NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 20

Suasana ruangan itu sangat hening dan hangat, jauh berbanding terbalik dengan ruang HCU yang dingin dan mencekam. Bunga-bunga segar menghiasi sudut ruangan, dan jendela besar menyajikan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian.

Di atas ranjang pasien yang empuk, sosok Tsania terbaring lemah. Selang oksigen tipis masih terpasang di hidungnya, dan jarum infus tertancap di punggung tangannya yang kurus. Wajahnya yang pucat nampak begitu tirus, dengan lingkaran hitam di bawah kelopak matanya yang terpejam rapat.

Arsen melangkah masuk dengan sangat perlahan, seolah takut bunyi gesekan sepatunya akan membangunkan wanita itu dari tidurnya. Danu menutup pintu dari luar, menjaga di koridor bersama dua pengawal pribadi.

Arsen berhenti tepat di samping ranjang Tsania. Pria yang di takuti di dunia bisnis itu kini gemetar hebat. Air mata yang sejak pagi ditahannya mati-matian akhirnya luruh membasahi pipinya.

Ia berlutut di samping ranjang Tsania, sejajar dengan tubuh wanita yang terbaring kaku itu.

Dengan jemari yang bergetar hebat, Arsen memberanikan diri mengulurkan tangannya, mengusap pelan helai rambut halus Tsania yang menutupi dahinya. Usapannya begitu lembut, penuh kerinduan dan penyesalan yang tak terhingga.

"Maafkan aku, sayang..." bisik Arsen, suaranya pecah di tengah keheningan kamar.

"Maafkan aku yang bodoh ini..."

Arsen meraih tangan kiri Tsania yang dingin dan bebas dari infus, memegangnya dengan kedua telapak tangannya yang hangat. Ia menempelkan jemari kurus Tsania ke pipinya yang basah oleh air mata.

"Tiga tahun aku membencimu... tiga tahun aku mengutuk namamu..." rintih Arsen lirih, memejamkan mata rapat-rapat saat merasakan dinginnya kulit wanita itu.

"Padahal kamu bertaruh nyawa demi melindungiku dari Papaku sendiri... Kenapa kamu tidak pernah cerita padaku, Nia? Kenapa kamu biarkan aku jadi monster yang menyiksamu seperti ini?"

Tidak ada jawaban. Hanya suara teratur dari monitor detak jantung yang berbunyi bip... bip... bip... mengisi ruangan.

Arsen merogoh saku kemejanya, mengeluarkan cincin perak polos yang kusam. Ia memandangi cincin itu, lalu memandangi jari manis Tsania yang polos tanpa perhiasan apa pun. Arsen menghembuskan napas panjang, menahan tangisnya agar tidak terlalu keras.

Ia tidak berani memasangkan cincin itu di jari Tsania. Ia tahu, ia belum pantas melakukannya. Arsen hanya meletakkan cincin perak itu dengan sangat perlahan di atas nakas di samping ranjang, tepat di dekat kepala Tsania.

"Aku akan membereskan semuanya, sayang," janji Arsen, menatap wajah lelap Tsania dengan sorot mata tekad mati-matian.

"Sabtu malam nanti... aku akan menghancurkan semua kebohongan yang membendung hidup kita. Aku akan mengembalikan nama baikmu, dan aku akan membayar semua rasa sakit yang sudah kutorehkan padamu."

Arsen mendekatkan wajahnya, mengecup lembut punggung tangan Tsania yang dingin selama beberapa detik, sebuah kecupan hangat yang sarat akan doa dan kepasrahan.

"Bertahanlah sebentar lagi... Untuk kita..." bisik Arsen pelan di dekat telinga Tsania.

"Biarkan aku jadi penjahat di matamu untuk beberapa hari ini... sampai aku bisa membawakan kebebasan yang pantas kamu dapatkan."

Arsen perlahan berdiri, melepaskan genggaman tangannya dengan berat hati. Ia melangkah mundur tanpa melepas pandangannya dari wajah Tsania, lalu melangkah keluar dari ruangan VVIP tersebut, siap menghadapi permainan licik keluarganya dengan belati kebenaran yang sedang ia rakit di balik bayang-bayang.

Arsen menutup pintu kayu mahoni ruang VVIP 601 dengan sangat perlahan. Begitu kait pintu terdengar berbunyi klik, pria tegap itu menyandarkan punggungnya pada pintu dingin tersebut, memejamkan mata rapat-rapat, dan menghela napas panjang yang sarat akan beban berat.

Danu, yang sejak tadi berdiri berjaga bersama dua pengawal pribadi bersetelan sipil, melangkah mendekat.

"Kamu sudah melihatnya sendiri, Arsen. Dia aman di dalam," bisik Danu dengan suara rendah.

"Sekarang kamu harus kembali ke realitas sebelum Pak Bisma curiga dengan keberadaanmu yang terlalu lama di luar kantor."

Arsen membuka matanya. Sisa-sisa kepedihan di manik matanya perlahan menghilang, berganti dengan kilat dingin yang begitu pekat dan tajam. Ia merapikan kembali jas hitamnya dan menyesuaikan letak jam tangan mewahnya.

"Ayo kembali," ujar Arsen singkat. "Ada banyak hal yang harus kita selesaikan sebelum makan malam nanti di rumah Papa."

Pukul tujuh malam, kediaman megah keluarga Pratama di kawasan elite tampak begitu megah dengan lampu-lampu gantung kristal yang berpendar hangat. Di dalam ruang makan keluarga yang luas dan mewah, aroma hidangan makan malam kelas atas menyeruak ke udara.

Pak Bisma duduk di kepala meja makan dengan kemeja batik sutra, memegang gelas kristalnya. Di sebelah kanannya, Aurelia duduk dengan gaun pastel yang elegan, tersenyum manja sambil menuangkan minuman untuk Pak Bisma. Di sebelah kiri, Arsen duduk tegak, menikmati makan malamnya dengan gerakan yang sangat formal, rapi, namun terasa sangat dingin dan asing.

"Bagaimana persiapan acara pertunangan pekan depan, Aurelia?" tanya Pak Bisma membuka percakapan, suaranya dipenuhi nada wibawa yang kentara.

"Semuanya berjalan sempurna, Om Bisma," jawab Aurelia dengan nada riang dan penuh kebanggaan.

"Pihak hotel bintang lima sudah mengonfirmasi dekorasi berkonsep royal white. Para insan pers dari sepuluh media bisnis terbesar juga sudah mengamankan slot liputan utama untuk Sabtu malam nanti."

Pak Bisma tersenyum puas, lalu melirik Arsen yang sejak tadi sibuk memotong daging steak-nya tanpa suara.

"Bagaimana menurutmu, Arsen?" tantang Pak Bisma.

"Keluarga Aurelia sudah menyisihkan banyak waktu dan dana untuk acara ini. Kamu harus memastikan tidak ada penundaan atau drama apa pun lagi seperti kemarin."

Arsen meletakkan pisau dan garpunya di atas piring porselen dengan gerakan yang sangat pelan hingga tidak menimbulkan denting sedikit pun. Ia menegakkan punggungnya, menatap lurus ke arah sang ayah dengan ekspresi patuh yang telah ia latih dengan sempurna.

"Semua sudah saya setujui, Pa," sahut Arsen datar, tanpa dinamika emosi.

"Aurelia memiliki selera yang sangat baik untuk acara besar. Saya menyerahkan seluruh konsep tempat dan publikasi kepadanya."

Aurelia yang mendengar pengakuan spontan itu terhenyak gembira. Ia menyentuh punggung tangan Arsen di atas meja dengan gestur penuh kemenangan.

"Terima kasih, Arsen. Aku tahu kamu pasti mengerti betapa pentingnya acara ini untuk reputasi perusahaan kita."

Arsen membiarkan tangan Aurelia menyentuh kulitnya, meski di dalam dadanya bergejolak rasa mual dan jijik yang amat sangat. Ia menatap jemari Aurelia seraya merangkai kata-kata balasan yang manis namun berbisa.

"Tentu saja," bisik Arsen dengan nada suara teratur.

"Sabtu malam nanti akan menjadi malam yang sangat bersejarah bagi Pratama Group. Sebuah malam di mana semua hal yang selama ini tersembunyi akhirnya akan terungkap dengan sangat jelas."

Pak Bisma mengerutkan dahi sejenak, menangkap ada sesuatu yang aneh dalam intonasi kalimat putranya.

"Apa maksudmu 'hal yang tersembunyi'?"

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!