NovelToon NovelToon
Fobia Pria Tampan

Fobia Pria Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Imelda Agustine

Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.

Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.

apalagi Pria itu Tampan.

kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.

Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.

Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.


ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rebutan Buah dan Kue

Terlihat Dion tengah duduk, asyik membaca koran dipagi hari sambil menggigit menikmati buah apel merah yang menggoda.

Kemudian, Kiko sudah dalam keadaan memakai jaket tebal dan bersiap-siap untuk keluar.

"Hei mesum, kau mau kemana?" tanya Dion.

"Bukan urusanmu!" sahut Kiko enteng.

Dion pun terperanjat kesal karena Kiko seperti sedang menantangnya.

"Tentu urusanku lah, beres-beres rumah sana!"

"Nanti saja, aku ada janji dengan teman."

"Siapa? Pria?"

"Iya."

Bisa-bisanya dia mau menemui pria lain.

Dion pun berlari menghadang dengan kedua tangannya saat Kiko hendak keluar tepat di depan pintu.

"Eiitttss, kau tidak boleh keluar!"

"Aku hanya sebentar kok."

"Berani ya kau berbicara santai padaku!" Dion bersindakap.

"Maafkan saya, Tuan?" Kiko membungkuk memberi hormat. "Ijinkan saya keluar."

"Oke, tapi dengan satu syarat."

"Apa itu, Tuan?"

"Beres-beres dulu!"

Kiko mengepalkan tangan merasa kesal, tapi dia tak ada pilihan lain selain menurut.

"Baik Tuan, laksanakan!"

Kiko pun segera membersihkan seluruh ruangan, menyapu, mengepel. Walau beberapa kali Dion mencoba menjahilinya, tapi dengan sepenuh hati Kiko mencoba bersabar.

Dion mencolek sela sela meja yang tak terlihat padahal meja tersebut baru saja dibersihkan.

"Hei, lihat ini! masih kotor." menunjuk jarinya yang terdapat debu.

"Hei, lihat ini! lantainya masih kotor."

"Hei, lihatlah! kacanya sangat buram sekali."

Begitulah, beberapa siksaan dari Dion dan akhirnya Kiko menyerah juga karena sudah sangat lelah.

"Ini, minumlah!" Dion menyodorkan segelas air dingin untuk menghapus lelah.

"Terimakasih, Tuan." Kiko langsung menghabiskannya dengan sekali tegukan.

"Apa saya sudah boleh keluar, Tuan?" Kiko minta ijin penuh harap.

"Hmm... tidak boleh, kau juga masih harus mencuci piring di dapur."

"Aaaaaaaa." Kiko menjerit kesal.

Sontak Dion kaget, sambil mengelus dadanya yang mau copot. Tapi tak urung Kiko bergerak juga kedapur dengan wajah merah padam.

Tapi, entah sudah berapa lama Kiko didapur tapi tak kunjung keluar juga.

"Dia ngapain, ya? Kenapa lama sekali cuci piringnya?" gumam Dion.

Penuh was-was, Dion mencoba melangkah mengintip Kiko yang dia kira masih mencuci piring.

"Eh, kok gak ada? Kemana dia?"

Sontak Dion kaget dan memasuki ruang dapur, melihat sekeliling. Ternyata, jendela dapur sudah terbuka lebar.

"Hei kau, jangan kabur!" teriak Dion pada Kiko yang masih terlihat.

"Weekk, da da." Kiko bergerak memberi ejekan menjulurkan lidahnya.

Dion sangat kesal dan mencoba mengejar Kiko melalui jendela yang sama, tapi percuma karena Kiko berlari dengan sangat cepat melebihinya.

"Awas saja kau kalau sudah pulang!" teriak Dion.

****

Kiko berlarian dengan nafas terengah-engah.

"Kakak darimana saja? Kenapa sampai berlarian begitu?" tanya Fredy.

"Hah hah, aku baru saja dikejar anjing tetangga. Dia sangat galak sekali." (Dion)

"Wahh menakutkan sekali."

"Iya benar. Hehe, yuk kita berangkat!"

"Yuk!"

Kiko dan Fredy pergi untuk mengejar diskonan di gerai supermarket terbesar.

"Kita hanya punya waktu 30 menit, siap?"

"Siap kak!"

"Seraaaangggg!"

Mereka saling merebut barang diskonan, serta buah import juga mereka saling berebut hingga akhirnya Kiko dan seorang wanita memegang buah yang sama.

"Hei, ini milikku." cetus wanita tersebut.

"Tidak, aku yang duluan."

"Aku yang duluan."

"Lepas! ini milikku."

"Tidak akan aku biarkan! ini milikku."

Sampai akhirnya, Kiko tidak kekurangan akal. Dia menarik kuat lalu melepaskannya begitu saja hingga wanita tersebut jatuh terjerambat,

saat wanita itu jatuh dan melepaskan buah yang diributkan. Dengan sigap, Kiko mengambilnya lalu lari begitu saja.

"Hei kau, jangan lari! awas kau!" teriak wanita tersebut.

****

Ha ha ha.

Kiko tertawa mengingat kejadian tadi yang saling berebut buah, ya, hanya sepotong buah Apel import. Betapa konyolnya dirinya.

"Ha ha, wanita itu pasti kesal sekali." gumamnya

membuat Fredy yang berjalan disebelahnya mengernyitkan dahi tidak mengerti.

Kakak aneh sekali, tertawa sendiri.

"Kakak sekarang bekerja dimana?" tanya Fredy membuat Kiko canggung.

Kiko menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal serta tersenyum tawar.

"Aku masih menganggur, he he."

"Bagaimana kalau mencoba melamar kerja di tempatku?"

"THORY Group?"

Fredy mengangguk meng-iya-kan.

"Perusahaan besar seperti itu, mana mau menerimaku yang tanpa pengalaman. Lagian aku sudah pernah melamar kesana tapi di tolak."

"Tahun ini mereka membutuhkan karyawan bagian staff umum, siapa tau di terima."

"Ah sudahlah, sepertinya tak ada harapan."

"Jangan pesimis begitu dong kak, SEMANGAT!"

Kiko mengepalkan tangan ke depan. "SEMANGAT!"

Mereka berdua berjalan dan saling tertawa bersama, hingga tak menyadari bahwa Dion sudah di depan mereka. Dengan posisi tangan bersindakap dan raut wajah memerah karena kesal.

"Mesum! Wanita Mesum!" teriak Dion.

"Eh, siapa yang mesum?" gumam Fredy bingung.

Karena merasa dipermalukan, Kiko berlari kearah Dion dan menutup mulut Dion yang tengah ingin mengomel dengan telapak tangannya yang telanjang.

"Diam!" gertak Kiko sambil menggertakkan gigi.

"Fredy, kau pulang saja! kakak masih ada urusan."

"Oke kak." tanpa banyak tanya, Fredy pun pergi tapi ada satu hal yang mengganjal. "Sepertinya aku pernah melihat lelaki itu. Tapi dimana, ya?" gumamnya.

Dion melepaskan cengkraman tangan Kiko di mulutnya.

"Hei, kau apa apaan sih? Aku jadi susah nafas tahu."

"Hei, kau yang apa apaan? Menyebut ku dengan sebutan seperti itu."

"Kan, kau memang wanita mesum."

"Iihhh." Kiko mengepalkan tangannya menahan emosi. "Sudahlah, tak ada gunanya berdebat denganmu."

Kiko membuang muka, lalu berjalan pulang dengan cepat karena tidak ingin melihat wajah Dion yang membuat kesal.

"Hei, tunggu aku!"

****

"Hei, kau marah?" tanya Dion pada Kiko yang sedari tadi mencueki dirinya.

Walaupun disuruh suruh layaknya seorang kacung atau dijahili tapi Kiko tak bergeming, ia tetap tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Membuat Dion tak enak serta merasa bersalah, pasalnya Dion kan hanya ingin menjahilinya saja.

"Hei."

Dion mengguncang bahu Kiko yang tengah duduk, melihat siaran televisi dengan memakan sebungkus camilan ditangannya.

"Kita beli bahan untuk dimasak yuk?"

"Sudah." sahutnya

Eh, dia jawab juga akhirnya.

Karena dirayu dengan membeli akhirnya menyahut, jadi akhirnya sebuah Ide terbenak dikepala Dion.

"Beli makanan yuk?"

"Gak."

"Beli eskrim yuk?"

"Aku bukan anak kecil."

Dion kali ini benar-benar frustasi dan memutar otaknya ulang.

"Beli kue yuk?"

"Oke."

"YES!"

Akhirnya, Kiko langsung beranjak dari tempat bersantainya. Lalu mengambil sebuah jaket tebal yang menjadi andalannya.

Dan tibalah mereka disebuah toko kue yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Sedari tadi, Kiko melirik kue yang mampu menjatuhkan air liurnya.

"Saya pesan yang ini."

"Saya pesan yang ini."

Mereka memesan secara bersamaan.

"Hei, kau lagi!" ucap wanita itu setengah berteriak kesal.

"Kau!"

Kiko tak kalah kesalnya, pasalnya wanita tersebut adalah wanita yang tadi berebut buah diskonan di gerai supermarket.

****

hai hai P R I M A D O N A _ Lovers

jangan lupa dukungannya dengan Klik Like dan Komen semangatnya ya.

semoga terhibur.

1
Gracely Sumendap New
udah 2023 ga lanjut thor, abis idea? 💪
Sulistiyo Wati
ceritanya persis film lee minho
Erstinowsky
aduh ngakakkk banget😂😂😂😂😂😂
Deli Momoidea Pelangiran
😁😁😁
Dafina Delisha
Awal ug seru... langsung favorit nih...
Endang Susilawati Polly
good
ceritanya sangat menarik
Bonaria Simbolon
heran ya, knp cerita ini belum up juga smpi skrg.
Bonaria Simbolon
lanjut up lg dong thor cerita nya ?
Bang Chan
Novelnya sangat menarik
Wahyu Mu'in
siap lembur ....
Wahyu Mu'in
menarik .....lanjut
Nur Adam
lnjht
玫瑰
lucu sangat
玫瑰
Wah.. ibu bapa mereka dulu teman baik..
agasaka
aneh
agasaka
jorok dan pastinya bau naga
agasaka
nenk sihir
agasaka
a mampir tor suka pisualnya ngena bnget.
Satya David
kelamaan ceritanya kebanyakan mengulur ngulur kesel2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!