NovelToon NovelToon
GREEN

GREEN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:48.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoonViKim

Green dihadapkan pada dua pilihan antara laki-laki yang menjeratnya, dan laki-laki yang terjerat olehnya. Junot Anderson Giora, panglima perang kerajaan Geogini. Atau Havier Shoji, pangeran kerajaan Shibu yang juga menjadi sosok laki-laki yang dijodohkan oleh sang ayah.

Namun ditengah kisah cintanya yang rumit, konspirasi yang terjadi didalam kerajaan Amber tidak kalah rumitnya. Hingga Green harus berjuang.

Siapakah orang yang akan Green percaya untuk berjuang bersamanya?

___________

Cerita ini Semi mature juga ya...

Baca disclaimer agar tidak salah faham.

See You.

GREEN
Story by: VizcaVida
cover by: Pinterest
Edit by: Me

©2022, April.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoonViKim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 09

...Sebelum mulai baca, yuk luangkan waktu untuk memberikan apresiasi kepada penulis dengan cara like, komentar, dan jangan lupa untuk menambahkan GREEN kedalam list favorit agar tidak ketinggalan jika cerita ini update chapter baru....

...Terima kasih....

...Happy Reading......

...•...

“Dia menyatakan perasaannya, itu berarti dia memang menyukaimu, Jun.”

“Aku tau.”

“Kalau begitu, tunggu apa lagi?” sambung Orlando. “Temui dia dan katakan juga perasaanmu.”

Setidaknya, itu kalimat yang ia dengar dari Orlando. Junot memang tidak pandai dalam hal wanita, tapi dia manusia normal, masih menyukai lawan jenis, dan Green adalah gadis yang akhir-akhir ini memenuhi isi otaknya.

Sudah hampir tiga perempat Junot menempuh perjalanan. Ia meminta izin kepada Grey untuk berkunjung ke Amber dan menemui Green hari ini. Izin itu ia dapat dengan mudah karena sosok Green adalah karena bagi Grey, Green termasuk orang yang berjasa bagi Geogini. Junot terus memacu laju kudanya, dan kini ia bisa bernafas lega. Pintu perbatasan Amber telah terlihat, dia semakin tidak sabar untuk melihat dan membagikan jawaban atas pernyataan Green beberapa waktu lalu padanya.

Dalam hati, ia terus menghafal beberapa kalimat yang sudah ia susun demi memberikan jawaban atas ungkapan perasaan Green. Akhir-akhir ini, Junot juga tidak bisa bekerja dengan tenang karena memikirkan Green tanpa henti. Gadis itu selalu berhasil merenggut konsentrasinya.

Senyuman mengembang begitu saja saat membayangkan wajah gembira Green ketika mendengar jawaban yang akan ia katakan hari ini. Namun ia harus kembali menelan sebuah kekecewaan karena dua penjaga perbatasan di pintu gerbang istana itu menghentikannya.

“Sebutkan nama anda!” pinta salah satu penjaga yang berpawakan tinggi tegap.

“Junot Anderson Giora.”

“Asal!”

“Geogini.”

Sesuai titah rajanya, mereka harus menahan masuk seseorang yang bernama Junot dan berasal dari Geogini agar tidak masuk kedalam Amber lalu mengacaukan pertemuan penting yang sedang terjadi antara Amber dan Shibu.

Junot mengernyitkan dahi. Karena beberapa penjaga perbatasan itu semakin semakin ramai dan merapatkan barisan. Lalu, seseorang berdiri dibarisan paling depan. Abbey, sang panglima perang kerajaan Amber mengambil alih. Dia menatap tajam pada sosok Junot yang masih duduk diatas punggung kudanya.

“Kembalilah ke Geogini. Istana sedang ada tamu penting yang tidak bisa di ganggu. Apalagi orang luar seperti dirimu, panglima Jun.”

“Aku ada urusan tidak kalah penting dengan putri Green.”

“Maaf, tapi silahkan datang lain waktu. Raja menitahkan kepada kami untuk menolak siapapun yang ingin masuk ke istana Amber, karena sedang ada pertemuan penting disana.”

Junot meremat tali kekang kuda yang ia genggam. Ia sebal sekali karena sudah jauh-jauh datang, dan sekarang kehadirannya ditolak mentah-mentah oleh prajurit perbatasan Amber.

“Tidak. Aku akan menunggu sampai pertemuan itu berakhir.”

Jawaban itu menjadi keputusan final dari seorang Junot. Ia melompat turun dari punggung kuda, mencari batang pohon untuk mengikat kudanya, lalu duduk diam disana sampai melihat rombongan tamu yang 'katanya' penting itu, meninggalkan Geogini.

Sementara itu, Green yang sudah gelisah mendengar keputusan yang dijatuhkan ayahnya, harus kembali membuat kesepakatan dengan sang ayah.

Katakan saja dia egois, sampai-sampai Hellen harus melebarkan kedua mata dan menatap tajam ke arah Green. Sedangkan gadis itu, tersenyum puas karena berhasil membuat sang ibu tiri geram.

Sepulangnya rombongan dari Shibu, Green memilih berdiam diri di kamarnya, menikmati udara sore dari jendela kamar yang langsung menghadap hutan dan juga taman bunga lavender yang sedang bermekaran. Tiba-tiba saja ketenangannya terusik. Hellen masuk ke kamarnya tanpa Green duga.

“Mengapa tidak ikut mengantar raja dan pangeran Shibu?”

Green tak menggubris, dia memilih menyesap ramuan teh hijau yang beberapa menit lalu ia minta. Ia memang tidak berniat mengantar kepergian rombongan Shibu, tapi mengapa hal itu menjadi masalah untuk Hellen?

“Aku lelah.”

“Green, kamu itu putri kerajaan Amber. Mengapa kamu selalu mengeluh lelah, padahal tidak pernah melakukan apapun.”

Demi apapun, Green ingin sekali memaki wanita dibalik punggungnya itu. Wanita itu terlalu berambisi dan banyak bicara.

Green tersenyum sarkas. “Lalu, siapa yang ingin menjadi tuan putri, yang mulia ratu? Aku tidak pernah ingin berada ditempat ini. Bagiku, rumahku tetaplah tempat dimana aku tumbuh besar dulu.”

Kini, giliran wanita berambut ikal itu yang tertawa masam. “Jadi, kamu masih ingin hidup terlunta di hutan? Mengapa tidak pergi saja sekalian dari pada tetap tinggal disini dan menjadi beban?”

Beban? Sejak kapan dirinya dianggap beban di Amber? Atau, hanya wanita itu saja yang mencari-cari alasan agar Green benar-benar pergi dari istana.

“Jadi, menurut yang mulia ratu, aku ini beban?”

“Ya. Sejak kamu datang dan menginjakkan kaki di Amber, yang mulia raja selalu mengeluh tentang dirimu.”

Green meremat cangkir marmer berwarna putih karena geram. Jadi, ayahnya sendiri pun, menganggapnya sebagai beban?

“Hahaha...” Green tertawa tanpa sebab. Ah, lebih tepatnya ia menertawakan Hellen dan perilakunya yang ingin mendepak Green secara terang-terangan. “Lalu, jika aku pergi dari istana, apa semua beban itu akan sirna?”

Hellen menghilangkan senyuman dibirainya, menatap Green lurus-lurus beserta emosi yang sepertinya hendak meledak.

“Menurutku, aku bukan beban disini. Jika aku beban, mengapa ayah memintaku kembali ke istana meskipun aku mengajukan syarat aneh untuknya? Coba, beritahu aku. Apa yang anda lakukan dibelakang ayahku, huh?!”

Seketika itu juga, Hellen terbelalak. Apa Green tau apa rencana dan juga sesuatu yang ia lakukan di belakang raja Aruchi. Suara Green kembali menarik kesadaran Hellen dari lamunan.

“Ratu Hellen. Apa kamu terusik dengan kehadiranku disini?” tanya Green penuh penekanan. “Apa anda takut semua rencana anda berantakan karena kehadiranku?”

Hellen mengepalkan kedua telapak tangannya disisi tubuh. Ia geram mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut Green, dan ingin sekali membuat gadis itu terdiam untuk selamanya.

“Jika anda menganggap aku musuh, anda salah besar, karena aku bukanlah musuh yang seimbang. Tapi, aku tidak akan tinggal diam jika anda mencoba menghancurkan raja Aruchi. Ya, aku tidak akan membiarkan Anda merenggut kebahagiaan dan juga kejayaan raja Aruchi, ayahku.”

...***...

Satu bulan merupakan waktu yang terlalu singkat untuk membalaskan semuanya. Menyusun rencana matang tidak bisa ia buat dengan waktu terbatas seperti itu. Sebenarnya bisa saja, akan tetapi, kemungkinan besar gagal lebih besar dari pada berhasil.

Pintu gerbang bagian depan dibuka. Para rombongan mulai memacu kuda perlahan, dan Havier mengikuti langkah panglima Hoshi yang memimpin di bagian depan.

Kala maniknya menoleh pada salah satu sisi luar istana, Havier mendapati seseorang berwajah familiar, tapi entah dia pernah melihatnya dimana. Pandangannya terus tertuju disana, dimana laki-laki itu kini berdiri, membalas tatapannya tak kalah menelisik.

Apa dia yang dimaksud raja Aruchi? Laki-laki yang membawa Green pergi? Tapi mengapa raja tidak menghukumnya?

Pertanyaan itu mendominasi otak kanan Havier. Havier belum rela melepas tatapannya pada sosok itu sampai laju kuda semakin cepat dan menjauh dari istana Amber.

Sementara Junot, menghela nafas lega saat rombongan itu telah meninggalkan istana Amber. Itu artinya, dia bisa masuk dan menemui Green setelah ini.

Junot menepuk celananya beberapa kali untuk menghilangkan daun kering yang menempel. Kemudian membuka ikatan kudanya dan berjalan mendekat kearah penjaga yang masih siaga di sana.

“Panglima. Sekarang aku ingin bertemu Putri Green. Rombongan itu sudah pergi bukan?”

Abbey yang mendengar permintaan Junot seketika itu juga mengeraskan rahang. Mata elangnya menatap sembari mematik rasa kesal. “Aku sudah mengatakannya padamu, bukan? Kembalilah ke Geogini, karena raja memberi perintah kepada kami untuk melarang siapapun masuk, termasuk diri mu.”

Junot menebak, ada sesuatu yang sedang disembunyikan.

“Baiklah. Aku akan pergi setelah menyampaikan pesan yang aku bawa. Tolong panggilkan putri Green untuk menemui ku sebentar. Ada sesuatu yang hendak aku sampaikan,”

Junot berfikir sejenak, mencari alasan agar keinginannya bertemu Green terpenuhi tanpa bersitegang dengan panglima Abbey.

“Sampaikan kepada putri Green, bahwa aku membawa pesan dari ratu Ivory, temannya. Aku menunggunya disini.” []

^^^to be continued.^^^

1
Asri
yang recognize you aku bacanya serampangan aja karena nggak sanggup 😂🙏🏻
VizcaVida: Wkwkwk, Makasih sudah baca 😊
total 1 replies
Asri
ini sudah baca..
bagus banget cerita nya.
Asri
maaf kak author,,sudah banyak cerita author yang saya baca tp baru komen selali ini
karena memang baru nemu.
ceritanya semua bagus,,tulisannya rapi,,feel nya dapat.
yang white itu paling sesak didada saya
green ini menguras emosi juga..
baru rencana habis ini mau baca ivory tp sptnya sad ending
jadi mgkn saya lewati dulu
mau baca yg lain
VizcaVida: ngga apa-apa kakbeb, terima kasih sudah berkenan baca novel karya Othor ya 🥰

Ivory seru lho, tapi juga harus siapkan hati 🤭
total 1 replies
Tiwi
keren
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
maaf thor baru bisa coment setelah aki bacanya sampai disini, sangking bagus ceritanya dan bikin aku tegang 🤭
VizcaVida: Terima kasih sudah mampir di novel Green yang sekarang usianya sudah dua tahun di NT kakbab. Aduh, jadi rindu pingin nulis genre kayak gini lagi🥺
total 1 replies
Mom Dee 🥰 IG : devinton_01
berarti pilihan utk junot cuma "Terima dan harus Terima" namanya Green 😂😂
VizcaVida: Wkwkwk, tidak ada pilihan lain
total 1 replies
mery harwati
Cinta datang dari Illahi, jadi terserah cinta mau berlabuh di hati siapa, kau tak perlu memusingkannya Junot, tapi kau perlu merealisasikan cinta mu itu pada wanita yang kau cintai 💪 Junot
Sagitarius
🤍🤍
LH
sudah baca cerita Ivory,,g bisa nahan air mata diakhir cerita nya,,😭
VizcaVida: Makasih ya kakbeb 🥺
total 1 replies
Abil Aisybillah
Good
yumin kwan
ceritanya keren banget, penulisan yg apik, alur yg menguras emosi, jg membuat senyum2 sendiri, ah....pokoknya seru dah.
VizcaVida: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
yumin kwan
makasih utk ceritanya...
besok mampir lg di cerita yg lain.🥰
VizcaVida: Terima kasih sudah baca cerita Vi's ya Kaka . . . 😘
total 1 replies
yumin kwan
ceritanya seru bgt...marathon aku tuh....
VizcaVida: E-ekhmmm...😁
Jangan lupa bawa minum 🤭
total 1 replies
yumin kwan
lah...apa hubungannya ma hellen? kok mau balas dendam ke green???
yumin kwan
junot green donk
yumin kwan
tetap lbh suka junot
VizcaVida: Junot semakin di depan *eh
total 1 replies
yumin kwan
dr wedding maze ke ivory ke green...
seru bgt ceritanya 🥰
VizcaVida: Happy reading 😊
total 1 replies
rizkijr
akuu datang lagii ya thorr😘. maaf ya mampir pas sdh tamat krn takuutt gak kuat nunggu kalo thornya up🤭
VizcaVida: Iya ga apa-apa,

Happy reading ya☺️ jangan lupa mampir juga di cerita baru Othor, mana tau suka 😉
total 1 replies
🌻Ruby Kejora
Halo kak salam kenal dan slm sukses bwt kk💐😊😊
bagus
VizcaVida: Makasih,
Happy reading...☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!