat ini, ia bisa mengangkatnya dengan satu tangan.

​"Do... Do-Yoon?"

​Sebuah suara gemetar memanggilnya dari arah pintu kelas. Ketua kelasnya, seorang pemuda bertubuh tambun, berdiri di sana dengan wajah pucat pasi. Di belakangnya, sisa mahasiswa menatap Do-Yoon seolah ia adalah dewa penyelamat, namun sekaligus monster yang menakutkan.

​"Kau... kau luar biasa! Kau membunuh monster itu sendirian!" seru ketua kelas dengan mata berbinar penuh harapan. "A-ayo kita pergi dari sini bersama-sama! Dengan kekuatanmu, kau bisa melindungi kami semua sampai militer datang untuk menyelamatkan kita, kan?"

​Langkah Do-Yoon terhenti. Ia menoleh perlahan, menatap sekelompok pemuda-pemudi yang gemetar di ambang pintu itu. Mata hitamnya menyorot tanpa empati.

​"Militer tidak akan datang," ucap Do-Yoon dingin, menghancurkan secercah harapan di wajah mereka seketika. "Pemerintah telah runtuh. Mulai hari ini, dunia yang kalian kenal sudah mati. Hukum rimba yang baru telah dimulai."

​"T-tapi kau sekuat itu! Kau harusnya melindungi yang lemah! Bukankah kita teman sekelas?" protes seorang mahasiswi sambil menangis.

​"Sistem tidak peduli dengan ikatan pertemanan. Kalian pikir dewa-dewa di atas sana sedang bermain rumah-rumahan?" Do-Yoon menunjuk mayat Goblin di dekat kakinya dengan ujung kapak. "Jika kalian tidak mengambil senjata dan bertarung sekarang, kalian hanya akan berakhir menjadi tumpukan daging di perut monster esok hari. Aku tidak akan menjadi pengasuh bayi untuk orang-orang yang hanya bisa menangis."

​Tanpa menoleh lagi, Do-Yoon berbalik dan melangkah menyusuri lorong yang gelap, meninggalkan teman-teman sekelasnya yang terdiam membeku.

​Ia tidak punya waktu untuk berdebat tentang moralitas. Di kehidupan lalunya, kebaikan hati yang naif adalah alasan utama mengapa orang-orang berharga di sekitarnya mati secara tragis.

​Target Do-Yoon sekarang hanya satu. Ia harus menuju ke Distrik Gangnam sebelum malam tiba. Di sanalah anomali berikutnya akan muncul. Dan di sana jugalah, ia akan menemukan orang yang paling ia butuhkan untuk mewujudkan rencana balas dendamnya.

​Permaisuri Pedang masa depan, Yoo Ji-Ah.

​"Bertahanlah, Ji-Ah. Aku sedang menuju ke tempatmu," batin Do-Yoon seraya mempercepat langkahnya menuruni tangga kampus, membelah lautan darah dan kekacauan yang baru saja dimulai.

1
Alia Chans
Hadir kak 💪


jangan lupa hadir juga 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!