Mohon dukungannya🙏
Klarybel terlahir dari keluarga yang terpandang. Apa pun yang dia inginkan pasti akan di kabulkan oleh kedua orang tuanya. Hidup Klarybel sudah terbilang sempurna. Dari paras yang cantik, Dan juga semua serba bisa.
Namun satu hal, yang tak dapat di kabulkan oleh orang tuanya. Yaitu Cinta, mommy dan daddy Klarybel, tak merestui hubungannya dengan pria yang dia cintai. Karena pria itu adalah uncle Klarybel.
Hingga suatu hari, Klarybel harus berpisah dengan orang yang di cintainya. Klarybel pergi jauh hanya untuk menempuh pendidikan, dan masih tetap mencintai orang yang sama. Yaitu uncle-nya.
Sedangkan mommy Klarybel tak merestui hubungan mereka karena mempunyai alasan tersendiri. Yang di sembunyikan dari Lerry.
Apakah setelah mendapat restu mereka akan kembali berpisah jika mengetahui yang sebenarnya?
Ayo simak ceritanya!
Dukung author ya🤗 dengan vote sebayak banyaknya, like dan juga komen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 10
"Untuk memeriksa, uncle yakin Baby masih gadis. Sudah malam tidurlah," Devan melangkah keluar kamar keponakannya.
Pagi hari Klarybel bangun kesiangan, kebetulan hari ini hari libur. Klarybel bangun dan langsung membersihkan diri, Karena dia pergi ke rumah sakit. Untuk memastikan apakah dia masih gadis seperti yang di katakan Devan.
"Ybel, ayo bangun sayang." Klarybel langsung berlari ke arah suara. Suara yang selalu dia rindukan jika sedih, ada masalah, dan apa pun itu.
"Mommy ..." Teriak Klarybel, dan langsung memeluk sang mommy.
"Sayang kamu ada masalah lagi?" Klarybel menggelengkan kepalanya.
"Kalau ada masalah ayo cerita sama mommy," Ella tau jika putrinya ada masalah. Sebab itu yang menjadi tujuan awalnya datang ke london, karena dia mendapat informasi dari Klien suaminya dimana Klarybel di perlakukan kasar oleh Lerry di mall.
"Ybel gak apa-apa kok mom, hanya kangen sama mommy dan daddy." Klarybel melepaskan pelukannya.
"Mommy juga kangen sayang, maaf daddy belum bisa jengukin kamu. Nanti kalau akhir semester liburannya ke indonesia aja ya."
"Iya mom!"
"Sudah kamu sarapan dulu sama uncle Devan, mommy masih ada urusan sebentar!" Ella mengecup kening putrinya. Kemudian dia melangkahkan kakinya ke luar rumah.
Klarybel memperhatikan kepergian mommy nya, tak biasanya mommy nya datang secara tiba-tiba. Jika ada urusan bisnis pasti bersama daddynya.
Klarybel berjalan menghampiri Grandmom yang sedang duduk sambil membaca koran.
"Grandmom, mommy kok nggak kasih tau Ybel kalau mau datang? emang mommy ada urusan apa sih. Ybel tuh masih kangen sama mommy, tapi mommy malah pergi lagi." Mata Klarybel sudah berkaca-kaca.
"Cucu kesayanganku, sini jangan nangis dong. Mommynya Baby hanya pergi sebentar kok!" Ucapnya sambil memeluk cucu tersayang.
"Devan, kamu ajak Baby jalan-jalan dulu. Nanti kalau kakak iparmu sudah datang baru daddy beritahu kamu." Pinta granddad Klarybel.
Devan mengangguk, kemudian dia menghampiri Klarybel. "Baby ayo jalan sama uncle, sudah lama loh kita nggak jalan bareng. Tapi sebelum kita jalan-jalan uncle mau bertemu sama teman uncle dulu."
"Iya Ybel mau, kebetulan Ybel udah siap-siap dari tadi."
Klarybel berpamitan pada granddad dan grandmom nya, setelah itu dia menyusul Devan yang sudah menunggu di halaman.
Devan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia melirik ke arah Klarybel yang sedang memainkan ponsel nya.
"Uncle pergi ke rumah sakit di tunda dulu, Ybel takut soanya ada mommy."
"Iya, nanti mommy sudah balik ke indonesia saja. Biar aman!"
☆☆☆
Di Sisi lain.
Ella menghentika mobilnya di sebuah restaurant yang cukup ramai. Dia berjalan sambil mengepalkan tangannya.
"Beruntung kau adalah adik kandungku, kalau tidak mungkin sudahku lenyapkan nyawamu. Beraninya kau memperlakukan putriku dengan kasar."
Emosi Ella memuncak melihat seorang pria yang duduk di salah satu meja. Pria yang tak lain adalah Lerry.
Ella duduk berhadapan dengan Lerry, dengan wajah datar tak seperti biasanya. Karena perlakuan Lerry sudah keterlaluan.
"Kak mau pesan apa?" Lerry memberanikan diri untuk bertanya, walau dia melihat wajah kakaknya sungguh tidak bersahabat.
"Tidak perlu, kenapa kau menampar Ybel di mall kemarin? apa kamu lupa Ybel tak pernah di perlakukan sepeti itu. Ley kamu sadar gak sih kakak saja orang tuanya tak pernah menampar Ybel, apalagi di depan umum."
Benar dugaan Lerry, kakaknya membahas masalah kemarin.
"Kak maafkan aku, itu juga karena Ybel menghina pacarku." Lerry menggenggam tangan Ella.
Ella membuang napas kasar, dia sangat menyayangi Klarybel dan membalas orang yang memperlakukan Klarybel dengan kasar. Tapi di sisi lain, Lerry adalah adik kandungnya. Keluarga satu-satunya yang dia miliki.
"Kak, Aku mohon hanya kakak Satu-satu keluargaku. Jangan marah padaku kak, Karena di sini Ybel juga bersalah."
"Ley, tapi setidaknya kau bisa menyelesaikan masalah ini baik-baik. Tanpa harus melakukan kekerasan." Ella menarik tangannya dari genggaman Lerry.
"Ybel mengatai pacarku sebagai wanita penggoda kak, pria mana yang tak akan marah jika pacarnya di hina seperti itu. Dan juga Fita sekarang adalah calon istriku, aku tak mau ada yang menghinanya. Betul Fita tak sederajat dengan kita kak, tapi setidaknya dia wanita yang baik-baik."
Ella sadar kalau Lerry sudah tidak lagi mencintai Klarybel. Sebenarnya kedatangan Ella secara tiba-tiba dia juga mempunyai tujuan lain. Yaitu dia bermaksud menanyakan langsung kepada Lerry, apakah Lerry masih mempunyai rasa cinta pada Klarybel.
Karena di acara pertunangan Lerry dan Fita dia melihat bahwa putrinya masih sangat mencintai Lerry. Ella tak rela melihat putrinya memendam rasa itu sendiri, tapi semua sudah terlambat Lerry sudah mempunyai wanita lain yang dia cintai.
"Apa kamu sudah pernah berkunjung ke rumah Fita?" Lerry menggeleng.
"Kakak saranin seharusnya kau berkunjung terlebih dulu ke rumah Fita yang ada di Gorontalo. Dan jangan memberitahunya terlebih dulu, anggap saja kau memberinya suprise. Ley kakak akan mendukungmu asal kau bahagia dengannya. Kakak pamit dulu," Ella meninggalkan Lerry yang masih bengong dengan ucapan Kakaknya.
[Kenapa harus Gorontalo? karena author berasal dari daerah Gorontalo🤣]
"Apa sebenarnya maksud kakak?"
Tiba-tiba Ponselnya berdering, Fita mengirimnya pesan.
Sayang aku balik ke indonesia duluan ya, maaf soanya papa menelvonku katanya mama aku ada di rumah sakit. Jadi aku buru-buru banget nggak sempai berpamitan sama kamu. Aku tunggu Kamu di indonesia ya! miss you sayang. -Fita
Lerry menautkan alis heran setelah membaca pesan dari Fita, "Bukannya orang tuanya Fita sudah meninggal?" gumamnya heran.
Sementara itu, Klarybel dan Devan mampir ke sebuah RS (rumah sakit) yang letaknya tak jauh dari kampus Klarybel.
"Baby, ayo turun!" ajak Devan, yang melihat Klarybel masih mematung di dalam mobil.
"Iya uncle," Klarybel turun dari dalam mobil, dia menggandeng tangan Devan. mereka berjalan bergandengan tangan.
"Apa teman uncle seorang dokter?"
"Iya, dia seorang dokter ahli bedah. Sekaligus dokter kecantikan namanya Exaen Pradifta, kalau Baby pingin perawatan datang aja di klinik khusus kecantikan. Tapi Klinik kecantikannya ada di indonesia."
"Lah, masa iya temannya uncle laki-laki mau jadi dokter kecantikan." Klarybel menatap wajah Devan sedikit heran.
"Iya dong. Jadi kalau dia punya istri nanti, istrinya gak perlu capek-capek pergi ke dokter kecantikan. Karena di rumah sudah ada dokternya, tapi harus punya imbalan juga puasin Aen." Devan sampai di ruangan temannya.
"Berarti teman uncle masih single ya?" Devan mengangguk.
Exaen menyuruh Devan menunggu di ruangannya, jadi Devan mengajak Klarybel langsung ke ruangan temannya. Sementara itu, Exaen masih menangani pasien di UGD. Setelah selesai, Exaen berjalan menuju ruangannya.
"Sudah lama Van?" tanyanya.
"Baru saja sampai," Devan memeluk tubuh Exaen.
"Suara itu, di mana aku pernah mendengarnya?"
Klarybel mengalihkan pandangan dari ponselnya, melihat ke arah suara.
"Kau ..."
*