NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Dikira Satpam Rendahan Ternyata Raja Tentara Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.

Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Udara di area parkir bawah tanah blok C terasa semakin pengap saat sore menjelang.

Lampu neon di langit langit beton berkedip redup seolah kekurangan daya listrik.

Lin Yuan masih duduk bersandar di pilar besar dengan topi seragam menutupi wajahnya.

Tidurnya sangat nyenyak tanpa terganggu oleh suara bising kendaraan di jalan raya.

Namun telinganya yang sangat peka menangkap suara ketukan langkah kaki yang sangat ringan.

Tap tap tap.

Langkah itu ragu ragu, sesekali berhenti seperti orang yang sedang mencari sesuatu.

Lin Yuan tidak membuka matanya karena dia mengenali aroma manis yang terbawa di udara.

Itu adalah wangi parfum yang sama dengan sekretaris mungil yang ditolongnya siang tadi.

"Penjaga Lin, apa kau ada di sana?"

Suara lembut Su Mengting terdengar menggema pelan di lorong parkiran yang sepi.

Lin Yuan mengangkat topinya sedikit dan menatap wanita berkacamata itu dengan sebelah mata.

"Aku sedang melatih kepekaan pendengaranku dalam gelap, Nona Mengting."

Lin Yuan menjawab asal asalan sambil memperbaiki posisi duduknya.

Su Mengting tertawa kecil mendengar alasan konyol dari satpam baru yang pemalas ini.

Dia berjalan mendekat dan menyodorkan sebuah kotak bekal berwarna merah muda ke arah Lin Yuan.

"Aku janji akan mentraktirmu makan siang, tapi aku terlalu sibuk mengurus jadwal Nona Shen."

Su Mengting menunduk dengan wajah yang terlihat sedikit bersalah.

"Jadi aku membelikanmu makan malam sebagai gantinya, kuharap kau suka daging sapi lada hitam."

Lin Yuan menerima kotak bekal yang masih hangat itu dengan senyum lebar.

"Asalkan itu pemberian dari wanita secantik dirimu, racun pun akan kumakan dengan senang hati."

Wajah Su Mengting kembali memerah seperti kepiting rebus mendengar rayuan murahan itu.

"Kau ini selalu saja bicara sembarangan, Penjaga Lin."

Su Mengting merapikan kemeja putihnya yang sedikit berantakan karena berlari mencari Lin Yuan.

"Bagaimana hari pertamamu bekerja di sini, apa Kepala Keamanan Wang merepotkanmu?"

Lin Yuan membuka kotak bekal itu dan aroma sedap daging sapi langsung tercium.

"Pria botak itu menugaskanku menjaga parkiran sepi ini sendirian."

Lin Yuan mengambil sumpit dan mulai memakan daging sapi itu dengan lahap.

"Tapi aku menyukainya, ini tempat yang sempurna untuk bermalas malasan tanpa terlihat bos."

Su Mengting hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan santai pria di depannya ini.

"Kau harus berhati hati, Nona Shen sangat membenci karyawan yang tidak disiplin."

Su Mengting mengingatkan dengan nada cemas yang tulus.

"Tadi siang dia terlihat sangat marah saat tahu kau memperbaiki mobilku."

Lin Yuan mengunyah makanannya sambil tersenyum penuh arti.

'Tentu saja bos dingin itu marah, dia cemburu asetnya kalah darimu.'

Lin Yuan membatin nakal namun dia tidak mengatakannya keras keras.

"Tenang saja Mengting, bos kita itu hanya kurang hiburan dan kurang piknik."

Lin Yuan menelan makanannya dan menunjuk ke arah lift dengan sumpitnya.

"Kau kembalilah bekerja, udara di parkiran ini tidak baik untuk paru paru mungilmu."

Su Mengting mengangguk patuh dan melambaikan tangan kecilnya.

"Baiklah, aku akan kembali ke atas, selamat menikmati makan malammu."

Su Mengting berjalan menjauh menuju lift dengan langkah yang jauh lebih ringan.

Lin Yuan kembali fokus pada kotak bekalnya dan berniat menghabiskannya dengan cepat.

Namun baru tiga suapan, ketenangannya kembali diusik oleh suara kasar dari arah pintu masuk parkiran.

Brummm.

Tiga mobil van berwarna hitam pekat melaju kencang menuruni tanjakan area parkir blok C.

Mobil mobil itu mengabaikan palang pintu keamanan dan menabraknya hingga patah.

Cittt.

Suara rem berdecit keras saat ketiga van itu berhenti mendadak di tengah lorong.

Mereka berhenti tepat di depan sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik.

Mobil sedan mewah itu adalah kendaraan dinas pribadi milik Shen Yuxuan.

Lin Yuan menghentikan kunyahannya dan menatap ketiga van hitam itu dengan tatapan datar.

Pintu geser mobil van terbuka secara bersamaan dan belasan pria berbadan kekar melompat keluar.

Mereka mengenakan jaket kulit hitam dan membawa tongkat bisbol dari besi di tangan masing masing.

Raut wajah mereka beringas dan terlihat jelas bahwa mereka bukan preman jalanan biasa.

Mereka adalah pembunuh bayaran tingkat rendah yang sering disewa oleh keluarga kaya untuk membereskan masalah kotor.

Seorang pria dengan bekas luka sayatan di pipi kanannya melangkah maju sebagai pemimpin kelompok itu.

"Hancurkan mobil bos wanita itu sampai tidak tersisa."

Pria berwajah codet itu memberi perintah dengan suara serak yang keras.

"Ini peringatan dari Tuan Muda Zhao agar wanita itu tahu tempatnya."

Belasan preman itu langsung mengangkat tongkat besi mereka dan bersiap menghantam sedan mewah tersebut.

Lin Yuan meletakkan kotak bekalnya di atas lantai beton dengan sangat hati hati.

Dia menghela napas panjang dan merasa sangat terganggu dengan keributan ini.

"Hei kawan kawan, apa kalian tidak diajari sopan santun saat jam makan malam?"

Suara Lin Yuan bergema memantul di dinding beton parkiran yang luas.

Semua preman itu menghentikan gerakan mereka dan menoleh ke arah sumber suara.

Mereka melihat seorang pria berpakaian seragam keamanan biru muda sedang berjalan santai ke arah mereka.

Tangan pria itu dimasukkan ke dalam saku celana seolah dia sedang berjalan jalan di taman.

Pria berwajah codet itu meludah ke lantai dan menatap Lin Yuan dengan tatapan meremehkan.

"Hanya satpam rendahan, habisi dia sekalian biar tidak banyak bicara."

Tiga orang preman berbadan besar memisahkan diri dari kelompoknya dan berjalan menyongsong Lin Yuan.

Mereka memutar mutar tongkat besi di tangan mereka dengan gaya mengancam.

"Sayang sekali nyawamu harus melayang hanya karena kau bekerja di tempat yang salah, Satpam."

Salah satu preman botak berteriak sambil mengayunkan tongkat besinya kuat kuat ke arah kepala Lin Yuan.

Wushhh.

Angin berdesir saat tongkat besi itu membelah udara dengan kecepatan tinggi.

Lin Yuan bahkan tidak repot repot mengeluarkan tangannya dari saku celana.

Dia hanya memiringkan kepalanya sedikit ke kanan, membiarkan tongkat mematikan itu meleset beberapa sentimeter dari telinganya.

Preman botak itu melebarkan matanya karena serangannya yang paling kuat meleset dengan mudah.

Sebelum dia bisa menarik kembali tongkatnya, Lin Yuan sudah mengangkat kaki kanannya.

Brak.

Ujung sepatu boot tebal milik Lin Yuan bersarang telak di perut preman botak itu.

Suara tulang rusuk retak terdengar mengerikan di tengah kesunyian parkiran.

Preman itu memuntahkan cairan lambung dari mulutnya dan tubuh besarnya terlempar ke belakang hingga menabrak badan mobil van.

Dua preman lainnya tertegun sejenak melihat rekan mereka tumbang hanya dengan satu tendangan biasa.

"Sialan, serang dia bersama sama."

Kedua preman itu mengayunkan tongkat besi mereka dari sisi kiri dan kanan secara bersamaan.

Lin Yuan akhirnya mengeluarkan tangan kanannya dari saku celana.

Dia melangkah maju bukannya mundur, memotong jarak serang kedua preman tersebut.

Tangan kanan Lin Yuan bergerak secepat kilat mencengkeram leher preman di sebelah kanannya.

Di saat yang sama, dia menggunakan tubuh preman itu sebagai tameng untuk menahan pukulan dari preman di sisi kiri.

1
Reed
Wah /Hunger/, cepat up-nya Thor /Curse/
Kak Seto Kangen Band
coba lebih gede lagi cleavage nya kak👍
Reed
Lingtiang /Drool//Drool//Drool/
Reed
Hore, sepuluh Bab /Determined/. Jadikan 20 Bab Thor updatenya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Sangat bombastis /Drool/, mana 10 Babnya Kak /Curse//Curse//Curse/
Reed
/Hunger//Hunger//Hunger/, Up Lagi Kak /Drool//Drool//Drool/
Reed
/Drool//Awkward//Awkward/, Ditunggu 8 Babnya /Curse//Curse//Curse/
Reed
Wah /Hunger//Hunger//Hunger/, langsung 10 Bab Thor /Curse//Curse/
Reed: Kamu pasti bisa Kak /Determined/
total 2 replies
Gege
lempar semua Thor 10k kata..gasss
Gege
mendadak MC ditabrak truk tronton Daan...Ding...😄🤣🤭
Tri Wahyuni: Gege berulah lagi🤭😅😅
total 2 replies
Gege
ada suara dingg...engga ini Thor...😄🤣
Yui: ehehehe, bukan system inih/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!