NovelToon NovelToon
SECOND LOVE

SECOND LOVE

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:363.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: poppy susan

Gibran Tanuwijaya Gilbert, duda anak satu yang harus merelakan kepergian istrinya disaat lagi sayang-sayangnya, cinta Gibran sangat besar terhadap almarhum istrinya sehingga membuat Gibran menutup hatinya rapat-rapat untuk wanita manapun.

Kehadiran Livia yang merupakan guru sang anak mampu memporak-porandakan hatinya. Livia yang merupakan seorang janda tanpa anak itu sangat menyayangi anak Gibran begitu pun sebaliknya.

Akankah Gibran tetap menutup rapat hatinya atau akan menuruti keinginan anaknya yang sangat menginginkan seorang Ibu?

Supaya nyambung dan kalian tahu siapa Gibran, kalian baca dulu CINTA DOSEN GENIUS...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

💔

💔

💔

💔

💔

Waktu sudah menunjukan pukul 13.00 siang, dan ternyata Gibran ketiduran di sofa kantornya. Gibran bangun dan melihat jam mahal yang melingkar di tangannya.

"Ya Alloh, aku ketiduran mana belum jemput Gilsya lagi."

Gibran segera masuk kamar mandi yang ada didalam ruangan kerjanya dan mencuci wajahnya, setelah itu Gibran segera berlari dan dengan cepat masuk ke dalam mobilnya.

"Sial, pasti Gilsya marah ini kenapa aku bisa sampai ketiduran?" gerutu Gibran.

Gibran segera melajukan mobilnya menuju sekolah Gilsya, sudah dipastikan puteri cantiknya itu akan marah habis-habisan kepadanya dan bakalan musuhan lagi.

Sementara itu, Gilsya seperti biasa duduk di pos satpam. Gilsya duduk sembari memainkan kedua kaki mungilnya, wajahnya cemberut.

Livia baru saja keluar dari ruangan guru karena barusan Livia menghadiri rapat para guru, betapa terkejutnya Livia saat melihat Gilsya masih terduduk dengan ditemani satpam.

"Ya Alloh Sayang, kamu belum pulang? ini sudah satu jam loh dari waktu pulang sekolah."

"Papi belum jemput, Bu."

"Ya Alloh, kamu tahu nomor telepon Papi kamu? biar Ibu menghubungi Papi kamu."

"Tidak punya Bu, tapi Bu Mawar punya kok."

"Ya sudah, tunggu sebentar Ibu mau minta nomor telepon Papi kamu ke Bu Mawar."

Baru saja beberapa langkah, sebuah mobil mewah memasuki halaman sekolah dan membuat Livia menghentikan langkahnya dan melihat siapa orang itu.

Gibran segera keluar dari dalam mobil dan menghampiri Gilsya dengan terburu-buru.

"Sayang, maafkan Papi barusan Papi ketiduran," seru Gibran dengan berjongkok dihadapan Gilsya.

Gilsya tidak menjawab, ia hanya memalingkan wajahnya dengan melipat kedua tangannya didada. Gibran menghembuskan napasnya, dia tahu kalau puteri cantiknya itu saat ini sedang merajuk.

Livia sesaat terdiam melihat Gibran, pria gagah dan tampan itu seketika membuat Livia terdiam.

"Kenapa? Papinya Gilsya tampan kan? dia duda loh Bu Livia, sepertinya cocok dengan Bu Livia," goda Bu Mawar yang tiba-tiba sudah berada disamping Livia.

"Astagfirullah, Bu Mawar."

Wajah Livia seketika memerah karena ketahuan Bu Mawar sedang menatap Gibran.

"Ya sudah, kalau begitu saya duluan ya Bu Livia."

"Ah..i--iya Bu silakan."

Bu Mawar pun melangkahkan kakinya meninggalkan Livia yang saat ini terlihat salah tingkah karena malu. Livia hendak pergi juga, tapi Livia melihat Gibran yang terus membujuk Gilsya dan Gilsya sepertinya masih marah.

Akhirnya Livia pun memutuskan untuk menghampiri Gilsya dan Gibran.

"Ma--maaf Pak, biar saya yang bujuk Gilsya."

Gibran pun mendongakan kepalanya mendengar suara lembut dari Livia, Gibran pun berdiri.

"Maaf anda siapa?" tanya Gibran dingin.

"Saya Livia Pak, guru barunya Gilsya."

"Oh...jadi ini yang namanya Bu Livia," batin Gibran.

Livia menghampiri Gilsya dan mengusap kepala Gilsya dengan lembut.

"Gilsya sayang, itu Papinya sudah datang kok Gilsya malah marah sih?"

"Gilsya kesal Bu Livia, Papi selalu saja telat kalau jemput Gilsya," ketus Gilsya.

"Sayang, maaf tadi Papi ketiduran sumpah Papi ga bohong," seru Gibran.

"Tuh, kata Papi Gilsya dia ketiduran jangan marah dong mungkin Papi Gilsya lelah dan akhirnya ketiduran. Gilsya tahu tidak sayang, Papi Gilsya kan sudah bekerja untuk Gilsya mencari uang untuk Gilsya masa Gilsya tidak mau memaafkan Papi Gilsya hanya karena telat jemput Gilsya? jangan begitu sayang kasihan Papinya, ayo sekarang Gilsya pulang ya jangan marah lagi," seru Livia lembut.

Gibran hanya bisa terdiam melihat interaksi guru baru itu dengan puterinya.

"Oke...sekarang Gilsya akan pulang, tapi drngan satu syarat."

"Apa syaratnya sayang? Papi janji akan mengikuti semua keinginan Gilsya," sahut Gibran.

"Gilsya ingin jalan-jalan dan makan es ktim dulu."

"Itu mah gampang, ayo mau beli es krim dimana Papi akan belikan kamu es krim yang banyak bahkan sama pedagangnya pun Papi beli," seru Gibran membuat Livia mengulum senyumannya.

"Oke...tapi Gilsya mau Bu Livia ikut sama kita."

"Apa?" sahut Gibran dan Livia bersamaan.

Gibran dan Livia saling pandang satu sama lain, hingga akhirnya Gibran berdehem dan memalingkan wajahnya begitu juga dengan Livia.

"Sa--sayang, Ibu tidak bisa ikut soalnya Ibu ada keperluan," seru Livia.

"Ya sudah kalau Ibu tidak mau ikut, Gilsya juga mau diam saja disini ga mau pulang," sahut Gilsya dengan melipat kedua tangannya didada.

Livia sangat bingung, apa yang harus dia lakukan dia tidak mungkin ikut bersama Gilsya, melihat wajah Papinya saja datar tidak ekspresi sama sekali.

Gibran pun melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan masuk ke dalam mobilnya.

"Ayo Bu."

Gilsya menarik tangan Livia, sehingga Livia tidak bisa menolak lagi dan akhirnya dengan terpaksa Livia menuruti keinginan anak didiknya itu.

"Ibu Livia duduk didepan saja sama Papi, Gilsya duduk dibelakang."

"Tidak sayang, Ibu duduk sama kamu saja dibelakang," tolak Livia.

Gilsya membuka pintu mobil Papinya dan mendorong tubuh Livia untuk masuk, lagi-lagi Livia tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya duduk didepan bersama Gibran sedangkan Gilsya dengan girangnya duduk dibelakang.

"Ayo Papi jalan, kita makan es krimnya di Mall saja."

"Siap Tuan Puteri."

Gibran pun mulai melajukan mobilnya menuju salah satu Mall terbesar di kota itu, selama dalam perjalanan Livia hanya diam saja dia tidak tahu harus bagaimana. Dia begitu sangat canggung dan merasa tidak nyaman

Tidak lama kemudian, mobil Gibran pun sampai di Mall. Gilsya dengan girangnya langsung menggandeng tangan Livia dan berjalan di depan meninggalkan Gibran. Gibran hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah puteri cantiknya itu.

"Papi kita kesana ya, Gilsya ingin membeli es krim."

Gibran hanya menganggukan kepalanya, Gilsya tidak melepaskan tangan Livia. Akhirnya Livia pun memesankan es krim untuk Gilsya, setelah selesai memesan es krim ketiganya duduk di meja.

Bagi yang tidak mengetahui, pasti akan mengira kalau mereka adalah satu keluarga karena saat ini mereka bertiga terlihat sangat serasi. Gibran menyesap kopi yang dia pesan sembari mengotak-ngatik ponselnya, sedangkan Livia menyuapi Gilsya es krim dengan sekali-sekali mereka berdua tertawa bersama.

"Papi, Gilsya sudah tanya sama Bu Livia katanya Bu Livia sudah menikah tapi sekarang sudah bercerai," celetuk Gilsya.

"Uhuk..uhuk..uhuk.."

Gibran dan Livia sama-sama terbatuk, Gibran tersedak kopi yang diminumnya sedangkan Livia tersedak ludahnya sendiri. Keduanya sama-sama memalingkan wajahnya, terutama Livia yang sudah tidak punya wajah lagi saking malunya.

💔

💔

💔

💔

💔

Jangan lupa

like

gift

vote n

komen

TERIMA KASIH

LOVE YOU

1
Milk banana
wahai damar Dajjal. mending Lo Ama Monica aja, soalnya sama ( sama-sama Dajjal!!! )
Patrick Khan
.monica buang kelaut aja
Milk banana: ya setuju, jika anda bosan dengan kelakuan Monica, lemparkan saja ke laut~
total 1 replies
Patrick Khan
.monica gk berubah blas ya😠
Patrick Khan
.anak kecil selalu jujur😁
Patrick Khan
wah gk bener ini damar nie😡😡
Lila Susanti: apakah yg namanya sugiona suka selingkuh ??/Silent/
total 1 replies
Patrick Khan
.pindah siniiii😊
we
alur cerita menarik seru semangat kakak
we
jailnya gilsya
Maria Magdalena Indarti
tengkyuu thor.
𝙿𝙾𝙿𝙿𝚈 𝚂𝚄𝚂𝙰𝙽: Cerita Gilsya di judul "THE BEST COUPLE"
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
conggrat Livia & Gibran. rukun, setia, bahagia
Maria Magdalena Indarti
Gibran was was nih saingan sm anaknya
Lila Susanti: suka ma karakter bee , ceria bw energi postif
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
syukurlah Livia ktm ortu yg kaya raya
Maria Magdalena Indarti
jadi deh Livia n Gibran.
Monica emang ga waras mau membunuh bapak angkat nya.
ga waras, Gila
Lila Susanti: pantes neneknya demir benci bgt sama demir. anknya di bunuh monica, ud dr awal abis lahiran di tinggal , jd makin tambah benci ke monica. pelampiasannya ke demir
total 1 replies
Maria Magdalena Indarti
Monica sdh gila
Maria Magdalena Indarti
kenapa ada orang jahat spt Monica. apa ga punya hati
Maria Magdalena Indarti
Livia sgt tulus
Maria Magdalena Indarti
semoga Livia n Gibran jodoh
Maria Magdalena Indarti
nasib Livia malang
Maria Magdalena Indarti
Livia termakan omongan monica. bodoh
Maria Magdalena Indarti
gilsya jail
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!