NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:264.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 10] Tidak sanggup melihat sakit ini.

Hening masing membentang diantara keduanya, bahkan para pengawal yang ada di sekitar Alrescha Nero masih tidak percaya dengan gadis asing yang tiba-tiba memeluk Tuan-nya, sedangkan Darkson yang mengikuti Alissa melihat ke-khawatiran dapat memprediksi sesuatu yang buruk tengah terjadi, hingga tatapan matanya menajam kepada para pengawal baru yang ia percayai memasuki pesawat ini atas perjalanan bisnis Tuan Nero.

“Jika kau tidak menemukan apapun disini, maka kau yang akan aku lempar kebawah sana” ancam Alrescha dengan sungguh-sungguh, membuat jantung Alissa berdebar seolah pria itu tidak main-main dengan ucapanya.

“Baiklah” meskipun balasan itu bercampur dengan takut yang menghantuinya, tapi Alissa tidak bisa mundur, ia sudah masuk kepada ke gilaan yang terjadi, jalan satu-satunya adalah melakukan sesuai keinginan awal.

“Apa yang ingin kau lakukan?” tanya Alrescha dengan tatapan dingin.

“Aku ingin memeriksa mereka” ucap Alissa, sontak pria itu menganggukan kepala seolah menyetujui semuanya, tentu saja orang pertama yang Alissa hampiri adalah Darkson yang tidak ai periksa secara menyeluruh, meskipun Alissa percaya ia tidak mungkin berkhianat namun tidak ada salahnya untuk teliti.

Hingga Alissa beralih kepada dua orang asing yang saat ini ada diantra Alrescha Nero, Alissa memperhatikan dengan jeli bagian dari tubuy mereka, ia melihat ada kegugupan yang ada di wajah keduanya, bahkan Alissa dapat melihat ada sedikit ingatan asing yang tidak bisa ia perjelas, entah karna dirinya begitu gugup hingga sulit melihatnya, yang jelas Alissa mencurigai seluruh pengawal baru ini.

Dan tersisa pria berwajah dingin yang belum Alissa periksa, dan ia yakin pria itulah yang menanamkan bom di tubuhnya, jika nanti ini sesuai Alissa akan melemparkan pria itu kehadapan Alrescha agar tidak menyombong seperti tadi padanya.

Baru saja fikirkan itu terlintas, Aliissa tidak percaya dengan fakta jika tubuhnya bersih tanpa bekas apapun, bahkan Alissa sudah mengecek lebih dalam lagi tapi tidak ada bekas apapun, apakah kali ini Alissa melakukan kesalahan? Atau apakah ia salah melihatnya? Jika ini adalah kesalahanya, lalu kenapa Alissa di perlihatkan dengan ingatan tentang kecelakaan pesawat.

Apa yang harus Alissa lakukan sekarang? Apakah dirinya akan di buang hidup-hidup oleh Alresca Nero? Bahkan ia masih belum mendapatkan hidup yang layak, tapi dirinya harus lenyap di tangan pria seperti itu, apakah kekuatan ini mengantarkan Alissa pada kematianya, benar-benar membuat gadis itu frustasi.

“Bagaimana? Apakah ada?” tanya Alrescha dengan kalimat menghina, membuat Alissa menatap kearah pria itu, entah kenapa ia masih belum puas dengan seluruh fakta, satupun dari mata orang-orang ini tidak bisa diakses oleh penglihatan Alissa, kenapa semuanya bisa seperti ini? Biasanya ia bisa melihat apapun tanpa di inginkan, tapi kali ini kemampuanya seperti menghilang, apakah semua ini karna Alrescha Nero? Apakah ada tindakan terlarang yang Alissa lakukan hingga dirinya sekacau ini dengan kekautan itu?

“Tapi aku benar-benat melihatnya” lirih Alissa dengan frustasi, sontak Alrescha mengusir seluruh anak buahnya untuk meninggalkan mereka berdua, membuat semuanya undur diri dan meningglkan Alissa yang terduduk di kursi penumpang dengan tatapan binggung.

“Apa kau akan melemparku hidup-hidup?” tanya gadis itu saat mendongakan kepala kearah Alrescha Nero yang menatap dirinya dengan tajam, bahkan ia sudah pasrah akan hidupnya.

***

“Tuan Darkson ada apa dengan kakak?” sambar Saga seketika, membuat alis pria itu bertautan akibat jengkel yang di rasakan.

“Apa wanita gila itu kakak mu” bentaknya dengan tatapan merendahkan, seolah tidak terima dengan apapun yang saat ini di hadapinya, tentu saja ada sebuah aura gelap yang berhasil di tahan Saga, sekalipun ia tidak pernah di hargai tapi melihat Alissa di rendahkan oleh orang yang sudah ia selamatkan, membuatnya semakin geram.

“Aku mengerti, aku percaya padanya” ucap Darkson seketika, bahkan raut wajah Saga berubah hingga tidak percaya, lain dari itu ia tidak menyangka jika Darkson yang sebegitu percaya pada seorang wanita yang terlihat gila teesebut.

Semua anak buah Darkson tengah melihat kearahnya, bahkan mereka semua berada di ruangan yang sama, saat ini Darkson dan Saga berdiri sangat dekat, hingga apapun yang dia ucapkan bisa diakses oleh keduanya, bahkan Darkson mulai membisikan sesuatu kepada Saga tanpa di dengar oleh orang lain, tapi sayangnya tatapan mata suluruhnya tertuju kepada Dakrson dan Saga hingga sulit berkilah lagi.

“Apa kau ingat apa yang aku katakan” tanya Darkson kepada Saga yang saat ini menatap dirinya panjang.

“Percaya pada mereka yang bicara dengan denganmu, karna itu adalah sekutu” sontak kalimat Saga selesai sesuai dengan senjata yang mereka angkat, kali ini Darkson menyadari jika ia terkepung oleh penyusup yang menjelma menjadi sekutu, bahkan dua orang kepercayaanya adalah pengkhianat, dan yang Dakrson percayai hanyalah Saga, seorang bawahan yang selama ini selalu di hina oleh dirinya, ia tidak percaya jika dirinya berada di posisi terdesak seperti ini.

Tembakan itu mengema di kabin penumpang yang berada diarah depan, membuat telinga Alrescha mengakses keributan, nampaknya Alrescha tenfah berada di ambang krisis, dan saat ini ada seorang wanita tidak bersalah di sisinya, bukankah ini suatu kesialan.

Seharusnya wanita itu tidak mengantarkan nyawanya sekalipun mengetahui sesuatu. “Sial!” umpat Alrescha saat mengeluarkan senjatanya, ia bahkan menyembunyikan Alissa di belakaang punggung lebar itu hingga Alissa dapat berlindung, bagaimanapun ia sadar jika saat ini sekutunya hanya Dakrson, jadi sudah seharusnya Alrescha ikut serta melindungi diri, baru saja ia siaga, 2 orang tiba-tiba masuk ke ruangan privat hingga melepaskan tembakan kearahnya, beruntung Alrescha mampu menyembunyikan diri hingga tembakan itu meleset dari perkiraan.

“Tetap sembunyi disini, aku akan membereskan mereka, apa kau mengerti!” bentak Alrescha dengan tatapan mengancam, membuat Alissa menganggukan kepala dengan gugup, selama ini dirinya tidak pernah membayangkan berada di situasi sekacau ini, seolah kematian akan menjemput dirinya sebentar lagi, tapi Alissa tidak ingin mengakiri hidup secepat ini, ia hanya ingin menyelamatkan mereka, tapi ternyata yang ia selamatkan adalah para pengkhianat dan juga musuh, apakah ia harus merasa bersalah atas tindakan bodohnya?

“Naafkan aku” lirih Alissa dengan takut, bahkan tubuhnya gemetaran ketika Alrescha melindunginya, ada senyum licik yang entah kenapa tersamaikan di wajah pria itu, ia menunggu pertanggung jawaban wanita itu setelah menyelesaikan semua ini.

Benar, Alrescha Bero seperti dugaan, ia mahir mengunakan senjata, dan cetakan dalam menghalang pertahanan musuh, bahkan Alrescha Nero mampu menjatuhkan 3 orang setelah terjadi baku hantam di depan mata Alissa, bagaimana ia mempercayai hal ini setelah berada di tengah film laga yang terjadi.

“Jangan berbangga diri dulu Alrescha Nero” sebuah pistol di bidikan dari arah belakang kepada Alissa, bahkan bidikan itu tepat di kepalanya, jika satu tembakan di luncurkan mungkin mampu menghancurkan kepala gadis itu, entah kenapa ada sedikit gugup di hati Alrescha melihat Alissa berada di bawah sandraan, tentu sebagai wanita biasa yang tidak pernah berada di posisi seperti ini, membuat dirinya sedikit syok akan keadaan, tapi apa yang bisa Alrescha lakukan untuk menyelamatkan Alissa, sepertinya Darkson telah lenyap sebab masih belum muncul memyelamatkan dirinya.

“Apa yang kau inginkan, lepaskan wanita gila itu, dia tidak ada hubunganya dengan ku” ucapa Alrescha dengan nada tenang, sedangkan hatinya di landa kacau berkepanjangan.

“Aku bahkan dapat meihat kepedulian mu barusan, dan sekarang ber-ekting di hadapanku, apa kau fikir aku bodoh” ucap pria itu dengan sedikit menghina, sedangkan Alissa yang berdiri dengan tangan gemetar, membuat tubuhnya yang kehabisan tenaga dalam bertahan, berusaha menatap kearah Alrescha untuk meminta pertolongan, melihat hal itu ada sesuatu yang mengusik hatinya, kenapa mata gadis itu tidak asing dan membuatnya sangat tenang dan nyaman.

“Jika kau mengatakan dia tidak penting, baiklah aku akan menghancurkan kepalanya, toh dia bukan siapa-siapan kan” kali ini ucapan itu seperti peringatan hingga tangan Alrescha mengepal tidak menyangka.

“Jika kau melepaskan bidikan mu, maka kepalamu akan hancur juga!” ancam Alresca dengan sungguh-sungguh, bahkan ia begitu fokus melihat kepada penyusup itu "Siapa yang mengirimu untuk melakukan ini?” tanya Alrescha dengan gamblang, membuat seringai penghinaan yang tertampilkan secara nyata dari pihak lawan.

“Kenapa kau harus peduli siapa yang mengirimku untuk membunuhmu Alrescha Nero, seharusnya sedari dulu kau menyelidiki hal ini, tidakah kau fikir dirimu menyedihkan” hina pria itu seketika, bahkan ia tidak sabar melihat kehancurgan Alrescha Nero “tapi, aku akan mengatakan sesuatu, yang mungkin ini akan menghancurkan hidupmu” sambungnya.

“Katakan!!” bentak Alrescha dengan ancaman, bahkan ia tidak perduli dengan Alissa yang berada diambang kematian.

“Tidak! Jangan katakan!” bantah Alissa secara tegas, membuat kedua pria itu melirik kepadanya, bahkan kali ini Alissa menghentikan air matanya, bagaimana bisa ia membiarkan pria bernama Alrescha itu hancur, entah kenapa ada sedikit rasa iba baginya pada Alrescha Nero. Jika sebenarnya Arabella terlibat atas pembunuhan Alrescha Nero.

Dor….

Sebuah tembakan lepas begitu saja menuju jantung pria itu, hingga Alrescha tertegun melihat kehadapanya, bahkan ia tidak percaya jika saat ini Darkson masih bertahan dan melepaskan bidikan kepada pria itu, jika saja dia tidak melepaskanya mungkin Alrescha akan megetahui sedikit hal tentang ancaman pembunuhan yang sering ia dapatkan.

Alissa yang terdiam atas suara tembakan melepaskan diri secepatnya, bahkan Alissa tidak percaya jika pria itu masih bertahan dengan menatap penuh hinaan pada Alrescha Nero di penghujung kematianya, seolah dendam itu sangat membekas bagi dirinya

“Ke-kekasihmu..te-terlibat dengan s-semua ini…” kalimat itu terhenti dengan penutupan matanya, membuat tubuh Alrescha menegang.

Seketika, ia di buat tidak percaya dengan perkataanya, bahkan rasanya pria itu hanya bisa terpana, tentu saja kata-kata terakir pria itu sangat mengagetkan dirinya, hingga menarik perhatian Alresca. Melihat hal itu Alissa tidak menyangka jika akirnya Alrescha akan mengetahuinya.

Alasan kenapa Alissa tidak membahas tentang Arabella, lantaran gadis itu yang mengantarkan dirinya pada kematian, dan saat melihat pria yang menyandra dirinya barusa, Alissa melihat seluruh kejadian saat Arabella terlibat sebelum ia jatuh Koma.

Kenapa gadis itu melakukan hal ini pada pria yang mencintai dirinya, bahkan Arabella juga mengiginkan hubungan mereka, tapi ia malah sebaliknya, rasanya Alissa sangat megerti rasa sakitnya, tapi untunglah jika Alrescha tidak memiliki kemampuan yang Alissa miliki, jika ia melihat segalanya, sunguh hal itu amat menyakitkan, dan alasan Alissa tidak ingin berhubungan, lantaran hal ini. Ia tidka sanggup mencintai seseorang sepenuh hati, namun melihat jelas pengkhianatan yang di berikan.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!