NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Malam yang Berbisik dan Api yang Membakar Keraguan

Malam jatuh di Hutan Kematian bukan dengan perlahan, melainkan seperti tirai hitam yang dijatuhkan dengan kasar. Suara-suara serangga malam yang berukuran tidak wajar mulai bersahut-sahutan, menciptakan paduan suara monoton yang justru menambah kesan ngeri. Di bawah akar raksasa sebuah pohon purba yang melengkung membentuk gua alami kecil, Tim Guy memutuskan untuk mendirikan kamp pertengahan mereka.

Tidak ada api unggun yang menyala. Di dalam ujian seperti ini, menyalakan api sama saja dengan mengirimkan surat undangan terbuka kepada setiap pemburu di dalam hutan untuk datang dan menebas leher mereka.

Tenten duduk bersandar pada dinding akar yang dingin, jari-jarinya dengan cekatan memeriksa segel pada gulungan-gulungan senjata di pergelangan tangannya. "Satu hari berlalu, dan kita sudah mendapatkan sepasang gulungan. Jujur saja, ini berjalan jauh lebih lancar dari skenario terburuk yang sempat kubayangkan di kamar tidurku kemarin malam."

Neji, yang duduk di dekat celah keluar gua dengan Byakugan yang dinonaktifkan sementara untuk menghemat chakra, melirik Tenten flat. "Jangan biarkan kepuasan menurunkan kewaspadaanmu, Tenten. Kelancaran hari ini hanyalah ilusi. Tim-tim yang benar-benar berbahaya mungkin sengaja belum bergerak aktif. Mereka membiarkan tim lemah saling membantai, lalu mereka tinggal merebutnya di dekat menara pusat."

"Uwah, kamu selalu tahu cara merusak suasana hati ya, Neji," Tenten menghela napas, bibirnya mengerucut kesal sambil menyilangkan tangan di dada. Dia kemudian menoleh ke arah Lee yang sejak tadi diam, sibuk melakukan gerakan sit-up dengan posisi kaki menggantung terbalik di salah satu akar pohon di atas mereka. "Hei, Lee! Bisakah kamu berhenti berolahraga setidaknya selama dua jam saja? Melihatmu bergerak terus-menerus membuat otot-ototku sendiri merasa lelah."

Lee melepaskan jepitan kakinya pada akar pohon, mendarat di tanah tanpa menimbulkan suara ketukan sedikit pun. Gerakannya begitu halus, hampir seperti selembar daun yang jatuh. Dia menyeka peluh di dahinya dengan handuk kecil yang selalu dia bawa di dalam tas pinggangnya.

"Haha! Maafkan aku, Tenten!" Lee tertawa pelan, ekspresi komikalnya kembali menghiasi wajahnya di bawah temaramnya cahaya bulan yang menyelinap masuk ke dalam gua. "Semangat masa muda tidak boleh diistirahatkan hanya karena matahari terbenam! Justru di saat malam seperti inilah, sel-sel tubuh kita bekerja lebih keras untuk membentuk otot yang baru!"

"Otot lagi, otot lagi," gumam Tenten sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, namun sebuah senyuman tipis tidak bisa disembunyikan dari sudut bibirnya. Ada rasa aman yang aneh setiap kali dia melihat energi Lee yang seolah tidak pernah habis.

Neji menatap Lee dengan intensitas yang berbeda. Pertarungan singkat Lee melawan ninja Amegakure siang tadi terus berputar di kepala si jenius Hyuga itu. Menahan jutsu elemen air tingkat menengah hanya dengan kekuatan fisik tanpa pertahanan chakra eksternal... itu adalah sesuatu yang menentang semua teori medis ninja yang pernah Neji pelajari.

"Lee," Neji memanggil, suaranya terdengar berat dan sarat akan rasa ingin tahu yang dia tahan sejak siang. "Pukulanmu tadi... dan caramu menahan serangan air itu. Itu bukan sekadar Taijutsu biasa. Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Guru Guy kepadamu selama masa pemulihanmu di rumah sakit?"

Lee menoleh, menatap mata putih Neji yang tampak berkilau di dalam kegelapan gua. Reymond tahu bahwa Neji adalah orang yang terlalu pintar untuk dibohongi dengan alasan sederhana, namun dia juga tahu bagaimana cara membungkus kebenaran dengan narasi yang selaras dengan karakter Rock Lee.

"Guru Guy hanya membantuku membuka jalan, Neji," jawab Lee, suaranya merendah, memberikan kesan serius yang jarang dia tunjukkan. Dia duduk bersila di atas tanah, menghadap ke arah Neji. "Ketika aku terbaring di ranjang rumah sakit dengan tubuh yang hancur, aku menyadari satu hal. Jika aku terus berlatih dengan cara yang sama seperti orang lain, aku tidak akan pernah bisa melampauimu, atau mengejar kejeniusan para ninja klan besar. Aku harus menghancurkan batasanku sendiri... secara harfiah."

"Menghancurkan batasan?" Neji menyipitkan matanya.

"Ya. Setiap kali ototku robek karena latihan ekstrem, aku tidak membiarkannya pulih dengan santai. Aku memaksa chakraku untuk mengalir ke titik luka tersebut, mengelasnya kembali menjadi sesuatu yang lebih keras dari sebelumnya," Lee mengangkat lengan kanannya, mengepalkan jemarinya hingga perbannya berdecit ketat. "Ini adalah rasa sakit yang konstan, Neji. Sesuatu yang tidak ditentukan oleh garis keturunan, melainkan oleh seberapa besar rasa sakit yang sanggup kamu tanggung demi sebuah kemajuan."

Neji terdiam. Kata-kata Lee menghantam pemikiran fatalistiknya tentang takdir. Baginya, takdir adalah sesuatu yang sudah tertulis sejak lahir—seperti tanda segel gaib di dahinya yang menandai dirinya sebagai anggota keluarga cabang. Namun, di depannya, ada seorang pemuda yang mengaku telah menulis ulang struktur tubuhnya sendiri melalui rasa sakit yang murni.

"Rasa sakit tidak akan bisa mengubah warna matamu, Lee," Neji berbisik, memalingkan wajahnya kembali ke arah luar gua, mencoba menyembunyikan pergolakan batin yang mulai merongrong keyakinannya. "Takdir tetaplah takdir."

"Mungkin tidak bisa mengubah warna mataku, Neji," balas Lee dengan senyum tipis yang penuh teka-teki, "tapi itu pasti bisa mengubah ke mana arah mataku memandang. Dan saat ini, mataku sedang melihat ke arah puncak."

Tenten yang berada di antara mereka hanya bisa menghela napas panjang melihat interaksi kedua rekannya. "Kalian berdua benar-benar merepotkan jika sudah mulai bicara soal filsafat ninja. Lebih baik kita bagi jadwal jaga malam. Aku akan mengambil giliran pertama. Neji kedua, dan si manusia otot ini bisa mengambil giliran terakhir sebelum subuh."

"Setuju," kata Lee sambil merebahkan tubuhnya di atas tanah, menggunakan tasnya sebagai bantal.

Di dalam kegelapan, saat mata Tenten berjaga di mulut gua dan napas Neji mulai teratur dalam meditasi ringannya, Reymond membuka sistem status di dalam kepalanya. Seringai tipisnya mengembang. Hari pertama berjalan sempurna. Besok, kita akan semakin dekat dengan menara pusat... dan badai yang sesungguhnya.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!