NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Gadis Somplak

Kisah Cinta Gadis Somplak

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Dibalik sikap ceroboh dan somplak di antara ketiga sahabatnya, Zahra menyimpan kisah hidup yang cukup memilukan. Masa kecil bersama Yudha di sebuah Panti Asuhan, membuat Zahra menganggap Yudha sebagai kakak bahkan Zahra sangat mengagumi lelaki itu dan berharap bisa menjadi pendamping hidup Yudha selamanya—kelak.

Di satu sisi, Zahra berusaha menghindar dari Arga karena tidak ingin 'sial' jika berada di dekat lelaki itu. Setelah sebuah penolakan terlontar dari mulut Zahra, Arga memilih untuk pergi.

Namun, bagaimana jika sebuah rahasia tentang Yudha terkuak dan hal itu membuat Zahra kecewa? Akankah Zahra bisa memaafkan Yudha, atau mengejar cinta Arga yang pernah dia tolak sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Zahra mendesis dan meletakkan pisau secara kasar. Arga yang melihat itu pun, mendekat dan raut wajahnya penuh kecemasan. Arga meraih tangan Zahra, memasukkan telunjuk gadis itu ke mulutnya dan menyesap perlahan untuk menghentikan darah yang mengalir.

Terkejut atas apa yang dilakukan Arga, Zahra hanya diam dan menatap Arga yang begitu telaten menyesap darahnya dengan perlahan. Jantung Zahra berdebar kencang, apalagi saat bayangan adegan film-film romantis yang sering ditontonnya terputar di otaknya. Kedua sudut bibir Zahra tertarik. Senyumnya mengembang saat melihat betapa romantisnya apa yang dilakukan Arga saat ini.

"Lain kali, jangan cuma jari gini, tapi kalau bisa tanganmu sekalian dipotong!" Ucapan Arga mampu membuyarkan lamunan Zahra.

Gadis itu mencebik kesal dan menarik tangannya dengan paksa. Arga tersenyum lalu bergegas pergi dari sana. Zahra menggerutu saat melihat Arga pergi begitu saja bahkan tanpa sepatah kata pun.

"Ish! Udah galak, nyebelin pula!" Zahra kembali memotong sayur dengan kesal. Bahkan, bunyi pisau yang beradu dengan talenan mampu memberi kode kalau gadis itu sedang meluapkan kekesalannya.

"Jadi, kamu benar-benar ingin memotong tanganmu? Biar aku bantu kalau begitu."

Zahra terkejut saat mendengar suara Arga dari arah belakang. Gerakan tangan Zahra terhenti seketika dan dia pun hanya berdiri terpaku di depannya. Zahra menunduk ketika mendengar derap langkah Arga yang mendekat. Namun, beberapa detik kemudian, Zahra tertegun saat Arga meraih tangannya dan memasang plester di luka tadi.

Setelah Arga selesai memasang plester tersebut, Zahra menatap Arga dengan lekat. Dia tidak menyangka kalau Arga akan seperhatian itu padanya. Arga pun mengalihkan pandangan karena tidak mau terhanyut dalam pesona Zahra yang mungkin saja bisa membuatnya lupa diri.

"Jangan sampai terkena air." Arga kali ini tidak pergi dan justru bersandar di samping Zahra.

"Lalu, bagaimana saya mencuci sayuran ini, Tuan?" Zahra bertanya ketus. Dia merasa dongkol saat tidak melihat satu pun pelayan yang tadi membantunya. Bahkan, Zahra tidak tahu sejak kapan pelayan-pelayan tadi pergi. Mungkin beberapa pelayan tadi adalah hantu jadi pergi tidak perlu diantar.

"Memangnya Anda bisa, Tuan?" tanya Zahra setengah meledek.

"Kamu meremehkanku?" Arga tampak kesal. Namun, Zahra justru terkekeh.

"Saya 'kan cuma bertanya, Tuan. Kenapa Anda mesti sewot," ledek Zahra. Gadis itu mulai sedikit berani.

"Diamlah dan kerjakan saja. Jangan sampai membuat Nona Rasya makin menunggu lama." Arga meraih sayur yang telah dipotong dan mencucinya, sedangkan Zahra mulai menumis bumbu-bumbu.

***

Setelah semua siap dan sudah tersaji di atas meja, Arga segera memanggil Rasya dan Pandu. Kini, mereka berempat duduk di ruang makan. Rasya menelan ludah saat melihat tampilan bakmi buatan Zahra yang begitu menggugah selera. Bahkan, tanpa menunggu Pandu, Rasya segera mengambil dan memakan dengan lahap.

Mereka yang di sana hanya melihat dan menelan ludah berkali-kali ketika melihat cara makan Rasya yang seperti orang kelaparan.

"Pelan-pelan, Ra." Pandu menaruh sendoknya kembali. Lalu menaruh segelas air putih di dekatnya untuk berjaga-jaga jika Rasya tiba-tiba tersedak. Rasya tidak menanggapi, dan sibuk menikmati bakmi tersebut.

Mereka tercengang saat Rasya menghabiskan dua piring bakmi. Rasya yang makan, tetapi justru Pandu yang merasa perutnya begah. Pandu tidak menyangka kalau Rasya makan selahap ini bahkan terkesan rakus. Padahal biasanya, Rasya tidak memiliki selera makan dan lebih sering memuntahkan makannya ketika baru diisi beberapa suap.

"Zae, elu tidur sini aja. Masih banyak kamar kosong di sini," suruh Rasya, tetapi Zahra menggeleng cepat.

"Gue kasihan Suketi di rumah sendirian. Markonah lagi sift malam. Gue mau pulang aja habis ini," tolak Zahra.

"Ish! Kenapa tadi Suketi enggak diajak ke sini sekalian?" Zahra hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Rasya. "Kalau begitu biar Arga yang mengantarmu."

"Enggak usah, Ra. Gue naik taksi aja."

"Enggak boleh! Kalau elu enggak mau diantar Arga maka besok elu harus berhenti jadi tukang bersih-bersih di kantor."

"Astaga, elu jahat banget, Ra." Zahra mendengkus kasar, tetapi Rasya justru menjulurkan lidah untuk mengejek sahabatnya.

1
kaki novel
/Good//Good//Heart//Heart/
kalea rizuky
kok be kena aids
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙮𝙪𝙙𝙖, 𝙠𝙚𝙣𝙖𝙥𝙖 𝙜𝙖 𝙘𝙗 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙨𝙚𝙢𝙗𝙪𝙝 𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜 𝙟𝙜𝙣 𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙨𝙜𝙣 𝙥𝙚𝙣𝙮𝙖𝙠𝙞𝙩𝙢𝙪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙝𝙖𝙧𝙖𝙥 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙪𝙙𝙝𝙖 𝙟𝙙 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙢𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞𝙡𝙖𝙣𝙟𝙪𝙩𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙙𝙖𝙝2𝙖𝙣 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙙𝙖𝙥𝙖𝙩 𝙥𝙚𝙣𝙜𝙜𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙮𝙜 𝙡𝙚𝙗𝙞𝙝 𝙗𝙖𝙞𝙠 𝙡𝙖𝙜𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙪𝙙𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙞𝙣 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙙𝙧𝙥𝙙 𝙣𝙖𝙣𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙗𝙚𝙣𝙘𝙞 𝙙𝙞𝙖 𝙡𝙧𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙣𝙪𝙙𝙪𝙝 𝙗𝙞𝙖𝙧𝙡𝙖𝙝 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙖𝙨𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙪𝙢𝙥𝙪𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙚𝙨𝙚𝙢𝙥𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙟𝙡𝙨 𝙟𝙜 𝙩𝙖𝙧 𝙜𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗𝙖𝙣 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙟𝙙 𝙥𝙚𝙣𝙚𝙣𝙩𝙪 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙠𝙚𝙙𝙚𝙥𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙗𝙖𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙢𝙤𝙙𝙪𝙨𝙨 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙗𝙞𝙡𝙖𝙣𝙜 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙜𝙖 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙩𝙧𝙨 𝙩𝙖𝙠𝙪𝙩𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙞𝙣 𝙡𝙜 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙖𝙣 𝙜𝙖 𝙪𝙣𝙜𝙠𝙖𝙥𝙞𝙣 𝙙𝙖𝙣 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙯𝙖𝙝𝙧𝙖 𝙗𝙖𝙠𝙖𝙡 𝙣𝙤𝙡𝙖𝙠 𝙠𝙖𝙢𝙪.
Marlina Malla Cessa
bagusss cerita nyah ga ngebosenin 🥰🥰
pipi gemoy
👍🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
congrats Arga n Zainab 🌹
pipi gemoy
😆😆😆😆😆😆😆
pipi gemoy
Arga mulai baper seperti si panu😆😆😆👻
pipi gemoy
ya ampun nih si Zainab minta di sleding 😂😂😂😂😂
pipi gemoy
ortu Arga noh👍🏼👏🏼🌹
pipi gemoy
Yudha memenuhi janjinya dengan menjaga Zahra sampai akhir hayat 🥀
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
sempat sempat menjadikan Arga tumbal setan👻👻👻
pipi gemoy
mulut mereka semua nga ada rem nya😂😂😂😂😂😂😂👻
pipi gemoy
suit suit Arga nih ye...😂😂😂😂
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!