NovelToon NovelToon
Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sonata 85

Jonathan di paksa menikahi Paribannya (sepupunya) Nettania yang baru lulus sekolah SMA,karena mengikuti tradisi Batak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang ke Jakarta

Akhirnya pesta selesai juga, lega rasanya, aku merasa beban berat itu lepas dari pundakku.

Selama hampir dua minggu di kampung, aku merasa memikul beban yang sangat berat.

Saat ini aku sudah sah suami bagi seorang Nettania, pariban kecilku.

Dua hari setelah pesta usai, kami sudah menyelesaikan silahturahmi pada keluarga di kampung.

Sebenarnya keluarga masih meminta kami untuk tinggal lebih lama, karena adatnya setelah selesai pesta pernikahan, biasanya kita pengantin baru diundang makan di rumah keluarga dekat.

Kami terpaksa melewatkan tradisi itu karena aku meminta untuk pulang ke Jakarta lebih cepat, karena ada pekerjaan yang mendesak. Sebenarnya bukan masalah pekerjaan yang mendesak, tapi hatiku yang mendesak ingin menemui seseorang.

Tapi sebelum pulang ke Jakarta sudah satu tradisi di keluarga besar kami setiap ada acara atau syukuran akan makan hidangan khas Batak Toba. Naniura atau sushi Orang Batak masakan khas dengan rasa andalimannya yang bergetar di lidah.

Ikan mas tidak dimasak hanya dibalur dengan asam dan bumbu berwarna kuning.

Aku dan Nettania akhirnya memutuskan untuk berangkat lebih dulu dari kedua orang tuaku pulang ke Jakarta.

Teman-teman akrab Netta, Betaria, Revina, Sina,Wati memeluknya dengan tangisan, kini keempat anak remaja itu sudah ditinggalkan salah satu teman akrab mereka.

Nettania terlihat sangat tegar, sedangkan Nantulang mamanya Nettania terlihat diiringi tangisan untuk melepas putrinya, sepanjang perjalanan mengantar kami ke labuhan kapal di Pandiangan. Nantulang memeluk Nettania air mata nya tidak berhenti mengalir dan nasehat-nasehat seorang ibu, ia bisikkan pada Netta, Netta atau Istriku hanya menganggukkan kepalanya.

Tiba di labuhan Pandiangan, kapal yang yang akan menyeberangkan kami dari Danau Toba ke bandara Silangit akhirnya datang.

Disitulah tangisan Netta pecah, ia menangis saat melihat adik-adiknya menangis melepas kepergiannya.

“Sudah, sudah, kapal akan segera berangkat,” tanteku, atau Bounya Nattania yang menemani kami pulang, Tante, menuntun tangan Netta menaiki kapal.

Kapal perlahan meninggalkan pelabuhan, aku dan Netta masih terlihat sangat kaku, ia sifatnya pendiam dan aku yang belum mengenalnya sepenuhnya membuat hubungan kami sangat kaku. Kaku dan kering seperti kulit kerbau yang jemur.

Dalam kapal, sesekali ia masih terlihat menyeka air matanya dengan punggung tangannya, harusnya aku sebagai suaminya menyenderkan kepalanya di pundak ku, memberikan punggungku untuk ia menyandarkan kepala, tapi aku tidak melakukannya.

Aku belum siap, aku belum siap jadi seorang suami untuk Nettania, aku butuh waktu untuk menerimanya sebagai istriku, aku harus minta maaf akan hal itu.

Akau dan Nettania butuh tahap pengenalan, ia memang sepupuku tapi aku jarang bertemu dengannya, pernah beberapa kali itupun waktu kecil.

Jika aku disalahkan karena belum bisa menerimanya itu wajar. Tapi, hati dan perasaan seseorang tidak bisa di paksakan, akan lebih menyakitkan bagi Nettania jika aku berpura-pura tau tentang dirinya dan aku bersikap seolah mencintainya.

Tapi maaf untuk seluruh keluargaku, hatiku saat ini masih ada yang punya.

Aku sebenarnya merasa kasihan pada Nettania atas segala yang terjadi pada kami. Tapi… sebagian besar hatiku, tertuju pada kekasihku Mikha, selama dua minggu tidak bertemu dengannya, aku merasa sudah hampir satu tahun. seandainya aku punya sayap, aku akan terbang mendahului pesawat yang akan kami naiki, hanya untuk bertemu dengannya.

“Than, coba kamu tanyakan dibawah sudah ada jualan nasi belum, Netta dari rumah belum serapan,” kata tanteku menatapku dengan tajam.

Bagaimana tidak menatapku dengan tajam, karena sejak Mami mengembalikan ponselku tadi, mataku dan perhatianku jadi terfokus pada benda yang satu itu.

Mataku menatap dengan fokus benda hitam persegi empat itu, karena saat disita sama Mami hampir dua minggu, aku merasa berada di planet lain tanpa ponsel di tangan ku.

Maka saat di kembalikan lagi padaku, tentu saja aku melakukan satu hal melihat pesan masuk dari Mikha dengan jantung

~dak… dik …duk~

Tanganku mengusap daguku, mataku masih dengan serius melihat pesannya yang berjubel banyaknya.

“Jonathan…!” panggil tanteku , mengalihkan mataku dari ponselku, “Kamu gak dengar Tante tadi bilang apa?” melihatku lagi-lagi dengan mata menyelidiki.

“Apa tadi, Tan?”

“Ah, kamu benar benar deh,” katanya, wajahnya marah, ia meninggalkan kami berdua duduk.

Kami duduk dalam diam dengan Netta, kecanggungan masih terjadi pada kami berdua, padahal kami sudah pasangan suami istri. Untuk malam pertama jangan tanya, aku belum menyentuhnya.

Menurutku, Netta masih terlalu kecil untuk hal itu, dan aku pun belum berniat melakukan kewajibanku sebagai suami untuk saat ini.

Aku sibuk dengan ponselku, Nettania sibuk dengan pikirannya sendiri. Saat kami duduk dengan diam seseorang datang lelaki masih muda menghampiri Nettania.

“Netta..!tudia ho?”( mau kemana kamu?”) wajahnya tampan, masih muda, seumuran dengan dengan Nettania.

“Eh, Aldo, naeng tu Jakarta mangihuthon amattaku.” ( mau ke Jakarta bersama suamiku) kata Nettania, Ia menatapku.

“Bang, ini Aldo, ia teman satu sekolahku,” Netta memperkenalkan temannya, walau aku tidak perduli dengan hal itu, tapi ia terlihat dewasa saat memperkenalkan temannya padaku.

Hal yang sangat wajar, karena aku adalah suaminya.

“Hai bang ,aku Aldo situmorang,” menyodorkan tangannya.

“Hai bro,” sapaku singkat tanpa basa-basi dan kembali terfokus pada layar ponselku, membaca ratusan bahkan ribuan pesan masuk dan email masuk.

Merasa aku tidak terlalu begitu perduli pada mereka, Aldo memilih duduk di bangku agak jauh dari kami.

“Bang, aku ngobrol sebentar sama teman, iya!” Netta, meminta izin untuk duduk bersama teman satu sekolahnya.

“Iya, kataku tanpa protes, hanya menoleh sebentar dan kembali ke layar ponselku.

Tidak beberapa lama lagi Tanteku sudah datang membawa nasi di tangannya, melihat Nettania bersama pria lain, tante malah marah.

“Kamu bagaimana sih Tan, bukanya jaga Nettania malah main hape mulu sih,” tanteku mengomel.

“Itu dia, Tan. lagi mengobrol sama teman satu sekolahnya.”

“Itu dia maksud Tante, Jonathan, kalian masih pengantin baru, ia sudah duduk mengobrol dengan lelaki lain dan kamu seolah tidak perduli, nanti apa kata orang, Than,” kata tanteku, lagi-lagi ia mengomel, sejak naik kapal entah sudah berapa kali tanteku mengomel padaku karena sikapku yang acuh pada Netta.

Kami tiba di Muara dan dari Muara ke Bandara Silangit, kami turun dari mobil lelaki yang bernama Aldo ikut juga.

Bukannya peduli akan hal itu. Tapi aku sedikit penasaran, sejak ia turun, matanya hanya menatap Nettania, Netta terlalu sibuk, ia sibuk mengurus koper bawaan kami hingga tidak menyadari tatapan lelaki muda berkulit putih itu.

Aku tidak merasa terusik sedikitpun.

Bersambung...

1
Yurnalis Hasibuan
dokter tidak pakai jubah toor.tapi sneĺljas putih.kslau jubah itu utk wisudawan/ti dan hakim dan pengacara waktu sidang dipengadilan.
Silvi
Luar biasa
siti salamah
ini ceritaa sangat bgus, syang sekli klah populer smaa cerita halu nya di langit ke7,, semoga Author nya bisa br karya lbih bgus dri ini
siti salamah: sama" Author semngat bkin karya lgi yaa, sya pmbca bru.. sya dri jabar jd tau budyaa batak
total 2 replies
siti salamah
cerita nya bguss, dengan cerita daerah nya ,, semoga lbih nyak yang suka dengan cerita seprti ini, cerita lbih membumi .
Rika Sintya Panggabean
katanya orang kota, tp pemikirannya ga maju. bukannya didukung malah dilarang. kan bisa Lo samperin nanti ke sanaaaa kan banyak duitttttt
Hartini May
Luar biasa
Isra Nariah
main kesini main nangis bacanya/Sob//Sob//Sob/
Eva Nova
amang tahe... lomomma nathan.. 🤣
Eva Nova
wkwkwk.. 🤣🤣
Eva Nova
Huta raja itu itu kampung ayahku. Kami situmorang banyak dr sana..
Eva Nova
Dah lama gak jalan2 lg ke danau toba..
Eva Nova
Salam dr medan.. Aku juga boru Situmorang ..
Salam kenal ya thor.. Horass..
Betaria: Salam kenal Eda🙏🏻
total 1 replies
Alirosidin
Lumayan
Caecilia Triendah
Luar biasa
Shella Antika
knp diulaon tardidi jenny cuma ada dua marga siahan sama nainggolan bknnya eva boru situmorang yaa koq gk ada marga dari pihak papinya
Marulitua Tamba
aku suka kali dengan karya mu tour
Betaria: Terimakasih ito🙏🏻
total 1 replies
wasrawati botji
selamat bapa adelio...🤭
Melia Gusnetty
kamu yg tolol..nyalahin orang sgl..lu yg minta d temanin minum dn lo yg minta buat nyoba..udh d ksh tau bonar jgn coba2..malah lu maksa...salah luu sendiri begok...orng pl yg d salahin...🤪
Melia Gusnetty
semakin rusak ..😏
Melia Gusnetty
bukan nya berobat...sprt yg d suruh netta..malah tambah rusak...mampos aja lh kau nathan...begok..😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!