Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dalang dibalik semua kejadian
Ruangan rahasia di bawah Black Harbor terasa membeku.
Galaxy berdiri diam.
Matanya menatap seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu.
Seseorang yang selama ini berada di sisinya.
Seseorang yang ia percaya.
"Aku tidak menyangka..."
Suara Galaxy terdengar rendah.
"...kau yang datang ke sini."
Orang itu hanya tersenyum tipis.
"Sudah waktunya, Galaxy."
"Kau akhirnya menemukan semua potongan teka-teki."
Richard berdiri di sisi lain ruangan, memperhatikan mereka dengan ekspresi sulit dibaca.
Untuk pertama kalinya, bahkan Richard terlihat tidak sepenuhnya yakin dengan keadaan.
Galaxy menggenggam surat dari ayahnya.
"Jelaskan."
Orang itu berjalan perlahan mendekat.
"Kau selalu mencari seseorang untuk disalahkan."
"Richard."
"Aku."
"Vanessa."
"Tapi kau tidak pernah bertanya..."
"Siapa yang sebenarnya mendapatkan keuntungan dari semua ini."
Galaxy menatapnya tajam.
"Jangan berputar-putar."
"Jawab aku."
Di vila utama Black Harbor...
Grizella masih mencoba memahami semua dokumen yang ditemukan.
Kedatangan Vanessa membuat suasana semakin rumit.
"Kenapa Anda membantu kami?"
tanya Grizella.
Vanessa menatap laut dari jendela.
"Karena aku pernah kehilangan Galaxy karena permainan seseorang."
"Dan aku tidak ingin hal yang sama terjadi lagi."
Grizella terdiam.
Selama ini ia melihat Vanessa sebagai ancaman.
Sebagai wanita dari masa lalu Galaxy.
Namun sekarang...
Ia mulai menyadari bahwa wanita itu juga mungkin terluka.
"Apa Anda masih mencintainya?"
Vanessa tersenyum kecil.
"Pertanyaan itu sudah tidak penting."
"Yang penting sekarang adalah memastikan dia tetap hidup."
Kembali di ruang rahasia...
Galaxy akhirnya bertanya.
"Apakah kau yang mengatur perceraianku dengan Vanessa?"
Orang itu tidak langsung menjawab.
Namun ekspresinya sudah cukup memberikan jawaban.
Galaxy mengepalkan tangan.
"Kenapa?"
"Kenapa menghancurkan hidupku?"
Orang itu menatap Galaxy.
"Karena kau terlalu kuat ketika masih memiliki orang yang kau cintai."
"Kau terlalu sulit dikendalikan."
Kalimat itu membuat suasana berubah.
Galaxy akhirnya memahami.
Semua ini bukan tentang perusahaan.
Bukan tentang uang.
Tetapi tentang membuat dirinya kehilangan kendali.
"Aku tidak pernah menginginkan semua ini."
Suara Galaxy terdengar penuh amarah.
"Kau salah."
Orang itu tersenyum.
"Aku hanya menunjukkan kenyataan."
"Semua orang yang dekat denganmu akhirnya pergi."
"Dan sekarang..."
"Grizella juga akan mengalami hal yang sama."
Mata Galaxy langsung berubah dingin.
"Jangan pernah menyebut namanya."
Untuk pertama kalinya, orang itu melihat sisi Galaxy yang berbeda.
Bukan CEO.
Bukan pewaris Wesley.
Tetapi pria yang benar-benar takut kehilangan seseorang.
Tiba-tiba alarm di seluruh pulau berbunyi.
Aaron menghubungi Galaxy melalui alat komunikasi darurat.
"Tuan!"
"Ada masalah!"
Galaxy langsung menjawab.
"Apa?"
"Pasukan keamanan yang menjaga vila menemukan seseorang mencoba mengambil Arsip Aurora."
Galaxy menoleh ke arah Richard.
Lalu kembali menatap dalang di depannya.
Semuanya ternyata belum selesai.
Karena saat mereka sibuk mencari pengkhianat...
Ada seseorang lain yang sedang mengambil keuntungan dari kekacauan ini.
Sebelum pergi, Galaxy menatap orang itu.
"Aku akan menemukan semua kebenaran."
"Dan ketika aku menemukannya..."
"Kau akan mempertanggungjawabkan semuanya."
Orang itu hanya tersenyum.
"Silakan."
"Karena semakin dekat kau dengan kebenaran..."
"Semakin besar kemungkinan kau kehilangan Grizella."
Kalimat itu membuat Galaxy berhenti.
Karena ancaman terbesar bukan lagi terhadap perusahaan.
Tetapi terhadap wanita yang mulai memenuhi hatinya.
Galaxy keluar dari ruangan rahasia dengan langkah cepat.
Pikirannya penuh dengan kemarahan dan pertanyaan.
Selama ini ia selalu merasa mampu mengendalikan semua keadaan.
Namun kali ini berbeda.
Musuhnya bukan hanya seseorang yang ingin mengambil perusahaannya.
Musuhnya adalah seseorang yang memahami kelemahannya.
Dan kelemahan itu bernama...
Grizella.
Saat kembali ke vila utama, Galaxy langsung mencari Grizella.
Begitu melihatnya masih berdiri dengan selamat, ia menghela napas lega.
Grizella memperhatikan wajahnya.
"Ada sesuatu yang terjadi, kan?"
Galaxy diam.
Biasanya ia akan menyimpan semuanya sendiri.
Namun kali ini ia sadar.
Ia tidak bisa terus menjauhkan Grizella dari masalah.
"Ya."
"Ada seseorang yang mengatur semua ini."
Grizella menatapnya.
"Siapa?"
Galaxy menatapnya serius.
"Seseorang yang sangat dekat denganku."
Grizella terdiam.
Ia tahu kalimat itu bukan sesuatu yang mudah bagi Galaxy untuk dikatakan.
Pria itu sudah terlalu sering dikhianati.
Namun sekarang ia kembali menghadapi kemungkinan yang sama.
"Galaxy..."
"Kau tidak harus menghadapi ini sendirian."
Galaxy menatapnya.
"Kau masih mau berada di sisiku setelah mengetahui semua bahaya ini?"
Grizella mengerutkan kening.
"Kenapa Anda selalu bertanya seperti itu?"
Galaxy terdiam.
Karena ia sendiri tidak tahu jawabannya.
Mungkin karena jauh di dalam hatinya...
Ia takut kehilangan lagi.
Tiba-tiba suara Aaron terdengar melalui alat komunikasi.
"Tuan."
"Kami menemukan sesuatu."
Galaxy langsung fokus.
"Apa?"
"Kamera keamanan vila menangkap seseorang yang mencoba mengambil Arsip Aurora."
"Siapa?"
Aaron mengirimkan rekaman.
Galaxy membuka video tersebut.
Wajah orang itu terlihat samar.
Namun pakaian dan gerakannya sangat dikenal.
Grizella melihat layar.
"Dia..."
Galaxy menatapnya.
"Kau mengenalnya?"
Grizella terdiam.
Karena orang dalam video itu adalah seseorang dari masa lalunya.
Beberapa menit kemudian...
Mereka membawa rekaman itu ke ruang kerja vila.
Video diperbesar.
Akhirnya wajah orang tersebut terlihat jelas.
Galaxy dan Grizella sama-sama membeku.
Karena orang itu adalah...
Adrian Cole.
"Jadi Adrian masih bekerja untuk seseorang?"
tanya Grizella pelan.
Galaxy tidak langsung menjawab.
Ia mulai mengingat semua kejadian.
Adrian muncul.
Pesan misterius.
Dokumen rahasia.
Dan sekarang Arsip Aurora.
Semuanya saling terhubung.
"Aku akan menemukan jawabannya."
kata Galaxy.
Namun sebelum mereka melakukan apa pun...
Ponsel Grizella berbunyi.
Pesan masuk dari nomor tidak dikenal.
Hanya satu kalimat.
"Kalau ingin mengetahui siapa dirimu sebenarnya, datanglah ke tempat ibumu meninggalkanmu."
Di bawah pesan itu terdapat sebuah alamat.
Grizella membacanya perlahan.
Wajahnya langsung berubah.
"Galaxy..."
"Apa?"
"Alamat ini..."
Ia menunjukkan layar ponselnya.
Galaxy melihatnya.
Itu adalah alamat sebuah rumah tua di New York.
Rumah yang pernah tercatat sebagai tempat tinggal ibu kandung Grizella.
Galaxy langsung mengambil keputusan.
"Kita pergi bersama."
Grizella mengangguk.
Namun sebelum mereka meninggalkan vila...
Galaxy menerima pesan lain.
Pesan dari nomor yang sama.
Kali ini isinya membuatnya berhenti.
"Datanglah, Galaxy."
"Karena kau harus melihat sendiri siapa yang sebenarnya mengkhianatimu."
Galaxy menatap layar.
Untuk pertama kalinya...
Ia merasa jawaban terbesar mungkin sudah sangat dekat.
Namun ia juga tahu...
Setiap jawaban memiliki harga.
Dan mungkin harga itu adalah kehilangan seseorang yang ia cintai.
Malam itu, perjalanan menuju rumah lama keluarga Hart terasa lebih sunyi dari biasanya.
Di dalam mobil, Galaxy duduk di samping Grizella.
Tidak ada perdebatan seperti biasanya.
Tidak ada saling menyindir seperti saat mereka pertama kali bertemu.
Yang ada hanya keheningan penuh pikiran.
Grizella menatap keluar jendela.
"Galaxy..."
Pria itu menoleh.
"Ya?"
"Apakah Anda pernah takut?"
Pertanyaan itu membuat Galaxy sedikit terdiam.
"Takut?"
"Ya."
"Takut kehilangan seseorang."
Galaxy tidak langsung menjawab.
Karena untuk pertama kalinya, ada seseorang yang menanyakan perasaannya, bukan statusnya sebagai CEO.
"Aku pernah."
Jawaban itu terdengar pelan.
"Dan karena itu..."
"Aku tidak ingin mengalaminya lagi."
Grizella menatapnya.
Ada luka yang selama ini Galaxy sembunyikan di balik sikap dinginnya.
Pria yang terlihat kuat di depan semua orang ternyata menyimpan ketakutan yang besar.
Mereka akhirnya tiba di rumah tua itu.
Bangunan tersebut berada di ujung jalan yang sepi.
Cat dindingnya sudah memudar.
Namun ada satu hal yang membuat Grizella berhenti.
Di depan pintu terdapat ukiran kecil berbentuk bunga lily.
Lambang yang selalu muncul sejak awal.
"Ini pasti tempatnya."
Galaxy mengangguk.
Mereka masuk perlahan.
Di dalam rumah, udara terasa dingin.
Seolah tempat itu sudah lama menunggu kedatangan mereka.
Grizella berjalan menuju ruang tengah.
Perlahan, kenangan yang bukan miliknya mulai terasa aneh.
Seperti ada bagian dari dirinya yang mengenal tempat ini.
"Aku pernah ke sini..."
bisiknya.
Galaxy menatapnya.
"Grizella?"
"Saya tidak tahu kenapa..."
"Tapi tempat ini terasa seperti rumah."
Galaxy tidak berkata apa-apa.
Ia hanya memperhatikan wanita itu.
Semakin banyak rahasia yang ditemukan...
Semakin ia sadar bahwa Grizella adalah pusat dari semuanya.
Mereka menemukan sebuah pintu tersembunyi di belakang rak buku.
Di dalamnya terdapat ruangan kecil.
Tidak ada perabot.
Hanya satu meja kayu tua.
Di atas meja itu terdapat sebuah surat.
Nama di depannya membuat Grizella membeku.
"Untuk putriku, Grizella."
Tangannya gemetar saat mengambil surat itu.
Galaxy berdiri di sampingnya.
"Kau siap membacanya?"
Grizella mengangguk.
Ia membuka surat tersebut.
Tulisan pertama langsung membuat matanya berkaca-kaca.
"Maafkan aku karena tidak bisa berada di sisimu selama ini."
"Aku tidak meninggalkanmu karena aku tidak mencintaimu."
"Aku pergi karena aku ingin melindungimu."
Air mata Grizella jatuh.
Untuk pertama kalinya, ia membaca pesan langsung dari ibu kandungnya.
Namun di halaman terakhir surat itu terdapat sebuah kalimat yang membuat mereka berdua terkejut.
"Galaxy Wesley adalah satu-satunya orang yang dapat kupercaya untuk menjaga putriku."
Galaxy terdiam.
Grizella menatapnya.
"Mengapa ibu saya mempercayai Anda?"
Galaxy juga tidak memiliki jawaban.
Tetapi sebelum mereka sempat mencari tahu...
Terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan.
Seseorang masuk ke rumah.
"Kalian akhirnya menemukannya."
Suara itu membuat Galaxy langsung berdiri.
Karena suara itu...
Adalah suara seseorang yang sudah lama menghilang.
Seseorang yang seharusnya tidak mungkin berada di sana.
Grizella menatap ke arah pintu.
Dan wajahnya langsung berubah pucat.
Karena orang yang berdiri di sana adalah...
Sophia Laurent.
Wanita yang selama ini mereka cari.
Namun yang membuat mereka lebih terkejut...
Sophia tidak datang sendiri.
Di belakangnya berdiri seseorang yang membuat Galaxy kehilangan kata-kata.
"Sudah lama, Galaxy."
Galaxy membeku.
Karena pria itu...
adalah orang yang selama ini dianggap telah meninggal.
Alexander Wesley.
Kemunculan Alexander Wesley membuka rahasia terbesar keluarga Wesley. Galaxy harus menerima kenyataan bahwa kematian ayahnya mungkin hanyalah sebuah kebohongan besar, sementara Grizella harus mengetahui alasan sebenarnya kenapa dirinya menjadi kunci dari semua rahasia itu.