Marsya, seorang istri yang selalu di hina oleh suami dan keluarga nya hanya karena dia dianggap karyawan di salah satu toko kue.
Tapi tanpa sepengetahuan keluarga suami nya, bahwa toko kue itu adalah milik nya dan dia adalah seorang sarjana.
Dia sengaja menyembunyikan identitas nya atas permintaan sang ibu, kini Marsya tahu sendiri seperti apa suami nya dan juga keluarga nya.
Selain di berikan nafkah yang jauh dari kata cukup, Marsya juga di duakan oleh suami nyam dengan seorang wanita yang merupakan rekan kerja suami nya di kantor.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Marsya mendekati pintu yang tertutup tapi tidak begitu rapat dan juga tidak terkunci. Dia mendengar suara orang berbicara di dalam, suara ibu mertua nya, suami dan suara seorang wanita yang tidak di kenal oleh Marsya.
"Dani, kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?. Ibu udah gak sabar lagi pengen punya menantu cantik dan punya karier seperti Mela!" Terdengar suara bu Ana bertanya pada Dani.
"Kalau memang ibu udah setuju, secepat nya aku akan menikahi Mela!" Jawab Dani dengan bahagia nya.
Seketika Marsya yang mendengar nya sangat hancur hati nya, suami nya akan menikahi wanita lain yang dia anggap lebih kaya dari diri nya.
'Tega kamu mas!' Batin Marsya di dalam hati.
Tidak terasa sebutir cairan bening lolos begitu saja dari kelopak mata nya, tapi dengan cepat Marsya menghapus nya. Dia ingin mendengar lebih jauh apa rencana mereka, akan lebih mudah bagi nya membalas mereka jika dia mengetahui rencana mereka.
"Mas, aku mau menjadi satu- satu nya istri mu. Kapan kau akan mencerai kan wanita miskin dan mandul itu?" Terdengar suara wanita itu yang tidak lain adalah Marsya.
"Sayang, walaupun Marsya masih menjadi istri mas. Kau jangan cemas, karena aku hanya mencintai mu. Aku mempertahankan Marsya di sini karena ibu butuh pembantu gratisan di rumah ini, sayang kan kalau uang nya harus bayar pembantu, jadi biar Marsya saja yang jadi pembantu tanpa harus membayar nya!" Dani berkata pada kekasih nya.
"Dani benar nak Mela, Marsya itu wanita kampung miskin dan bodoh. Jadi biar lah dia tetap di sini dengan status sebagai istri, tapi sebenar nya dia adalah pembantu di sini. Nanti juga nak Mela bebas melakukan apa saja pada nya, tenang saja tidak akan ada yang membela nya. Toh, keluarga nya juga tidak ada di sini!" Bu Ana berkata pada wanita yang menjadi selingkuhan anak nya.
Marsya yang masih menguping pembicaraan mereka di depan pintu, sangat geram mendengar nya. Dia mengepal kan tangan nya, ternyata Dani dan keluarga nya punya niat yang licik terhadap diri nya.
'Awas saja mas, akan ku buat kau dan keluarga mu menyesal nanti nya! Akan ku permalukan kalian nanti!' Guman Marsya dengan geram.
Marsya belum mau masuk ke dalam rumah, dia masih mau mendengar dan mengetahui apa rencana Dani dan keluarga nya terhadap diri nya.
Marsya sendiri tidak mandul, Dani yang meminta nya untuk meminum obat kontrasepsi. Dani bilang pada nya bahwa bahwa Dani belum mau memiliki anak, karena dia belum siap menjadi orang tua.
"Nak Mela, apa pekerjaan orang tua nak Mela?" Tanya bu Ana pada Mela.
"Orang tua Mela gak kerja bu, dia di rumah aja. Orang - orang yang kerja sama mereka!" Jawab Mela dengan sombong nya.
"Oh ya, maksud nya gimana nak Mela?" Tanya bu Ana yang tidak mengerti maksud Mela.
"Ayah dan ibu ku punya perkebunan teh di puncak, dan sesekali dia hanya mengawasi mereka saja. Orang - orang yang bekerja untuk mereka!" Jelas Mela pada bu Ana.
"Nah, kamu dengar sendiri kan Dani. Orang tua nak Mela ini punya perkebunan teh, dan kamu tahu sendiri kan orang yang punya perkebunan teh itu sudah pasti bukan orang sembarangan!" Bu Ana berkata pada anak nya.
Marsya mendengar semua pembicaraan mereka dengan serius, orang tua Marsya juga punya kerkebunan teh yang luas di daerah puncak. Tapi entah kenapa Marsya merasa bahwa Mela sedang berbohong.
"Nak Mela, kapan - kapan bawa ibu melihat perkebunan teh milik keluarga mu. Ibu pengen menikmati udara sejuk di pegunungan!" Bu Ana tampak sangat antusias.
"Boleh bu, kita bisa nginep di sana. Orang tua tinggal di Vila di tengah perkebunan teh itu!" Jawab Mela dengan bangga nya.
"Boleh, boleh banget. Kapan kita akan ke sana, ibu sudah gak sabar lagi untuk ke sana!" Bu Ana berkata dengan sangat antusias.
Mereka yang berada di dalam rumah tampak tertawa bahagia, tanpa mereka sadari bahwa Marsya sudah mendengar semua nya. Orang tua Mela hanya bekerja sebagai pengawas di sebuah perkebunan teh dan mereka di tugas kan untuk menjaga sebuah Vila milik sang pemilik perkebunan.
Kedua orang tua Mela tinggal di sebuah rumah kecil di belakang Vila itu, pemilik Vila jarang datang ke sana. Itu lah sebab nya Mela berani mengakui bahwa dia dan orang tua nya adalah pemilik Vila dan perkebunan teh itu.
"Nak Mela, makasih ya udah beliin ibu dan Bela hadiah yang mewah ini!" Bu Ana berkata pada Mela.
"Ah, biasa aja bu. Itu gak seberapa!" Jawab Mela sambil tersenyum.
"Ibu suka banget sama tas ini, Bela juga pasti suka sama sepatu ini!" Ujar Bu Ana.
'Oh, rupa nya jalang itu beliin ibu tas dan sepatu untuk Bela. Silahkan saja, aku tidak perduli!' Guman Marsya di dalam hati.
Setelah agak lama, Marsya pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah. Dia ingin melihat sendiri reaksi Dani dan juga ibu nya serta wanita yang bernama Mela itu.
"Assalam mu'alaikum!" Marsya masuk dan mengucap kan salam.
Semua orang yang ada di ruang tamu menoleh dengan tatapan sinis, bahkan tidak ada yang menjawab salam dari Marsya.
"Akhir nya pulang juga kamu, bukan nya ngurusin suami malah sibuk keluyuran tidak jelas!" Sindir bu Ana dengan sinis.
"Aku keluar buat kerja, karena suami ku tidak mampu memberikan aku nafkah!" Jawab Marsya dengan telak.
"Udah berani kamu ya, dasar orang miskin!" Dani tampak sangat geram karena Mela berani menjawab ucapan ibu nya.
"Udah lah Dani, cerai kan saja dia. Mela lebih baik segala nya dari pada wanita miskin ini, mana mandul lagi!" Ujar Bu Ana dengan ketus.
"Aku mandul? Tanyakan pada putra mu apa yang membuat aku tidak kunjung hamil juga!" Ujar Marsya dengan geram.
"Marsya jaga bicara mu!" Bentak Dani dengan suara keras.
"Kenapa mas? Apakah ada yang salah dengan ucapan ku?" Tanya Marsya dengan sinis.
"Malam ini Mela akan makam malam di sini, cepat kamu masak yang enak!" Bu Ana memberi perintah pada Marsya.
"Silahkan masak sendiri, masih punya kaki dan tangan kan?" Ujar Marsya dengan sini.
Marsya berlalu dari ruang tamu di hadapan mereka semua, dia masuk ke dalam kamar nya. Marsya tidak mau menyiapkan makan malam untuk mereka semua.
'Aku tidak perduli mereka mau makan apa, lebih baik aku pesan makanan dari luar untuk ku makan malam ini!' Guman Marsya dalam hati.
Marsya pun membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur, dia mengistirahat kan tubuh nya yang lelah.