Bunga Qisyal wanita cantik, diusianya yang masih muda 22 tahun sudah menjadi CEO ternama di perusahaan papanya.
Mencintai teman kecilnya yang bernama Jasson Anggara Utama, keduanya begitu dekat. Suatu hari, keluarga Jasson mengalami kebangkrutan.
Bunga ingin menolongnya dengan catatan Jasson harus menikah dengannya. Tentu saja pria itu menolak dan marah besar namun keluarga Jasson memaksanya hingga membuat Jasson tidak memiliki pilihan.
Kejadian itu membuat Jasson membenci Bunga, karena Jasson sudah memiliki kekasih hati pilihannya dan berencana akan menikah.
Jasson menganggap jika Bunga adalah wanita egois yang hanya bisa mengandalkan kekuasaannya untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan. Rasa sayangnya kepada Bunga sebagai teman berubah menjadi sebuah kebencian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sangrainily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lihat Aku, Jasson! Bab 10
"Ada apa? Apa kau merasa tersinggung? Hem pasti jika seorang memiliki harga diri merasa tersinggung, atau sudah tidak memiliki itu lagi kah?"
"Jangan asal bicara kamu!"
"Memang kenyataannya seperti itu! Jika kau memiliki harga diri, pasti kau akan malu tinggal dirumah pria yang sudah beristri."
"Kau sudah merebutnya dariku! Kan yang perebut, apa kau lupa? Aku sudah berhubungan lama dengannya dan kau yang merebut nya dariku!"
Emosi Ade memuncak, Jasson kebingungan melihat kedua wanita yang ada dihadapannya bertengkar.
"Kau benar, Ade! Sangat benar, kalian sudah berhubungan sangat lama. Namun saat hari di mana aku dan Jasson menikah, dia bukan milikmu lagi! Dia sudah menjadi suami orang lain. Apa kau lupa itu? Mengapa kau sangat tidak malu menjadi pelakor di hubungan orang lain? Bahkan menumpang di sini! Kau tahu, ini bukan rumah Jasson! Ini rumahku!"
Keduanya semakin memanas, Ade yang mendengar itu merasa tidak terima dengan hinaan yang Bunga berikan.
"Mengapa kau diam? Benar yang aku katakan?"
Mata Ade berkaca-kaca. Hatinya terasa sakit dengan ucapan Bunga.
Bunga tidak bermaksud menghina orang lain, karena itu bukan lah sifatnya. Namun jika dirinya tetap bungkam, Ade akan semakin seenaknya kepada dia.
"Hentikan, Bunga!"
Bunga melihat jengah kearah suaminya
"Sudah aku katakan, Jasson! Kau dan dia bisa seenaknya jika nanti kalian menikah dan aku gagal dalam tantangan itu! Untuk tiga bulan kedepan, bersikap lah sebagai suamiku dan dia hanya orang luar!"
Jasson terdiam, Ade bingung apa yang sudah terjadi. Ada apa dengan tantangan? Mengapa Bunga mengatakan itu. Ade bertanya dengan Bunga, namun wanita itu enggan menjawab!
"Ada apa dengan waktu tiga bulan?"
Jasson hanya terdiam, Ade bingung dan terbawa emosi.
"Ayo katakan kepadaku, Bunga! Jawab pertanyaan ku!"
Untuk pertama kalinya, Ade histeris. Jasson sangat kebingungan menjelaskan kepada kekasihnya.
"Katakan kepadaku, Bunga!"
"Aku sibuk!" Ketusnya kembali, ia mengatakan kepada Jasson jika dirinya akan kembali memegang perusahaan. Jasson terdiam, perusahaan itu memang haknya Bunga. Dan dirinya tidak bisa melarang keinginan Bunga!
"Aku akan kembali ke perusahaan, apa kau keberatan Jasson?"
"Tidak! Mengapa kau harus kembali ke kantor? Mengapa tidak membiarkan Jasson yang mengurus segalanya? Apa kau ingin sengaja dekat-dekat dengan Jasson ku?"
"Sayang, tolong tenangkan lah dirimu!"
Ade tidak setuju! Jika Bunga kembali kekantor, waktunya bersama Jasson akan lebih banyak ketimbang dirinya bersama Jasson. Dan Jasson mungkin akan lebih dekat dan perhatian kepada Bunga. Apalagi sekarang, Jasson sudah melupakan kebenciannya kepada Bunga, posisi Ade semakin terancam!
"Tapi aku enggak setuju!" Bunga menatap Ade, tersenyum aneh. Seakan mengejek wanita yang ada dihadapannya!
Nyatanya, itu adalah perusahaan keluarga Bunga, Bunga adalah CEO di perusahaannya sendiri.
"Aku tidak setuju, kau sengaja? Ingin merebut Jasson ku?"
"Katakan! Apa kau sengaja? Mencari perhatian kepada Jasson?"
Ade berteriak kepada Bunga, Jasson menenangkan kekasihnya.
"Tenangkan dirimu, Sayang!"
"Bagaimana aku bisa tenang?"
Jasson sangat mengkhawatirkan emosi dari Ade, tanpa memikirkan perasaan Bunga.
"Dasar kau!" Ade ingin menghajar Bunga namun Jasson melarangnya.
"Sudah, hentikan!"
Bunga tidak bergeming, membiarkan Jasson yang menghadapi emosi dari kekasihnya, Ade.
"Jasson kau tidak bisa melihat kelicikan istrimu! Dia berpura-pura bersikap baik namun hatinya sangat jahat. Dia ingin merebut mu dariku Jasson, mengertilah!"
********